Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa
Bab.135. Persiapan


__ADS_3

"Jangan cemberut terus, aku nggak mungkin nikung kakak," ujar Rehan saat mereka sedang menuju jalan pulang.


"Kakak suka Sera kan? aku tahu itu," sambung Rehan.


Ando masih diam saja, sembari melihat lampu yang gemerlapan disepanjang jalan ibu kota Paris. Sementara itu Stevi sudah terlelap dipangkuan Ando.


"Kalau kakak mau deketin Sera aku dukung kok, Sera gadis yang baik."


"Karena dia gadis yang baik, jadi nggak mungkin kamu nggak suka sama dia," ujar Ando mulai bersuara.


Rehan terkekeh mendengar ucapan Ando, dia tahu sepupunya itu masih dalam mode cemburu.


"Sera sudah aku anggap sebagai sahabatku. Aku punya prinsip sendiri dalam hidup. Paling nggak enak yang tadinya sahabat tiba-tiba timbul rasa suka. Ntar kalau putus biasanya baiknya lama"


"Lagian, yang tadinya teman tiba-tiba jadi pacar atau istri belum tentu juga cocok dan langgeng. Tapi kalau kakak, ku lihat sangat cocok dengan Sera," sambung Rehan.


"Kakak kalau suka cepat bertindak, jangan terlalu lama mengulur waktu, ntra diambil orang loh,"


Ando masih mode diam. Apapun yang Rehan katakan semuanya benar, tapi dirinyalah yang sulit menemukan cara agar membuat Sera percaya bahwa dirinya sudah membuka hati untuk gadis itu.


*****


"Kamu akhir-akhir ini kuperhatikan rajin banget design pakaian," ujar Sera.


"Buat persiapan. Sebentar lagi pabriknya akan selesai, aku ingin pakaian yang ku design segera di produksi."


"Wah...mantap itu. Sudah berapa design yang selesai?"


"Belum kuhitung. Pokoknya aku buat-buat saja dulu. Mumpung otak lagi ecer," ujar Marinka.


"Aku selalu dukung kamu."


"Oh ya, gimana kemajuan hubungan kamu dengan kak Ando? aku dengar dia nggak pacaran sama Renata." tanya Marinka.


"Gitu-Gitu aja. Ya memang dasarnya dia nggak suka sama aku. Biarpun pengganggunya udah minggat, tetap aja nggak ada kemajuan."


"Ya sudahlah Ra nggak usah sedih. Lagian kamu cantik gini kok, masih banyak yang suka sama kamu nantinya."


"Emm." Sera mengangguk.


Ting


Sebuah chat masuk ke ponsel Sera. Sera melirik kearah jam diponselnya, waktu menunjukkan pukul 7 malam.


"Sudah tidur belum?"


"Belum."


"Kakak telpon ya?"


"Oke." Balas Sera.


Tring


Tring


Tring


"Ya kak?"


"Siapa?" tanya Marinka dengan kode bibirnya.


"Ando." Jawab Sera dengan kode yang sama.


"Sibuk nggak?" tanya Ando diseberang telpon.


"Nggak. Ada apa kak?"


"Sudah makam malam?"


"Belum."

__ADS_1


"Mau makan malam diluar nggak?"


Sera menutup mulutnya, ajakan Ando terdengar seperti angin segar baginya. Sementara ditempat berbeda, Ando dan Rehan sedang bersekongkol. Rehan sedang mengajari kakak sepupunya itu untuk merayu wanita. Sebuah pena dan buku sudah Rehan siapkan, sementara ponsel Ando sudah dibuat mode pengeras suara.


"Kok tiba-tiba ngajakin makan malam?"


"Kamu nggak mau ya?"


"Eh? bu-bukan gitu, aku agak terkejut saja."


"Jadi?"


"Ya sudah jemput aku sekarang," ujar Sera.


"Yes. Berhasil Han," ucap Ando yang langsung menutup mulutnya karena keceplosan.


Pukkkk


Rehan memukul kepala Ando dengan buku. Sementara Sera mengerutkan dahinya.


"Eh...ya udah kakak jemput sekarang, kamu siap-siap ya?"


"Ya." Jawab Sera yang kemudian menutup telponnya.


"Ah...Marinka...aku bahagia..." Sera jingkrak-jingkrak.


"Aduh...aku pakai baju apa ya?" Sera tampak berpikir.


"Ada apa sih? kok kelihatannya senang baget." tanya Marinka.


"Dia mau ngajakin aku dinner. Ah...senangnya,"


"Jangan-Jangan sebenarnya dia suka sama kamu Ra."


"Nggak tahu. Pokoknya kamu temenin aku buat milih baju yang cocok," ucap Sera sembari menarik tangan Marinka, untuk mengajaknya masuk ke kamar pribadinya.


"Yang mana Rin? kasih pendapat dong," ujar Sera setelah membuka lemari pakaian.


"Ini kayaknya cocok buat makan malam, simple tapi elegant.


Marinka meraih sebuah gaun berwarna hitam.


"Ya udah aku pakai ini aja. Aku mau dandan dulu,"


Sera pun mulai merias wajahnya dengan dandanan natural. Setelah berjuang cukup lama mendalami dunia make up lewat YT, akhirnya dia berhasil mengaplikasikan semua itu diwajahnya dengan sempurna.


Sementara ditempat berbeda, Ando dan Rehan masih saja berdebat perihal kebodohan Ando yang keceplosan.


"Kakak ini memang benar-benar jomblo karatan. Kalau si Sera ngeh bagaimana?" tanya Rehan.


"Ya maaf namanya juga keceplosan. Ya sudahlah, aku mau berjuang dulu ya?"


"Oke. Ingat kata-kataku, jangan ngucapin kata-kata yang buat seorang gadis tersinggung."


"Sipp."


Ando bergegas pergi menjemput Sera. Pria itu cukup terpukau, karena Sera sangat terlihat cantik dengan penampilannya malam ini.


"Cantik," ujarnya lirih, yang membuat Sera jadi tersipu.


"Kak. Kita jadi pergi nggak?" Sera menyadarkan Ando yang tengah menatap lekat dirinya.


"Eh? ja-jadi dong," ujar Ando.


Ando dan Serapun pergi makan malam bersama disebuah restaurant mewah.


"Ra. Kamu sudah siap diajak nikah belum?" tanya Ando tiba-tiba.


Uhukk


Uhukkk

__ADS_1


Uhukk


Sera tersedak saat mendengar pertanyaan Ando yang tiba-tiba. Tenggorokkan Sera terasa panas dan perih, karena dia tersedak makanan dengan cita rasa pedas.


"Maaf, kakak buat kamu kaget ya?" tanya Ando sembari menyodorkan segelas air minum.


Sera melirik kanan kiri, pengunjung dimeja lain tampak melihat kearahnya karena Sera tersedak cukup lama.


"Sial, malu banget ini, lagian kenapa kak Ando nanya gitu sih?" batin Sera.


"Kakak ngapain nanya gitu?" Sera berpura-pura tenang meskipun sebenarnya tenggorokkannya masih merasakan perih.


"Kalau kamu siap, kita nikah yuk?" tanya Ando yang buat mata Sera jadi melotot.


"Ini si Ando kesambet ya? kok tiba-tiba langsung ngajakin nikah? pacaran dulu kali Ndo. Lagian aneh banget, dia nggak nunjukkin suka, tapi tiba-tiba langsung ngajak nikah," batin Sera.


"Kalau kamu mau, kamu terima cincin lamaranku ini,"


Pakkk


Ando meletakkan sebuah kotak beludru berwarna merah diatas meja, yang membuat mata Sera semakin membulat.


"Kakak tahu ini mungkin mengejutkan kamu. Tapi kakak merasa tidak punya banyak waktu untuk menghabiskan umur buat pacaran lama-lama. Mungkin kamu juga heran, rasanya baru kemarin kakak bilang nggak suka sama kamu, tapi tiba-tiba langsung ngajakin nikah. Tapi percaya atau nggak, perasaan itu tiba-tiba saja muncul. Karena datangnya tiba-tiba, aku nggak mau hilangnya tiba-tiba juga karena kita terlalu lama berpacaran. So...kamu mau nggak jadi istri kakak?"


Sungguh hati Sera berbunga-bunga saat ini. Meskipun cara Ando melamarnya sama sekali tidak romantis, tapi Ando mampu membuat mata Sera berkaca-kaca.


"Hey...kenapa menangis. Hem?" Ando menyeka air mata Sera yang sudah meleleh dipipinya.


"A-Aku sangat bahagia." ujar Sera dengan suara sedikit bergetar karena tangisnya minta ingin diledakkan.


"Apa kakak tidak menyesal mengambil aku sebagai istri? meski aku suka sama kakak, tapi aku belum bermimpi dijadikan kakak istri."


"Kenapa?"


"Aku takut keluarga kakak tidak setuju. Tahu sendiri aku cuma anak yatim piatu, miskin lagi." Jawab Sera sembari menyeka air mata dengan punggung tangannya.


Ando menyunggingkan senyumnya sembari mengusap pipi Sera dengan ibu jarinya. Pria itu kemudian membuka kotak kecil itu dan langsung menyematkan cincin itu dijari manis Sera.


"Kok langsung dipasang kak? kan aku belum setuju?"


"Kenapa? nggak mau? kalau nggak mau kakak bisa melamar bule yang ada disudut itu. Dia juga lumayan cantik dan seksi,"


Sera melihat arah pandang Ando, dan kemudian mencebikkan bibirnya.


"Enak aja. Udah masuk ke jariku, mana bisa dilepas lagi." ucap Sera.


"Lagian kok ini bisa pas gini kak?"


"Itu tandanya kita jodoh." Jawab Ando yang membuat Sera tersipu.


Padahal kenyataanya Ando diam-diam mengukur jari Sera dengan seutas benang, saat gadis itu tidak sengaja tertidur dibutik tadi siang.


"Kak. Kakak belum jawab pertanyaan aku yang tadi," tanya Sera saat mereka sudah sampai didepan kawasan Apartement.


"Yang mana?"


"Keluarga kakak tidak keberatan kalau kakak jadiin aku istri kakak?"


"Yang mau makai kamu itu kakak, mereka tidak bisa ikut campur kalau mau aku punya keturunan." Jawab Ando.


"Kamu tidak usah khawatir ya? pokoknya bulan depan aku pastikan kamu sudah jadi istriku."


"Bu-Bulan depan? kenapa cepat sekali?" Sera terkejut.


"Mau bulan depan, tahun depan, tujuannya cuma satu, yaitu nikah. Jadi buat apa nunggu lama-lama?"


"Ya." Sungguh dada Sera serasa ingin meledak saat ini. Rasanya seperti sedang berada dialam mimpi.


Cup


Sera yang tengah melamun matanya terbelalak, saat Ando dengan tiba-tiba meraih dagunya dan melabuhkan ciuman manis dibibirnya. Sera yang tidak pernah melakukan itu hanya bisa memejamkan matannya, sembari mengikuti nalurinya yang dibimbing oleh Ando. Sera benar-benar dibawa ke puncak tertinggi dalam hidupnya. Bagaimana tidak? hari ini dia mendapatkan serba pertama dalam hidupnya. Cinta pertama, ciuman pertama, dan juga calon suami yang akan menemani hari-harinya yang berwarna.

__ADS_1


TO BE CONTINUE...🤗🙏


__ADS_2