
reader banyak yang bertanya-tanya. kapan Arum jadi dokter nya?
ecek-eceknya Arum ngumpulin duit dulu ya reader untuk kuliah di tahun depan. tapi insyaallah cita-cita nya akan tercapai. mohon doa ni ya reader 😃
kalau untuk jodoh, author masih sangat mempertimbangkan mana yg paling cocok. kalau menurut reader baimana?
terus kasi komen ya. biar author punya inspirasi dan semangat. thanks to all readers 😍 maaf author belum bisa balas satu persatu.
**********†****‽
Androw masih berdiri tak bergerak. Gadis itu sangat cantik dan seksi dengan gaun yang sangat cantik. Menurut Androw yang di pakai Arum adalah gaun. Padahal itu daster. 😃
Tak lama pintu kamar Arum terbuka. Androw melihat Arum yang memakai jilbab dan baju santai serta rok panjang. Gadis itu sangat cantik walaupun tampa makeup sedikitpun. Kulitnya putih bersih dan bercahaya, bibirnyanya merah alami tampa lipstik, hidungnya kecil tapi mancung, matanya bening dan sedikit besar.
“Kenapa gak kasih tau kalau mau ke sini tuan?” tanya Arumi.
Androw baru sadar dengan lamunannya. “Iya aku mau kasih kejutan untuk kamu.” Androw membawa bungkusan besar di tangannya. Kamu pasti capek sehabis bekerja dan tidak ingin keluar untuk mencari makan malam. Jadi aku bawakan makan malam untuk mu.” Sambil mengangkat bungkusan makan di tangannya. Androw sudah datang jam 6 sore.
Arum diam melihat ke wajah Androw dengan tatapan marah dengan mata yang bulat sempurna. “Anda tidak perlu repot-repot tuan.” Dengan nada yang terdengar ketus.
Aku tidak merasa repot. Bahkan aku melakukan nya dengan tulus dan senang. Androw yang berdiri di depan pintu kamar Arumi dengan senyum mengembang di wajahnya. “Apakah aku tidak boleh masuk?”
“Boleh, masuklah,” Arum bergerak ke belakang.
Androw masuk dengan membungkukkan badannya. “Ini” Androw memberikan 2 bungkusan besar ke tangan Arumi.
Arumi melihat bungkusa besar tersebut. Satu bungkusan berisi makanan malam Brownis dan satu bungkus lagi berisi snake makanan ringan, permen aneka minuman, kopi, gula, teh dan beberapa makanan siap saji. Arumi melotot melihat banyaknya makanan yang di bawa Androw.
“Apakah anda berniat untuk membuat saya obesitas tuan?”
Androw tertawa mendengar pertanyaan Arumi. “Tentu saja tidak. Saya tadi ke supermarket dan aku asal ambil saja. Aku tidak tau apa yang kau suka.”
“Anda mau minum apa?”
“Apa saja yang akan kamu buatkan pasti terasa nikmat dan aku pasti suka.”
__ADS_1
Arum membuat 2 cangkir teh hangat untuk minum mereka.
“Tuan, sudah azan. Arum sholat dulu ya.”
“Oh iya.”
Arum mengarahkan kipas angin ke arah Androw. Pria itu duduk di atas tempat tidur Arumi. Setelah selesai sholat, Arum melanjutkan dengan mengaji. Setelah selesai Arum kembali melipat mukenahnya.
Arum membuka makanan yang di bawak Androw. Ternyata yang di bawanya stik daging sapi dan ayam di tambah dengan spageti, dan berger. Mereka mulai makan. Arum yang berasal dari kampung sudah pasti sedikit aneh dengan makanan yang di bawa Androw. “Makan daging gak pakai nasi,” guman Arum dalam hati. Ini bule niat bawakan Arum makan malam atau dia niat numpang makan di kos Arum. Arum melihat ke Androw.
“Apa kamu gak suka?” Tanya Androw.
“Arum belum pernah coba.”
“Oke ayo kita makan, aku yakin kamu suka.”
Mereka mulai makan dan sambil bercerita.
“Apa anda sudah menikah tuan?” tanya Arumi.
Saya laki-laki bebas dan lepas. “Apa kamu suka dengan aku?” Tanya Androw.
“Pelakor? Apa itu?”
“Pengambilan suami orang.”
Androw tertawa. “Tidak usah takut. Tidak akan ada yang berani mendekati kamu.”
“Kenapa anda belum nikah?” Tanya Arum.
“Mungkin jodoh aku belum datang. Tapi kalau kamu mau jadi istri aku. Maka aku akan langsung menikahi kamu. Tanpa ada hubungan kekasih. Dan kita bisa pacaran setelah menikah. Bukankah kamu tidak ingin pacaran dan memilih langsung menikah?” kata Androw.
Arum langsung tertawa dengar perkataan yang terlontar dari mulut Androw. Pria itu terlalu blak-blakan. “Umur Arum terlalu muda tuan. Arum masih mengejar cita-cita Arum. Lagi pula kita tidak mungkin bisa menikah tuan.”
“Kenapa?”
__ADS_1
“Dalam agama Arum syarat syah menikah adalah satu akidah dan kita sudah jelas berbeda keyakinan. Karena itu maka kita tidak akan bisa menikah.”
“Tapi banyak yang menikah beda agama.” Protes Androw.
“Menikah beda agama, itu artinya pernikahan tidak syah dan di anggap zinah.”
“Zinah? Apa tu?”
“Melakukan hubungan suami istri tanpa pernikahan itu zinah dan salah satu dosa besar.”
Androw menganggukkan kepalanya seperti dia mengerti. “Orang Indonesia jarang yang pasih bahasa Inggris. Apa kamu mengikuti kursus?”
“Kursus itu biayanya mahal. Arum gak sanggup.”
“Jadi bagaimana kamu bisa pasih?”
“Arum suka lagu-lagu barat. Kemudian mencari tau arti lagu tersebut. Kemudian menghafal kosa kata bahasa inggris, membaca-baca buku yang memakai bahasa inggris.” Namun Arum langsung teringat kalau semalam Androw datang di antara Danil. “Apa anda di antar pak daniil?”
“Tidak, aku bawak mobil sendiri. Istri Danil sedang hamil. Jadi aku suruh dia langsung pulang. Istrinya pasti sangat membutuhkan perhatian dari suaminya.”
“Kenapa kamu memanggil aku tuan? Apa tidak ada panggilan lain,” tanya Androw.
“Arum harus panggil apa.” Sambil memajukan bibirnya. “Kalau Arum panggil uncle bagaimana?”
“Apa aku setua itu,” sambil mengerutkan keningnya. “Yang lain ganti.”
“Bagaimana kalau masbul?”
“Masbul, apa itu?”
“Mas bule.”
“Bagus juga dan unik. Aku suka.”
“Dasar bule, aneh masak suka di bilang mas bule.” Guman Arum dalam hati.
__ADS_1
Androw melihat jam di tangannya. “Sudah jam 9 kurang 15 menit dah malam aku pulang dulu ya. Kamu istirahat.”
“Iya baiklah. Hati-hati.” Arum berdiri di depan pintu kamarnya masuk dan menutup pintu setelah dilihatnya Androw telah menghilag di persimpangan.