Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 259


__ADS_3

" Mas tadi Kak Eka nelpon Arum ," ucapnya saat mereka berada di dalam kamar.


" Terus kenapa?" tanya Habibi yang sudah membuka kancing baju nya.


" Kak Eka bilang bahwa kak Eka itu memiliki saudara laki-laki.


Habibi memandang istrinya. " Kita gak pernah tahu," ucapnya


" Iya kak Eka baru cerita sih, Arum juga gak tau banyak. Katanya nanti kalau sudah ketemu Arum dia bakalan cerita semua. Katanya sudah sekitar 8 tahunan gak ketemu sama abang nya. Ia kemudian juga kehilang kontak sama abangnya setelah Ia udah nggak memiliki HP dan juga pindah dari kos-kosan," ucap Arum.


" Sekarang kok Bisa ketemu?" tanya Habibi.


" Mas Heri berencana untuk nikah dengan kak Eka dan kemudian kemarin orang tuanya datang ke butik, Mas Heri udah ketemu sama keluarganya dan sepertinya keluarganya itu gak suka sama Mas Heri. Mereka sudah berencana untuk jodohin Kak Eka dengan duda kaya yang ada di kampungnya. Karena Mas Heri mau mencari wali hakim Kak Eka baru cerita bahwa dia memiliki Abang laki-laki. Selama ini Kak Eka takut untuk menemui ataupun mencari abangnya itu karena dia takut abangnya juga akan marah dan juga membencinya sama seperti yang lainnya," ucap.


" Jadi Eka ketemu sama abangnya karena dicari sama Heri?" tanya Habibi.


Arum menganggukkan kepalanya.


" Orang tuanya udah datang ke sini?" tanya Habibi.


" Iya cuman datang sebentar kata Kak Eka udah itu pergi," jawab Arum.


Habibi menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tidak habis pikir melihat orang tua dari wanita yang sudah dianggapnya seperti keluarganya sendiri. " Saat anaknya terjatuh, dan melakukan kesalahan. Mereka tidak mau membantu dan juga memberikan dukungan. Mereka mengatakan buat malu, mencoreng nama baik keluarga, dan mengusir nya. Namun begitu melihat anaknya sudah mulai sukses mereka datang dan lupa akan dulu sudah mencoret nama baik keluarga. Lupa kalau anak itu sudah di buangnya. Kenapa gak dulu di cari kan suaminya. kenapa baru sekarang. Dulu katanya malu, sekarang kenapa gak malu. Gimana sih?" ucap Habibi. yang begitu kesal saat mendengar ucapan istrinya.


Arum hanya tersenyum saat mendengar ucapan suaminya. " Mas pandai ngomel juga ya," ucapnya.


Habibi memandang istrinya. " Kesal mas sayang," ucap nya


" Iya sih Mas, sekarang malah datang cariin calon suami kemarin gak di akui ," ucap Arum.


" Jadi abangnya mau ke sini ngapain?" tanya Habibi.


" Abang nya kak Eka mau ketemu langsung sama kita , dia mau ucapin Terima kasih karena selama ini kita udah mau bantuin adiknya," ucap Arum.


" Alhamdulillah," ucap Habibi.


" Kenapa mas?" tanya Arum


" Ternyata ada juga Keluarga nya yang punya hati," ucap Habibi.


"Kapan datangnya?" tanya Habibi.


" Katanya sekitar jam 8 mas,"


Habibi menganggukkan kepalanya. " Abang nya tidak seperti yang lain kan ? tanya Habibi.


" Kalau dilihat gayanya datang untuk mengucapkan kata terima kasih, sepertinya abangnya gak seperti orang tuanya," ucap Arum mengingat itikad baik Abang Eka.


" Mas mandi bentar ya," ucapnya kemudian.


" Iya," jawab Arum.


Habibi memegang tangan istrinya. " Ayo," ucapnya


" Arum sudah mandi mandi mas" ucap Arum.

__ADS_1


" Mandi lagi," ucap pria tersebut yang sudah memakai handuk dan membuka baju.


Arum mencubit pinggang suaminya tersebut.


" Gak mau nanti lagi di kamar mandi Vira datang manggil-manggil," ucapnya kemudian.


Habibi tersenyum Ia kemudian mendekati istrinya dan mencium bibir istrinya. Ia kemudian pergi ke kamar mandi setelah puas menciumi istrinya dengan buas. Arum hanya memajukan bibirnya memandang suaminya tersebut.


Ia meletakkan pakaian untuk dipakai suaminya ke atas tempat tidur. Ia kemudian turun ke bawah membuatkan kopi dan juga membawa cake untuk suaminya.


Arum masuk ke dalam kamarnya, Ia Melihat suaminya sedang memakai baju.


" Minum kopinya Mas," ucapnya yang meletakkan napan yang berisi kue dan kopi tersebut di atas meja.


Habibi tersenyum, Ia duduk di sofa dan meminum kopi yang sudah disediakan istrinya. Ia kemudian memakan cake cokelat tersebut.


" Jadi Rangga gimana kabarnya?" tanya Habibi. Sudah beberapa hari ini Ia tidak datang rumah sakit istrinya


" Baik mas, tambahan pinta,". ucap Arum.


" Kangen juga gak ketemu dia," ucap Habibi.


" Rangga itu selalu terlihat Heppy mas. uang nya juga sudah banyak," ucap Arum.


" Dapat duit dari mana?" tanya Habibi


" Dikasih-kasih orang rumah sakit terus di simpan nya. Uang-uang nya sudah Arum masukkan ke rekening. Dia nya juga belum ngerti ngitung uang," ucap Arum.


" Jadi berapa?" tanya habibi.


"Sebenarnya mas kasihan melihat Rangga. Namun pengalaman Wahyudi dan Lely membuat mas tidak berani untuk membawa Rangga itu tinggal di rumah kita ," ucap Habibi.


Arum tersenyum, gak apa-apa kok Mas, Rangga di rumah sakit udah Arum kasih kamar yang nyaman, terus juga di rumah sakit banyak yang sayang sama dia. Di sana dia gak pernah kekurangan kasih sayang kok. Arum juga tiap hari ngasih kerjaan tambahan untuk para perawat yang lagi dinas, untuk ngasih makan Rangga dan ngurusin Rangga. mereka bergantian-gantian untuk ngurusin Rangga. Bagian dapur juga udah Arum pesankan untuk mengantarkan sarapan pagi, makan siang, makan malam, susu, jus serta cemilan untuk Rangga," ucapnya.


Habibi tersenyum dan kemudian menganggukkan kepalanya.


Mereka melihat pintu kamarnya yang terbuka gadis kecilnya masuk ke dalam kamar tersebut tanpa permisi.


"Pipi udah mandi ya," tanya Vira yang langsung duduk di kakinya.


" Coba cium," ucap Habibi yang mendekatkan wajahnya ke wajah Putri nya.


gadis kecil itu memeluknya dan kemudian mencium bagian wajahnya. Hidung, pipi, kening dan juga bibir.


Arum yang memperhatikan putri dan suaminya, Hanya diam saja.


" Gantian dong Pi," ucap gadis kecil tersebut ketika Ia sudah mencium pipi nya berulang kali.


Habibi tertawa, Ia kemudian mencium putrinya begitu sangat banyak dan berkali-kali. Vira tidak ada henti-hentinya tertawa saat pipinya mulai klitik putrinya.


" Pi, Vera boleh ke depan ya," ucapnya meminta izin untuk ke rumah Androw.


Habibi mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan putrinya tersebut. " Nanti diusir Mami Ara," ucapnya kemudian.


Arum tertawa saat mendengar ucapan suaminya dengan putrinya tersebut.

__ADS_1


" Mami Ara lagi gak Di rumah Pi, Mami Ara lagi keluar sama Oma Linda," ucapnya yang berbisik di telinga Habibi.


Pria itu tertawa saat mendengar bisikan dari Putri kecilnya tersebut.


" Ya Pi, boleh ya. udah lebih 2 minggu Vira gak main sama Vino," ucapnya.


Dua minggu apanya sih?


Dua hari yang lalu aja Baru siap main sama Vino waktu di rumah sakit," ucap Arum.


Vira memajukan bibirnya " Bagi Vira ya mi 2 hari itu serasa 2 minggu, 2 minggu serasa 2 bulan dan dua bulan serasa 2 tahun," ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya yang kecil.


Arum menggeleng-gelengkan kepalanya. " Mimi nggak mau cepat punya menantu ya," ucapnya.


" Ya gak lah Mi, mana boleh si anak umur 5 tahun nikah," ucap Vira.


Habibi hanya tersenyum saat mendengar putri dan istrinya itu berbicara.


" Kalau mau ke rumah Vino, pergi nya sama kak May Sarah dan kak Ela ya," ucap Habibi.


" Iya Pi, Vira perginya sama Kak May Sarah dan mbak Ela ," ucapnya.


Gadis kecil itu kemudian turun dari kakinya dan menciuminya begitu sangat banyak sebagai ucapan terima kasih. Vira kemudian berlari keluar Keluar. Ia menghentikan kakinya ketika Mimi nya memangilnya. " Ada apa mi?" ucap gadis kecil itu


" Pipi aja yang di cium, Mimi gak?" ucapnya.


Vira tersenyum kemudian mencium miminya satu kali dan kemudian langsung berlari.


Arum memperhatikan putrinya itu.


" Vira jangan lupa jilbabnya dipakai," ucap Habibi ketika putrinya itu sudah sampai di depan pintu kamarnya.


" Oke," ucap gadis yang berambut hitam panjang dan lurus tersebut.


" Terkadang Arum sama Ara sering ketawa kalau udah lihat tingkah anak-anak kami Mas, bayangin aja masih kecil aja pengennya kayak gitu," ucapkan Arumi.


"Mereka itu sudah dekat sejak di dalam perut, bayinya juga selalu Main bersama, belajar jalan bersama, ngobrol dengan bahasa bayi brrdua, dan sekarang tau-tau nya dilarang dekat. pasti mereka harus beradaptasi dulu. ya wajar lah mereka itu saling rindu satu sama lain," ucap Habibi.


Iya sih mas. sebenarnya Ara juga gak tega lihat nya. kadang juga dia pura-pura gak tau kalau vino main sama Vira. Tapi kecil aja nempelnya Udah seperti itu, gimana nanti brsar," ucap Arum yang sudah mulai membayangkan 10 atau 15 tahun kedepannya. Namun Ia tidak bisa mengatakan bahwa ucapan suaminya salah.


Habibi tersenyum. " Itu karena masih kecil ntar kalau udah besar mereka tahu malu," ucapnya.


" Syukur kalau tahu malu, kalau misalnya udah biasa dari kecil nempel takutnya besarnya gak mau lepas nempel terus," ucap Arum.


" Pawangnya sudah adakan? ucap Habibi.


" Siapa?" tanya Arum.


" Istri Androw," ucapnya Sambil tertawa.


***


Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. terimakasih atas dukungan nya.


😊😊🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2