
Eka menganggukkan kepalanya. " Semua itu masa lalu bu, Eka tahu," jawabnya.
" Apa ibu mau tahu bagaimana Eka menjalani masa sulit Eka saat itu. yang semua nya Eka jalani sendiri?" tanya.
" Kamu gak perlu ingat-ingat masalah itu lagi. Eka, semua itu masa lalu apa kamu tidak malu mengingat masalah kamu yang punya anak tanpa suami?
Kamu enggak malu?" tanya Eli dengan nada ketusnya.
Eka hanya tersenyum sambil sedikit mengangkat sudut bibirnya sebelah. Bahkan keluarga nya itu tidak sedikit pun bertanya tentang putranya.
" Bagaimana ceritanya kamu bisa memiliki usaha seperti ini?
Apa kamu sudah memiliki suami yang kaya sehingga Ia bisa memberikan kamu usaha seperti sekarang dan bisa menjadikan kamu seorang desainer terkenal?
Apa iya?" tanya Eli yang tampak begitu sangat penasaran.
Eka menggelengkan kepalanya.
" Sampai sekarang aku masih belum menikah," jawabnya .
" Oh jadi kamu belum menikah atau jangan-jangan kamu sudah menjadi simpanan pria kaya ?" ucap Dino.
Eka diam saat mendengar ucapan kedua orang tuanya tersebut Ia benar-benar sudah tidak sanggup menahan sakit yang ada di dadanya.
Eka kembali menggelengkan kepalanya." Eka tidak dekat dengan pria kaya mana pun," jawabnya.
" Jadi Bagaimana kamu bisa memiliki usaha seperti ini tanya Eli?
" Iya Kak gimana ceritanya Kakak bisa jadi desainer," ucap Intan
" Kasih kunci kesuksesan dong Kak," ucap Tia
Eka tertawa terbahak-bahak saat mendengar ucapan keluarganya tersebut Melihat Eka tertawa terbahak-bahak Tari yang ada di sana cukup terheran dan juga sedikit terkejut karena baru kali ini Ia melihat Bosnya itu tertawa terbahak-bahak seakan Ia tertawa lepas melepaskan sakit hatinya.
" Ibu, bapak menurut aku kalian aneh dan juga sangat lucu. Aku ingin menceritakan tentang bagaimana aku menjalani hidup sendiri tapi kalian tidak mau dan mengatakan itu semua masa lalu. Namun kalian sibuk ingin mengetahui bagaimana caranya aku bisa memiliki usaha seperti sekarang bagaimana aku bisa menjadi seorang designer . sepertinya itu lucu sekali,"ucapnya sambil terus tertawa.
" Ibu rasa tidak ada yang aneh sama pertanyaan Ibu," ngucap Eli.
" Sampai sekarang aku tidak ada menjadi simpanan om kaya Bu. Apakah aku begitu hina dan menjijikkan nya di mata kalian hingga kalian memberi kan penilaian yang begitu sangat buruk untuk Aku," ucap Eka.
Dino tersenyum baguslah kalau begitu. "kamu jangan salah paham atas pertanyaan ibu kamu. Bapak dan ibu akan mencarikan kamu suami. Kamu tahu Pak Teddy yang rumahnya paling besar di kampung kita?
Dia sekarang lagi mencari istri baru, Dia sudah bercerai dengan istrinya dan Dia tertarik sama kamu," ucap Dino
" Dia tidak mempermasalahkan kok kamu punya anak, kami sudah menceritakan tentang kamu yang memiliki anak diluar nikah, dia tidak mempermasalahkan nya dan Dia nanti akan mau menerima anak kamu seperti anaknya sendiri. Dia itu juga sangat kaya raya Ibu yakin bila kamu menikah dengan dia, butik yang kamu miliki ini bisa memiliki cabang mungkin sekitar 4, 5 atau bahkan 10 cabang," ucap Eli
Tari yang duduk disana begitu sangat panas saat mendengarkan ucapan orang tua dari Bosnya itu.
Eka tersenyum saat mendengar ucapan dari ibunya tersebut.
" Coba ya Ka, kamu pikir Ka. kamu itu sudah produk rusak, sudah tidak ada lagi laki-laki yang mau sama kamu. Terkecuali duda nah kebetulan ini dudanya duda kaya.
Siapa yang mau menikah dengan wanita yang memiliki anak tanpa punya suami, kalau janda sih masih mending daripada kayak kamu. Lebih baik janda 10 kali daripada kamu yang tidak memiliki suami sama sekali," ucap Elly kepada putrinya tersebut.
" Ibu sama Bapak masih punya 2 anak gadis lagi ada Tia dan juga intan sebaiknya Pak tedy itu diberikan saja untuk mereka karena mereka jauh lebih baik daripada aku," ucap Eka.
" Adik-adik kamu tidak bisa, dia akan Ibu carikan pasangan yang lebih pantas. Ya enggak mungkin lah adek kamu yang masih gadis-gadis dan cantik-canti ini dikasih pria duda kaya gitu, sudah tua lagi. Kalau kamu ya gak masalah kamu kan juga enggak punya suami . Dari pada hidup kayak gini dipandang remeh sama orang lain dihina dicaci kamu mau?" ucap Eli.
Eka kembali tertawa mendengar ucapan ibunya itu. " Bu kalau masalah dicaci dimaki dihina itu aku sudah gak memikirkannya, aku sudah biasa dan hidup sendiri. Diusir dari rumah, sudah dihapus dari keluarga. aku sudah tidak memiliki keluarga lagi jadi aku tidak memikirkan hal tersebut ," ucap Eka.
__ADS_1
" Setelah kamu kaya Kamu mengaku kamu tidak memiliki keluarga. ternyata kamu datang mencari kami karena kamu susah," ucap Eli.
Eka hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kedua orang tuanya tersebut.
" Pak kalau seandainya Eka nikah apa bapak bisa jadi wali nikah Eka?" tanya kepada Dino.
" Bapak nggak akan mau menikah kan kamu asal menikah dengan laki-laki. Ingat kamu itu sudah pernah mengalami yang namanya hamil tanpa suami. Jangan-jangan nanti pria itu hanya ingin menikahi kamu untuk mendapatkan harta kamu dan kemudian dia akan pergi meninggalkan kamu setelah kamu miskin, jadi bapak akan nikahi kamu dengan orang pilihan Bapak sama Ibu," ucap Dino.
" Sebenarnya kalau aku gak minta Bapak jadi wali aku saat aku menikah nanti juga tidak apa-apa sih. Bila aku nikah tanpa Bapak yang menjadi wali aku juga tidak apa-apa ya pak. Bukankah bapak sendiri yang mengatakan bahwa Aku bukan anak Bapak lagi. Aku itu bisa kok cari wali hakim untuk aku," ucap Eka.
" Siapa yang mau menikah dengan kamu?" tanya Eli.
Eka hanya diam tanpa menjawab.
" Mimpi kamu ada yang mau dengan kamu, ada pria baik yang bersedia menjadi suami kamu?" ucap Eli.
Eka diam. " Bapak dan ibu tadi bilang butuh uang?" tanya nya.
" Begini Eka bapak punya hutang dengan Pak Tedi . Hutangnya gak banyak kok cuman 10 juta hanya saja bapak itu mau buka usaha ternak sapi jadi bapak itu sebenarnya membutuhkan modal sekitar 100 juta. Hanya saja untuk tahap awal Bapak membutuhkan 50 juta saja dulu kamu bisa kan kasih Bapak duit 50 juta sekarang ,"ucap Dino dengan nada suara yang merendah.
Ia mendengar kan orang tuanya itu berbicara.
" Tari," ucap Eka memanggil manajernya tersebut.
" Iya Bu," ucap Tari
" Yang tadi kamu pesan itu minta tolong dibungkus saja ya," ucap Eka.
" Baik bu," jawab Tari
Eka Sudah mulai memijat-mijat keningnya. Ia merasa kepalanya begitu sangat pusing.
" Bagaimana adakan uangnya?" tanya Dino.
" Ada kok, setelah ini bapak sama ibu mau kemana?" tanyanya. Uang 50 Juta bukanlah jumlah yang besar baginya, yang sudah memiliki omset 500 juta perbulan.
" Ya kami ke sini kan cuman untuk ketemu sama kamu dan minta uang aja. Habis dari sini kami langsung pulang ke kampung," jawab Eli.
Eka diam sedikitpun kedua orang tuanya itu tidak menanyakan tentang cucu mereka, sejak tadi Ia sudah menunggu kedua orang tuanya menanyakan putranya. Ia kemudian menganggukkan kepalanya.
Ia memandang ke arah pintu yang terbuka.
" Sayang," ucap Heri yang langsung masuk ke dalam ruangan calon istrinya tersebut.
" Mas," jawab Eka sambil tersenyum.
" Ada tamu ya," ucap Heri.
"Bapak sama Ibu Mas kenalan dulu," ucap Eka kepada calon suaminya tersebut.
Dino memperhatikan pria ganteng yang tinggi dengan berpenampilan rapi tersebut.
kedua adiknya memandang Heri, mereka tidak menyangka bahwa pria yang memiliki nilai 95 itu mau dekat dengan kakaknya. Namun Ia tidak tahu Apa hubungan mereka dengan cepat kedua gadis itu langsung berjalan mendekati heri.
" Pak, Bu Ini Mas Heri calon suami Eka," ucapnya.
" Berapa lama kamu kenal sama orang ini," ucap Dino.
" Eka kamu jangan bodoh ya jangan sampai kamu tertipu untuk kedua kalinya. Ingat anak kamu lahir tanpa Bapak," ucap Eli sambil menunjuk-nunjuk putrinya tersebut.
__ADS_1
Heri memandang kedua orang tua calon istrinya.
" Bapak ibu saya mengenal Eka itu bukan baru 1 minggu atau 1 bulan bahkan satu tahun," ucap Heri.
" Kamu mengejar-ngejar anak kami karena anak kami sudah kaya sudah sukses kan?" ucap Eli.
Heri tersenyum memandang kedua orang tua calon istrinya tersebut." Sekarang Eka sukses dan juga kaya Ibu sama Bapak baru mau datang ke sini. Sewaktu dia terjatuh kenapa tidak mau membantu untuk berdiri," ucapnya kepada kedua orang tua calon istrinya itu.
" Apa maksud kamu," ucap Dino.
" Bapak orang tuanya kan?
Pasti lebih tahu apa maksud saya," jawab Heri.
" Kamu tahu Eka memiliki anak tanpa suami?" tanya Eli.
Ari mata yang sejak tadi sudah di tahannya agar tidak melimpah, namun pada akhirnya air mata itu menetes juga. Ia sudah tidak mampu lagi membendung air mata nya.
Heri menutup telinga calon istrinya.
" Apapun tentang Eka, ibu dan juga Bapak tidak perlu mengatakan apapun kepada saya ," ucapnya kemudian.
" kamu Duda ya?" tanya Eli.
" Status saya bujangan saya belum pernah menikah," jawab Heri.
" Bila kamu masih bujangan Kamu tidak akan mau dengan anak kami," ucap Eli.
Heri tersenyum tipis saat melihat kedua orangtua calon istrinya. " Sayang kita makan di luar ya," ucapnya kepada Eka.
Eka menganggukkan kepalanya.
" Tari tolong siapkan uang 50 juta dan kemudian sopir untuk bapak sama ibu kembali ke kampung,"ucapnya kepada asisten nya tersebut.
' Pak, bu Eka mau makan dulu itu semua pesanan ibu bawa aja langsung pulang," ucapnya dengan suara yang sudah terdengar serak.
" Eka kamu harus dengerin kata ibu sama bapak kamu menikah saja dengan pak Teddy kami sudah memilihkan jodoh untuk kamu," ucapnya.
Eka menggelengkan kepalanya. " Eka sudah memiliki calon suami sendiri, dan dia begitu sangat menghargai Eka. Ucapnya yang memandang Heri.
" Bunda, om Heri kenapa lama," ucap Dafa yang masuk ke dalam ruangannya bersama dengan Vira.
" Mas bawa Daffa dan juga Vira," tanya Eka ketika kedua anak itu sudah berdiri di dekatnya. Ia mengusap air matanya dengan sangat cepat.
" Iya mas habis jemput Daffa dan juga Vira di sekolah," ucapnya sambil tersenyum.
Eka tersenyum memandang kedua orang tuanya. " Pak, buk maaf ya Eka duluan," ucapnya yang tidak ingin melihat kedua orang tuanya itu semakin mengeluarkan perkataan yang begitu menyakitkan yang akan didengar oleh putranya.
Hari kemudian menggendong kedua anak kecil itu di tangan kanan dan kiri nya." Tadi katanya sebentar, aku tungguin di depan ternyata gak datang-datang," ucap anak itu yang sudah mulai pandai mengomel.
Heri tertawa saat mendengar Daffa itu berbicara.
" Iya ni Om heli," ucap Vira yang memanjang kan bibirnya yang kecil.
" Jangan marahin om dong," ucapnya sambil tersenyum.
" Om aku sudah besar sekarang, sebaiknya aku berjalan saja," ucap Daffa tidak tidak dihiraukan nya.
Mereka keluar dari dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
****
jangan lupa like komen dan votenya ya Reader. terimakasih atas dukungan nya. 😊😊🙏🙏