Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 154


__ADS_3

sayang bangun.


sambil mencium bibir istri nya.


Arum mulai membuka matanya saat iya merasa bibir nya di cium berulang-ulang kali.


iya membuka matanya dan langsung menjauhkan Kepala nya dari hadapan sang suami.


mas jangan cium. Arum bauk baru bangun tidur. ucap sang istri sambil menutup mulutnya.


udah subuh. bangun.


Arum memandang wajah suaminya.


mas dah mandi?


apa udah sholat?


mandi sudah. sholat Belum?


udah cepat mandi. mas tunggu sholat nya.


Arum duduk dan kemudian turun dari atas tempat tidur.


iya masuk ke dalam kamar mandi.


sekitar 15 menit. iya keluar dari kamar mandi. dan memakai mukena.


habibi mengambil wudhu ulang.


pria tersebut memakai kain sarung, baju Koko dan peci.


mereka sholat berjamaah. setelah sholat, zikir dan doa. Arum mencium tangan suami nya.


habibi mencium kening istrinya.


mereka membaca Alquran. setelah selesai mengaji Arum membuka mukenanya, dan kemudian mengantungkan muka tersebut di Anger,. ia melipat sajadah milik nya juga yg di pakai suami nya . iya mengantungkan sejadah tersebut. dan kemudian menganger baju Koko suaminya.


habibi menatap wajah istrinya. iya sangat bersyukur,. bisa berjumpa dengan istri nya dan menikahi wanita tersebut. iya kembali mendekatkan diri dengan sang pencipta, setelah mengenal arum. setelah lama ia melupakan sang pencipta. lebih dari 7 tahun habibi hidup di luar negri. iya sudah biasa hidup bebas dan menjauh dari sang pencipta. iya hanyut akan dunia dan melupakan akhirat. dan pertemuan nya dengan Arumi, benar-benar telah merubah nya.


Arum melihat suaminya yang memandang nya dari tadi


ada apa mas?


sambil membalek kan badan nya menghadap ke arah suaminya.


pria tersebut memeluk istrinya.


iya mencium aroma wangi dari rambut istri nya. makasih ya sayang. mengenal adek merupakan anugerah terindah untuk mas dek.


adek sudah merubah hidup mas.


arum juga sangat bersyukur. karena mas laki-laki sempurna yang sudah menjadi imam Arum. ucap istri dengan senyum mengembang di bibirnya.


Arum mau buat sarapan.


sambil tersenyum Dengan manis nya.


masih sakit gak dek.


ucap pria tersebut.


udah gak kayak semalam.


berarti udah bisa kan dek?


sambil merabah-rabah punggung istri.


Arum buat sarapan dulu.


sambil melepaskan tangan suaminya yang di pinggangnya.


Arum masuk ke dalam dapur setelah membujuk suaminya untuk melepaskan nya.


iya sedang sibuk di dapur membuat bubur ayam dan juga menggoreng bakwan.


Anita dan Siti berjalan ke dapur, Anita berencana untuk mengecek dapur. apa yang di siapkan bik Sur.


namun yang di lihatnya hanya minantu nya yang sibuk dengan gorengan nya.


udah bangun sayang?


suara Anita mengagetkan gadis tersebut yang fokus dengan gorengan nya.


mi, ibu.


udah mi. tadi Arum udah gak terkejar mau ke mesjid. makanya sholat di rumah.


iya gak apa. namanya juga pengantin baru.


telat bangun hal yg biasa.


iya gak san, ucap Anita yang mendapatkan anggukkan dari siti.


Arum memajukan bibirnya saat di lihat nya dua wanita yang berstatus ibu serta mertua nya kompak untuk menjahilinya.


bik sur di mana sayang.


ucap Anita kemudian.


beli kerupuk udang ke warung mi.


apa udah ada yang buka jam segini.


tanya siti.


kata bik Sur sudah Bu.

__ADS_1


kamu masak apa?


tanya sang mami.


goreng bakwan mi, buat bubur ayam juga.


bik Sur datang , dengan menenteng kantong hitam di tangan nya.


dapat bi,?


tanya Anita


dapat buk.


warung sayur jam segini sudah buka Bu.


jawab bik Surti kemudian.


bik Surti menghidupkan api kompor gas. dan meletakkan wajan diatasnya. setelah memasukkan minyak ke dalam wajan. bik Surti mulai menggoreng kerupuk. setelah minyak panas.


Anita dan Siti memilih untuk duduk di meja makan sambil mengobrol, namun sebelum pergi Anita mengusap puncak kepala minantu nya. dan mengatakan. jangan kecapean.


Arum memasukan bubur yang sudah jadi ke dalam mangkok. iya menambahkan kuah kaldu ke dalam mangkok tersebut. memasukkan daging ayam yg sudah di suir-suir, bawang goreng, sedikit kecap asin dan manis. sambel iya buat terpisah. dan di tambah sedikit goreng kacang tanah.


setelah selesai Arum membawa beberapa mangkok bubur ayam tersebut ke atas meja.


bik Surti membawa minuman, susu kopi dan juga teh.


setelah selesai menata bubur ayam tersebut di atas meja. Arum naik ke atas memangil suaminya.


Arum membuka pintu kamar. iya melihat suaminya sedang berbaring di atas tempat tidur. sambil memainkan ponselnya.


mas, lagi ngapain?


ini lagi balas ucapan dari teman-teman yang gak sempet datang.


Arum mendekati suaminya. iya meletakkan wajahnya di atas dada bidang suaminya.


dan kemudian ia mendongak kan kepalanya melihat wajah suaminya yang berada di bawahnya.


sarapan nya uda siap.


ucap sang istri.


habibi menekan tekuk istri nya. sehingga mereka tanpa jarak.


sarapan yg mana. tanya nya kemudian


sarapan di bawah.


habibi semakin semangat, tangan nya mulai meraba bagian pa**at tersebut. membuat istrinya teriak kaget.


mas mau ngapain?


tapi katanya sarapan.


udah cepat. udah di tunggu di bawah.


tapi sepertinya mas lebih nafsu sama yg ini dari pada bubur ayam.


ucap nya, yang mendapat pelototan mata dari sang istri.


Arum dan habibi sudah duduk di meja makan.


Jhoni sudah tampak rapi dengan jas berwarna abu-abu gelap.


Anita juga sudah tampak cantik dan sudah tampak siap untuk memulai aktivitas nya.


habibi melihat bubur ayam yang ada di dalam mangkok. dari tampilan nya tampak sangat enak.


mas mau pakai sambal gak?


tanya sang istri..


dikit aja sayang.


Jawab pria tersebut.


Arum memasukan sambal cabe merah tersebut ke dalam mangkok.


mas, makan Bubur ayam nya, suka di kacau langsung atau gak di kacau.


tanya nya kemudian.


habibi diam. bisa di bilang dia sangat jarang dan bahkan gak pernah makan bubur kecuali sakit


apa bedanya. tanya nya kemudian.


kalau di aduk langsung. rasanya sangat enak. karena semua bumbu menyatuh dengan sempurna. namun tampilan nya sangat tidak cantik. ibaratnya nih ya. istri yg gak mandi, dan kemudian dekil..


kalau gak di aduk. rasanya kurang enak. tapi tampilan nya cantik seperti yang di lihat sekarang.


misalnya nya seperti melihat wanita dengan baju yg bersih di tambah lipstik dan bedak.


pasti tampak menarik


habibi yg tampak tersenyum.


kalau adek biasa nya yang mana. ucap nya kemudian.


Arum yang gak di kacau.


jawab nya.


Anita melirik ke mangkok Jhoni yang sudah mengaduk bubur ayam tersebut.


membuat Anita menahan ketawa nya.

__ADS_1


bik Surti.


panggil Jhoni.


iya tuan.


ganti ucap pria paruh baya nan tampan tersebut.


bik Surti memandang isi mangkok tersebut. walaupun kurang tau apa yang terjadi. iya membawa mangkok tersebut ke belakang dan membawa yg baru, dan memberikan nya ke Jhoni. habibi tampak menahan tawanya. melihat wajah sang papi.


dunia milik berdua ya Pi. kita di sini di anggap ngontrak yang bisa di usir kapan saja.


ucap Anita. yang membuat wajah minantu nya memerah.


Arum melepaskan tangannya dari mangkok suami nya dan kemudian ia memasukkan kerupuk ke dalam mangkok tersebut. iya mulai memakan bubur ayam nya. begitu juga dengan yang lain.


saat lidahnya merasakan bubur ayam tersebut. iya langsung mengangkat kepalanya. ini enak sekali sayang.


ucap Anita kepada minantu nya.


yang mendapat anggukan dari Jhoni dan juga Siti


Arum pandai buat bubur ayam dari mana?


tanya siti yang tidak tau kalau putri nya bisa membuat bubur ayam.


lihat di google Bu.


ucap sang anak dengan senyum lebar.


mereka menikmati bubur ayam tersebut. habibi yang tidak menyukai bubur ayam. mendadak merasa sangat suku dengan menu yg biasa di temui ketika sakit tersebut.


setelah selesai sarapan, Anita dan Jhoni mengatakan akan pulang siang. untuk melihat rumah yang sudah di siapkan nya, sebagai kado pernikahan putra nya. Siti memilih untuk pulang ke rumah nya. dengan alasan ingin istirahat.


tapi ya wajar saja. iya juga orang yang sangat lelah, mempersiapkan pernikahan putri nya.


**********


Arum,


wajah Ara memenuhi layar ponsel tersebut.


ara melakukan sambungan video call.


iya begitu merindukan sahabat nya tersebut.


ara, kamu lagi apa,


tanya Arum.


ini Ara mau ke kampus.


Arum hari ini masuk kuliah gak?


Arum memajukan bibirnya.


Arum mau libur dulu hari ini. kalau langsung masuk, bisa-bisa Arum di ketawain sama orang satu fakultas.


ara tertawa sambil menutup mulutnya.


tugas Arum gak sempet buat.


ucap nya kemudian.


cie...cie....


pengantin baru, gak sempat buat tugas. pasti sibuk banget ya.


ledek nya sambil mengangkat-angkat alisnya.


ara, jangan ketawain Arum dong.


ara tampak tertawa.


tugas Arum sudah di Ara buatkan. Ara tau pasti Arum gak sempet kan?


ya Allah ara. makasih ya.


muah....muah....muahhhhh.....


kalau udah jadi pengantin baru itu, emang agresif ya.


ara.....


ara tertawa melihat wajah sahabat nya tersebut.


dah ya, Ara kampus dulu. ucap gadis tersebut.


iya makasih ya Ara.


asalamualkum.


waalaikum salam.


***********


maaf ya reader kalau lama nunggu.


author lagi revisi penulisan dan isi novel author yang cukup kacau. jadi nya telat up nya. 😂😂😂


author lagi revisi novel author.


jadi untuk sementara, author cuman bisa up 1x perhari. dan untuk Nafisa, up nya mungkin telat.


maaf ya reader. 🙏🙏🙏


tapi author usahakan up tiap hari ya

__ADS_1


terimakasih sudah dukung karya author yang jauh dari kata sempurna.


__ADS_2