
selama seminggu ini, pria itu tidak pernah ke kantor nya. seperti yang dikatakan Androw ia akan di rumah seminggu penuh. menemani isterinya belajar. dan mencuri-curi kesempatan saat waktu senggang. mereka terkadang sudah seperti minum obat. 1 hari 3 kali. Ia terkadang merasa kasihan saat melihat istrinya kelelahan, namun melakukan penyatuan di saat istri nya dalam ke adaan hamil seperti ini, ada rasa kenikmatan tersendiri yang Ia rasakan.
" sayang maafkan aku." ucap androw ketika ia Baru saja menerima telepon.
" ada apa?" tanya Ara yang menadang ke Arah suaminya.
androw berjalan ke sofa panjang yang ada di ruang televisi tersebut. Ia kemudian duduk di pinggir sofa dan memegang tangan Ara.
" ada masalah dengan mall yg di Hongkong, itu mall terbesar yang kita punya di Hongkong sayang. Aku harus segera ke Hongkong untuk menyelesaikan permasalahan ini." ucapnya kemudian.
" berapa lama?" tanya Ara saat mendengar ucapan Androw.
" belum tau sayang." jawab pria tersebut.
matanya tampak sendu. Ia tidak ingin meningkatkan istrinya. apa lagi saat ini kondisi istrinya yang sedang mengandung.
" paling cepat berapa hari? " tanya Ara yang masih terus menatap Androw.
" bisa satu Minggu " jawabnya
" apa tidak bisa di percepat menjadi satu hari?" tanya Ara yang masih terus memandang suaminya.
androw menggeleng kan kepalanya.
" apa kamu ingin kerumah umi?
atau umi yang datang kesini?" ucap androw memberikan penawaran kepada istrinya.
" umi aja yang kesini mas. soalnya Ara ujian, kalau ada apa-apa yang mau Ara tanya ke Arum dekat. " jawab nya kemudian
androw mengangukan kepalanya.
" aku tidak ingin meninggalkan mu serta baby boy kita." ucapnya lirih sambil mengusap perut ara. pria itu mengambil posisi duduk di lantai dan menempel kan Kepala nya di perut istrinya yang sedang berbaring. tangan Ara mengusap-usap rambut pria tersebut.
" gak apa mas. " jawab Ara sambil memegang tangan suaminya.
"sekarang ya sayang." Ucapnya sambil menatap wajah istrinya.
" sekarang? " ara mengerutkan keningnya.
" apa kamu tidak kasihan sayang, di saat nanti aku merindukan mu ." ucap pria tersebut sambil mengendong tubuh istrinya.
" mas " ucap Ara sambil melingkarkan tangannya di leher suami nya.
" kamu sudah semakin berat sayang." ucap androw yang mendapatkan pukulan di dadanya.
" udah berat, galak lagi." ucap pria itu kembali.
" turunin Ara, ara bisa jalan sendiri" ucap istrinya yang membuat ia semakin tertawa.
androw merebahkan tubuh istrinya ke atas tempat tidur. Ia mulai menciumi istrinya. sehingga wanita itu sudah tidak mampu untuk menahan rasa sensasi yang di berikan suaminya. menurutnya, suaminya itu begitu pandai memuaskan nya. androw mulai melepaskan baju daster yang saat ini di pakai istrinya. suara desahan yang keluar dari mulut istrinya membuat gairah nya semakin naik. look lllakl
*****
" mas, sudah 7 hari lewat dari tanggal prediksi" ucap wanita dua anak itu sambil mengusap perutnya yang besar.
" apa belum ada ciri-ciri akan melahirkan dek"
ucap yoyo yang masih memandang istrinya.
__ADS_1
" belum ada ciri-ciri mau lahiran mas. kontraksi ada tapi hanya sakit sedikit kemudian rasa sakit itu hilang. Tanda-tanda bukaan seperti keluar darah juga tidak ada" ucap Pipit.
" kita ke bidan samsinar lagi dek untuk kontrol" ucap yoyo.
" iya mas, anak-anak bagaimana mas? tanya Pipit kemudian. mengingat orang tua nya yang tidak bisa datang sebab jauhnya kampung tempat orang tua nya. mereka juga tidak memiliki uang untuk transportasi ibunya nanti.
" kita titip saja dulu di tempat Hendra."
atau Muis. " usul yoyo di saat seperti ini, teman-temannya yang selalu membantu. mereka sudah seperti saudara.
semoga mbak Ira gak keberatan ya mas." ucap pipit
setelah mengantar kan kedua anaknya yang berusia 8 tahun dan 4 tahun di rumah sahabatnya. yoyo langsung menuju ke rumah bidan Samsinar yang tidak jauh dari rumahnya.
" detak jantung bayi masih bagus dan normal. posisi bayi, masih di atas sehingga tidak ada pembuktian. dan saya menyarankan ibuk Pipit untuk ke dokter spesialis kandungan. guna pemeriksaan lebih lanjut. " ucap bidan Samsinar.
deg... jantung Pipit langsung berdetak saat mendengar kan Ucapan bidan tersebut.
" bagaimana kalau di rangsang buk bidan ?" pinta Pipit.
" kita bisa merangsang, apa bila ada bukaan. namun sampai saat ini belum ada bukaan nya." ucap bidan Samsinar menjelaskan.
wajah Pipit dan yoyo Tampak berubah. mereka sudah mulai cemas.
" bapak pakai bpjs?" tanya bidan Samsinar kemudian.
" tidak ada buk." ucap yoyo .
" saya sarankan agar bapak langsung ke dokter spesialis kandungan hari ini juga " ucap Bidan Samsinar.
" bagaimana ini dek?" ucap yoyo saat Ia mengendarai motor nya menuju pulang. Pipit yang duduk di belakang nya. melingkarkan tangannya di pinggang yoyo.
" bagaimana kalau kita pergi ke rumah sakit arumi hospital " ucap yoyo.
" yang ngasih kita uang ya mas?" ucap Pipit yang masih mengingat perkataan suaminya.
" iya dek." jawab nya.
" boleh mas." ucap Pipit.
yoyo melajukan motor nya ke rumah sakit Arumi dengan kecepatan sedang.
motor matic nya Berhenti di halaman rumah sakit tersebut.
" besar sekali rumah sakitnya mas." ucap Pipit yang memandang rumah sakit tersebut, ia mendongak kan Kepala nya untuk melihat ke puncak rumah sakit itu.
" Ia dek, Arumi itu orang baik dapat suami juga orang baik." ucap yoyo
Ia mengandeng tangan istrinya untuk masuk ke dalam rumah sakit tersebut. walaupun sedikit ragu.
ia duduk di meja pendaftaran, guna untuk mendaftar kan istrinya.
" mau kontrol atau melahirkan pak". ucap perawat yang menerima pendaftaran tersebut
" mau kontrol dulu sus. "ucap yoyo.
yoyo diam sesaat.
" sus, saya di minta ibuk Arumi untuk ke sini. dan beliau berpesan agar saya memberitahu kepada perawat. agar bisa menghubungi nya.
__ADS_1
ucap yoyo kemudian.
" sebenarnya ya pak saya akan mencoba menghubungi ibuk Arumi. nama bapak siapa?
tanya perawat tersebut.
"yoyo" Ucapnya
perawat itu mengangkat gagang telepon nya.
terdengar ia berbicara dengan orang di sebelah sana.
" Mohon tunggu sebentar ya pak. dokter Dina masih di dalam perjalanan. bapak silahkan untuk menunggu di ruang itu. " ucap perawat cantik tersebut sambil menunjukkan ruangan yang tidak jauh dari meja pendaftaran tersebut.
yoyo dan Pipit duduk di kursi tunggu yang tidak jauh dari ruangan tersebut.
sekitar 30 menit ia duduk di sana, seorang perawat memanggil nama Pipit Nurhasanah.
membuat ia dan istrinya langsung berdiri dan berjalan menuju ruang tersebut.
dokter Dina Tersenyum dengan sangat ramah.
sudah lewat tanggal ya buk. " ucap nya yang sedang memandang kertas berwarna pink, yang berisi catatan pasien.
"iya dok" jawab Pipit.
"mari buk kita periksa. ucap dokter Dina sambil menunjukkan tempat tidur yang ada di depannya.
Pipit sudah berbaring di atas tempat tidur tersebut, dokter Dina masih terus menjelaskan sambil menggerakkan alat ditangan nya.
" kondisi detak jantung bayi masih normal buk. namun air ketuban sudah menghijau dan kental. jam berapa ibuk terakhir kali makan? tanya dokter Dina?
"jam 1 siang dok." Ucapnya dan saya hanya minum belum lama ini. jawab Pipit
" ibuk puasa dulu ya. jam 8 malam kita akan melakukan tindakan operasi. " ucap dina.
" wajah Pipit dan yoyo Tampak berubah."
" dok saya ingin normal" pinta Pipit.
" kondisi ibuk tidak memungkinkan untuk normal, ibuk mungkin bisa selamat. namun anak yang ibuk kandungan terancam tidak bisa di selamatkan. ucap dokter Dina.
Pipit Tampak pasrah.
Ia di dorong perawat mengunakan kursi roda. menuju ruang persalinan. di sana, perawat tersebut membersihkan bulu ***********. dan kemudian memasang kateter di saluran kemih nya, Pipit sedikit bersuara saat perawat tersebut memasukkan selang tersebut. perawat tersebut memasang infus di tangannya. yoyo dengan setia berada di sebelah istrinya. walaupun Ia merasa sangat nyeri saat melihat tindakan yang lalu istri nya sebelum masuk ke ruangan operasi.
sekitar 1 jam yoyo berasa di luar ruangan itu. seorang dari menunggu istrinya yang berjuang nyawa di dalam sana. Ia meremas-remas tangan nya.
"pak yoyo, putranya sudah lahir."
"anak saya laki-laki, dok?" ucap yoyo saat dokter Dina memberitahunya.
" apa saya boleh masuk dok untuk melihat anak saya." ucapnya.
belum bisa pak, bayi bapak sedang di bersihkan. dan dokter anak sedang mengecek kondisi bayi bapak. saya permisi dulu . " ucap dokter Dina.
******
like komen dan vote nya sangat author harap kan ya reader. terimakasih untuk yang sudah komen dan meningkatkan jempol nya. serta yang sudah iklas menyumbangkan poin nya.
__ADS_1
terimakasih 😊😊😊🙏🙏🙏🙏