Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 279


__ADS_3

" Mas bangun," ucap Arum yang membangunkan suaminya.


Habibi merasakan tangan halus istrinya yang mengusap-usap pipinya. Ia kemudian membuka matanya, Ia memandang wajah istrinya yang tersenyum memandangnya.


Arum tersenyuman memandang suaminya.


" Sudah subuh mas," ucapnya.


Ia melihat jam di dinding yang menunjukkan 04.50. " Mau mandi sama sayang?" ucapnya yang melihat istrinya yang belum mandi.


Arum tersenyuman dan mengganggukan kepalanya. " Boleh," jawab.


Habibi Kemudian duduk, Ia kemudian berdiri dan berjalan ke dalam kamar mandi bersama dengan istrinya Mereka mandi berdua di dalam kamar mandi. Setelah mandi Ia berwudhu begitu juga istrinya.


" Mas Arum bangunin Vira sebentar," ucapnya.


" Iya sayang," ucapnya yang memakai kain sarung nya.


" Vira bangun, salat subuh sayang," ucap Arum yang membangunkan putrinya.


Vira merubah posisi tidur nya.


" Sayang bangun, salat subuh dulu," ucapnya yang mencium-cium pipi bulat putrinya.


Habibi melihat istrinya yang kesulitan membangunkan putrinya. Ia kemudian duduk di bibir tempat tidur dan membangunkan putrinya. " Sayang bangun, itu vino di luar ngajak didikan subuh," ucapnya.


Mata putrinya terbuka lebar mendegar ucapan pipinya. " Di mana Pi?" tanya Vira.


Arum begitu sangat kesal saat melihat putrinya. " Jadi anak gadis gak boleh genit," ucap Arum yang mencubit hidung putrinya.


Habibi tersenyum saat memandang putrinya tersebut. " Cepat Wudhu, kita mau salat," ucapnya memerintah putrinya.


" Pi, Vira salatnya nanti aja, Vira masih ngantuk," ucapnya yang menarik selimut nya.


Habib menarik selimut putrinya dan menjauhkannya. Ia mengangkat tubuh mungil putrinya." Gak bisa, salat gak boleh di tunda-tunda," ucapnya yang mengendong putrinya ke kamar mandi.


" Pi, 15 menit lagi," pintanya yang tidak mau turun dari gendongan pipinya.


" Pipi gak mau tau, wudhu!" ucapnya yang menurunkan tubuh mungil putrinya. Ia berdiri di depan pintu kamar mandi. Ia melihat putrinya yang mengikuti perintah nya dan berwudhu.


Arum tersenyuman memandang suaminya. Menjalani pagi seperti ini sudah biasa di hadapinya setiap pagi. Putrinya selalu susah di bangunkan subuh untuk salat berjamaah. Sehingga selalu ada keributan kecil di saat pagi-pagi seperti ini. Namun suasana pagi seperti ini terasa begitu indah baginya. Ia sudah memakai mukenah nya dan berdiri di atas sajadahnya. Ia sudah menyediakan mukena putrinya dan membentangkan sajadah untuk anak dan suaminya. Ia kemudian memakaikan mukena putrinya setelah putrinya selesai berwudhu.

__ADS_1


Ia menyalami tangan suaminya, setelah mereka selesai salat berjamaah. Ia mencium punggung tangan suaminya, yang di ikuti putrinya.


" Pi, Vira tidur lagi ya. Vira masih ngantuk," ucapnya yang duduk di pangkuan pipinya, ia memeluk pipinya dan memejamkan matanya.


Habibi tersenyuman memandang putrinya. ia membukakan mukena yang dipakai oleh putrinya, ia mencium pipi putrinya dan kemudian menggendong putrinya, ia meletakkannya tubuh mungil putrinya ke atas tempat tidur.


Habibi membuka baju koko nya, dan menggantinya dengan pakaian rumah. Ia kemudian berbaring di sebelah putrinya dan memeluk putrinya.


" Mas, Arum turun ke bawah ya siapin sarapan," ucapnya setelah Ia selesai merapikan perlengkapan salat.


habibi memegang tangan istrinya dan menarik istrinya naik ke atas tempat tidur.


"Apa masih kurang asisten rumah tangga di rumah kita sehingga harus repot-repot nyiapin sarapan? "ucapnya yang memandang istrinya.


Arum tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Enggak kurang sih Mas cuman mau ngecek ART aja. Arum mau cek sudah disiapin sarapan apa aja, "ucapnya.


" Gak usah repot-repot sayang, di rumah kita udah ada chef kok. Adek di sini aja Mas peluk," ucapnya yang memeluk istrinya.


Arum tersenyum memandang suaminya. Ia menganggukkan kepalanya dan mencium bibir suaminya.


" Mau jalan-jalan gak nanti?" tanya nya yang memeluk istrinya.


" Anak-anak bisa ribut mas, bila mereka gak di bawa jalan-jalan. Dari siang hingga malam harum gak ada henti-hentinya mendegarkan repetan Vira," ucapnya yang tersenyum.


" Palingan anak-anak minta ke mall," ucapan.


Habibi menganggukkan kepalanya. Ia cukup tau bahwa Anak-anaknya akan meminta bermain di Timezone.


" Untung aja Rangga semalam kita bawa ke sini Jadi nggak perlu dijemput lagi ke rumah sakit, " ucap habibi. Mereka selalu membawa Rangga saat pergi jalan-jalan bersama putrinya.


Hari Minggu ini mereka akan menghabiskan waktunya untuk bermalas-malasan dan jalan-jalan.


***


" Rangga tersenyum memandangnya. "Selamat pagi dokter Arumi. Selamat pagi Pak Habibi," ucapnya yang duduk di meja makan. pria kecil itu tersenyum ramah menyapa.


" Selamat pagi Rangga, Rangga sudah bangun?" ucap Arum. Anak itu dibawa Arum ke rumahnya saat Ia kembali dari acara pernikahan Eka.


Rangga tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Silakan duduk dokter Arumi silakan duduk Pak Habibi, "ucapnya yang mempersilahkan.


" Rangga sudah mandi ya, ganteng sekali," ucapan Arum yang tersenyum memandang Rangga ya kemudian duduk dan mengusap kepala anak tersebut.

__ADS_1


" Sudah dokter Arumi, bila dokter Arumi berkenang dokter Arumi boleh mencium saya, "ucapnya yang memberikan pipinya.


Arum tertawa saat mendengar ucapan anak kecil tersebut, susunan katanya begitu sangat rapi. Arum berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati anak tersebut. Ia mencium pipi Rangga. " Wangi sekali," ucapnya.


Rangga tersenyum, Iya tidak menduga bahwa Arum akan menciumnya. dia begitu sangat senang Ia memegang pipinya yang dicium oleh Arumi.


"Pak Habibi," ucapnya yang memiringkan pipinya sebelah lagi meminta untuk dicium.


Habibi tersenyum memandangnya, ia kemudian mencium pipi anak yang duduk di sebelahnya tersebut. Ia mengusap kepala Rangga dan mencium rambutnya.


" Rangga siapa yang mandiin ?" tanya Arum.


" Tentu saja saya mandi sendiri dokter Arumi.


Mbak Ela ses menawari saya untuk dimandikan, hanya saja saya malu Bila seorang wanita harus memandikan pria," ucapnya.


Arum tertawa saat mendengar anak itu berbicara. Arum menganggukkan kepalanya pertanda ia menyetujui Apa yang disebut oleh anak itu.


Savira di mana dokter Arumi, Kenapa belum terlihat," ucapnya yang memandang ke atas.


" Savira lagi mandi sama Mbak Ella, sebentar lagi Vira akan turun bila iya sudah selesai mandi, "kecepatan.


"kalau begitu aku akan menunggunya Savira selesai mandi, agar bisa sarapan bersama," ucapnya yang menjauhkan piring yang berisi roti bakar dari hadapannya.


" Itu Savira turun," ucap Arum ketika melihat putrinya menuruni anak tangga satu persatu.


Rangga tersenyum melihat Vira.


senyum manis gadis kecil itu begitu sangat cantik. Ia sudah berpenampilan begitu sangat cantik dengan memakai jilbab berwarna biru tosca dan baju berwarna biru dengan motif bunga-bunga.


" Selamat pagi pipi, selamat pagi Mimi," ucapnya yang mencium pipi Mimi serta pipinya.


Arum tersenyum mandang putrinya itu.


****


visual Savira Iskandar.


Di yutube sudah up hingga capter 79 ya reader.


Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungan nya.

__ADS_1


😊😊🙏🙏


__ADS_2