Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 194


__ADS_3

"nanti mas makan sendiri aja dibawah" ucapnya. "mas mau ke ruang kerja dulu ya. ngecek email yang di kirim Rasid. ucapnya.


Arum tersenyum dan kemudian mengangguk kan Kepala nya.


Habibi keluar dari kamar. ia menuju ruang kerja nya. ia mulai membuka email yang di kirim kan Rasid. ia mengecek kiriman tersebut. setelah ia memastikan semua sudah sesuai keinginannya. ia kembali ke kamar nya. ia tidak ingin lama-lama meninggalkan istri nya di kamar sendiri.


saat ia masuk ke dalam kamar tersebut, di lihat nya istrinya yang sudah menutup laptop dan sedang membereskan barang-barang yang ada di atas tempat tidur. ia mengambil barang-barang yang di pegang istrinya.


"biar mas yang menaruh nya". ucapnya kemudian. istri nya tampak tersenyum.


"Udah siap tugas nya?"


tanya nya saat ia mulai memindahkan buku-buku yang tebalnya 10 hingga 15 cm. tersebut. ia juga meletakkan laptop ke nangkas.


"belum. tapi Arum udah capek mas, besok aja Arum selesaikan selepas sholat subuh. mas udah makan belum?"


tanya Arum ia memeluk suaminya dari belakang. dan mencium punggung lebar suaminya. berdiri dengan posisi seperti ini membuat ia merasa sangat nyaman.


pria itu kemudian memegang tangan istrinya yang melingkar di Perut nya yang atletis. semenjak ia menikah dengan Arum ia tidak hanya menekuni olahraga yang membentuk otot-otot di tubuhnya namun ia juga menekuni olahraga bela diri dan juga menbak. yang sudah menjadi hobi baru untuk nya. di cium nya punggung tangan istrinya tersebut. kemudian ia berbalik dan berhadapan melihat wajah istrinya. yang tampak sangat kelelahan.


" belum jawab nya kemudian".


"Arum temani, Arum juga mau makan bubur kacang hijau". ucapnya sambil menatap wajah suaminya.


habibi tersenyum dan kemudian mengangguk kan kepalanya. ia kemudian mengecup bibir istrinya yang sudah menjadi keharusan bagi nya dan kemudian kening istrinya. ia juga mendarat kan kecupan di perut istrinya yang sudah membesar. ia keluar dari kamar sambil memegang tangan istrinya.


bik Ani dan dua pelayan nya yang lain sibuk mempersiapkan makan malam dan meletakkan hidang yang sudah mereka siapkan ke atas meja.


bik Ani membawa semangkuk bubur kacang hijau yang sudah di pesan Arum sejak siang tadi.


"jadi ngambil cuti dek?"


tanya, sambil memasukkan spaghetti ke mulutnya. ia jarang nasi saat makanan saat makan malam.


Arum mengangukan kepalanya. "iya jadi mas" jawabnya


"ara cuti juga?"


tanya habibi sambil memandang istrinya.


Arum mengangukan kepalanya. "kami sepakat untuk ngambil cuti dari pada nanti nilai kami ada yang bermasalah. ucapnya sambil tersenyum. kami berdua bisa ngambil ke bawah ucapnya. lagi pula rencananya, kami akan nego ke kampus agar mata kuliah tersebut bisa kami ambil di semester pendek. semoga nego kami sukses mas." ucapnya sambil memasukkan bubur kacang hijau ke mulutnya.


"apa gak keluar mata kuliahnya di semester pendek?" tanya habibi.


gak mas, sekarang semaeter pendek bisa di ambil untuk mahasiswa yang perbaikan. atau mahasiswa yang sudah semester atas dan terancam drop out.


Habibi Tampak mengangukan kepalanya.


Arum kembali menyendok kan bubur tersebut ke dalam mulut ya.


"mas, gak tega lihat adek kecapean gini." ucapnya sambil menatap istrinya.


gak apa kok mas, kami ibu dan anak yang hebat dan kuat. iya kan nak. ucapnya sambil mengusap perut nya yang sudah membesar. usia kandungan nya sudah memasuki bulan ke 7. "langsung gerak mas ucapnya saat di rasa perutnya di tendang-tendang dari dalam".

__ADS_1


"di mana sayang, gerak nya?'


ucap habibi dengan mata yang terlihat berbinar." biasanya setiap kali ia memegang perut istrinya untuk merasakan gerakan anaknya. gerak itu tidak muncul lagi.


Arum mengambil tangan suaminya. dan menempel kan tangan tersebut ke perutnya.


"ia dek mas terasa ucapnya saat ia merasa ada tonjolan kerasa di perut istrinya. "


ini apa nya nak Ucapnya saat menyentuh tonjolan tersebut?


"mungkin kaki mas". jawab Arum


mas, dia nendang lagi mas. tendangan nya makin kenceng. perut Arum sampai ngilu. ucapnya kemudian sambil tersenyum.


"tangap " ucap nya sambil memegang tonjolan kecil tersebut.


Arum tertawa melihat suaminya.


dari tadi si adek gak ada gerak. mungkin tidur.


sekarang dia baru bangun tidur langsung senam Ucapnya sambil mengusap perut nya.


Arum kembali menyuap kan bubur tersebut kemulut nya yang hanya tersisa sedikit lagi.bubur tersebut habis di santap nya.


setelah selesai makan. mereka kembali ke kamar.


mungkin karena faktor kehamilan yang sudah membesar. membuat ia merasa sangat sulit untuk berjalan. cepat lelah. terkadang tulang punggung nya juga terasa sangat pegel sehingga ia tidak tahan duduk lama.


******


ia mencium sampai ke bagian leher putih istrinya. walaupun tubuh istrinya sudah tampak lebih gendut. namun istrinya terlihat begitu seksi di mata nya. namun ia menghentikan permainan nya. dan tidak melanjutkan lagi.


Arum memandang wajah suaminya.


"kenapa tanyanya?


mas pengen?" ucapnya kemudian.


" gak apa besok aja " Ucapnya.


"kenapa" tanya Arum.


"tapi adek lagi capek? gak apa kok besok. mas masih bisa tahan" ucapnya kemudian sambil tersenyum tipis menatap istrinya.


"Uda gak capek kok mas"


ucap Arum dengan wajah merona.


"beneran sayang" ucap pria


Arum mengangukan kepalanya.


habibi menyikap rok istrinya ke atas. aktivis yang tadi di lakukan nya kini dilanjutkan nya kembali. cukup lama mereka melakukan penyatuan. hingga mereka sampai pada puncaknya. dengan nafas yang memburu. pria itu mencium kening istrinya dan puncak kepala istrinya. ia juga merapikan rambut istri nya yang berserak. kemudian melingkarkan tangannya di pinggang istriny. setelah sama-sama merasa kelelahan mereka tertidur.

__ADS_1


******


Rasid masuk ke ruang nya. pria itu sudah mengatur keseluruhan nya mengenai jadwal rapat, jam berjumpa dengan klien, yang mana Habibi meminta agar jadwal nya di kosongkan saat jam pulang istrinya dari kampus. ia ingin menjemput istrinya. hampir setiap hari ia melakukan hal tersebut. terkecuali ketua ia benar-benar sibuk.


"pak Rapat di mulai 30 menit lagi ucap Rasid" saat duduk depan bosnya tersebut.


"apa sudah datang semua? "


tanya habibi yang mengalihkan pendangan nya ke arah Rasid.


" sudah pak. tuan Akira Daici sedang menuju ke sini. ia datang dengan beberapa orang stafnya." ucap Rasid menjelaskan.


"kita langsung ke ruang rapat ucap Habibi " ia menyiapkan berkas-berkasnya yang ada di atas meja. mereka keluar dari dalam ruangan tersebut dan naik ke lantai 18 tempat mereka melakukan rapat.


setelah meneken kontrak perjanjian. ini merupakan rapat yang ke tiga kali mereka lakukan. guna membahas rancangan pembangunan hotel tersebut. rapat yang akhirnya selesai setelah 3 jam. membuat pria itu menghembuskan nafasnya dengan kasar.dan kemudian menyandarkan tubuhnya di Sandara kursi.


******


ia sudah berada di kampus istrinya. ia sedang menunggu istrinya keluar dari kelas. saat di lihat istri nya berjalan ke arah nya. senyum mengembang di wajahnya. ia membukakan pintu untuk istri nya. setelah memastikan istrinya duduk dengan baik ia kemudian menutup pintu mobil tersebut.


Arum melihat undangan yang ada di sebelah nya. ia kemudian membaca undangan tersebut. undangan dokter Wahyudi. mata Arum terbuka sempurna saat di lihat nya nama pengantin wanitanya bernama Lely asmira.


saat habibi masuk ke mobil. Arum masih memegang undangan tersebut.


"mas dokter Yudi mau nikah ya" Tanya Arum yang masih memegang undangan tersebut.


"ia" jawab habibi


"kenapa gak sama mbak Sasa" tanya arum


"mas kurang tau juga. Sasa resign 3 bulan yang lalu. " jawab habibi.


" mas kenapa gak kasih tau Arum?"


tanya istrinya kemudian


"mas kirain adek udah tau" jawab habibi


"Arum gak tau mas Udah beberapa bulan ini Arum gak pernah ke kantor mas. mbak Sasa juga gak pernah menghubungi Arum" . kenapa gak jadi dengan mbak Sasa? tanya nya kemudian .


"kurang tau juga dek. " jawab habibi.


Arum memperhatikan nama di undangan tersebut. dokter juga ya mas. ucap nya yang mendapatkan angukan dari habibi.


******************


ingin rasanya menulis novel dokter Wahyudi.


yang menikah dengan dokter cantik bernama Lely asmira. bagaimana Lely berjuang mendapatkan cinta dokter Wahyudi. Dan bagaimana kelanjutan nasib Sasa yang gagal menikah dengan Wahyudi karena tidak mendapatkan Restu kedua orang tua Wahyudi.


ha, pasti nya gak di tulis sekarang ya. berhubung belum sempat. 😃


untuk pembaca setia nafisa. insyaallah up malam.

__ADS_1


jangan lupa like komen dan vote nya ya reader. terimakasih atas dukungan nya. 😊😊


__ADS_2