Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 29


__ADS_3

Arum bergegas masuk ke dalam kamar. Kelas bela diri akan di mulai 10 menit lagi. Sedangkan perlengkapan untuk taekwondonya, tidak ada yang di bawak oleh Arum. Arum berencana memakai celana training dan baju kaos. Dengan membuka travel bag yang di lantai. Karena Arum belum sempat untuk mengecek isi travel bag tersebut.


Lagi-lagi arum terkejut saat melihat di dalam tas tersebut ada baju taekwondo lengkap dengan sabuknya, Arum tersenyum sendiri. Bagaimana mungkin ibuk mempersiapkan semua dengan sangat detail begini. Arum berencana untuk membersihkan wajahnya dari makeup. Namun karena waktu yang sudah tinggal 5 menit. Sehingga membuat arum lupa untuk membersihkan makeup di wajahnya.


Saat arum masuk ke dalam ruangan, semua siswa sudah berkumpul. Mereka menatap Arum sangat lama. Mereka sampai tidak bisa mengedipkan mata. Setelah sadar. Mereka kembali terkejut melihat baju yang di pakai Arumi dengan sabuk hitam dengan strip putih 8. Dalam artian, Arumi sudah bisa menjadi seorang ahli dewan atau guru. Yuda yang mendalami bela diri silat sabuk biru . Prima bela diri silat sabuk vilolet. Sabuk tertinggi dalam bela diri silat. Tiar silat sabuk hijau. Rizaldi silat sabuk merah.


“Cari kawan duet anda.” Terdengar suara pelatih memberi perintah.


“Arum,” Prima berdiri dari duduknya sambil memanggil Arumi.


“Arum, saya teman berduet kamu.” Yuda langsung berdiri dan berjalan ke arah arumi.


Prima tampak memandang dengan tatapan seakan ingin membunuh. Tiar yang berduet bersama Rizaldi. Selain Arumi, Prima, masih ada Rio yang memiliki sabuk hitam untuk bela diri karete pria yang bertubuh besar dan tegap dengan senyum berlesum lesum pipit. Robi dengan sabuk violet.


Untuk masuk ke sekolah ini. Bukan lah hal yang mudah. Sekolah ini mempersiapkan seorang bodyguard atau pengawal terlatih. Di sekolah ini, calon siswa di seleksi sangat ketat. Mereka di seleksi secara fisik dan mental. Tes tertulis, lisan, tes aq, tes kesehatan,. Tinggi badan, kemampuan minimal bela diri dasar. Renang. Karena itu, setiap siswa tampak sangat sempurna.


Duet di mulai. Satu lawan satu. Arum menjadi teman duet Yuda. Saat mulai pertandingan. Arum menyesuaikan kemampuan yang dimiliki Yuda. Dengan serius Arumi menyerang Yuda dengan berbagai cara. Saat Arum akan menendangkan kakinya kearah muka Yuda.


“Tangkis ak.” Bruk tendangan mendatar ke pipi Yuda.


“Aduh.” Terasa pipi Yuda mulai berdenyut-denyut


“Tangkis ak.” Kata Arum.


“Gimana aak mau tangkis. Tendangan kamu terlalu cepat.”


“Ya udah aak aja yg serang Arum.”


Yuda mulai melakukan serangan. Namun semua serangan bisa di tangkis Arum. Setelah lelah melakukan latihannya. Arum duduk di pinggir ruangan bersama Yuda.


“Ingin duet dengan ku?” Rio mengajak Arum duet.


Saat arum berlatih, Rio selalu memperhatikan jurus-jurus yang di pakai Arum. Gerak kaki yang sangat cepat. Membuat Rio benar-benar tertantang untuk berduet bersama Arum.

__ADS_1


“Mau tapi..” belum selesai kalimat yang akan Arum sampaikan. Tangannya sudah di tarik Rio secara paksa agar Arum berdiri.


“Oke. Arum terima.”


Arum dan Rio mulai melakukan serangan demi serangan. Arum bukan lawan yang mudah di taklukkan. Rio bukan musuh yang mudah untuk dikalahkan. Seperti itu lah gambaran yang terlihat dalam duet mereka.


Prak. Satu tendangan mampu mendarat sempurna di dada Rio. Prak. satu pukulan sampai ke punggung Arumi. Mereka baru berhenti setelah merasa lelah dengan beberapa kali saling mendarat kan pukulan dan tendangan. Pelatih mengamati dengan serius duet mereka.


Prima nampak memperhatikan setiap gerakan yang di lakukan Arumi. Dia ingin sekali maju untuk melakukan serangan terhadap Arumi. Namun niatnya terhenti saat Yuda langsung meminta Arum duet dengannya.


“Siapa kamu sebenarnya?” gumam Prima dalam hati sambil memperhatikan Arumi penuh amarah.


Selesai kelas bela diri jam 5. Arum sedikit bernafas lega. Karena dia bisa istirahat dan mulai lagi jam 7 malam. Untuk kelas mengemudi. Arum dan Tiar berjalan berdua menuju kamar.


Mereka mau mandi dan beristirahat.


Arum,” Yuda datang dengan sebotol air mineral di tangannya. “Ini aak bawakan minum.


Arum pasti hauskan.” Sambil menyodorkan botol air mineral yang di bawanya.


Arum memang sangat halus.


Namun seseorang datang dari belakang. Menepuk punggung Tiar. “Ini aku bawakan kamu minum.” Sambil memberikan air mineral ke Tiar.


Karena memang sangat haus. Tiar langsung menghabiskan setengah dari isi botol tersebut.


Rizaldi tersenyum melihat Tiar.


“Ak, Arum langsung ke kamar ya.”


“Iya Rum.”


Setelah masuk ke dalam kamar. Arum meraih handuk. Ia langsung masuk kedalam kamar mandi. Ia menyiram tubuh dan rambutnya yang lurus, hitam tersebut. Arum memakai sampo untuk rambut panjangnya, serta menuangkan sedikit sabun cair ke sepon yang di pegangnya dan mengosongkan ke seluruh tubuhnya. Kemudian membilasnya. Setelah di rasa sudah selesai dengan ritual mandinya. Arum keluar dari kamar mandi. Dengan mengulungkan anduk di rambut panjangnya. Dia duduk di tempat tidur. Tidak lama Tiar keluar dari kamar mandi. Dan juga naik ke atas tempat tidur nya.

__ADS_1


“Rum,” kata Tiar


“Iya.”


“Aku gak nyangka ternyata kamu ahli bela diri ya. Bahkan kamu mampu untuk mengimbangi Rio.” Puji Tiar


“Rio itu hanya mengeluarkan sedikit kemampuannya.” Balas Arumi.


“Kamu hebat sekali Rum”


“Gak usah terlalu memuji,” kata Arumi.


“Rum, bagai mana kamu bisa masuk ke sekolah ini?”


Arum mulai menceritakan tentang kisahnya bisa ada di sekolah tersebut. Salah satunya karena dia memang menguasai bela diri.


“Wah hebat.”


“Kamu sendiri gimana ceritanya bisa sampai ke sini.” Tanya Arumi.


“Aku memang bercita-cita jadi bodyguard,” jawab Tiar singkat.


“Kenapa?”


“Karena mami dan papi aku juga bodyguard.”


Arum terkejut. “Oooo...”


Waktu aku umur 5 tahun. Ibu dan ayah aku cerai. Ayah menikah lagi dengan wanita lain. Dan menceraikan ibu ku. Pada saat itu. Ibu mengantar aku ke panti asuhan. Ibu berkata. Kalau dia mau ke kota untuk cari kerja. Kalau sudah dapat kerja. Ibu akan jemput aku ke panti.


bersambung....


hai reader ada gak yang mengalami seperti author. seseorang yang tidak pernah menegur dan bicara sama author. sewaktu kuliah. dan setelah 14 tahun datang mengatakan isi hati nya walaupun dia tau tidak akan pernah bisa untuk memiliki. namun dia hanya ingin memberi mengeluarkan dan menyampaikan perasaan nya. setelah 14 tahun rasa itu tidak pernah hilang sampai sekarang.

__ADS_1


oh iya makasih ya reader. udah mau baca, dan komen novel author.


komen, like leader. penyemangat author. 😊😍


__ADS_2