Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 53kembali ke perusahaan


__ADS_3

terimakasih ya reader, atas dukungan dan semangat nya. yg membuat author jadi semangat dan semakin semangat dalam menyelesaikan novel perdana author ini. yg alur ceritanya masih sangat membosankan. dan dan penulis juga masih kacau. jadi maafin author ya reader. dukung dan komen terus ya reader. author harap reader gak pernah bosan. dan terkadang author lambat up. berhubung kehilangan inspirasi. jadi maaf ya reader. jadi lama nunggu. tapi tetap author usahakan setiap hari nya up. 😍🙏


********


Hari ini merupakan sejarah penting untuk Habibi. Dia akan memasuki gedung barunya, yang jauh lebih besar dari pada gedung yang kemarin. Acara peresmian sudah disiapkan sedetail mungkin tanpa ada kekurangan sama sekali. Dia sengaja mengatur semuanya sendiri karena dia takut kalau maminya akan kelelahan. Papan bunga sudah ada di setiap ruas jalan. Parkiran mobil semakin ramai memenuhi gedung tersebut.


Berbagai gerobak pedagang kaki lima sudah berjejer di sepanjang jalan. Hampir semua kuliner ada di sana, mulai dari bakso, soto, sate, ketoprak, batagor aneka mie dan masih banyak lagi jajanan yang terpajang di sepanjang jalan. Semua itu untuk masyarakat yang lewat atau memang sengaja mengambilnya, bebas mau ambil berapa saja tanpa membayar.


Habibi yang di dampingi Jhoni dan Anita memotong pita di pintu masuk utama. Gedung yang memiliki 30 lantai ini resmi di buka. Habibi berdiri di podium memberikan ucapan terima kasih, pidato dan resmi membuka kantor resebut. Selanjutnya mereka melakukan acara-acara hiburan dan makan-makan.


Seketika, mata Habibi tertuju saat melihat gadis yang memakai gaun pink dan berhijab pink yang ada di depannya. Jantungnya terasa berdetak lebih cepat. Ia masih terperangkap dengan pemikirannya sendiri. Apakah ini mimpi, halusinasinya atau memang nyata. Tapi dia melihat itu sangat nyata. Gadis tersebut tersenyum ke padanya.


“Mi, pi.” Sapa Habibi pelan dengan suara agak gemetar.


“Iya,” Anita yang berdiri di sebelahnya menjawab.


“Mami, lihat Arumi?”


“Mana?”


Gadis tersebut semakin mendekat kearahnya. Ia merasakan sekarang, sangat kekurangan oksigen, panik dan sebagainya. Arumi yang tersenyum berjalan menuju Habibi. Ia terlihat sangat cantik, dengan gaun yang dipakainya. Semua mata tertuju padanya. Semua karyawan yang berada di ruangan tersebut mematung dengan apa yang di lihatnya. Gadis yang kampungan dulu, bekerja sebagai CS, kenapa bisa datang dengan penampilan yang sangat memukau dan tidak memperlihatkan bahwa dirinya seorang gadis kampung yang miskin. Ia sudah terlihat seperti cinderella.


“Assalamu’alaikum.” Arum memulai memberikan salamnya dengan sangat hormat


“Wa’alaikum salam.” Jawab Habibi dengan suara pelan antara terdengar dengan tidak.  Dengan mata yang tidak mampu untuk berkedip. Seakan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya dan kalau dia berkedip, Habibi takut Arum akan hilang kembali. Itu yang ada di pikirannya.


“Selamat datang Arumi.” Anita memberikan tangganya yang di salami oleh Arumi serta memeluk gadis tersebut.


Habibi yang masih merasa tidak percaya, “Arum, ini beneran kamu?”

__ADS_1


“Iya pak. Saya Arumi Nanadia.”


Habibi langsung memeluk tubuh gadis tersebut dengan erat dan se erat mungkin, seakan dia tidak mau melepaskannya begitu saja. Arum yang merasa terkejut, tidak tau harus berbuat apa. Hanya mematung saat tubuhnya di peluk erat oleh Habibi. Arum tidak tau apa yang harus dibuatnya. Ini pertama kali ada seorang laki-laki yang memeluknya bahkan depan semua orang. Arum gak tau harus berbuat apa selain hanya bisa diam.


“Aku mohon, jangan tinggalkan aku lagi. Aku bisa gila kalau kamu tinggalkan aku.” Terdengar suara bisikan di telinga Arum. Air mata yang menetes tak mampu untuk di tutupinya.


“Baik pak. Arum gak akan ninggalin bapak lagi.”


“Bi, udah lepasin arum kasihan. Dia gak bisa bernafas kamu buat.” Kata maminya.


Habibi baru sadar dan dia melepaskannya. Dia bahkan lupa kalau dia sudah memeluk gadis itu di depan para karyawannya.


“Bi, Arum sekarang sudah tidak bekerja di cleaning servis lagi.”


“Jadi mi?”


“Arum sekarang akan menjadi asisten pribadi kamu, yang akan selalu ada mendampingi kamu.”


“Jadi mi?”


Tanpa sempat Habibi melanjutkan kata-katanya, Mami langsung menjawab pertanyaan dari putranya tersebut.


“Kenapa mami gak bilang?” tanya Habibi protes.


“Kalau kamu tau, sudah pasti rencana mami akan gatot. Gagal total. Kamu wajib menerimanya. Dan tidak boleh menolaknya.” Jawab mami.


“Iya mi. Makasih ya. Makasih ya pi.” Habibi memeluk papi dan mami nya.


Arumi hanya tersenyum melihatnya. Dalam hatinya membatin “yang tadi di bilang pak Habibi apa Arum gak salah dengar.”

__ADS_1


“Bi, mami dan papi gak bisa mengikuti acara sampai selesai. Karena kami ada keperluan lain.”


“Iya mi, pi, hati-hati ya.”


Terlihat Herman sudah menunggu.


******


Habibi berjalan-jalan bersama Arumi.


“Bagaimana bisa seperti ini?” Habibi yang tampak masih menyimpan 1000 pertanyaan dalam pikirannya. Mereka sambil berjalan menuju meja yang memang disediakan untuk dirinya. Meja yang sudah lengkap dengan berbagai hidangan makanan.


Arum duduk sambil memilih mengambil makanan.


“Maksudnya pak?”


“Kamu hilang selama ini kemana aja?”


“Arum dimasukkan ke sekolah bodyguard pak. Selama satu bulan Arum berlatih di sana dan setelah lulus Arum baru bisa kembali.”


“Apa kah sekolah itu sangat berat.”


“Gak pak. Sangat menyenangkan sekali di sana. Arum bekerja sebagai asisten bapak, yang harus melindungi bapak dan meringankan pekerjaan bapak. Oleh sebab itu. Ibu mau Arum benar-benar bekerja dengan tanggung jawab serta kemampuan. Dan syukur alhamdulillah. Bapak tidak menolak saat Arum menjadi asisten bapak.”


“Mana mungkin aku nolak kamu.”


 


ini ya fisual penampilan Arumi.

__ADS_1



__ADS_2