Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 238


__ADS_3

Ia mulai bekerja di depan monitor komputer yang ada di depannya, Ia mengecek keseluruhan dari rumah sakit miliknya.


Ia mengecek persediaan obat-obatan, tenaga medis yang dimilikinya. ruang dan juga berbagai kelengkapan fasilitas di rumah sakitnya. juga melihat pendapatan dari rumah sakitnya tersebut dan juga pengeluaran yang sudah dikeluarkan oleh rumah sakitnya.


Matanya setiap saat memandang ke arah putrinya yang yang sedang bermain dengan para perawat. Suara ketawa putrinya terdegar begitu keras. Ia tersenyum memandang wajah putrinya dari tempat duduknya.


Habibi mempekerjakan seorang akuntan yang profesional di bidang keuangan yang mengatur seluruh keuangan di rumah sakit istrinya tersebut.


" Ibu Arumi udah jadwal untuk rapat ucap salah seorang perawat yang datang ke dalam ruangannya


Arum melihat jam tangannya yang ternyata sudah jam 2 siang.


" Apa semuanya sudah ada di dalam ruangan," Ucapnya kepada perawat tersebut.


" Sudah Ibu Arum," Ucap perawat itu.


Arum berdiri dari tempat duduknya.


" Sus Lira, Sus Risa saya titip Vira ya," ucapnya yang memegang pipi putrinya.


"Iya Bu kami bakal jaga Vira," jawab kedua perawat tersebut.


"Mbak Ela itu Asi nya ada di dalam Bag Asi. Sekitar 10 menit lagi kasih Vira susu. Itu Asi nya di hangatin dulu ya," ucap Arum memberi tau baby sitter putrinya tersebut.


" Iya Bu,. ucap Ella.


" Mbak May harum rapat Bentar ya tolong jagain Vira," ucapnya.


" Iya Bu," ucap May Sarah yang sedikit membungkuk kan badan nya .


Arum kemudian mencium pipi putrinya tersebut. Mimi rapat sebentar ya, Vira nggak boleh cengeng jangan nakal," ucapnya kepada putrinya tersebut. Putri nya tersenyum kecil sambil membulat-bulatkan bibirnya. ayrum tersenyum memandangnya memperhatikan bibir kecil putrinya yang sedang berbicara. Ia kemudian mencium pipi putrinya dan mencium bibir putrinya dengan sangat lembut.


kemudian Ia meninggalkan ruangan tersebut.


**


" Assalamu'alaikum," ucap Arum ketika Ia membuka pintu ruangan tersebut.


"Waalaikum salam," jawab para pegawainya yang sudah menunggu nya, yang berada di dalam ruangan rapat.


Arum masuk kedalam ruangan rapat dan kemudian duduk di kursi direktur tempat biasa Ia memimpin rapat.


Arum tersenyum memandang karyawan-karyawannya setelah beberapa bulan ini Ia vakum dari rumah sakitnya.


" Assalamu'alaikum," Ucapnya sebelum memulai rapat tersebut.


" Waalaikum salam," jawaban serentak dari pegawai nya.


"Apa kabar bapak-bapak ibu-ibu semua," ucap harumnya Tersenyum ramah.


Mohon maaf sebelumnya, bila saya baru bisa memimpin rapat Sekarang. Setelah beberapa bulan ini saya vacuum dari rumah sakit," Ucapnya. Sebenarnya Ia masih belum percaya diri untuk memimpin rapat tersebut. yang ada di dalam ruangan itu merupakan orang-orang hebat.


"Ya Bu Arum tidak apa-apa," ucap salah seorang dokter tersebut.


Arum mulai memimpin rapatnya


Dokter Dedi yang merupakan wakil direktur nya menyampaikan apa saja permasalahan yang ada di dalam rumah sakitnay.


" kita kekurangan tenaga medis Bu Arum," ucap dokter Firsa sebagai kepala kepegawaian di rumah sakitnya. Dokter Firsa memberikan sebuah map yang berisi proposal pengajuan penambahan tenaga medis.

__ADS_1


Arum membuka proposal tersebut dan ia mulai membaca jumlah tenaga medis yang dibutuhkan di rumah sakitnya.


Rumah sakit kita sekarang jumlah pasien semakin meningkat sedangkan jumlah tenaga medis kita kurang. saat ini kita kekurangan dokter spesialis saraf kemudian dokter umum, dokter sepesialis kandungan dan juga dokter spesialis anak kemudian perawat juga kurang dan juga bidan," ucap Dokter Firsa.


Saya sudah melihat kalkulasi jumlah tenaga medis yang kita butuhkan, dan kemudian untuk tenaga medis Saya minta kepada dokter Firsa untuk membuat iklan penerimaan pegawai di rumah sakit kita, dan penyeleksiannya. Utama kan dokter yang berpengalaman," ucap Arumi.


" Baik Bu Arum" 'jawab dokter Fira.


" Fasilitas alat-alat medis untuk sementara ini yang kurang untuk ruangan ICU Ibu Arumi," ucap dokter kairi sambil memberikan laporan nya.


" Untuk alat-alat medis itu mulai dari Alat-alat di ruangan ICU, yang memang kita ada penambahan 10 ruangan ICU. Alat listrik jantung dan beberapa alat lainnya termasuk tempat tidur pasien. kita menunggu alat-alat itu datang. perusahaan tempat kita memesan alat-alat medis itu menjanjikan satu Minggu lagi," ucap Arum..


"Untuk obat-obatan saya sudah buat list obat apa saja yang kita butuhkan dalam waktu cepat ini, berhubung biasanya obat-obat tersebut sering kehabisan stok dan saya sudah memesannya," ucap apoteker yang bernama Merry.


Arum menganggukkan kepalanya. " Saya sudah melihat pembukuan pengeluaran untuk obat-obat yang akan dipesan dari bagian keuangan," ucapnya.


kemarin ada yang masuk ke rumah sakit kita itu pasien melahirkan secara Caesar dan sampai saat ini pasien tersebut tidak bisa melunasi biaya persalinan dan juga biaya anaknya. " kepala ucap kasir tersebut.


"Apa kendala dari pasien," ucap Arum.


" Eendalanya tidak punya biaya," jawab Nisa.


selama pasien itu ada di sini, belum ada pihak keluarga yang datang untuk mengunjungi nya.


Arum menganggukkan kepalanya. " Nanti saya akan segera menemui pasien itu," ucapnya.


" Biasanya pasien itu akan meninggalkan anaknya di rumah sakit kita sebagai jaminan,"


Ucap Dokter Rida yang menjadi kepala bagian di poli anak.


Arum diam saat mendengar ucapan dari dokter Rida tersebut. Ia cukup tahu peraturan di rumah sakitnya bila pasien tidak sanggup membayar biaya persalinan, maka anak mereka ditinggalkan sebagai jaminan dan bila orang tua nya tidak datang-datang untuk menembus anak mereka, maka pihak Rumah sakit berhak memberikan anak tersebut untuk diadopsi oleh orang tua yang akan mengambil bayi tersebut.


Ia melihat layar ponselnya yang menyala panggilan masuk dari suaminya. Ia kemudian permisi dari ruang rapat dan mengangkat telepon tersebut.


"Lagi di mana sayang?" tanya Habibi saat Ia mendengar suara istrinya.


" Masih di rumah sakit Mas Ini lagi rapat," ucap Arum.


" Ya udah kalau gitu Mas langsung ke rumah sakit," ucap Habibi


kemudian panggilan telpon tersebut terputus.


baiklah rapatnya kita tutup dulu ucap harum setelah Mereka menyelesaikan segala permasalahan yang menjadi topik utama dalam rapat tersebut.


****


Habibi masuk ke rumah sakit istrinya Ia masuk keruangan istrinya.


Ia melihat istrinya yang duduk di kursi kerjaannya sambil memangku putrinya.


" Sayang pipi sudah diajak mimi cari duit ya," ucapnya Saat ia mengambil putrinya dari tangan istrinya. Ia kemudian mengendong putri dan mencium pipi putrinya tersebut. Sebelum putrinya lahir Ia akan mengejar cepat pulang, agar bisa bertemu dengan putrinya. dan sekarang Ia mengejar cepat pulang untuk bisa bertemu dengan putri dan juga istri nya.


Arum tertawa mendengar ucapan suaminya.


" Vira ikut ke rumah sakit nungguin calon suami Vira lahir," ucapnya Sambil tertawa.


" Jadi calon suami Vira sudah," lahir tanya Habibi.


" Sudah jawab Arum.

__ADS_1


"Mas mau minum," tanya Arum kepada suaminya.


" Boleh sayang," jawab Habibi.


Arum meminta menghubungi cafe Untuk yang ada di rumah sakit nya untuk mengantarkan kopi dan juga mie goreng untuk suaminya.


" Jadi gimana Vira nya, udah ketemu sama jodohnya?" ucap Habibi.


" Sudah, orang dia yang nungguin calon nya lahir," ucap Arum .


tidak lama pesanannya datang. Ia menemani suaminya makan. Habibi terus menyuapi istrinya tersebut sambil Ia memakan mie goreng nya.


setelah makan mereka kemudian pergi ke ruangan perawatan Ara.


" Assalamu'alaikum," Ucap Habibie dan Arum dari luar


" Waalaikum salam," jawab Androw yang menyambutnya dari dalam dan membukakan pintu.


"Yang lain mana Mas?" tanya arum ketika ruangan itu sudah sepi.


" Sudah kembali pulang untuk mandi," jawab Androw.


" Selamat Mas," ucap Habibi . Androw langsung memeluknya.


" Terimakasih, Aku tidak menyangka bahwa aku sudah menjadi ayah sekarang," Ucapnya.


Habibi menepuk-nepuk pundak nya. " Status kita sama Mas," Ucapnya.


Arum melihat bayinya Ara yang ada di dalam bayi box disamping Ara.


" Ganteng sekali calon minantu Mimi Arum," ucap Arum saat mengendong Vino.


Ia kemudian membawa bayi tersebut tempat suaminya.


" Mas ganteng banget ya," ucapnya.


" iya ganteng sekali," ucap Habibi yang memandang bayi tersebut.


" Aku pegang Vira," ucap Androw meminta bayi yang di gendong sahabnya itu.


Habibi memberikan bayi tersebut, Ia kemudian mengambil bayi yang di gendong istrinya.


Arum kemudian berjalan ke tempat tidur sahabatnya.


" Ara sudah makan?" tanya nya


Ara mengangukan kepalanya." Sudah ," ucapnya.


" Gimana rasanya," tanya Arum.


" Dari pinggang ke bawah rasanya pegel," ucap nya.


" Iya itu efek bius," ucap Arum.


" Ara Arum tinggal sebentar ya, mau ke kamar pasien," ucap Arum ketika Dokter Dina datang ke kamar Ara. untuk memberi taukan pasien yang bermasalah pembayaran tersebut.


***


jangan lupa like komen dan votenya ya Reader. terimakasih atas dukungan nya.

__ADS_1


😊😊🙏🙏


__ADS_2