
"Mas Eka coba," ucapnya saat ia sudah berada di dalam kamarnya.
Heri menganggukkan kepalanya." Mas tungguin ya," ucapnya.
Eka tersenyum, Ia masuk ke dalam kamar mandi.
"Gimana Sayang tanya Heri yang mengetuk pintu kamar mandi. Ia sejak tadi berdiri di depan pintu kamar mandi, menunggu hasil yang akan disampaikan oleh istrinya.
Eka membuka pintu kamar mandinya. ia tersenyum memandang suaminya dan memeluk suaminya tersebut. "Mas positif," ucapnya yang memberikan alat itu kepada suaminya.
Heri mengambil alat tersebut dan melihatnya. "Sayang garis Dua," Ucapnya nya.
"Iya mas positif," ucap nya yang kembali memeluk suaminya.
" Sayang, kamu hamil?" ucapnya.
" Iya mas,"ucap Eka dengan mata yang berkaca-kaca memandang.
"Sayang, aku sangat senang," ucap Heri. Ia mencium bibir istri nya. makasih sayang. makasih. ucapnya.
Eka mengangguk kan kepalanya.
jadi tingkah aneh dan buat kesel ini karena ini?" ucapnya yang mengusap perut istrinya.
Eka tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Dulu mas dan Rio sering tertawa saat lihat pak Habibi nurutin permainan istrinya yang aneh-aneh. Tapi sekarang istri mas yang minta aneh-aneh," ucapnya.
Eka tertawa saat mendengar ucapan suami.
"Kapan orang kalo ngadepin istri yang sedang hamil itu harus sabar," ucapnya yang tersenyum memandang suaminya.
Heri mengusap perut istrinya ia kemudian mencium istrinya tersebut. "anak Ayah sehat ya ucapnya mencium perut istrinya.
efek tersenyum memandang suaminya.
"sayang tapi masih boleh kan tanya Heri.
"boleh apa tanya Eka.
boleh ngelakuin ucapnya.
TK mulai mengerti apa yang diminta sama suaminya
Sayang udah 5 hari nggak tadi siang kamu pakai ganggu-ganggu bangun bangunin terus kamu tinggalin ucapnya.
Eka tersenyum memandang suaminya tersebut kemudian menganggukkan kepalanya tapi pelan-pelan ucapnya.
mencium bibir istrinya dengan sangat lembut.
ia merasa sangat senang dan mencium istrinya berulang-ulang kali.
"Sayang tapi bolehkan?" tanya nya.
"boleh, tapi pelan-pelan," ucaph hhmmmnya
Tersenyum mendengar jawaban istrinya.
***
__ADS_1
Arum masuk ke kamar adik bungsunya. Acara pernikahan akan laksanakan 2 hari lagi.
Ia tersenyum memandang memandang Aisah. Ada rasa Kasihan saat ia melihat adik bungsunya tersebut. Ia bisa membayangkan bagaimana perasaan adik bungsunya saat nanti ia baru mengetahui bahwa ia akan menikah, atau ia yang sudah berstatus istri.
namun apa yang disampaikan merah semuanya benar.
"Adek ada jasa lukis henna," ucap Arum.
"Terus kenapa Kak?" tanya Aisah.
"Kita ikutan lukis hena ya," ucapnya.
"Ngapain pakai pakai lukis Henna sih?" ucap Aisah.
" Ya nggak ada ikut-ikutan aja," ucap Arum.
"Iya nggak apa Ica pakai henna lukisan," ucap Mira yang mengusap pundak Aisah.
"Enggaklah mah nanti Ardi pulang dia malah ketawani Ica," ucapnya dengan memajukan bibirnya.
"Ya enggaklah pasti Ardi senang lihatnya," ucap Arum.
"Tapi Sepertinya Orang mau nikah Kak," ucapkan Aisah.
"Kakak juga pakai," ucap Arum.
Vira juga ucap Vira yang tersenyum lebar ucap viral yang tersenyum lebar. gadis kecil itu tidak kalah genitnya.
"Beneran Kakak pakai?" tanya Aisah.
"Iya dong," jawabnya.
"Mi Vira juga pakai," ucap nya.
Arum tersenyum dan menganggukkan kepalanya. " " Iya boleh," ucapnya.
Sebentar ya Mama panggil tukang lukis henna nya dulu," ucap Mira yang yang langsung keluar dari kamar calon menantunya.
Pukis Henna penganti tersebut masuk ke dalam kamar. Kedua wanita itu sudah mulai melukis henna melukis Henna yang datang berjumlah dua orang.
Aisah di lukis di tangan, kuku hingga kaki.
Arum hanya sedikit saja di punggung tangannya dan juga kuku.
"Mi, Vira sudah seperti artis India kan," ucap Vira ketika melihat tangan dan juga kakinya.
Arum tersenyum memandang putrinya tersebut.
"Ibu mau pakai Henna juga?" tanya Aisah yang memperhatikan ibunya yang sejak tadi hanya memandang putri-putrinya dan juga cucunya tersebut.
"Nggak usah lah, nanti dikira orang ibu pengantin baru," ucap Siti.
"Kak arum enggak pengantin baru tapi pakai Henna," ucap Aisah
"Ya beda, kalau ibu janda," ucap Siti.
Arum dan Aisah tertawa saat mendengar ucapan ibunya tersebut.
"Ibu apa enggak mau nikah lagi?" tanya Aisah.
__ADS_1
"Kalian kalau mau nyuruh ibu nikah kenapa baru sekarang?
Sekarang ibu sudah tua, yang mau sudah gak ada," ucap Siti.
Arum tersenyum mendengar ucapan ibunya.
"Kalau ada yang mau ibu, Apa mau?" tanya.
Siti tertawa saat mendengar ucapan putrinya tersebut
"Arum nggak ada larang bila ibu mau nikah lagi," ucapnya. setelah ia memiliki suami dan memiliki anak, ia begitu sangat tahu seperti Apa pentingnya peran suami bagi seorang wanita.
Siti tersenyum memandang putrinya. "Bagi ibu satu pria aja dalam hidup ibu, itu sudah cukup," ucapnya.
Arum tersenyum memandang ibunya. Ia kemudian memeluk ibunya. "Walaupun Ibu enggak punya suami tapi Ibu punya kami," ucapnya.
Aisyah tersenyum dan memeluk ibunya. "Kami sayang ibu, ibu adalah harta yang paling berharga untuk kami," ucapnya.
Siti tersenyum memandang putri-putrinya. "Ayah kalian sudah memberikan Ibu kebahagiaan yang sempurna. memiliki Putri yang cantik-cantik pintar pintar dan juga anak laki-laki yang ganteng pintar dan sangat bertanggung jawab ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Aisah memeluk ibunya, ia mengusap air mata ibunya tersebut. "Ibu nggak perlu cari suami lagi karena kami selalu ada untuk ibu," ucapnya.
Siti tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
***
Arum dan Vira berjalan bergandeng tangan.
"jalannya cepetan Vira mau lihat TV ucapnya yang mengangkat tangannya yang sudah seperti artis India tersebut.
Iya bedak harum yang tangannya sudah ditarik-tarik oleh putrinya. Dia kemudian masuk ke dalam kamar bersama dengan putrinya tersebut.
Habibie yang baru selesai mandi tersenyum saat melihat putri dan istrinya masuk ke dalam kamar.
"pipi lihat Vira ucap Vera yang mengangkat tangannya.
Habibi tersenyum saat melihat tangan putrinya sudah di lukis Henna tersebut. "cantik sekali," ucapnya.
Vira tersenyum memandang pipinya tersebut.
"Vira sudah seperti artis India Pi," ucapnya.
"Iya anak gadis pipi sudah mirip artis india. Habibi melihat tangan istrinya yang sudah memakai henna. "sayang pakai Henna juga?" tanya.
Arum tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Yang mau nikah siapa yang pakai Henna siapa?" tanyanya.
"Arum diminta pakai Henna sama tante mira. Kata tante mira biar Aisyah nggak curiga," ucapnya.
Habibi tersenyum memandang mana istrinya tersebut. "Ya sudah mandi," ucapnya kemudian.
"Ya udah aku mandi dulu," ucapnya yang membawa putrinya untuk mandi bersama dengannya.
****
Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungannya.
😊😊🙏🙏
__ADS_1