
Arum melihat Eka yang sedang dirias. Ia memperhatikan perias tersebut yang begitu sangat profesional, perias makeup pengantin itu membuat wajah cantik Eka bertambah semakin cantik. Setelah merias wajahnya nya Wanita yang berusia 40 tahun itu kemudian mengganti pakaian Eka.
Eka terlihat begitu sangat cantik memakai gaun pengantin syar'i berwarna putih hasil rancangannya sendiri.
" Kak Eka cantik banget" ucap Arum yang memperhatikan nya sejak tadi. Ia begitu kagum saat melihat wajah cantik kakak angkat nya itu.
Eka tersenyum memandangnya. " Terima kasih," ucapnya.
Maya dan juga Ara masuk ke dalam kamar pengantinnya. " Calon pengantin cantik banget," ucap Ara memujinya.
" Pantes mas Heri sabar menunggu bertahun-tahun," kecap Maya.
Eka tersenyum mendengar ucapan teman-temannya yang memujinya dan juga menggodanya.
Seperti inilah yang namanya takdir, siapa yang tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Ia yang sudah yakin hidupnya tidak akan pernah bisa bahagia, dengan kondisi status nya saat itu. Di saat Ia pasrah akan menjalani penderita, namun pada saat itu juga Allah berkehendak lain. Allah memberikan nya keluarga baru. Teman-teman yang baik dan selalu mendukung nya. Ia di pertemukan dengan Orang-orang yang berhati mulia, mereka tidak menghina dan membenci nya namun mereka membimbing serta mendidiknya. Keluarganya yang telah mau menerimanya kembali, hingga Ia bisa berkumpul kembali dengan keluarga nya yang begitu sangat di rindukan nya. Ia juga di pertemukan dengan pria yang begitu sangat tulus mencintainya. Di saat Ia susah, disaat semua orang menjauhi nya, disaat semua orang mencaci dan memakinya. Namun di saat itu pula, Ia dapat melihat mana yang tulus dan benar-benar ingin membantunya. Mana yang tulus dan benar mencintainya. Mana yang benar-benar tulus untuk menjadi sahabatnya.
Di saat itulah Ia bisa melihat mana yang baik dan mana yang tidak. Bila dilihat kehidupan yang saat ini, terkadang Ia merasa seperti berada di dalam sebuah novel. Mungkin hanya di dalam novel bisa menemui kisah seperti yang di hadapi nya. Namun Apa yang dirasakannya, apa yang dijalaninya semuanya begitu nyata.
Ia mengusap air matanya, Ia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.
Arum mengetahui apa yang saat ini dirasakan kakak angkatnya itu. Ia kemudian memeluknya. Arum senyum memandang nya.
" Ini semua hadiah dari kesabaran kakak. Kakak jangan nagis, ntar make-up nya jadi berserak," ucap nya yang mengusap air mata Eka.
Eka tersenyum memandangnya. " Terima kasih, Arum yang sudah membuat kakak mampu mengangkat kepala kakak," ucapnya.
" Kak Eka Jangan sedih nanti make up nya jelek terus Mas Heri lihatnya langsung lari. Sudahlah di pingit gak pernah ketemu, sekali ketemu dianya malah kabur," ucap Ara.
Arum, dan Maya tertawa saat mendengar ucapan Ara tersebut.
Eka tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.
" Eka kemarin pingit berapa hari?" tanya Maya. Di antara mereka berempat, Maya lah yang paling tua.
Arum dan Ara berusia 26 tahun, Eka 27 dan Maya 30 tahun.
" 4 hari, sebenarnya Ibu nyuruh satu minggu cuman Kakak gak mau, soalnya Kakak masih mendesain baju yang sudah kita ambil," ucapnya.
" Kak Eka udah mau nikah masih mikirin bisnis," ucap Ara.
Arum dan Maya hanya tersenyum.
" Lagian dipingit lama-lama ngapain?" ucap Eka yang sedikit berbisik.
" Iya gak enak banget, waktu Kakak kemarin satu minggu gak boleh ketemu juga gak boleh komunikasi," ucap Maya.
" Arum lupa berapa hari, tapi kalau nggak salah 5 hari. waktu lamaran sama nikah jarak cuman 2 Minggu," ucapnya yang sambil mengingat.
" Mas Habibi gerak cepat," ucap Ara.
__ADS_1
" Maklum banyak pesaing," ucap Maya.
" Apa bedanya sama Mas Androw," ucap Arum.
Ara hanya tersenyum saat mendengar pertanyaan sahabatnya itu.
" Yang paling kasihan Kak Maya," ucap Arum.
" Iya sedih banget, waktu mas Rio mau ngelamar malah kena tembak," ucap nya yang menginat peristiwa tersebut.
" Waktu itu kami gak tau. Ara juga satu minggu," jawab Naura.
Eka hanya tersenyum.
" Kak Eka tau gak, kalau malam pertama itu deg-degan," ucap Arum.
" Mas Androw kerja dulu," ucapkan Ara
" Kerja apa?" tanya ketiga wanita cantik yang tampak begitu sangat penasaran.
Ara menutup mulutnya saat mengingat peristiwa malam pertamanya dengan suaminya. " Sebelum kita memakai baju pengantin, kita pakai stagen , stagen Ara pakai kancing pengait di belakang. Waktu itu Ara gak bisa buka sendiri. Ara gak tau mau minta tolong sama siapa. Walaupun malu, akhirnya Ara putuskan untuk minta mas Androw yang bukanya. Awalnya Mas Androw senang banget saat Ara minta tolong untuk buka stagen. Namun karena pengaitnya yang begitu sangat banyak, mas Androw mulai gak sabaran. Mas Androw buka pengait satu persatu. Ara lihat muka nya udah kesel banget waktu buka stagennya," ucap Ara.
" Terus gimana?" tanya Arum.
" Ternyata ide membuat stagen seperti itu dari mas Androw. Dia mau supaya Ara gak bisa buka sendiri dan minta tolong ke dia. Waktu buat baju pengantin, mas Androw pesan ke designer busananya agar stagennya pakai kancing di belakang. Kancing kait, maksudnya mas Androw dikit aja. Namun ternyata designer nya malah buat dari atas hingga kebawah. Dia sampai gak sabaran mau gunting stagen nya. Tapi Ara gak mau, takut luka. Akhirnya dia buka satu persatu," ucapnya.
Kak Maya ketawanya Jangan kenceng-kenceng ingat lagi hamil," ucap Arum yang mengusap perut Maya.
Maya berusaha menahan tertawa nya hingga ketawanya merendah. " Cerita Ara lucu banget, kakak jadi gak bisa nahan ketawa. Kakak bisa bayangin gimana wajahnya Mas Androw ucap Maya yang membayangkan ekspresi pria bule itu ketika membukakan stagen milik istrinya.
Mereka tidak ada henti-hentinya tertawa saat mendengar pengalaman masing-masing.
" Kak Maya gimana?" tanya Ara.
Maya senyum saat mendengar pertanyaan Ara. Ua mengingat saat malam pertamanya bersama dengan Rio, pria yang sekarang menjadi suami dan ayah dari anak-anak nya.
waktu selesai acara resepsi Kakak masuk dalam kamar sama mas Rio. Kami gak ketemu satu mingguan, selama kami dipingit tanpa komunikasi. Sudah pasti rindu banget, Mas Rio langsung lah melepas rindu," ucapnya sambil tersenyum.
Apa yang terjadi, gak perlu ya kakak jelasin secara terperinci. Mas Rio minta untuk gituan terus Kakak jawab Kakak lagi haid. Mas Rio lemes kita dengar jawaban kakak. Bayangin lagi menggebu-gebu langsung lemas.
pengantin baru langsung puasa. ucap harum.
kasihan banget kamu datang di waktu yang tidak tepat ucap Ara
Maya tersenyum dan menganggukkan kepalanya Iya kakak baru haid 2 hari, dan biasanya kakak haid satu Minggu. Mm as Rio harus nahan 5 hari lagi," ucapnya.
Eka tertawa saat mendengar pengalaman-pengalaman teman-teman nya itu.
" Kalau Arum gimana?
__ADS_1
apa langsung tanpa pemanasan?" tanya Ara.
Arum tersenyum. " Arum di kerjain," ucapnya.
" Sama siapa ?" ucap Maya.
" Pasti mas Habibi," ucap Eka yang mengingat Ara yang di kerjain suaminya. Namun yang terjadi senjata makan tuan.
" Mami," jawab Arum
suara ketukan dari pintu membuat mereka memandang ke arah pintu dan menghentikan pembicaraan nya. Eli membuka pintu kamar putrinya." Eka calon suami kamu sudah datang," ucapnya memberitahu putri. Ia datang ke dekat putrinya. Ia juga baru selesai di rias. Ia terlihat begitu sangat cantik dengan gaun syar'i.
" Tersenyum dan menganggukkan kepalanya .
" Ia bu, Eka tunggu di sini dulukan?" tanyanya.
Ia akan keluar setelah pria itu mengucapkan ijab kabul untuknya.
Eli berjalan mendekati putrinya. Ia kemudian tersenyum memeluk putrinya " Selamat ya sayang, sebentar lagi kamu akan menjadi istri, ibu harap kamu bisa menjadi istri yang baik. Walaupun ibu tidak bisa menjadi contoh ibu yang baik untuk kamu," ucapnya.
" Bagi Eka, Ibu merupakan ibu yang terbaik," ucapnya.
" Kamu cantik sekali," ucap Eli yang yang kemudian mencium kening putrinya.
" Ibu juga sangat cantik," ucap Eka.
" Ibu keluar ya Kamu tunggu di sini Nanti ibu akan menjemput kamu," ucap Eli.
Eka menganggukkan kepalanya.
" Ibu minta tolong ya, jagain anak ibu jangan sampai kabur ," ucap Eli bercanda kepada Arum, Maya dan juga Ara.
Mereka tersenyum dan menjawab siiipppp mengangkat jempolnya.
Eli keluar dari kamar putrinya.
Wanita-wanita cantik itu duduk di pinggir tempat tidur berempat, Arum memegang tangan Eka. Begitu juga dengan Ara yang duduk di sebelahnya dan memegang tangannya. Tangan Eka sudah mulai dingin, Ia takut pria itu tidak bisa mengucapkan ijab Kabul untuk Nya sehingga pernikahannya ditunda.Ia mendengar beberapa kali Heri mengulang mengucapkan ijab kabul nya. Ia mulai cemas dan memandang Arum.
" Mas Heri lagi gugup Kak," ucap Arum.
Mereka kemudian mendengarkan Heri mengucapkan ijab Kabul untuk calon istrinya. ucapan kata sah dari para saksi membuat mereka begitu merasa sangat lega.
***
Author minta maaf baru bisa up. Author sangat sedih hari ini. Author ngetik namun file yang sudah di edit Author simpan. Namun begitu buka file tetap aja file awal yang belum tersimpan. separoh file hilang, dan kembali edit lagi. 😭😭
padahal Author sudah mengetik hingga 1800 kata. Setiap kali Author simpan selalu saja kembali ke file semula. Masalah seperti ini berulang hingga tiga kali. padahal cuman tinggal merapikan sedikit lagi atur sudah bisa up. berhubung anak selalu nangis, gangguin dan sebagainya atau Author simpan dulu file Author.
maaf kalau Author curhat, tapi Author benar-benar sedih karena hari ini novel Author belum ada yang up terkecuali Arumi. jangan lupa ya dukung aktor selalu Terima kasih atas dukungannya. 😊😊🙏🙏
__ADS_1