Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 251


__ADS_3

Eka tersenyum memandang pria yang masuk ke dalam ruangan nya. Pria itu kemudian duduk di kursi yang ada di depannya. "Sibuk?"


tanya Heri sambil memandang wanita cantik di depannya.


" Ya gitu Mas, banyak pesanan," ucapnya sambil tersenyum.


" Ini sudah jam makan siang ya bos," ucapnya menyindir wanita cantik tersebut.


Eka hanya tersenyum kecil saat mendengar ucapan pria itu. Ia tau bahwa pria itu begitu sangat marah bila Ia melewatkan makan siang nya dan sibuk dengan pekerjaannya.


" Iya Mas Ini udah tinggal dikit lagi kok ," ucapnya.


" mau makan keluar gak?" tanya Heri mengajak wanita cantik yang masih sibuk dengan pensil dan juga kertas di tangan wanita tersebut.


" Mau," jawab nya.


Heri duduk di kursi yang ada di depan Eka, Ia memandang wanita cantik tersebut l. Wanita itu tampak begitu sangat fokus membuat sketsa desain busana pengantin.


Eka memandangnya. "Jangan liatin gitu Mas jadi hilang nih konsentrasi," ucapnya.


" Mas lapar Kalau lihatin kamu laparnya sedikit hilang," ucapnya.


Eka tidak menjawab ucapan pria itu Ia hanya tersenyum kecil sambil memandang kertas yang di depannya.


Ia kemudian meletak pensilnya di atas meja dan mengambil tasnya yang ada di meja tersebut. " Ya udah yuk makan," ucapnya kemudian.


Heri tersenyum dan kemudian mengikuti Eka.


hari duduk di kursi kemudinya ia memasang sabuk pengamannya begitu juga Dengan eka yang duduk di sebelahnya memakai sabuk pengaman. " Mau makan dimana tanya Heri,"


" Yang dekat dari sini aja Mas biar gak lama kejebak macet," jawab Eka.


Heri membawanya ke salah satu restoran yang tidak jauh dari butiknya. Heri memarkirkan mobilnya di parkiran restoran tersebut. Ia masuk ke dalam restoran tersebut bersama dengan Eka mereka memilih tempat duduk yang tidak jauh ke dalam, restoran ini tidak terlalu ramai.


Eka meminum jusnya yang sudah lebih dulu diantar oleh pelayan tersebut ia merasa dadanya sangat berdebar-debar saat melihat pria yang duduk di depannya.


Heri meminum cappucino dingin miliknya.


tidak ada yang mereka bicarakan mereka hanya sibuk dengan pikirannya dan perasaannya masing-masing.


" Ayo Mas di makan," ucap Eka kepadanya,


saat pelayan sudah meletakkan hidangan tersebut Namun pria itu masih diam tanpa menyentuh hidangan yang ada di depannya.


Heri kemudian tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


mereka mulai menikmati hidangan tersebut tanpa ada yang berbicara mereka hanya fokus dengan apa yang saat ini sedang disantapnya.


Eka Secara diam-diam melihat pria tersebut. Ia tahu bahwa ini adalah hari ketujuh setelah pria itu memberinya waktu untuk menjawab lamaran pria itu. Eka tahu bahwa Heri menuntut jawabannya.


"Bagaimana jawabannya," tanya Hari setelah Ia selesai makan Begitu juga dengan Eka.


Eka diam dan Ia menggigit bibir bawahnya.


" Mas apa Mas yakin meminta aku untuk jadi istri mas?" tanyanya tanpa memandang mata pria itu.


" Bukan jawaban itu yang aku tunggu," ucapnya yang sudah tampak mulai kehilangan kesabarannya. Bahkan Ia sudah mengatakan aku kepada dirinya.


Mendengar ucapan pria itu Eka tahu bahwa pria itu tidak ingin Ia menunda atau berbasa-basi. Pria itu tampak sudah mulai kehilangan kesabarannya, " Mas aku akan memberikan jawaban hanya saja satu persyaratan yang aku minta," ucapnya.


" Apa tanya Heri yang mengerutkan keningnya.


" Bila Nanti orang tua mas tidak setuju sama aku, Mas tinggalin aku pilih mereka," ucapnya kemudian dengan meneteskan air matanya.


Heri memandang wanita tersebut. " Jadi apa jawabannya?" tanyanya.


Eka diam saat mendengar pertanyaan itu, pria itu tidak mau memberinya waktu untuk banyak berbicara. Pria itu hanya menunggu jawabannya, seperti yang dikatakannya Iya atau tidak. Ia selalu suka dengan kepribadian pria itu yang tidak pernah plin-plan. " Aku jawab iya Mas, hanya saja bila nanti keluarga Mas tidak menyetujui hubungan kita jangan dipaksa, Mas boleh ninggalin aku," ucapnya yang kemudian mengusap air matanya.


Ia sudah benar-benar mempertimbangkan untuk menerima Heri menjadi suaminya, apalagi perkataan terakhir dari adik angkatnya yang mengatakan bahwa Adik angkatnya itu berharap Ia mau menerima Heri.


Heri mengusap air matanya, untuk pertama kalinya pria itu memegang tangannya.


Eka Memandang nya. " Mas yakin?" tanyanya


Heri menganggukkan kepalanya. " Sebelum Mas melamar kamu, Mas sudah mengatakan hal ini kepada keluarga Mas, dan mereka tidak mempermasalahkan semuanya. Menurut mereka semuanya Mas yang akan menjalankan nya," ucap Heri.


Eka kemudian mengusap air matanya Ia baru tersenyum saat mendengar ucapan pria tersebut.


" Mas akan membawa kamu ke rumah keluarga Mas. Nanti setelah kamu berada di sana kamu akan tahu bahwa Mas tidak membohongi kamu," ucap Heri kepadanya. Kamu boleh datang membawa Daffa, tidak apa-apa bawa saja. Mas juga sudah berapa kali bawa Daffa ke rumah ibu," ucapnya kepada Eka membuat wanita itu sangat terkejut saat mendengar ucapannya.


" Bawa Daffa nya Kapan?" tanya dengan mata yang melotot.


" Sudah lumayan sering ," jawab Heri.


" Mas kok nggak ngasih tahu," ucap Eka yang memajukan bibirnya.


" kalau tahu mau minta ikut!" katanya Heri kepadanya.


Eka hanya memanjangkan bibirnya. " Tapi Mas bawa Daffa gak izin dulu," kemudian.


" Selama ini Mas bebas membawanya kemana aja," jawab Heri.

__ADS_1


Mas sudah berkonspirasi bersama dengan untuk diam-diam pergi tanpa mau ngasih tahu Eka ucapnya.


Heri hanya diam memandangnya. " Mas sudah membawa keluarga Mas pindah ke sini sejak 2 tahun yang lalu ,dan semenjak itu mas sering bawa Daffa ke rumah ibu," ucapnya.


Eka tersenyum memandangnya. " Mas Terima kasih ya kalau memang keluarga Mas mau nerima Eka dan juga Daffa," ucapnya.


" Banyak orang yang menghujat dan menghina masa lalu seseorang, Mereka mengatakan bahwa masa lalu orang itu begitu sangat buruk. Mereka terlalu sibuk untuk memberikan penilaian buruk tentang orang tersebut tanpa mau berdiri di samping orang itu untuk membimbing orang tersebut ke jalan yang lebih baik. Mas dari dulu begitu sangat kagum dengan kepribadian keluarga Pak Habibi. Mereka yang sudah begitu sangat kaya namun tidak pernah memandang remeh siapapun, bahkan kepada orang yang akan membunuhnya sekalipun. Ia tidak ingin menghakimi orang tersebut. berbeda dengan orang lain yang hanya tahu menyalahkan tanpa mau membantu. Mas bersyukur memiliki keluarga yang begitu sangat baik, keluarga Mas tidak pernah menghakimi seseorang. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Dalam hidup kita tidak pernah tahu apa yang akan kita temui di depan.


tersenyum memandangnya kemudian mengusap matanya yang mulai meneteskan air mata. " Terima kasih ya Mas," ucapnya


Heri menganggukkan kepalanya. " jadi Kapan acara pernikahan kita?" ucapnya.


Eka membesarkan matanya. kenapa buru-buru sih Mas ucapnya.


" Nunggu lama-lama untuk apa?" tanya Heri, " Lagi pulang ini sudah sangat lama masih menunggu dan sekarang mas mau disuruh nunggu berapa lama lagi?" ucapnya kepada wanita cantik tersebut.


Eka diam saat mendengarkan ucapan pria itu. " Eka harus memberitahu dulu ke keluarga Eka. Eka harus meminta izin terlebih dahulu kepada bapak di kampung dan Eka berharap bapak mau menjadi wali nikah Eka. Apabila nanti Bapak tidak mau maka mereka akan mencari wali hakim," ucap dengan tersenyum menutupi kesedihannya.


Heri menganggukkan kepalanya. " Mas akan temanin kamu untuk menemui keluarga kamu," ucapnya kepada Ika.


Eka tersenyum dan menganggukkan kepalanya. " Terima kasih ya Mas," jawabnya.


" Fashion show Eka akan di selenggarakan Lusa, jadi lusa Eka pasti sangat sibuk," ucapnya kepada Heri.


" Iya Mas tahu nanti mas bakalan bantu untuk mengurusnya. Kita akan cari waktu kamu tidak sibuk untuk ke rumah bapak kamu," ucapnya kemudian.


" Makasih ya Mas," jawab Eka.


***


Acara fashion show yang dibuatnya begitu sangat sukses. Hasil-hasil karyanya dan namanya mulai naik ke permukaan. Pesanan-pesanan baju sudah mulai bertambah begitu juga Pesanan baju pengantin. Sudah banyak para artis yang mulai membuat baju pengantin di butiknya.


Eka sudah berada di ruangan kerjanya, Ia begitu banyak mendapat pesanan sehingga Ia begitu fokus untuk mendesain baju-baju pengantin yang sudah datang ke tempatnya.


" Ibu permisi ada yang mencari Ibu," ucap Tari kepanya.


" Siapa?" tanya Eka.


" Mereka mengaku keluarga," ucap Tari.


*****


jangan lupa like komen dan votenya ya Reader.


terimakasih atas dukungan nya.

__ADS_1


😊😊🙏🙏


__ADS_2