Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 59


__ADS_3

Androw melirik ke dalam. Arum masih terdiam kaku seakan tidak percaya dengan yang di lihatnya. Androw yang datang sudah memakai baju santai. Baju kaus berkerah berwarna merah. Dia tampak jauh lebih muda dengan penampilan yang santai. Terlihat bahwa dia sudah segar dan bersih. Seperti nya dia sudah pulang dan mandi. Selama di Indonesia,. Androw tinggal di hotel milik dirinya yang berada di sebelah mall milik nya.


“Kenapa kamu tidak berhenti memandang ku. Apa kamu terpesona dengan wajah tampan ku.” Canda Androw memecahkan keheningan.


Arum baru tersadar dari lamunannya.


“Apa aku boleh masuk?” tanya Androw lagi.


Kos Arum memang tidak memiliki ruang tamu. Oleh karena itu tamu langsung masuk ke dalam kamarnya. Arum membuka pintu kamar itu lebar-lebar. “Silahkan tuan.”


Androw masuk dengan membungkukkan tubuhnya agar kepalanya tidak terantuk atau terbentur di pintu. “Ini aku membawakan makanan malam untuk mu.” Sambil memberikan kantong besar yang berisi makanan.


Arum melihat makanan tersebut. “Apa ini tidak terlalu banyak tuan? Kalau sebanyak ini, sepertinya ini bisa untuk kami satu kos.”


Androw tertawa. “Iya kamu boleh membawa teman satu kos mu untuk makan.” Jawab Androw.


Arum membuat kan teh untuk Androw dan meletakkannya di depan Androw duduk. Androw datang sudah hampir magrib. Tak lama terdengar suara azan.


“Tuan, Arum mau sholat dulu.” Kata Arumi meminta izin sholat. “Anda boleh duduk di mana saja yang anda merasa nyaman.” (karena memang biasanya orang barat tidak akan sanggup duduk bersila dilantai dalam waktu yang lama.


“Oh terima kasih.” Androw duduk di atas tempat tidur Arumi.


Arumi mengarahkan kipas angin ke arah Androw karena yakin kalau bule tersebut tidak tahan panas. TV di kamar Arum memang sedang menyala. Tapi tetap aja Androw mungkin tidak tau artinya.

__ADS_1


“Arum permisi ya tuan.” Arum masuk ke dalam kamar mandi dan berwudhu.


Androw memperhatikan kamar Arumi. Kamar yang sangat kecil dan sempit. Namun terasa nyaman dan bersih. Ia melihat-lihat siaran Tv. Sambil melihat layar di ponsel nya.


Tak lama Arum keluar dari kamar mandi, masih dengan memakai jilbab di kepala nya. Arum mengambil mukena nya yang tergantung dan memakainya. Arum memulai ritual ibadahnya. Setelah selesai sholat Arum membaca Al Qur’an dengan irama yang sangat merdu. Setelah selesai mengaji Arum membuka mukenahnya dan mengantungkannya.


Arum mengambil piring serta air mineral. Dibukanya bungkusan makan yang di bawa oleh Androw. Arum membuka satu persatu. “Ini banyak sekali,” protes Arum.


“Iya aku gak tau kamu suka apa. Jadi aku beli saja semua.”


Arum hanya tersenyum mendengar penjelasan Androw. Setelah selesai menata makanan di lantai. Mereka mulai makan. Apa yang di bawa Androw terasa enak semua. Arum makan dengan cukup nikmatnya.


“Kamar kos kamu ini sangat kecil dan sempit. Aku rasa ini pasti tidak nyaman.” Kata Androw.


“Aku bisa membeli kan mu apartemen mewah.”


Arum langsung melotot dengan mata yang bulat sempurna. “Gak usah. Arum betah kok di sini.”


“Dengan memberikan apartemen mewah untuk mu, bahkan 10 apartemen mewah sekali pun, tidak akan membuat aku miskin. Aku mohon terimalah pemberian ku. Aku memberikannya dengan tulus tanpa meminta balasan apapun dari mu. Kalau iya, besok bisa langsung kau tempati.”


“Maaf tuan, Arum gak mau. Arum sudah suka di sini. Dan kalau sampai tuan membelikan Arum, ini terakhir kali kita berjumpa dan apartemen itu tidak akan Arum tempati.” Jawab Arumi tegas.


“Tapi aku ingin memberikan yang terbaik untuk mu.”

__ADS_1


“Gak usah tuan, Arum mau membelinya sendiri.” Arum berbicara dengan tegasnya.


“Apa kah, kau kekasih Habibi?”


“Gak tuan, saya dan pak Habibi hanya sebatas hubungan kerja.”


“Apa kau punya kekasih.”


“Arum gak punya kekasih tuan, dan Arum akan pacaran setelah nikah.”


“Apa itu,” tanya Androw penasaran.


“Dalam agama saya, tidak di perbolehkan untuk pacaran. Kami akan langsung menikah.”


“Apakah semua orang muslim akan melakukan hal yang sama dengan mu?”


“Banyak juga muslim yang tidak melakukan hal tersebut.” Tidak lama terdengar azan sholat Isya. Arum kembali sholat. Androw hanya melihat Arumi sholat. Dia mendengar suara azan. Setelah selesai sholat, mereka masih bercerita sambil sekali-sekali tertawa


“Tuan, ini sudah malam sebaiknya anda pulang,” pinta Arumi.


Di lihat Androw jam di tangannya. Sudah menunjukkan pukul 9 kurang 15.


“Baik lah aku pulang dulu. Tapi aku berharap kau berubah pikiran dan menerima tawaran ku.”

__ADS_1


Arum hanya tersenyum. Androw pergi menuju mobilnya yang terparkir di depan kos Arum. Ternyata di dalam mobil tersebut ada Danil.


__ADS_2