
"Vania bangunlah! Sholat subuh gih," ujar Yugie setelah dirinya selesai membersihkan diri dan berwudhu.
"Nggak mau masih ngantuk " Rengek Vania sembari menutupkan bantal ke telinganya.
"Kalau nggak bangun aku siram air nih," ucap Yugie.
"Nggak mau! kenapa maksa sih? kan dosa tanggung sendiri-sendiri. Jadi kamu nggak usah pusing mikirin dosaku," ujar Vania.
"Aku hitung sampai 3. Kalau nggak bangun, aku mandiin kamu diatas tempat tidur," ucap Yugie.
"Bodoh amat," ujar Vania.
"1...."
"2...." Suara Yugie sedikit menjauh, karena pria itu sudah mengambil air satu gayung dari dalam kamar mandi.
"Masih nggak mau bangun juga? coba kamu lihat apa yang aku pegang ini?" tanya Yugie sembari menenteng segayung air.
Vania melirik apa yang Yugie pegang, dan matanyapun melotot. Wanita itu segera duduk seketika.
"Kamu nyebelin banget sih jadi orang? kenapa maksa-maksa orang gitu?" tanya Vania.
"Tentu saja harus dipaksa, karena kamu itu tanggung jawabku. Aku juga ikut berdosa kalau tidak memperingatkan kamu. Lagian kamu itu sudah dewasa, sudah bersuami, seharusnya kamu bangun lebih awal dari suami kamu. Kamu harus belajar itu mulai dari sekarang," ucap Yugie.
"Beginilah aku. Kalau mau terima syukur, nggak mau ya terserah." Jawab Vania.
Yugie mendekat kearah Vania, membuat wanita itu jadi sedikit takut. Pasalnya Yugie masih memegang segayung air ditangannya.
"Ka-Kamu mau apa?" wajah Vania tampak panik.
Yugie meraih kepala Vania, dan kemudian mendaratkan ciuman di kening istrinya itu, yang membuat tubuh Vania jadi menegang.
"Menurutlah! aku menunggumu, kita sholat berjama'ah," ujar Yugie sembari mengusap puncak kepala Vania dengan lembut.
Wajah Vania memerah, tanpa banyak kata wanita itu bergegas ke kamar mandi. Setelah selsai dia segera mengenakan mukenah dan berdiri dibelakang Yugie yang sudah menunggunya.
__ADS_1
Setelah selesai menunaikan kewajiban mereka, Yugie dan Vania menguntaikan do'a mereka masing-masing. Saat Yugie berbalik dan mengulurkan tangannya, Vania tampak menatap pria tampan di depannya.
"Ku akui dia sangat tampan. Tapi hatiku tetap milik Yure. Vania, kamu tidak boleh cepat terpesona oleh mahluk di depanmu ini. Gara-Gara dia kamu nggak bisa bangun siang," batin Vania.
Cup
Lagi-Lagi Yugie mencium kening Vania yang tampak sedang melamun sembari menatap wajahnya.
"Ka-Kamu kenapa cium-cium sembarangan?" tanya Vania.
"Kenapa cium sembarangan? kamu itu istriku, muhrimku. Jadi sah-sah saja, kalau aku menciummu." Jawab Yugie.
"Pokoknya jangan cium-cium sembarangan. Aku sudah punya orang yang dicintai," hardik Vania sembari melepas mukenah dan kembali berbaring dengan membelakangi Yugie. Sementara Yugie terpaku, saat mendengar ucapan Vania.
"Ada yang dia cintai? maksudnya apa? kalau ada yang dia cintai, kenapa dia mau menikah denganku? tidak bisa! ini harus diperjelas," batin Yugie.
"Aku minta penjelasan sama kamu. Apa maksud ucapanmu yang mengatakan punya orang yang kamu cintai?" tanya Yugie sembari menarik tangan Vania agar istrinya itu duduk.
"Memang kenyataannya begitu. Aku menikah denganmu karena terpaksa. Karena sejak awal kak Yurelah yang aku cintai." Jawaban Vania benar-benar membuat Yugie terkejut dan membuat harga dirinya terluka.
Vania mengira Yugie akan memarahinya dan mereka akan bertengkar hebat. Namun diluar dugaannya Yugie malah pergi kedapur untuk membuat sarapan. Pria itu membuat dua piring nasi goreng, dan dua butir telur dadar. Hal yang seharusnya dilakukan Vania, tapi dengan senang hati dia melakukannya.
Vania melihat kepergian Yugie dari tirai jendela. Entah mengapa dia jadi tidak enak hati, terlebih saat melihat sepiring nasi goreng diatas meja.
"Ah...bikin pusing. Lebih baik aku pergi ke rumah mama dan makan enak disana. Tapi..."
Vania melirik nasi goreng buatan Yugie. Dan memutuskan memakannya sebagai menu sarapan. Setelah selesai sarapan, Vania bergegas mandi dan setelah itu pergi dengan menggunakan mobil Yugie, karena Yugie pergi menggunakan motor dinas.
"Bukankah itu mobilku? bagus sekali Vania. Selain pergi nggak bilang suami kamu, kamu membuat mobilku melanggar aturan. Apa yang kamu kerjakan, sehingga memarkir mobil disembarang tempat," ucap Yugie lirih.
Yugi bergegas menghampiri mobilnya dan mengetuk pintu mobil itu. Vania yang melihat Yugie diluar jendela mobil, mendadak gugup dan menurunkan kaca mobil.
"Selamat pagi ibu. Tolong bisa anda perlihatkan surat-surat mobil, sim, STNK mobil dan kartu identitas anda? anda sudah melanggar aturan dengan memarkir mobil sembarangan," tanya Yugie dengan wajah datar.
"Yu-Yugie aku tidak membawa itu semua." Jawab Vania terbata.
__ADS_1
Tanpa banyak bicara Yugie menuliskan surat tilang untuk Vania, dan menyodorkannya pada istrinya itu.
"Urus di pengadilan. Untuk sementara mobil di tilang dulu," ujar Yugie sembari menyodorkan surat tilang pada Vania.
Namun bukannya menerima, Vania malah memberikan 5 lembar uang berwarna merah pada Yugie. Tanpa basa basi Yugie menarik kunci mobil, dan itu membuat Vania berang.
"Yugie sialan. Jangan sok suci kamu. Ada juga kok oknum yang melakukan pungli. Kenapa harus mempersulit sih? itu mobilmu sendiri, aku ini istri kamu," hardik Vania dari belakang punggung Yugie.
Yugie yang semula berjalan santai, jadi menghentikan langkahnya dan berbalik badan. Tatapan mata pria itu begitu dingin, hingga Vania mendadak takut.
"Tidak semua polisi berjiwa kotor. Kamu mengaku istriku, apa kamu sudah menjalankan kewajibanmu sebagai istriku? apa pantas kamu mengaku sebagai istriku, tapi dengan lantang mengatakan cinta pada pria lain? terlebih pria itu adalah kakak iparnya sendiri. Dan sekarang kamu mengaku sebagai istriku, tapi kamu pergi tanpa izin suamimu,"
"Vania. Aku tidak masalah kalau kamu tidak mencintaiku, atau mau seperti apa kamu ingin membangun rumah tangga bersamaku.
Tapi jangan pernah kamu mengotori cintraku sebagi polisi yang jujur. Aku menafkahimu dengan uang halal, bukan dengan uang memeras orang lain." Jawab Yugie dan kembali melanjutkan langkah kakinya.
Sementara Vania jadi mematung di sisi jalan saat mendengar semua ucapan Yugie. Dan untuk pertama kalinya Vania mau melakukan perintah orang lain. Vania bergegas membawa surat tilang ke pengadilan . Setelah selesai, wanita itu tetap pergi ke rumah orang tuanya dan menceritakan keadaan rumah tangganya pada sang mama.
"Vania. Lupakan Yure. Mama lihat Yugie pria yang sangat baik. Malah sikapnya lebih lembut daripada Yure. Mendengar semua ceritamu, kamu seharusnya beruntung punya suami seperti dia. Dia mau membimbingmu dengan sabar, sudah sepatutnya kamu berbakti sama suami kamu," ujar Susan.
"Tapi ma. Vania nggak tahan diajak hidup susah. Makan seadanya, rumah sederhana. Bahkan Ac dan Tv pun belum ada. Aku kan jadi bosan tinggal dirumah." Jawab Vania.
"Vania. Suatu keberuntungan kamu bisa terlahir dari keluarga berada. Tapi kamu juga harus tahu, papa dan mama merintis usaha ini dari nol. Bukan berdasarkan kekayaan turun temurun. Kamu juga contoh suami kamu, dia juga terlahir dari orang kaya. Tapi dia mampu berprilaku hidup sederhana. Seharusnya kamu dukung suami kamu, kalian bisa mencari harta bersama."
"Sekarang lebih baik kamu pulang. Tebus kesalahan kamu dengan membuatkan dia makanan spesial. Dia pasti mau memaafkan kamu," sambung Susan.
"Makanan spesial apa. Mama kan tahu sendiri aku tidak bisa apa-apa," ucap Vania.
"Kamu harus belajar. Sekarang zaman sudah canggih. Kamu bisa belajar dari media sosial. Atau kamu bisa memanggil orang buat kursus memasak dirumahmu," ujar Susan.
Vania tampak mencerna kara-kata Susan. Dan diapun mematuhi ucapan mamanya itu. Vania bergegas pulang dengan membawa motor matic kesayangannya. Motor yang biasa gunakan untuk jalan-jalan memutari komplek perumahan mewah disekitar rumahnya.
Setelah sampai di rumah, Vania bergegas kedapur dan membuka kulkas. Dia sudah meminta pendapat Susan untuk memasak menu sederhana untuk suaminya dengan bantuan media sosial YT. Namun semua tidak berjalan mulus seperti yang Vania harapkan. Nyaris semua jarinya terkena besetan pisau, hingga Vania mau tidak mau menangisi jari-jarinya yang tidak lagi mulus.
Setelah berjuang cukup lama, Vania akhirnya berhasil menyelesaikan masakkannya. Setelah itu dia mengobati lukanya di kamar, sembari menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
Kriiieeeeekkkkkkk
To be continue... 🤗🙏