
Abdul hanya menganggukkan kepalanya saat mendengar ucapan pria tersebut. Saat ini ia belum mampu untuk berbicara. Kehadiran tamu yang tidak diduga, membuatnya tidak tau harus bersikap apa. Abdul belum mempersiapkan sama sekali untuk menyambut kedatangan keluarga yang datang melamar putrinya
Imam sedikit tersenyum ketika melihat orang yang ada duduk di sana memperdebatkan pohon uang yang dibawanya.
"Dolar," ucap tamu yang duduk di ruang tamu tersebut.
Semua mata terbuka lebar melihat pohon uang yang dibawanya. Pohon uang yang dibawa pihak laki-laki menjadi membicarakan di dalam ruangan tersebut.
Imam sedikit tersenyum saat mendengar ucapan tamu-tamu yang duduk di sana "Bapak, Ibu sebenarnya pohon uang ini bukan uang beneran. Untuk uang aslinya itu akan saya transfer. Ini hanya untuk simbolis aja biar terlihat keren," ucap Imam yang tersenyum malu saat pohon uangnya menjadi perdebatan.
May sarah mengangkat kepalanya dan tersenyum tersenyum memandang calon suaminya.
Tamu-tamu yang ada di sana tertawa saat mendengar ucapannya. Termasuk calon mertuanya sendiri.
"Yang penting nominalnya," ucap wanita yang duduk tidak jauh dari Eka.
"Baiklah Bapak, Ibu tujuan kami datang ke sini untuk melakukan acara lamaran terhadap adek May sarah. Kami juga sudah membawa hantaran untuk pernikahan. Bila seandainya lamaran Pak Imam di terima oleh adek May sarah dan pihak keluarga, maka kami akan meminta langsung penentuan tanggal pernikahan karena di sini pihak kami tidak ingin menunggu lama," ucap Robby yang kembali melanjutkan ucapannya.
Pipit dan Wati masih diam dengan mulut terbuka.
"Maaf sebelumnya, kami pihak keluarga belum mengenal pihak keluarga nak Imam dan bahkan kedatangan keluarga nak Imam ini sangat mengejutkan kami pihak keluarga yang ada di sini. Sehingga kami tidak memiliki persiapan apa-apa. Apa boleh kami meminta agar nak imam memperkenalkan diri terlebih dahulu. Kami juga ingin mengenal keluarga nak Imam. Agar kami bisa mengenal lebih baik. Sehingga obrolan kita selanjutnya akan lebih enak. Jujur saja saya ingin tau bagaimana nak Imam bisa mengeal putri kami dan juga keluarga nak imam sepertinya sudah sangat dekat dengan putri kami. ," ucap Abdul
"Saya minta maaf karena saya tidak memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. Nama saya Imam Pratama saat ini saya bekerja di salah satu perusahaan asing. Alhamdulillah jabatan saya sudah lumayan bagus di sana. Saya juga belum pernah memiliki pacar sebelumnya. Hubungan saya dengan May Sarah tidak sedang berpacaran. Saya sangat menyukai May sarah dan saya sudah berencana untuk melamar May sarah. Saya sudah pernah mengatakan hal ini kepada May sarah. Mungkin May sarah menganggap ucapan saya hanya gurauan saja. Namun jujur saya sangat serius dengan apa yang saya katakan kepada May sarah waktu kencan pertama kami," ucap Imam memandang gadis yang berwajah cantik tersebut. Ia berbicara begitu sangat jujur.
Wajah May Sarah memerah saat mendengar ucapan Imam tersebut. May tidak menyangka bahwa pria itu akan bersikap begitu sangat jujur dihadapan semua orang.
Eka tersenyum saat mendengar ucapan Abangnya. Begitu juga dengan Heri.
"kalau sudah mengenai cinta orang pintar jadi bodoh," ucap Heri yang berbisik di telinga istrinya.
Eka tersenyum mendengar dan mencuci pinggang suaminya saat mendengar ucapan suaminya.
Dino dan juga Elly hanya tersenyum memandang wajah putra sulungnya.
"Anak kami jenis orang pekerja keras, sehingga dia memang tidak punya pengalaman mengenai perempuan. ucap Elly yang memandang putranya.
__ADS_1
Melihat reaksi orang yang ada di sana membuat Imam cukup bingung mengapa mereka melihatnya seperti itu. Rasanya tidak ada yang salah dengan ucapnya.
"Sudah pernah di cium belum?" pertanyaan jahil yang muncul dari seorang pria yang duduk paling pojok. Pria muda itu sepupu May Sarah.
Imam menggelengkan kepalanya. "Saya tidak berani karena May sarah tangguh," ucapnya yang membuat mereka kembali tertawa.
Eka benar-benar tidak sanggup melihat sikap Abangnya tersebut.
"Ini yang duduk di sebelah saya adalah kedua orang tua saya ayah saya bernama Dino dan ibu saya Elly. Yang ini ini adik saya dan juga adik ipar saya Eka Pratiwi dan juga Heri dan yang kecil ini keponakan saya. Cewek-cewek yang cantik-cantik ini adalah adik-adik saya.
saya mengenal May sarah karena May sarah bekerja dengan keluarga Pak Habibi. berhubungan saya datang ke sini terburu-buru, sehingga saya tidak sempat memberitahu beliau. mungkin bila beliau tahu saya akan ke sini, mungkin beliau akan ikut serta. Hubungan keluarga saya dan keluarga Pak Habibi sangat dekat dan dan karena itu saya bisa bertemu dengan May Sarah. Saya juga minta maaf karena terlambat datang ke sini. padahal saya sudah janji dengan May sarah "ucapnya.
Pipit dan Wati masih diam memandang Imam.
Pipit memandang salut dengan pria yang memiliki wajah yang tampan tersebut. Pipit tidak menyangka bahwa pria yang sangat sempurna itu mau menerima putrinya.
Terima kasih atas perkenalan yang telah Pak Imam berikan. Maaf bila keluarga kami tidak dapat menyambut dengan semestinya. ucap Abdul
"Tidak apa-apa pak, kami tidak di usir saja sudah membuat kami senang," ucap Imam.
"May sarah pernah menceritakan hal itu dengan saya," ucap imam.
"Ini adalah ayah kandung May sarah, namanya pak Ahmad," ucap Abdul yang mengusap pria yang duduk di sebelah. Yang memakai jilbab hitam itu istri saya namanya pipit dan yang di sebelah Pipit itu ibu kandungnya May Sarah, namanya Wati," ucapkan Abdul menjelaskan.
Imam meletakkan tangannya di atas dada Ambil sedikit menganggukkan kepalanya. sebagai bentuk perkenalan dari jarak jauh.
"Terima kasih kepada imam yang sudah mau mau menyempatkan waktu untuk datang ke sini. Jujur saja putri kami sangat keras kepala nak Imam. Bila dia sudah mengatakan tidak maka jawab tidak akan pernah berubah. Kami selaku orang tua hanya bisa memberikan restu untuk anak kami. Kami menyerahkan semua keputusan kepada putri kami," ucap Ahmad memandang putrinya.
"May apa May mau menerima lamaran nak imam?" tanya Ahmad yang duduk di samping Abdul.
"Yang ini pasti diterima, menolak menyesal. cowok seperti ini bisa dapat dimana lagi," ucap salah seorang tetangganya.
"Terima May," ucap tetangga nya yang lain.
"Mana mungkinlah ditolak ganteng keren kaya lagi," ucap seorang yang duduk didekat May Sarah.
__ADS_1
"Kasihan May Kalau ditolak, sudah jauh-jauh datang dari Jakarta.
"Gimana mau?" tanya apa Ahmad.
May mandang Imam. Wajah pria itu tampak penuh harap agar ia menerimanya. May merasa Debaran jantungnya begitu sangat hebatnya saat memandang wajah calon suaminya. " Bismillahirrahmanirrahim May terima," ucapnya yang tersenyum memandang Imam.
Imam tersenyum lega saat mendengar jawaban May sarah. Dia memegang dadanya sambil menghempaskan nafasnya." Terima kasih," ucapannya.
May sedikit menganggukkan kepalanya.
Daffa yang duduk di pangkuan Heri mengangkat jempolnya sambil tersenyum memandang May sarah.
May sarah tersenyum memandangnya dan mengangkat jempolnya.
"Pak Imam beserta keluarga, bagaimana kalau kita makan terlebih dahulu sebelum kita melanjutkan obrolan mengenai tanggal pernikahan, "ucap Pipit. Mengingat untuk menentukan tanggal pernikahan mereka memutuskan untuk membicarakannya antara keluarga kedua belah pihak saja tidak dalam kondisi yang ramai seperti saat ini.
"Boleh," jawab Elly.
"Mbak Eka Pratiwi nanti kami boleh ya minta foto-foto terlebih dahulu," ucap para tetangga May Sarah.
Eka tersenyum saat mendengar ucapan ibu-ibu tersebut. "Iya Bu boleh," ucapnya.
"Terima kasih ya Mbak Eka," ucap ibu-ibu tersebut.
"kebetulan saya juga membawa koleksi hijab dari butik saya dan saya rasa itu cukup untuk ibu-ibu yang ada di sini," ucap ucap Eka.
membuat rombongan ibu-ibu itu begitu sangat senang mendengarnya.
***
Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungannya.
😊😊🙏🙏
Maaf Arumi dan Habibi nya gak bisa ikut.
__ADS_1