
"Kita mau kemana?" tanya imam.
"Maksud bapak?" ucap May sarah yang membesarkan matanya. Bukankah pria ini sudah mengetahui kemana tujuannya. Kenapa masih bertanya, pikir May Sarah.
"Ke Jakarta atau kampung kamu?" ucap Imam.
"Ke Jakarta pak, ke kampung saya ngapain?" tanya May sarah yang tidak mengerti.
"Ya lamar kamu," jawab imam.
May Sarah hanya diam saat mendengar ucapan Imam. Ia begitu sangat kesal memandang senyum Imam yang terkesan mengejeknya. Mentang-mentang pria itu tau bahwa dirinya akan di jodohkan. Pria itu sengaja mengejek habis-habisan.
Imam tersenyum sambil mengemudikan mobilnya dengan santai.
May Sarah hanya duduk diam di samping kursi kemudi. Matanya fokus memandang ke depan. Sebenarnya dia sangat menyadari bahwa pria yang duduk di sebelahnya sejak tadi memperhatikannya. Namun ia tidak memiliki keberaniannya untuk memandang pria tersebut.
"Kenapa kamu diam saja," ucap Imam yang sejak tadi memperhatikan May Sarah. Ia berusaha bersikap tegas meskipun jantungnya berdetak dengan sangat hebatnya saat Berada di dekat gadis cantik yang susah senyum tersebut.
"Tidak tahu mau bicara apa," jawab May Sarah.
"Bicara apa saja boleh."Misalnya apa mahar yang kamu inginkan." Imam sedikit tersenyum. ucapan pria itu terkesan bercanda, namun pria itu benar-benar serius dengan perkataannya.
May Sarah memandangnya saat mendengar ucapan imam tersebut. "Mahar itu adalah bukti tanggung jawab awal suami kepada istri. Saya tidak menuntut mahar yang mahal. Tergantung suami saya sangup memberikan apa. Saya juga tidak masalah bila calon suami saya memberikan saya seperangkat alat sholat," jawab May Sarah.
Imam tersenyum memandang nya. "Konsep pesta pernikahan seperti apa yang kamu inginkan?" tanya Imam.
"Pesta yang biasa saja, seperti kebanyakan acara pesta pernikahan di kampung saya yang memakai music keyboard. Yang penting saudara dan para tetangga datang," ucap May Sarah.
Imam tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ia memperhatikan gadis tersebut. Imam begitu sangat kagum melihat gadis cantik yang duduk di sebelahnya. Permintaan dan keinginan gadis itu semuanya begitu sangat simpel dan sederhana.
__ADS_1
"Apa bila, kamu sudah berjumpa dengan pria pilihan keluarga kamu dan saya datang melamar kamu. Siap untuk kamu pilih?" tanya Imam.
May Sarah diam saat mendengar ucapan pria yang duduk di sebelahnya. Jantungnya berdegup dengan sangat hebatnya, bahkan seakan ingin lepas dari tempatnya. Ia menelan air ludahnya yang terasa kering. Bagaimana mungkin dia bisa menjawab pertanyaan dari pria itu. Jangankan untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pria yang duduk di sebelahnya. memandang wajah pria itu saja dia sudah tidak sanggup. Pasokan oksigen mulai berkurang saat ini dirasakannya. Bila mobil itu bisa berhenti ingin rasanya May keluar dari dalam mobil dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya dan berusaha untuk menetralkan detak jantungnya yang sudah tidak terkendalikan lagi.
"Kenapa diam, "ucap Imam yang masih menunggu jawabannya. Imam sangat deg-degan harus menunggu jawaban dari gadis itu. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana bila gadis itu mengatakan akan memilih pilihan keluarganya. Ingin rasanya pria itu memegang dadanya, Namum hal itu tidak mungkin dilakukannya mengingat gadis itu duduk di sebelahnya. Imam tertawa. "Aku sudah yakin kamu pasti akan memilihku," ucapnya yang berusaha untuk mengatasi kecanggungan nya.
May sarah hanya diam tanpa menjawab ucapannya. Mereka berdua Diam tanpa banyak berbicara hanya suara musik yang ada di dalam mobil itu yang terdengar. Gadis itu terlihat begitu sangat mengantuk. Sehingga ia tidak ingin mengajak gadis itu untuk berbicara. melihat gadis itu tertidur mungkin begitu menyenangkan pikirnya. Ia hanya berpura-pura fokus dengan jalan yang ada di depannya.
May sarah mulai memejamkan matanya saat ini, bila bisa tidur mungkin membuat dia lebih nyaman dari pada harus mendengar ucapan pria yang duduk di sebelahnya. Setiap kali pria itu berbicara dengannya. Membuat jantungnya akan lepas dari tempatnya. May sarah mulai memejamkan matanya hingga benar tertidur.
Imam melihat gadis itu yang sedang tertidur. berulang-ulang kali ia melihat gadis itu secara diam-diam, seperti seorang maling yang sedang mengintai mangsanya. Saat ini kondisi gadis itu sedang tertidur. Namun dia takut kalau Gadis itu mengetahui bahwa sejak tadi matanya selalu memandang gadis tersebut.
***
"Vira bangun," ucap Arum yang membangunkan putrinya ketika adzan subuh.
"Vira ngantuk Mi," jawabnya.
"Vira salat sendiri aja, Mimi sama pipi salat duluan," ucapnya yang tidak mau membuka matanya.
"Selesai salat langsung siap-siap ya sayang. Kita pergi free day ya," ucap Habibi memandang istrinya.
"Iya mas Arum akan langsung siap-siap," jawab Arumi.
"Vira nya biar aja tidur," ucap Habibi.
Vira membuka matanya saat mendengar ucapan pipinya "Vira bangun Pi Vira mau wudhu dulu." Vira begitu sulit membuka matanya.
Arum dan Habibi hanya tersenyum saat melihat tingkah lucu putrinya.
__ADS_1
Rangga keluar dari dalam kamar mandi setelah berwudhu. Anak itu bangun sendiri sebelum subuh dan ikut mengantri menunggu Arum dan Habibi yang keluar dari kamar mandi. Begitu Arum dan Habibi keluar, Rangga masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa handuk dan baju gantinya.
"Pi, gendong Vira, Vira masih ngantuk," ucap Vira yang berusaha membuka matanya dan mengembangkan tangannya.
Habibi tersenyum dan menggendong putrinya. "Kapan mau besar sih sayang pipi, katanya mau punya adek," ucapnya.
"Nanti Vira bakalan besar kalau adiknya sudah lahir," ucapnya yang memeluk leher pipinya
Arum hanya tersenyum saat mendengar ucapan Putri kecilnya tersebut.
Mereka kemudian melakukan salat berjamaah.
setelah salat Arum mengganti baju putrinya dengan stelan baju olahraga yang berwarna pink dan jilbab pink. Arum juga memakai stelan olahraga yang sama dengan putrinya.
Habibi dan Rangga sudah siap dengan memakai sepatu sport dan celana training beserta baju kaos.
"Sudah siap?" tanya Habibi yang memandang putri dan juga istrinya.
"Sudah kita langsung jalan Pi," ucap Vira yang tersenyum lebar.
"Oke, ayo," ucap Habibi.
"Tapi nanti Vira ke rumah Vino dulu ya pi manggil Vino, Vino pasti mau ikut," ucapnya.
"Iya boleh," ucapkan Habibi.
****
Jangan lupa like, komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungannya.
__ADS_1
😊😊🙏🙏
"