
Habis ini kakak mau foto nggak?" Tanya Arum. Ketika pelayanan restoran tersebut meletakkan pesanan mereka ke atas meja.
Mereka memilih makanan di sebuah restoran sunda. Iya Hanya duduk berdua dengan Eka satu meja sedangkan Heri may sarah dan Daffa dan juga Vira mereka duduk di meja yang berada dari nya.
Eka tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Apa mau foto prewed sekalian?" tanya Arum.
Eka diam dan kemudian memandang Adiknya itu. " Foto prewed apa?" tanya.
" Foto prewedding Kakak sama calon ayah Daffa," ucap Arum Sambil tersenyum jahil.
Eka membesarkan makanya saat mendengar ucapan dari adik angkatnya tersebut.
"Sekarang Arum sudah bisa lepasin kakak.
Kakak akan mencoba untuk mandiri" Ucapnya.
" Arum akan melepaskan kakak jika kakak sudah benar-banar bisa berdiri dengan kokoh, dan yang terpenting kakak sudah nikah" Ucapnya yang berbisik di telinga Eka.
Ia diam saat mendengar kalimat terakhir yang dikatakan adik angkatnya itu.
" Kalau Arum gak lepasin kakak bagaimana caranya kakak bisa berdiri sendiri, Sudah 4 tahun Arum memikul tanggung jawab terhadap kakak dan juga Daffa. Kakak sudah gak mau nyusahin Arum terus," ucapnya sambil mengusap air matanya.
" Kakak jangan ngomong gitu," kakak gak nyusahin Arum kok," ucapnya.
" Kakak ingin membuktikan kepada keluarga kakak, kalau kakak yang di anggap sampah mungkin bisa berguna nanti. Kakak ingin menunjukkan kakak dan anak kakak bisa sukses," ucapnya.
" Kakak rencananya mau gimana?" tanya Arum yang sedang minum jus jeruk nya.
__ADS_1
" Kakak berencana membuka butik kemudian membeli beberapa unit mesin jahit, mesin obras, mesin sablon dan juga mesin bordir. Kakak akan merancang busana syar'i untuk wanita dewasa anak-anak segala usia. Kemudian untuk pria dewasa dan juga anak laki-laki. Hasil rancangan Kakak akan Kakak produksi dalam jumlah yang cukup banyak dan nanti akan dipasarkan ke seluruh Indonesia. Hanya saja untuk tahap awal Kakak akan memproduksi 10 Pcs setiap model, dan apabila pesanan bertambah maka Kakak akan meningkatkan jumlah produksi. Kakak juga akan memproduksi hijab syar'i," ucapnya yang memang sudah lama merencanakan bisnis tersebut
Arum menganggukkan kepalanya." Kakak hebat, keren Kakak bisa mulai cepat secepatnya," ucapnya.
" Iya Kakak akan mencari lokasinya yang strategis. Untuk modal usahanya Arum gak usah pikirin, uang yang Arum kasih itu sangat banyak jadi kakak bisa nabung setiap bulan. Kakak sudah mencoba menghitung modal secara kasar, Uang yang ada seperti nya sangat cukup," ucap nya.
Arum tersenyum memandang Eka, kemudian Ia menganggukkan kepalanya. " Besok Arum akan menemani kakak untuk mencari ruko buat putik ucap Arum.
" Arum gak usah repot-repot, kakak sama Kak May atau Mas Heri untuk menemani kakak mencari lokasinya yang strategis. Apa bila sudah ketemu kita bakalan lihat berdua," ucapnya kepada Adik angkat nya itu. Ia tidak ingin Adik angkatnya itu repot-repot menemaninya untuk mencari tempat yang pasti akan memakan waktu yang lama.
" Boleh juga, Kalau nanti kakak kekurangan modal, Arum akan tambah" Jawab Arum sambil tersenyum.
Eka tertawa mendengar ucapan adik angkatnya, saat ini Ia Merasa Arum lebih dari keluarga nya sendiri. " Bila Nanti uang kakak kurang, sudah pasti kakak akan meminta nya dengan Arum. Arum tau sendiri kalau kakak gak punya siapa-siapa selain Daffa dan juga Arum," Ucapnya.
" Itu ada yang bersedia jadi pendamping kakak, tapi kakak angurin," ucap Arum.
Eka hanya tersenyum, sebagai wanita yang memiliki anak tanpa suami iai sangat tahu diri sekali seperti apa pandang orang lain terhadap nya. Walaupun pria itu sangat baik kepadanya dan menyayangi putranya, namun Ia tidak ingin egois agar Pria itu menjadi Suaminya. Pria itu berhak mendapatkan yang jauh lebih baik darinya.
" Mau ikutan foto gak?" tanyanya kepada Heri yang duduk di kursi studio tersebut.
" Apa boleh," tanya pria tersebut.
Eka menganggukan kepalanya.
Ia kemudian foto bersama dengan HerI dan juga putranya. Mereka terlihat seperti sebuah keluarga.
****
Eka mulai sibuk mempersiapkan butik yang akan dibukanya. Iya sudah mendapatkan tempat yang lokasinya sangat strategis. Alat-alat, mesin-mesin serta bahan-bahan yang yang dibutuhkannya untuk memproduksi hasil rancangannya sudah disiapkannya. Ia sudah membeli 5 unit mesin jahit, mesin obras, mesin bordir, kemudian juga mesin sablon. Ia hanya tinggal mencari pekerja yang akan dipakainya untuk membantunya menyiapkan barang hasil produksi butik nya. Ia juga sudah menyiapkan berbagai macam jenis bahan yang akan dipakainya untuk memproduksi baju syar'i yang akan dipasarkan nanti. Dalam memproduksi busana syar'i nanti Ia akan membuat berbagai tingkatan harga sehingga hasil rancangannya bisa dipakai oleh seluruh kalangan. Ia sudah menyiapkan berbagai macam bahan-bahan untuk harga yang standar, Ia tetap memberikan bahan yang bagus dan kualitas namun harga bahan tersebut lebih murah dari pada harga bahan untuk kualitas tinggi. Dalam artian walaupun Ia menjual busana syar'i dengan harga yang standar namun kualitas tetap diutamakan. Untuk tahap awal Ia tidak akan memproduksi dalam jumlah yang banyak. Ia akan memproduksi 1 model 10 Pcs, yang mana barang-barang produksi awalnya ini akan dipasarkan nya terlebih dahulu di dalam butiknya untuk menjadi sampel. Ia juga membayar seorang model untuk dijadikannya model busana syar'i yang dirancangnya.
__ADS_1
Jari-jari lentiknya sudah mulai membuat sketsa gambar di sebuah kertas. Wanita cantik itu terlihat fokus dengan pensil di jarinya serta beberapa kertas yang sudah dibuatnya. Ia Begitu fokus duduk di mejanya yang berada di dalam ruangan butik nya.
Ia sudah mulai mempekerjakan 1 orang karyawan untuk menjaga di bagian depan, karena selain merancang busana Ia juga menerima pesanan dan juga baju pengantin Ia juga membuka lowongan pekerjaan untuk wanita menjadi tukang jahit di butik miliknya.
"Ibu permisi ada ada yang datang untuk melamar menjadi tukang jahit," ucap Nisa karyawan butiknya tersebut.
" Boleh suruh masuk aja langsung masuk," ucapnya kepada Nisa.
" Baik bu," jawab Nisa.
" Permisi Bu," ucap seorang wanita yang berusia 30 tahun tersebut.
Eka tersenyum dan kemudian mempersilahkan wanita itu untuk duduk.
wanita itu memperkenalkan dirinya terlebih dahulu dan kemudian menyerahkan surat lamaran yang sudah di bawahnya. " Ini Bu surat lamaran yang sudah saya siapkan," ucap wanita tersebut.
Eka mengambil surat lamaran itu dan melihat biodata nama karyawan tersebut.
" Ibu Ratih pernah mengikuti pelatihan menjahit ya," ucapnya ketika Ia melihat membaca sertifikat dan Curriculum Vitae milik pelat tersebut.
wanita itu menganggukkan kepalanya Iya Bu jawabnya.
"pernah bekerja di konvensi jahit ya," ucapnya.
" Ia buk," Jawab wanita tersebut.
Lamaran Ibu Ratih saya langsung terima dan Ibu Ratih bisa mulai bekerja lusa disini. Saya memakai sistem training selama 3 bulan. masa training itu Saya akan mengambil waktu 3 bulan. Untuk masa training dalam waktu 3 bulan saya akan memantau Bagaimana pekerjaan Ibu Ratih dalam menjahit. Saya akan mengecek mulai dari jahitan hingga kecepatan karena di sini Saya menerima karyawan yang bisa bekerja dengan target yang saya tentukan.a Apabila tidak bisa mencapai target atau mungkin jahitan kurang rapi dan atau tidak bisa bekerja sama dengan baik maka saya tidak akan memperpanjang untuk menjadi karyawan saya. Namun saya tidak melarang bila Ibu Ratih ingin mungkin memproduksi jahitan yang lebih banyak dari target yang saya terapkan. Setiap kali ada akan menghitung bonus bila Ibu Ratih di atas target, untuk gaji UMR apa bila sudah di angkat menjadi karyawan butik saya," ucapnya.
***
__ADS_1
jangan lupa like komen dan votenya ya reader.