Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 101


__ADS_3

Ardi turun dari mobilnya. Siti dan Arum sudah berdiri di teras. Ardi berjalan ke arah ibu dan anak tersebut.


“Asalamu’alaikum Bu.” Ardi menyalami tangan Siti.


“Wa’alaikumsalam nak Ardi.”


“Bu, Arum langsung berangkat ya.” Arum menyalami tangan Siti dan cipika cipiki.


“Ibuk. Kami pamit ya.” Balas Ardi


|Iya hati-hati nak.|


|Assalamu’alaikum.”


“Wa’alaikumsalam,” balas Siti.


Ardi dan Arum naik ke dalam mobil. Mobil menuju ke UI ruang tes Arum di Fakultas Teknik. Arum hanya diam sambil melihat di sekitarnya saat mereka memasuki kawasan kampus. Sangat ramai calon mahasiswa baru, yang mendatangi kampus tersebut untuk melihat ruangan ujian mereka. Ardi memarkirkan mobilnya di areal parkir kampus dan mereka langsung Menuju ruangan yang tempat ujian. Setelah mengetahui ruangan ujian Ardi dan Arum duduk di depan kampus.


“Habis ini mau kemana?” Tanya Ardi.


“Pulang aja.”


“Gak ada yang mau di beli?”


“Sepertinya gak ada Di.”


“Baju putih, rok hitam kamu ada?” tanya Ardi.


Arum Tampak sedang berfikir. “Rasanya ada Di.”


“Jilbab hitam polos, dan sepatu hitam.”


“Ada Di. Tapi alat tulisnya yang gak ada.” Jawab Arumi.


“Emang gak boleh bawa apa-apa ujian cat. Langsung online.”


“Oh,” kata Arumi dengan suara pelan.


“Udah jangan stres. Kamu harus rileks.”


“Iya Di. Do’ain aku lulus ya.”


“Udah pasti itu. Mau makan dulu gak?” Tanya Ardi.


Arum Tampak berfikir, namun ia ingat kalau habibi nyuruh langsung pulang. “Gak Di. Kita langsung pulang aja ya. Aku capek.”


“Boleh yuk.” Ardi berdiri dari duduknya dan di ikuti Arum.


“Besok kamu tesnya jam 10. Mau aku jemput?”


“Gak usah di. Aku langsung dari kantor besok. Aku udah tahu juga ruangannya. Jadi gak apa Di. Kalau aku berangkat sendiri.”


Ardi menganggukkan kepala.


********


Di dalam mobil, Ardi menghidupkan lagu-lagu barat yang sedang viral di tik tok.


Feeling Good" Surface;


Went and took a walk around the neighbourhood


Feeling blessed, never stressed


Got that sunshine on my Sunday best

__ADS_1


Everyday can be a better day despite the challenge


All you gotta do is leave it better than you found it


It's gonna get difficult to stand but hold your balance


I just say whatever 'cause there is no way around it cause


Everyone falls down sometimes


But you just gotta know it'll all be fine


It's ok, uh-huh, uh


It's okay, it's okay


Went and took a walk around the neighbourhood


Feeling blessed, never stressed


Got that sunshine on my Sunday best


Somedays you wake up and nothing works you feel surrounded


Gotta give your feet some gravity to get you grounded


Keep good things inside your ears just like the waves and sound did


And just say whatever 'cause there is no way around it


E-E-Everyone falls down sometimes


But you just gotta know it'll all be fine


It's ok, uh-huh, uh


It's okay, it's okay


Went and took a walk around the neighbourhood


Feeling blessed, never stressed


Got that sunshine on my Sunday best


Went and took a walk around the neighbourhood


Feeling blessed, never stressed


Got that sunshine on my Sunday best


Mereka menyanyikan lagu tersebut bersama-sama dengan bergaya layaknya seorang penyanyi yang populer. Mereka menyanyikan lagu tersebut sampai pada bait terakhir.


“Di, udah lama ya. Kita gak nyanyi bareng sambil main gitar.”


“Iya. Kamu sibuk kerja dan aku sibuk kuliah.” Balas Ardi.


“Apa gitar kamu ada kamu bawa ke sini?” Tanya arum.


“Ada. Kalau lagi suntuk aku petik gitar dan ku bawa bernyanyi.” Balas Ardi dengan senyum yang sangat manis.


“Di.”


“Iya.”


“Kalau besok kamu jadi dokter, pasti pasien kamu rame dan cewek semua.”

__ADS_1


“Kok tahu?” Tanya Ardi.


“Iya kalau dokter ganteng, pasti pasiennya cewek rata-rata.”


“Entar di depan pintu aku buat. Khusus cewek seksi, cantik dan muda.” Balas Ardi.


Mata Arum melotot melihat Ardi. “Ih... kamu mesum.”


Ardi tertawa. “Gak ah canda.” Balasnya. “Tapi kalau di buat Gitu asik ya.”


“Kamu Di.”


Ardi kembali tertawa lepas. “Yakin besok gak aku antar?”


“Gak usah. Yakin Di.”


Mobil sampai di depan rumah Arum.


“Turun dulu Di?”


“Aku langsung pulang aja.” Balas Ardi


“Di, makasih ya.”


“Iya,” mobil Ardi bergerak meninggalkan halaman rumah Arum.


********


Habibi melihat Anita yang sedang duduk di depan TV.


“Mi.”


“Iya. Kamu kenapa, seperti orang yang sedang frustasi.”


“Iya, mi.”


“Kenapa?” Tanya Anita


“Bibi kurang suka dengan teman Arum, Ardi itu mami.”


“Kenapa?” Tanya Anita.


“Bibi gak suka Arum teman sama cowok. Tapi Arum juga gak punya banyak teman. Bahkan security bilang, kalau arum sangat jarang di kunjungi sehingga siapa yang datang security langsung tahu. Sepertinya kalau Bibi larang terlalu kejam ya mi. Mana mereka berteman sejak kecil.” Kata Ardi curhat.


“La itu tahu,” balas Anita.


“Mi apa kisah mereka mirip sama mami dan ayah Arum?”


“Mungkin,” balas Anita.


Habibi Tampak berfikir.


*******


maaf reader author ngantuk berat.


😂


author kasih visual ardi




__ADS_1


__ADS_2