Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.252. Bertemu Teman


__ADS_3

"Kita mau makan apa?" tanya Yugie.


Saat ini Yugie tengah menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Apa saja." Jawab Vania.


Yugie akhirnya membelokkan mobilnya disebuah tenda, tempat biasa dirinya makan lesehan bersama teman-temannya. Vania melirik ke kanan dan ke kiri. Seumur hidupnya dia belum pernah makan ditempat seperti itu. Terlihat disana sangat ramai pembeli, yang membuat Vania jadi merasa tidak nyaman.


"Yugie. Apa kamu yakin kita mau makan disini? apa disini higienis?" bisik Vania.


"Yakinlah. Cicipi dulu makanannya, dijamin kamu pasti akan suka," bisik Yugie.


Setelah memesan menu yang Yugie inginkan, 15 menit kemudian menu itu pun terhidang diatas meja yang berukuran persegi panjang


"Ini ayam gorengmu. Tambahkan gorengan tahu biar kenyang," ujar Yugie sembari meletakakan sepotong tahu goreng kedalam piring Vania.


"Apa itu ikan? yang ini apa?" tanya Vania sembari menunjuk kearah piring lalapan.


"Ini ikan lele goreng. Dan ini pete goreng. Apa kamu mau mencobanya?" tanya Yugie.


"Mau." Jawab Vania penasaran.


Yugie mencuci tangannya dan mencubit lele goreng dan kemudian mencocolnya dengan sambal, dan ditumpukkan diatas sejemput nasi.


"Buka mulutmu," ujar Yugie yang ingin menyuapi Vania dengan tangannya.


Vaniapun membuka mulutnya, dia bahkan lupa dengan kebersihan yang dia ucapkan karena makan langsung dari tangan Yugie.


"Enak kan?" tanya Yugie.


"Iya enak." Jawab Vanie sembari tersenyum.


"Nah...kalau suka kamu bisa tambahkan kecap manis pada ayam gorengmu, itu jauh lebih enak lagi. Apa kamu mau mencoba pete gorengnya?" tanya Yugie.


"Mau." Jawab Vania.


Yugie sedikit ragu ingin memberi Vania pete. Pria itu takut Vania akan spontanitas mengomentari rasa pete, makanan yang tidak semua orang menyukainya.


Hap


Pete itu perlahan Vania gigit. Sesuai dugaan Yugie, Vania langsung menutup mulutnya, dan mengeluarkan benda itu dari mulutnya.


"Maaf. Aku tidak suka rasanya," bisik Vania.


Yugie tersenyum dan mengelus kepala Vania. Yugie senang karena Vania bisa melihat situasi untuk berkomentar yang tidak-tidak.


"Makanlah apa yang kamu sukai. Ini sayur kangkung, rasanya jauh lebih enak dari yang namanya pete tadi," ujar Yugie.


"Aku tahu. Aku suka sayur ini. Dirumah bibik pernah memasak ini," ujar Vania.


Saat sedang makan, seseorang menepuk bahu Yugie.

__ADS_1


"Makan enak kok nggak ngajak-ngajak Gie?" tanya seorang gadis berambut pendek yang tak lain teman kerja Yugie.


"Tinggal makan Nong. Tuh pete kesukaanmu masih banyak." Jawab Yugie.


Vania melirik kearah Yugie dan gadis itu yang tampak akrab satu sama lain.


"Nong besok berangkat lebih pagi ya? besok ada pengarahan dari komandan," ujar Yugie.


"Ngomong-Ngomong siapa disebelahmu? baru lagi? kamu selingkuh dari aku?" tanya gadis yang biasa dijuluki si Jenong itu.


"Ckk...jangan ngomong sembarangan," ucap Yugie dengan santai sembari tetap menyuapkan makanannya.


Sementara itu suasana hati Vania mendadak buruk. Istri perwira Polisi itu tidak suka Yugie terlalu dekat dengan wanita lain.


"Gie. Nongki tempat biasa yuk?" tanya gadis berambut pendek itu.


"Nggak bisa. Kita harus bangun pagi besok. Kamu juga jangan sering-sering begadang. Lebih baik pulang buat istirahat." Jawab Yugie.


"Oh...calon suamiku perhatian banget sih," ujar Jenong sembari ingin mencolek dagu Yugie, namun segera di tepis oleh Yugie.


"Jenong. Jaga sikapmu," ucap Yugie dengan nada lembut.


"Sayang. Kamu nggak romantis banget sih?"


Kesabaran Vania kali ini benar-benar menipis. Wanita itu tiba-tiba bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja.


"Aihhh...Nong, kamu membuat masalah untukku," ujar Yugie.


"Rasakan pembalasan dendamku. Emang enak? cepat kejar! cemburu parah tuh," ujar Jenong terkekeh.


Yugie bergegas membayar makanannya sekaligus membungkus makanan yang belum sempat Vania makan. Yugie bergegas menghampiri Vania yang berdiri di dekat mobil, dan membukakan pintu untuk istrinya itu.


Tak ada pembicaraan selama mereka menuju jalan pulang. Yugie tidak ingin mereka bertengkar dijalan, yang malah akan membahayakan nyawa mereka.


Selang 20 menit kemudian mereka tiba dirumah. Vania bergegas membuka pintu mobil dan membantingnya dengan lumayan keras. Yugie membiarkan saja sikap Vania sebelum dirinya benar-benar masuk kedalam rumah.


Tap


Tangan Yugie mencekal tangan Vania, hingga tubuh istrinya itu berputar dan menghadap dirinya. Dapat Yugie lihat mata Vania berkaca-kaca sebelum akhirnya jatuh ke pipi istrinya itu.


Yugie meraih kedua sisi wajah Vania dan menyeka air mata istrinya itu dengan ibu jarinya.


"Dia bukan siapa-siapa. Hanya rekan kerjaku," ujar Yugie.


"Aku tidak perduli," ucap Vania sembari melengos.


"Benarkah? aku pikir ada yang cemburu," goda Yugie sembari meraih dagu Vania.


"Siapa yang cemburu? orang yang ku cintai adalah kak Yure. Kamu tidak bisa sebanding dengannya dalam segala hal." Jawab Vania.


Jawaban Vania membuat sentuhan tangannya terlepas dari wajah Vania. Entah nengapa untuk pertama kalinya dia merasakan sakit saat seseorang membandingkan dirinya dengan kakaknya sendiri.

__ADS_1


Yugie berjalan kearah kamar mandi dan menutup pintu dengan lumayan jeras.


Brakkkkkkk


Vania terjengkit kaget. Dan untuk pertama kalinya pula Vania menyadari, bahwa ucapan dengan hatinya sama sekali tidak sejalan.


"Apa aku sangat kelewatan? dia pasti tersinggung dengan ucapanku. Tapi siapa suruh dia dekat-dekat dan perhatian dengan wanita lain," gerutu Vania.


Krieeeekkkk


Yugie keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk di pinggangnya. Sementara itu Vania baru saja sudah mengganti pakaiannya dengan baju malam bertali spagetti.


Vania melirik kearah Yugie yang tampak sibuk memilih baju dengan wajah cenderung dingin. Setelah berpakaian Yugie segera berbaring diatas tempat tidur dan membelakangi Vania.


"Sepertinya dia sangat marah. Duh...mana perutku sangat lapar lagi," batin Vania.


"Yu-Yugie. A-Aku lapar," ujar Vania sembari menyentuh tangan Yugie.


Yugie menghela nafas. Meskipun sedang marah, dia mencoba sabar terhadap Vania.


"Dimeja makan ada makananmu yang sudah dibungkus. Kamu bisa memakannya." Jawab Yugie tanpa berbalik badan.


Mendengar itu Vania bergegas keluar kamar, sementara Yugie jadi berbaring terlentang sembari menghembuskan nafas berat. Namun belum sempat Vania makan, tiba-tiba lampu rumah mendadak padam. Jerit suara Vania terdengar memecah keheningan rumah itu. Yugie bergegas keluar untuk menenangkan istrinya itu.


"Yugie...Yugie..." teriak Vania dalam kegelapan.


Greppppp


Yugie membawa Vania dalam dekapannya. Lagi-Lagi Yugie bisa merasakan, kalau saat ini tubuh Vania gemetar.


"Tenanglah. Aku disini, jangan takut lagi," ujar Yugie.


"Aku takut. Hikz...Yugie maafin aku. Ini pasti karena aku durhaka padamu. Tapi aku tidak sungguh-sungguh mengatakannya. Itu karena aku tidak suka dengan gadis berambut pendek itu," celoteh Vania.


Yugie menyunggingkan senyum dalam kegelapan. Dia sekali lagi ingin mendengar pendapat Vania tentang dirinya.


"Tapi hatiku sudah terlanjur sakit Vania. Kamu bandingkan aku dengan kakakku. Mentang-Mentang aku tidak sekaya dia dan setampan dia. Wajar saja kalau kamu mencintai dia," ucap Yugie.


"I-Itu tidak benar. Kamu tampan kok. Kamu juga baik, kamu lemah lembut dan penyayang. Tidak seperti kak Yure yang galak. Kamu memang tidak sekaya dia, tapi aku yakin kamu bisa bahagiain aku kok," ceplos Vania.


"Kamu masih cinta kak Yure?" tanya Yugie.


"Eh? a-aku tidak tahu. Sepertinya tidak terlalu." Jawab Vania asal.


"Kamu sendiri siapa gadis yang kamu panggil Jenong tadi? kalian sangat akrab. Apa itu kekasihmu?" tanya Vania.


"Kekasih apa. Aku tidak pernah pacaran sama sekali. Namanya Jenita. Kami biasa memanggilnya Jenong. Dia seorang Polwan, dia juga sudah bertunangan. Dulu aku sering menjahilinya, itulah sebabnya dia tadi membalasnya." Jawab Yugie.


"Kamu tunggu disini sebentar ya? aku ambil ponsel dulu, biar kamu bisa makan," ujar Yugie.


"Tidak mau. Jangan tinggalkan aku. Tetaplah memelukku." Jawab Vania.

__ADS_1


Yugie menurut apa yang Vania katakan. Namun Yugie sedikit lega, karena Vania sudah tidak lagi gemetar.


To be continue...🤗🙏


__ADS_2