Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 197


__ADS_3

Arum sudah bersiap-siap ke pesta pernikahan Wahyudi. ia memakai baju yang sudah di sediakan Wahyudi. Arum terlihat sangat cantik, kehamilan nya membuat ia tampak lebih cantik. walaupun berat badannya sudah naik 12 kg. namun tubuhnya tidak tampak gendut.


sudah sayang, ucap pria itu yang sudah rapi dengan baju batik berwarna biru.


"mas, bajunya kekecilan." ucap Arum saat melihat pantulan tubuhnya di kaca.


habibi memperhatikan tubuh istrinya. keningnya kemudian berkerut.


" gak kok dek" jawabnya saat melihat long dress berwarna biru dengan kombinasi batik biru yang senada dengan baju yang di pakai nya.


" ia mas lihat aja, bajunya kekecilan. arum jadi kelihatan gendut " ucapnya masih terus menatap kaca dan melihat perutnya yang sudah membesar .


" gak lah sayang, adek makin seksi". jawab nya matanya memandang seperti seorang harimau yang siap memangsa korbannya nya.


" mas, jangan gitu lihat nya." ucap Arum di saat ia menatap suaminya yang penuh gairah.


habibi senyum tipis melihat istrinya. gendut, itu lah masalah yang terumit bagi pria itu. dan biasanya apa pun jawaban nya tidak ada yang benar. hanya tatapan penuh gairahlah yang membuat istrinya diam. apa lagi kalau sudah bersiap-siap seperti saat ini.


ia memperhatikan istrinya yang sedang memakai kaus kaki. tampak wanita itu kesulitan untuk memakai kaos kaki nya.


pria itu mengambil kaos kaki yang sedang di pegang oleh istri nya. ia menunduk kan tubuhnya kemudian ia memasang kan kaus kaki tersebut.


" kenapa gak minta tolong kalau susah masangnya? "ucap pria itu ketika ia sudah selesai memasang kan kaos kaki istri nya.


" gak enak kalau minta mas yang pasangkan." ucap Arum,


" kalau gak bisa kenapa harus di paksa sayang. ada mas kok di sini " ucap habibi


" iya mas masangnya susah, terganjal di perut . " jawab nya sambil memandang perutnya yang sudah membesar.


habibi tertawa. dan kemudian mengusap perut istrinya.


*****


sebagian besar yang datang, adalah teman-teman sekolah mereka. dan dokter-dokter seprofesi dengan Wahyudi. acara pernikahan mereka di laksanakan di sebuah hotel berbintang di Jakarta.


tidak sedikit yang menyapa Habibi sehingga pria itu selalu menghentikan langkahnya saat bertemu dengan teman-teman nya saat sekolah.


"Arum, bibi"


suara Anita yang memanggil putra dan minantunya.


habibi mengandeng tangan istrinya dan berjalan mendekati meja yang saat ini sudah terisi 4 orang tersebut.


"selamat ya om, "Tante ucap pria tersebut sambil menyalami Rudy dan juga Marlina.


"makasih bi." jawab Marlina


" gimana sayang, cucu mami nakal gak." ucap Anita sambil mengusap perut minantunya.


" gak mi, baik banget ." jawab Arum.


" Arum makin cantik aja ya hamilnya. kalau Tante tebak. ini anak nya pasti cewek," ucap Marlina yang dari tadi memperhatikan ibu hamil itu.


" iya Tante , tebakan Tante benar sekali. " ucap Arum sambil tersenyum.


" biasanya gitu, ada ibu hamil itu jelek dan ada juga yang cantik. dulu waktu Tante hamil Wahyudi, itu jelek sekali. leher Tante hitam-hitam seperti berdaki, belum lagi lipatan ketiak, kulit Tante sampai kelihatan hitam. padahal Tante udah mandi satu hari 3 kali. dan Tante sudah berusaha untuk luluran, biar hitam-hitamnya hilang. tapi gak mau juga." ucap Marlina menjelaskan panjang lebar.


" Arum sering lihat ibu hamil seperti itu. Arum kirain Mereka emang jorok". ucap nya sambil menutup mulutnya.

__ADS_1


" ini hamil nya genit banget Tante, mau kemana-mana dandan nya lama, minta ke salon, shopping beli baju. milihnya luar biasa lama. aku yang laki-laki aja sampai pegel jalan . tapi dia biasa aja. beli tas,sepatu, wajib yang Berndit, kalau mau jalan ke mana-mana baju satu lemari di keluarin karena nyari baju yang pas sesuai selera. pokoknya genit sekali lah Tante". ucap habibi sambil memegang tangan istrinya.


" habisnya, baju nya pada kekecilan. Arum kelihatan gendut pakai baju itu. ucap nya dengan memajukan bibirnya.


Anita tertawa memandang putra dan minantunya.


****


habibi kemudian berbica dengan Om Rudy dan juga papinya Jhoni . pria itu sibuk membahas tentang perusahaan dan juga bisnis mereka. mereka terlihat sangat nyambung saat berbicara bertiga.


kamu sih sudah enak sekarang, habibi Sudah bisa menghandle perusahaan. yang aku ini, Wahyudi masih belum tertarik dengan bisnis yang aku jalankan. Dengan alasan gak bidang dia. " curahan hati Rudy. terlihat wajah nya yang tampak lelah.


" nanti dia pasti mau, kamu sabar aja .


ajak lah berlahan-lahan. " ucap Jhoni menasehati


" seharusnya aku sudah banyak istirahat ini Jhon. tapi karena masih harus mengurus perusahaan dengan full. aku masih harus menghabiskan waktu aku di kantor dan melakukan perjalanan bisnis ke beberapa daerah. " ucap Rudy


" nanti aku akan coba untuk bicara ke Wahyudi Om " ucap habibi


" kamu tau gimana keras nya Wahyudi, bi. sulit untuk merubah pendiriannya." ucap Rudy


Arum memperhatikan penganti wanita yang ada di sebelah Wahyudi. sangat cantik, terlihat Lely begitu bahagia, wajah nya tampak selalu tersenyum. namun tidak Wahyudi. pria itu tersenyum bila ada tamu yang mendekati nya.


mereka duduk sedikit berjarak. tidak ada tangan mereka yang saling berpaut seperti pangantin pada umumnya.


saat sesi pemotretan yang di lakukan oleh fotografer sikap Wahyudi kaku tanpa mau menyentuh.


Arum melihat suaminya yang masih asik mengobrol.


" mas Arum lapar" ucap nya sambil berbisik di telinga suami nya.


" kita ambil berdua" usulnya , habibi mengangukan kepalanya.


mereka berjalan menuju meja yang tersaji berbagai macam menu. makanan ringan atau berat semua ada di sana. berbagai varian rasa. yang berjenis manis-manis, asin dan juga pedas.


Arum begitu bersemangat melihat berbagai macam hidangan yang bersedia. ia mengambil nasi dengan lauk dendeng balado, dan kemudian, capcay lengkap dengan jamur tiram, bakso, sosis seeta potongan ayam. ayam bakar, sambal terasi, kerupuk dan ikan gurame gulai. habibi hanya tersenyum melihat isi piring istrinya yang penuh. pria itu hanya mengambil daging Denden dan juga sayur capcay.


mereka mengambil meja yang terpisah dari orang tuanya. agar istrinya bisa nyaman untuk menyantap makanan nya.


habibi juga mengambil minuman dingin untuk dirinya dan juga Arumi. ia membawa kue-kue basah yang tadi di minati istrinya. setelah meletakkan kue-kue basah di atas meja ia juga mengambil buah serta es krim yang di minta istrinya.


pria itu hanya tersenyum memandang istrinya yang begitu lahap saat makan.


setelah menghabiskan semua yang ada di atas mejanya, tidak lama setelah itu, Arum mulai berkeliling mencari makanan yang pasti terasa enak untuk di makan nya. ia melihat mie rebus yang langsung di masakan oleh seorang chef.


Arum berjalan ke meja suami nya sambil membawa mangkok yang terisi mie. terlihat gumpalan asapnya.


wanita itu tampak begitu kekenyangan,. ia menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.


" masih ada yang mau di makan? " tanya habibi saat melihat istrinya yang sudah sangat kekenyangan.


Arum menggelengkan kepalanya." Arum udah kekenyangan mas. ucapnya. ia sudah mulai menguap.


" mau pulang?" tanya habibi.


" Arum ngantuk, Arum mau pulang Ucapnya dengan mata yang sudah tampak sayu.


mereka berjalan menuju pelaminan, Wahyudi tersenyum memandang habibi yang mendekat ke arahnya.

__ADS_1


"selamat bro" ucap habibi saat ia sudah menjabat tangan sahabnya itu.


" terimakasih" jawab Wahyudi yang tampak sedih.


Habibi menepuk pundak sahabnya seakan ia memberikan semangat. arum yang ada di samping nya tampak tersenyum. dan mengucapkan selamat.


" selamat ya Ly." ucap habibi sambil menyalami tangan wanita yang berstatus istri sahabatnya itu.


Lely Tersenyum. " makasih ya mas bibi." ucapnya.


" semoga bisa cepat dapat momongan" ucap habibi kemudian.


wajah Lely Tampak merona. kemudian ia menjawab amin.


" selamat ya mbak." ucap arum saat menjabat tangan Lely.


Lely Tersenyum hangat " Arumi? ucap nya kemudian.


Arum tersenyum melihat nya. " iya mbak jawab Arum kemudian.


" maaf ya waktu Arum nikah mbak gak bisa datang." ucap nya sambil mengusap punggung tangan Arum


"iya mbak gak apa ." jawab Arum


" udah berapa bulan tanya nya sambil memandang perut Arum .


" tujuh bulan mbak, Minggu depan kami buat acara tujuh bulan." ucap Arum


Lely Tampak begitu senang dan antusias mendengarkan ucapan Arum.


" nanti kalau buat acara tujuh bulan nya, Arum undang kakak ya." ucap Lely yang tampak begitu hangat dan ramah.


" pasti Arum kabari. " jawab nya.


Lely meminta untuk berfoto sebelum mereka pulang.


*****


Arum memandang suaminya yang duduk di sebelah nya. Ia begitu penasaran dengan Lely, namun Ucapan suaminya yang menyuruh nya tidak boleh ikut campur. membuat ia harus menahan diri untuk bertanya.


di perjalanan pulang, Arum tertidur di mobil sambil menyandarkan kepalanya di dada suaminya. entah efek terlalu kenyang, atau karena jarak yang cukup jauh dari rumahnya. sehingga ia tertidur dengan lelapnya.


******


like komen dan vote nya ya reader.


kisah romantis Ardi dan Aisah ganti judul ya.


" Aisah jodoh ku" sudah up 28 episode.


untuk novel dokter Wahyudi udah author up sampai episode 3.


takdir dan cinta nafisa di usahakan up hari ini.


singgah juga ya di karya teman author.


TERJERAT PROSTITUSI ONLINE


selamat membaca ya reader. terima atas dukungan nya. 😊😊😊🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2