Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 22awal di sekolah bodyguard


__ADS_3

Di asrama ini, fasilitas beragam. Ibuk Anita memang sudah mengatur semua sebaik mungkin. Ia tidak ingin Arumi sendiri di kamar. Dan kebetulan ada satu orang cewek yang mengikuti pelatihan bodyguard. Anita meletakkan Arumi 1 kamar dengan cewek tersebut. Dengan tujuan, agar Arumi tidak bosan di tempat pelatihan ini.


“Semua barang sudah saya turunkan neng. Saya pamit. Saya langsung kembali ke jakarta.” Kata pak Diman permisi kepada Arumi.


“Tapi pak, Apa tidak besok saja? Ini sudah terlalu malam pak,” jawab Arumi.


“Gak apa neng. Saya sudah terbiasa.”


“Hati-hati ya pak.”


“Iya neng,” jawab pak Diman.


Pak Diman pergi meninggalkan Arumi di dalam kamar. Dan menutup pintu. Arumi melihat pak Diman pergi. Ia menarik nafas dalam dan kemudian di hempaskan sekuat mungkin. Ya Allah berikanlah hamba kekuatan dalam menjalani kehidupan hamba seterusnya. Arum berdoa dalam hati.


“Hai......” Seseorang mulai menyapa Arumi.

__ADS_1


“Hai juga.” Arumi mulai mendekat. “Kenalkan nama aku Arumi Nanadia.” Arum sambil mengulurkan tangannya.


“Tiar Lestari,” sambil menyambut jabatan tangan Arum. “Kamu dari mana.”


“Aku dari Jakarta.”


Tiar menatap Arum sangat dalam. “Apa benar kamu mau jadi bodyguard?”


“Insyaallah.”


Tiar menatap Arum mulai dari atas, turun ke bawah dari bawah naik lagi ke atas. “Apa gak salah? Tampang kamu gak ada cocok-cocoknya jadi bodyguard. Mending kamu ikutan sana kesting FTV.”


“Tapi sumpah, kamu cantik sekali. Aku paling langka bisa memuji orang.” Sambung Tiar.


“Makasih ya Tiar.” Kamu juga sangat cantik. Arum ingin bertanya di mana saat ini dirinya. Namun pertanyaan itu tidak jadi dipertanyakan Arum.

__ADS_1


“Aku ngantuk. Besok jam 4 kita sudah mulai latihan,” kata Tiar.


“Ooo begitu. Baiklah kita tidur.” Ajak Arumi.


Mereka mulai naik ke atas tempat tidurnya masing-masing. Arum masih belum bisa tidur. Dengan memperhatikan semua isi kamar yang saat ini di tempatinya. Kamar yang bersih, rapi dan sangat nyaman dan luas. Arum melihat ke tempat tidur di sebelahnya. Tampak Tiar sudah mulai terlelap dan mungkin saja sudah sampai ke langit ke tujuh.


Hu.... Efek tidur di mobil, jadi susah tidur. Masih terasa nyeri di lengan Arum. Dengan bersusah payah memejamkan mata. Akhirnya Arum bisa mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang tidak tau memikirkan apa.


Suara alarm terdengar sangat kuat memenuhi seluru isi kamar. Arum terbangun dari tidurnya.


Tiar tampak mulai duduk dari tidurnya.


“Rum cepat bersiap. Waktu kita harus 10 menit untuk bersiap.” Seru Tiar kepada Arumi.


“Baik.“ Arumi bergegas masuk ke kamar mandi yang berbeda di dalam kamar. Begitu juga dengan Tiar. Masuk ke dalam kamar mandi di sebelah Arum. Kamar yang luas ini memang di rancang dan di fasilitasi untuk 2 orang. 2 tempat tidur, 2 lemari dan 2 kamar mandi. Jadi tidak ada alasan mereka terlambat karena mengantri.

__ADS_1


Setelah selesai mandi. Arum bersiap memakai baju kaos panjang tangan, celana training nike, jilbab hitam dan sepatu biru. Sedangkan tiar memakai baju kaos hitam dan celana training biru dan sepatu sport putih. Ia menyisir rambut dengan jarinya.


Mereka berlari meninggalkan kamar, menuju ke lapangan. Cepat Rum 2 menit lagi. Mereka melihat para cowok-cowok sudah berbaris di lapangan dengan bentuk tubuh yang yang tinggi, tegap. Sepertinya tingginya hampir sama semua.


__ADS_2