Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 162


__ADS_3

mas


mas bangun. belum lama tertidur iya sudah mendengar suara istri nya membangunkan nya


Hem.....


jawab nya tanpa membuka mata. matanya benar-benar tidak bisa terbuka karena terlalu mengantuk.


mas, Arum mau gado-gado.


iya besok pagi kita beli.


mas, Arum mau Sekarang.


ucap istri nya.


ia terbangun ketika merasa sangat ingin makan gado-gado. air ludahnya serasa sudah menetes.


emang nya ini udah pagi sayang?


sambil mengeratkan pelukannya di pinggang istri nya yg menghap ke arah nya.


belum.


mas bangun. sambil membuka kelopak mata suaminya dengan jarinya.


tunggu bentar lagi ya sayang.


mas ngantuk banget.


gak mau. mau sekarang.


paksa istri nya.


mas suruh Rio, ya.


gak mau harus mas yg beli.


ya Allah dek,. masak karena lingerie nya koyak lagi, mas di hukum kayak gini sih dek.


ih gak ada hubungannya.


Arum beneran pengen mas. Arum gak bisa tidur, bayangin gado-gado. rengek istri nya


ya udah, gak usah bayangin gado-gado, adek bayangin aja sensasi yang tadi sebelum tidur.


mas, suara yang memekakkan gendang telinga. membuat suaminya spontan menutup telinga nya.


kalau mas gak beli, jangan harap Arum mau kasih mas jatah selama 3 bulan.


mata Habibi langsung terbuka sempurna.


rasa kantuknya Hilang dalam waktu seketika.


satu hari aja ya sayang.


ucap nya yang mencoba untuk bernegosiasi dengan istri nya


gak mau.


jangan harap masuk kamar.


ucap istri nya lagi yang membuat ia menelan air enzim nya.


ini jam berapa dek.


jam 2.


ya Allah sayang. mana ada gado-gado yg buka jam segini.


ada kok, Arum udah cek di google map.


ya Allah sayang, kok tega amat.

__ADS_1


ucap nya lagi yang mulai frustasi.


mau beliin gak?


tapi ini tengah malam dek. masak mas harus mandi besar jam segini.


mau beliin gak?


tanya sang istri yang sudah mulai membesar volume suaranya.


iya...iya. sayang.


mas langsung mandi. dengan cepat pria tersebut duduk dari tidur nya.


iya berjalan masuk ke kamar mandi. dan memakai baju kaos oblong dan celana jeans panjang.


sebentar ya, mas mau beli dulu. ucap nya sambil mencium kening istrinya. tampak wajah istrinya yang begitu senang. dengan senyum lebar di bibirnya, yang terlihat begitu imut.


iya. mas hati-hati ya.


ia mencium bibir suaminya bertubi-tubi.


membuat pria tersebut merasa geli melihat tingkah istri nya. ya asalkan istri nya senang. tengah malam pun akan di laluinya untuk membawa sebungkus gado-gado.


ia kemudian hubungi rio. telpon tersebut langsung di angkat saat dering pertama.


halo pak.


terdengar suara dari seberang sana.


iya hallo.


ada apa?


suara Rio Tampak panik


antarkan saya cari gado-gado.


tampak kerutan di keningnya.


di lihat nya layar ponsel nya. sambil berfikir. apa kah bosnya sedang migau.


tapi tidak mungkin. pikirnya lagi.


iya pak. saya akan mengantarkan bapak untuk membeli gado-gado besok pagi.


sekarang.


apa pak,


pintu besar tersebut sudah terbuka . iya yang berada di pos penjagaan langsung berlari menghampiri bosnya tersebut.


Habibi mematikan ponsel nya.


sebentar pak. saya akan mengeluarkan mobil.


ucap pria bertubuh besar tersebut.


habibi mengangguk kan Kepala nya.


saat iya di dalam mobil tersebut, berulang kali di lihatnya jam di tangan nya. memastikan bahwa ini tengah malam.


Heri duduk di kursi sebelah kemudi. mobil tersebut, mengarah di tempat posisi bosnya berdiri. habibi masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi.


beli kemana pak?


ucap Rio yang sudah mulai mengeluarkan mobil tersebut dari halaman rumah yang besar tersebut.


lihat google map.


baik pak.


ucap pria tersebut.

__ADS_1


habibi masih sempat tertidur saat mobil tersebut melaju ke tempat warung makan 24 jam. yang menyediakan gado-gado sebagai menu andalan nya. warung makan ini sudah sangat legendaris di ibu kota. warung makan yang sudah berdiri sejak zaman Belanda tersebut. masih di kelola dangan baik oleh cucu-cucu pendiri nya terdahulu. tanpa ada berubah rasa. warung makan yang besar seperti restoran tersebut, tetap ramai walaupun tengah malam seperti saat ini.


habibi membungkus gado-gado tersebut, dan melebihkan untuk para pengawal nya


ia sampai di rumah jam 3 lewat.


dengan Menteng bungkusan di tangan nya.


Arum yang sedang berada di ruang keluarga, langsung berlari mendekati suaminya.


di ambil nya kantong tersebut dari tangan suaminya dan mengintip isi dalam kantong tersebut. wajah nya kembali marah.


kenapa dek, tanya sang suami yang tampak mulai frustasi.


kenapa cuman 1.


adek mau berapa?


3 bungkus. sambil mengangkat 3 jarinya


sebentar ya sayang.


ia berlari secepat mungkin dan membuka pintu rumah nya. dilihatnya Rio yang baru keluar dari mobil. setelah memarkirkan mobil nya.


Rio.


iya pak.


gado-gado nya saya minta 2 bungkus lagi.


Rio yang masih memegang bungkusan tersebut memberikan ke pada bosnya.


habibi mengambil 2 bungkus gado-gado..


ini, kamu beli lagi. ucap nya sambil mengeluarkan uang 100 RB dari dompet nya.


dengan ragu, Rio mengambil uang nya.


ia kembali masuk ke dalam m


rumah dengan senyum merekah di wajah nya.


arum mulai menikmati gado-gado yg ada di piring nya. iya Tampak lahap memakan gado-gado tersebut. habibi mengamati istri nya yang sedang makan


Gado-gado yg ada di piring nya tidak di sentuh nya. Mata nya hanya tertuju ke arah istri nya yang begitu lahap saat menyendok kan gado-gado tersebut ke dalam mulutnya. 2 porsi gado-gado itu sampai habis tak tersisa di piring batu tersebut.


Mas di makan dong. Ucap istrinya saat baru menyadari bahwa suaminya hanya mengamati iya ketika sedang makan.


Dengan Tampak terpaksa pria tersebut menyendok gado-gado tersebut dan masuk kan ke dalam mulutnya. Tampak istrinya begitu bahagia saat gado-gado itu sudah mulai di makannya. Setiap kali iya menyuapkan gado-gado ke mulut nya, senyum bahagia dan juga tepuk tangan di berikan sang istri seakan ia sedang melakukan sebuah aksi.


Mas, Arum ngantuk.


Setelah selesai makan. Tampak matanya nya yang sudah sulit terbuka.


Habibi memberikan punggungnya untuk menjadi tunggangan istri nya. Arum naik ke punggung suami nya. Dan melingkarkan tangannya di leher suaminya. Iya menempel kan wajah nya di pundak suaminya.


Habibi membuka pintu kamar, saat iya sudah berada di depan pintu kamar nya.


Iya meletakkan istri nya ke atas tempat tidur. Yang ternyata istrinya sudah terlelap di belakang punggung nya. Di rebahkan nya tubuh istrinya secara berlahan-lahan. Di rapikan nya rambut istri nya yang tampak berserak.


Di kecupnya kening istrinya dan juga bibir merah istrinya.


Hari ini kamu terlihat berbeda.


Usil banget dek.


Untung aja cantik. Ucap nya lagi sambil mendaratkan ciuman di bibir istrinya.


Iya kembali tidur di sebelah istrinya.


*****************


gimana, author udah up lebih dari 2.

__ADS_1


jadi like dan komen nya jangan lupa ya.


vole juga.😃😃😃


__ADS_2