
Arum mengeluarkan laptop dari tasnya dan juga beberapa buku yang tebal beberapa buah. Ia mulai mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh dosennya. Matanya sudah mulai berair saat Ia memandang layar di laptopnya. Ia rasanya sudah begitu sangat ngantuk namun Ia takut bila tugasnya tidak selesai sampai besok. Ia masih melanjutkan mengerjakan tugas-tugasnya. Ia masuk ke kamar lebih dulu setelah Ia permisi kepada mertuanya saat Putrinya sudah mulai menangis minta susu dan juga mengantuk. Hampir setiap hari mertuanya datang untuk bermain dengan cucunya.
Habibi memandang istrinya saat Ia masuk ke dalam kamar. Ia masuk ke dalam kamar setelah selesai berbicara dengan papi nya mengenai perusahaan cabang yang sedang ditambah oleh perusahaannya. Ia memperhatikan istrinya yang tampak begitu kelelahan, Ia melihat istrinya yang berulang kali mengucek matanya yang sudah berair.
" Istirahat dulu sayang kalau capek," ucap Habibi kepada Istrinya
" Bentar lagi Mas nanggung, lagi pula nanti kalau Vira udah nangis Arum nggak bisa ngerjain tugas," ucapnya yang mengucek-ngucek matanya.
Habibi kemudian duduk di samping istrinya ia mengusap kepada istrinya dan mencium kening istrinya.
" Mau Mas bawain minuman gak?" tanya kepada istrinya.
" Arum mau kopi Mas biar gak ngantuk," ucap istrinya tersebut.
" Snack nya?" tanyanya.
" Kentang goreng sama sosis aja," ucap Arum.
" Tunggu ya Mas ambilin," ucap Habibi kemudian pergi meninggalkan istrinya.
Ya kembali ke kamar dengan membawakan pesanan dari istrinya tersebut
Arum tersenyum memandangnya." Makasih ya Mas," ucapnya
Habibi menganggukkan kepalanya.
" Mas udah ngantuk belum," tanya Arum
" Belum kenapa?" tanyanya.
" Masukin kentang ke mulut Arum," ucapnya.
Habibi memandang istrinya tersebut.
Arum kemudian tersenyum begitu manisnya, deretan gigi putihnya terlihat jelas. " Nanti tangan Arum berminyak, Arum lagi ngerjain tugas. Masih ngetik nih," ucapnya dengan mengingit bibir bawahnya.
" Cium dulu baru di suapin," ucap pria tersebut.
Arum tersenyum memandang suami nya, Ia kemudian memajukan bibirnya ke depan.
dan mencium bibir suaminya.
Habibi tersenyum dan mengambilkan kentang tersebut, dan memasukkan ke mulut istrinya.
" Sosis Mas," ucap istrinya ketika kentang di mulutnya sudah habis.
Ia kemudian masukkan sosis ke dalam mulut istrinya. Ia akan mengambilkan apa saja yang di minta istrinya tersebut.
Ia selalu menemani istrinya mengerjakan tugas, walaupun Ia akan selalu di minta istrinya untuk memasukkan makanan ke dalam mulut istri nya.
" Sudah selesai?" tanya Habibi Ketika istrinya mematikan layar laptopnya.
__ADS_1
" Alhamdulillah sudah Mas," jawabnya.
" Tidur yuk sayang," Ucapnya mengajak istrinya tersebut.
Arum menganggukkan kepalanya dan kemudian ia berbaring di samping putrinya.
" Mas pinggang Arum pegel," ucap istrinya saat Ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Mendengar istrinya yang mengeluh lelah Ia kemudian mulai memijit-mijit punggung istrinya tersebut kemudian tangan paha kaki semuanya di pijitnya. Setelah Ia memijit-mijit tubuh istrinya tangan nya mulai meraba-raba tubuh istrinya.
" Ih mas kebiasaan deh," ucap Arum ketika Ia merasa tangan suaminya sudah masuk ke dalam bajunya.
Habibi tersenyum memandang istrinya.
" nggak ada yang gratis sayang," ucapnya kemudian sambil mencium istrinya tersebut.
Mereka melakukan aksinya dengan sangat berhati-hati agar putrinya tidak terbangun.
****
"Sayang papi bersabar lah, Mami mu sedang sibuk," ucap pria bule itu Sambil mengendong putra nya yang sedang menagis.
Ara memandang suami serta putranya. " Maafin Mami sayang, tunggu sebentar. Mami janji ini tidak akan lagi hanya tinggal sedikit lagi. ucapnya sambil mengetik huruf alfabet di kibot laptopnya. Ia semakin mempercepat mengetik di laptop nya.
" Hai boy, kau anak laki-laki. ketahuilah boy, anak laki-laki harus memiliki tulang besi. anak laki-laki itu tidak boleh cengeng dan menagis,"
ucapnya yang berusaha untuk menenangkan putra nya. Ia dengan sabar mengondong putra nya dan mendiamkan nya. putranya semakin mengeraskan suara tangisnya.
" Mengapa suaranya begitu besar saat menangis sayang?" ucap Androw yang mendengar suara putranya begitu kuat.
" Hai boy sudah berapa unit lespeker yang kamu telan," ucap pria bule tersebut.
Ara tertawa saat mendengar ucapan suaminya. " Gak akan berhenti nangis itu mas kalau lihatin Ara terus," ucapnya yang mengetahui mata putranya menangis sambil memandang ke arahnya.
" Apa dia sudah mengetahui dimana pabrik susu nya?" tanyaan kepada istrinya.
Ara tertawa saat mendengar ucapan suaminya. " Ya tahu lah Mas, tiap hari Vino nya nyangkut terus," ucapnya.
" Ya sudah selesaikan lah tugas kamu sayang, Aku akan membawanya ke balkon depan," ucapnya yang kemudian membuka pintu kamarnya yang mengarah ke balkon teras atas.
seperti yang dikatakan istrinya benar, saat Ia membawa putranya ke balkon. Suara tangis putrinya hilang, matanya terbuka lebar memandang ke kanan dan juga ke kiri. Ia mencium pipi putranya tersebut.
Ara mematikan layar laptopnya setelah Ia menyimpan file tugasnya. Ia akan ngeprint tugas tersebut saat selesai sholat subuh.
" sayang Mami," Ucap nya yang sudah berada di depan suami nya.
" Sudah siap tanya Androw," tanya Androw.
" sudah Mas tinggal di prin aja lagi, Ucapnya yang kemudian mengambil putra dari tangan suami nya.
Ia kemudian mulai meniduri putranya Ia menyamping dan menyusui putranya tersebut.
__ADS_1
tangan kekar suaminya sudah melingkar di pinggangnya, Ia kemudian memegang tangan suaminya tersebut. " Tangannya ini liar Mas kalau nggak dipegang ntar kemana-mana," ucap Ara yang tersenyum sambil menyusui putranya ya sudah sangat hafal Seperti apa suaminya.
" Aku sip malam sayang, Aku mengalah kepada anak kita," ucapnya berbisik di telinga istrinya.
arah hanya tersenyum saat mendengar ucapan suaminya tersebut Ia hanya membiarkan tangan suaminya meraba kemana-mana, dan mencium lehernya.
***
Arum terlihat begitu sangat cantik dengan memakai baju kebaya dan juga toga.
Ia tersenyum dengan sangat lebar. cukup berat perjuangannya untuk bisa menyelesaikan S1 Kedokteran nya.
Saat ini, Ia begitu sangat bahagia ketika toga itu sudah menempel di atas kepalanya.
Mimpi yang selalu dirindukannya menjadi seorang Dokter seperti yang diinginkan Ayahnya. air matanya menetes saat mengingat Bagaimana dulu Ayahnya bermimpi bahwa putrinya bisa menjadi seorang Dokter dan saat ini Ia memakai toga tersebut hanya cukup menyelesaikan masa koas nya 2 tahun. Ia berjanji kepada dirinya, Ia akan menjadi Dokter yang selalu mau membantu orang yang miskin. Ilmu yang dimilikinya akan Ia jadikan sebagai bukti pengabdiannya kepada masyarakat.
" Mimi sangat cantik," ucap Vira saat melihat miminya yang sudah memakai balutan kebaya dan juga toga.
Arum menundukkan tubuhnya. " Cium Mimi dong kasih ucapan selamat," ucapnya kepada putrinya tersebut.
Vira mencium bibir kemudian mencium pipi kanan kiri, kening dan yang terakhir mencium dagu Mimi nya. " Selamat ya Mi," ucapnya dengan tersenyum yang begitu sangat lmut.
Habibi memakai Baju yang senada dengan warna baju Putri dan juga Istrinya. Ia terlihat begitu sangat gagah saat menjadi PW istrinya.
Habibie tersenyum memandang istrinya. " Selamat ya sayang," ucapnya yang kemudian mencium kening istrinya, Ia memeluk istrinya tersebut. Ia begitu bangga melihat istrinya yang begitu sangat gigih dan tidak pernah menyerah. Ia tau bagaimana perjuangan istrinya untuk bisa menyelesaikan kuliah Kedokteran nya tepat waktu dengan IPK 3,68
" Makasih ya Mas," ucap Arum yang tersenyum kepada suamimu tersebut.
" Mau di kasih kado apa?" tanya nya
Arum tersenyum, memiliki segalanya membuat Ia bingung untuk meminta sesuatu yang di tanya oleh suaminya. Ia kemudian berbisik di telinga suami nya. " Makan malam romantis berdua, " ucapnya agar putri nya tidak mendengar nya. Selama Ia Sibuk kuliah dan juga mengurus rumah sakit serta putrinya. Ia sering kali tidak menghiraukan suaminya, walaupun suami nya begitu sangat perhatian dan pengertian.
Habibi tersenyum memandang wajah istrinya. " nginap di hotel juga ya," Ucap nya yang berbisik di telinga istrinya.
Arum tersenyum memandang suami nya. Ia kemudian mengangguk kan kepalanya.
" Ada apa sih bisik-bisik," ucap Vira yang berdiri di samping Mimi nya. putrinya itu terlihat sangat kesal dengan memajukan bibirnya ke depan.
" Minggu depan Kak Eka juga Wisuda Mas," ucapnya kepada suaminya itu.
Habibie tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Eka datang ke rumah Arum dengan membawa putranya yang seusia dengan Vira.
putranya begitu sangat tampan dan juga cerdas. Eka sudah sangat terlihat cantik dengan balutan busana syar'i yang dipakainya. " Arum Selamat ya," ucapnya memeluk temannya yang sudah seperti Adiknya sendiri. Ia menangis saat memeluk adik angkatnya tersebut.
" Iya kak Eka Makasih ya," ucap Arum.
Siti , Aisah dan juga Azzam sudah berkumpul menunggu nya. Begitu juga Anita dan juga Joni sudah berada di rumah minantunya. Mereka semua sudah memakai baju seragam Karena setelah wisuda selesai mereka akan melakukan pemotretan untuk keluarga besar Mereka di studio foto yang sudah di boking nya.
***
__ADS_1
jangan lupa Like komen dan votenya ya Reader.
terimakasih atas dukungan nya. 😊😊🙏🙏