
Kenapa ada adegan cium-ciumnya thor kan gak muhrim?
Maap ya reader author hilaf. 🙏🙏🙏🙏
nikahin aja Thor?
Itu dia author pucing.
Author lagi cari kapan waktu yang tepat. Dan juga lagi cari hari,. Tanggal dan tahun baik. Jadi reader sabar ya. Tapi secara teknis hal tersebut sering sekali terjadi setiap ada kesempatan. Author juga gak tau. Apa karena ada setan' sebagai orang ketiga. Atau apa orang yg bersangkutan yang kesetanan.😂😂😂 ayo yang pernah muda pasti tau 😛
**********
Arum sudah sampai di kampus sebelum jam 7. Jam 6.15 Habibi sudah menjemput Arum di rumahnya. Habibi langsung ke kantor setelah mengantarkan pujaan hatinya menuntut ilmu. Yang katanya masih bisa mengendalikan diri untuk tidak menyentuh gadis pujaan hati. Namun selalu saja kebobolan petahana keimanannya. Hal tersebut bukanlah suatu hal tabu baginya yang sudah biasa hidup bebas. Sejak menamatkan SMA, Habibi dikirim Jhoni untuk melanjutkan pendidikan S1 nya di kanada. Ia mengambil jurusan manajemen bisnis dan lanjut S2. Ia baru di Indonesia sejak 3 tahun terakhir. Setelah hubungannya kandas dengan seorang model cantik Lena Ayu, Habibi sudah tidak pernah lagi berhubungan dengan wanita lain. Mengenal Arum saat ia masih menjabat sebagai wakil direktur di perusahaan yang di pimpinnya saat ini. Ibarat kata, cinta pada pandangan pertama, selanjutnya terserah anda. Pertemuan yang Tanpa di sengaja, dan kedekatan mereka berlangsung sampai saat ini.
Habibi langsung menuju ke kantor. Walaupun ia menjadi orang yang pertama kali datang
*********
“Sar, lu tau maba (mahasiswa baru) yang dekat dengan ardi.”
“Iya tau. Yang saat ini jadi trending topik.”
“Setelah gua cari tau. Ternyata tu cewek teman Ardi sejak kecil. Sampai saat ini status mereka masih hanya sebatas sahabat.”
“Terus???”
“Ya lu oon ya sar.”
“Oon gimana?”
“Kesempatan lu, untuk dekatin tu cewek. Ibarat kata orang nih ya, dekatin sahabatnya. Untuk meluluhkan hati Ardi.”
“Apa lu yakin sa.”
“Yakinlah, itu cowok misterius habis. Setidaknya lu bisa korek informasi dari tu cewek.”
“Betul lu sa, thanks.”
Sarah langsung memeluk Lisa sahabatnya. Sarah yang mencoba mendekati Ardi namun selalu harus menerima sakit hati. Dikarenakan tidak mendapatkan respon yang baik dari Ardi. Ia seakan di tolak mentah-mentah.
Begitu melihat Ardi bisa bersikap manis dan lembut kepada seorang gadis, Sarah sangat frustasi walaupun ia tahu kalau gadis itu memang cantik. Dalam artian ia sudah tidak memiliki kesempatan lagi. Yang membuat ia semakin marah. Saat melihat maba (mahasiswa baru) tersebut ternyata orang yang sama di dalam foto IG Ardi. Yang selalu di pertanyakannya. Namun begitu tahu Ardi dan Arum sahabat sejak kecil. Sarah seperti mendapatkan angin segar yang berhembus saat panas terik.
Sarah mengikuti saran sahabatnya untuk mendekati Arum, mengorek informasi tentang pria cool tersebut. Sarah yang memiliki wajah cantik, putih dan rambut yang berwarna coklat kemerahan yang dipakai menutupi rambut hitamnya. Ia juga terlihat seksi dalam berbusana.
Sarah salah satu senior Arum yang ikut serta dalam memberikan arahan untuk mahasiswa baru. Sarah mendekati Arum yang berjalan keluar dari ruangan bersama dengan Naura.
“Arum.”
“Kak Sarah. Ada apa kak.”
“Makan yuk kakak yang traktir.”
“Arum aja yang teraktir kakak.”
“Loh ini kakak yang ngajak kamu loh.”
__ADS_1
“Iya gak apa. Tapi sebagai junior yang baik. Arum mau teraktir kakak.”
“Oke beleh deh.” Balas Sarah
“Tapi ini sudah azan zhuhur kak. Kami mau sholat Dulu.”
“Oh iya, Kakak juga mau sholat.”
Saat mereka melangkah akan pergi. Langkah kaki mereka terhenti saat mendengar Ardi memanggil Arum.
“Eh Di. Eh bang.” Kata Arum spontan.
“Gak sopan kamu sama senior.” Balas Ardi.
“He...he...sori.”
“Mau ke mana?”
“Sholat. Habis itu makan. Mau ikut?” Arum mulai menjelaskan sama Ardi.
“Boleh.”
“Tapi di tempat yang semalam ya.” Pinta Arum
“Boleh.” Balas Ardi.
Sarah memperhatikan Ardi dan Arum. Ardi Tampak tidak kaku saat bersama dengan Arum.
“Ternyata kalian di sini,” Doni dan Ari yang baru datang langsung bergabung.
********
Setelah selesai sholat, mereka langsung menuju ke restoran. Mereka masuk ke dalam restoran yang sudah menjadi favorit mereka. Ardi memarkirkan mobilnya di sebelah mobil Sarah. Mereka masuk ke dalam restoran tersebut dan memilih meja yang bisa untuk mereka duduki bersama. Restoran ini cukup ramai di jam makan siang. Saat mereka sedang menunggu pelayan, Arum melihat dari arah luar. Tiga orang masuk ke dalam. Sosok yang sudah pasti sangat Arum kenal .
“Eh sebentar ya. Arum ke sana.” Menunjuk ke pintu keluar.
“Ngapain tanya Ardi.”
“Bentar aja.”
Arum berjalan menuju kearah pintu keluar.
“Mbak Sasa.” Arum memanggil nama sekretaris Habibi.
Sasa yang melihat Arum mengembangkan tangannya. “Arum. Duh kangen sama kamu.” Sambil mencium pipi Arum.
“Iya mbak. Arum ke kantor tapi mbak udah pulang.”
“Kamu sama siapa ke sini,” tanya Sasa.
“Sama teman-teman Arum.” Sambil menunjukkan arah tempat duduknya. “Kami lagi jam istirahat.”
Habibi tampak memperhatikan Arum. Diperhatikan Habibi membuat gadis itu jadi salah tingkah.
“Kesini mau ngapain pak.” tanya Arum.
__ADS_1
“Ketemu klien,” balas Habibi.
“Yuk biar Arum kenalin sama teman-teman Arum.”
Habibi melihat Arumi yang menjadi mahasiswa, dan Tampak gadis itu masih kecil dan terlihat manja dan imut.
“Boleh.”
Arum memperhatikan kesekelilingnya. Ia melihat bahwa kehadiran Habibi dan rekannya sudah diikuti oleh orang. Tampak 2 orang laki-laki yang berpakaian santai mengawasi kearah Habibi. Arum mendekati Habibi, “mas kondisi tidak aman.”
Deg jantung Sasa dan Habibi langsung berdetak. Rasid memperhatikan kesekelilingnya. Sepertinya restoran ini sudah diisi oleh mereka. Firasat Arum langsung tidak aman.
“Mbak Sasa, pak Habibi ayo ikut gabung dulu ke meja Arum jangan lihatkan kepanikan. Arum akan usahakan teman-teman Arum meninggalkan restoran ini Tampa di curigai.”
“Baiklah.”
Mereka menuju ke meja Arum. Arum melihat keberbagai arah. Tampak mereka menyebar. Bagian yang terlihat kosong, meja yang di duduki Arum berserta teman-temannya karena posisi yang mereka pilih di bagian tengah sehingga mereka tidak bisa menyimak apa yang akan mereka bicarakan.
“Klien datang jam berapa mbak?”
“45 menit lagi.”
Mereka duduk di meja Arum bersama teman-temannya. Arum duduk di sebelah Ardi.
“Di.”
“Iya.”
“Kamu bisa bawa teman-teman keluar dari sini tanpa ada yang curiga?” Berbicara tampak santai. Namun dengan nada suara yang sangat halus.
“Ada apa? Tanya Ardi
“Ikuti saja. Jangan ada yang panik dan mencurigakan.”
Ardi menganggukkan kepalanya. Kita pulang ke kampus. Ada yang penting harus di selesaikan.” Ardi berbica dengan teman-temannya.
“Ada apa Di?” Tanya Doni.
“Kita di tunggu Ketua Jurusan.”
“Makan kita gima?” Tanya Ari yang tampak kecewa.
“Lu pikir makan atau di marahin kajur.” Bentak Doni.
“Tapi gua lapar.”
“Nanti Arum bungkuskan.” Arum memberikan penawaran.
“Beneran ya.” Ari Tampak sangat berharap.
“Iya janji.” Balas Arumi.
Wajah Habibi dan Sasa tampak sudah mulai pucat. Rasid Tampak tenang. Sarah terlihat bingung dengan kondisi yang tidak iya pahami. Naura tidak memiliki firasat apa-apa sehingga tampak tenang.
Ardi menemui pelayanan, mengatakan bahwa mereka dipanggil ke kampus sehingga minta di bungkuskan saja dan teman mereka yang akan mengambilnya. Ardi langsung membayar nasi bungkus tersebut dan mereka pergi dengan mobil yang di kendarai Ardi dan Sarah. Di dalam mobil, Ardi Tampak pucat.
__ADS_1
“Ada apa Di,” tanya Doni. Ia memang mengira bahwa mereka di panggil kajur.