Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 6


__ADS_3

Udara dan cinta. Merupakan dua hal yg berbeda. Namun memiliki banyak kesamaan. bisa di rasa namun tidak bisa di lihat. Bisa di rasa namun tidak bisa di sentuh. Namun sangat berarti dan sangat di butuhkan. Tampa udara, manusia bisa mati. Tampa cinta, manusia hampa.


*********


“Kok kamu belum siap?” tanya Ardi.


“Aku dah mandi, tinggal ganti baju.” Ucap gadis tersebut.


“Ooo... iya udah cepat, ntar habis lagi yang ada di pasar,” ucap pemuda itu.


Arum bersiap untuk ke pasar. Mereka pergi ke pasar tradisional terdekat. Gadis itu membeli cabe, bawang merah, bawang, putih, sayur, telor. Beras, gula, teh, garam, wajan, rak susun untuk piring, masih banyak lagi yang dibelinya.


“Kalau pengantin baru emang seperti ini mas, rempong. Harus di beli semua.” Kata pedagang yang melihat belanjaan yang di bawa Ardi.


Arum langsung melotot.


“Iya mas,” jawab pemuda itu sambil tersenyum.


“Istrinya cantik sekali ya mas, pantas cepat-cepat nikah. Takut di ambil orang,” jelas pedagang tersebut.


Arum hanya diam sambil melotot melihat ke pemuda tersebut. Dan pemuda itu hanya tersenyum.


“Moga langgeng ya mas,” ucap pedagang tersebut.


Ardi menjawab “amin.”


Mereka pergi meninggalkan pedagang tersebut setelah membayar belanjaan yang di bawanya.


“Masak kita di bilang pengantin baru.” Omel gadis tersebut saat di jalan.


“Ini efek belanja kamu. Masih ada lagi. Cepat aku yang bayarin. Selama kamu belum dapat gaji. Biaya kamu aku yang tanggung.” Kata Ardi.


“Ini aja dulu,” kata Arum sambil memandang ke Ardi. “Makasih ya Di. Apa Arum boleh ganti ini semua. Kalau aku udah ada duit?” Tanya gadis itu kemudian.


Ardi tersenyum. “Gak usah.”

__ADS_1


Arum melihat Ardi. “Apa kamu sekarang pakai kaca mata.” Tanyanya kemudian.


“Iya. Gantengkan.” Kata Ardi sambil senyum


“Banget.” Jawab Arumi seperti tak ikhlas memuji.


Ardi hanya senyum. Mereka pulang ke kos Arum.


“Gimana tes semalam Rum,” tanya pemuda tersebut.


“Arum belum ada panggilan. Tapi sepertinya hrd yang tes Arum kemarin, tertarik sama Arum Di.” Jelas Arumi.


“Ooo... ya mereka tanya apa aja,” tanya Ardi.


“Katanya, Arum cantik seperti model, apa yakin mau jadi cleaning servis. Ya Arum bilang mau. Dilihatnya umur, Arum baru 18 tahun. Apa pandai kerja. Ya Arum kasih tau keahlian Arum. Mereka sampai bengong. Dilihatnya nilai UN Arum. Mereka makin terkejut lagi. Mereka sampai terdiam lihat Arum menjelaskannya.” Jawab Arumi menjelaskan.


“Hebat kamu, moga secepatnya di panggil,” ucap pemuda tersebut memberikan semangat.


“Rum, aku banyak tugas. Aku langsung pulang ya.” Kata Ardi kepada Arumi.


“Iya. Makasih ya untuk semuanya,” ucap gadis tersebut.


“Gak usah Di. Aku udah kerja kok di warung pecel lele. Kalau untuk keperluan harian, Arum cukup kok.” Arumi menolak pemberian Ardi secara halus.


“Udah gak usah banyak protes. Aku pergi dulu ya,” sambil melambaikan tangan ke arah Arum.


“Di makasih ya. Hati-hati di jalan,” teriak Arumi.


Pria yang sudah duduk di atas motornya. Dan sedang memakai helm di kepalanya tersebut. Tampak tersenyum.


********


Gadis tersebut masuk ke dalam kamarnya. Sambil bersiap-siap untuk kembali bekerja di pecel lele. Berhubung semalam dia gak masuk, jadi hari ini dia gak mau telat. Di lihatnya uang yang di tinggalkan Ardi. Pria itu meninggalkan uang 1,5 juta. “Ya allah Di. Kamu baik banget. Aku bersyukur bisa punya sahabat seperti kamu,” ucapnya.


Arum berjalan ke warung pecel lele tersebut.

__ADS_1


“Maaf ya mbak, semalam Arum gak masuk,” kata Arumi kepada mbak Ina.


“Iya gak apa. Para pembeli, kecewa gak lihat kamu,” ucap mbak Ina.


“Maaf mbak,” ucapnya yang gak enak hati.


“Iya gak apa,” balas mbak Ina.


Hari ini warung pecel lele mbak Ina sangat ramai. Mbak Ina, mas Heru suaminya dan Arum, sangat kesulitan meladeni pembeli. Bahkan ada seorang pengunjung yang memviralkan Arumni. Dengan judul, cewek cantik bak model bekerja di pecel lele mbak Ina yg berlokasi di jalan bla....bla..... Yang membuat warung makan tersebut semakin ramai yang datang. Selain ingin menikmati rasa pecel lele di sana. Mereka juga ingin melihat gadis cantik tersebut.


Hari ini tutup lebih cepat. Jam 10 malam semua menu sudah habis. Mbak Ina memberikan gaji harian Arum yang sudah naik dua kali lipat dari perjanjian awal. Gadis itu tampak terkejut dan juga senang. Gajinya sudah menjadi Rp. 70.000,- perhari dalam waktu yang begitu singkat.


Gadis itu pulang ke kosannya sambil berjalan kaki. Arum merasakan ada yg mengikutinya dari belakang. Namun iya tetap berjalan dengan sangat santai. Seakan-akan tidak ada apa-apa. Begitu sampai di gang yang kecil, dan sempit, di tempat yang gelap dan sunyi. Tiga orang laki-laki dengan badan yg tegap. Langsung memegang tangan gadis tersebut. Yang pada saat itu memakai baju pink, jelbab pink dan rok bunga 2 kembang berwarna merah.


Gadis tersebut langsung menghentikan langkahnyanya. Ketika pria berbadan besar tersebut memegang tangannya dengan kuatnya. Pria tersebut ingin memegang dagu runcing gadis tersebut. Gadis tersebut langsung menghindar.


“Sepertinya anda salah sasaran tuan,” ucap gadis tersebut, sambil berbicara dengan para preman tersebut.


“Mana mungkin nona. Wanita cantik sempurna seperti kamu, sangat enak di nikmati ramai-ramai, dan kemudian kami jual di tempat rumah bordil. Atau, kami tidak akan melakukan apa-apa kepada kaum adek kecil. Sudah pasti, kami bisa meletakkan tarif yang sangat mahal, kalau terbukti kamu gadis perawan.” Ucap pria yang terlihat bos dari pereman tersebut.


Gadis itu mulai melepaskan pergelangan tangannya yang di pegang oleh pereman tersebut. Gadis tersebut menendang bagian kepala pria bertubuh besar dan berkulit gelap didepannya. Yang membuat pria tersebut langsung mundur dari posisi berdirinya. Iya kemudian menendang dada serta perut pria tersebut. Melihat temannya di serang, dua orang yang tadi memegang tangan gadis tersebut langsung menyerang. Ya, bukan arum namanya, jika tak bisa melumpuhkan musuhnya dalam waktu 30 menit. Melihat gadis tersebut sangat hebat beladiri, ketiga preman tersebut lari.


*********


Akhirnya ia sampai ke kosnya setelah beradu laga dengan para preman.


 


episode ini lebih pendek ya. jangan lupa like dan komen nya biar Arthur lebih semangat




seperti inilah kira-kira gambaran Arumi.

__ADS_1


dan ini Ardian Kusuma cowok ganteng calon dokter. begini lah kira2 gambaran sosok yang memerankan Ardian. 



__ADS_2