
" Ini minum dulu," ucap May Sarah yang berdiri di sebelah Maya sambil menyerahkan botol air mineral.
Bibir Maya terasa sangat kering, tenggorokan nya juga pedih. Ia mengambil botol minuman tersebut, membuka tutup botol mineral itu dan kemudian meneguk air yang ada didalamnya hingga tersisa setengah dari botol.
" Mas Rio, May," ucap Maya yang langsung menagis sejadi-jadinya. bahkan ia menagis dengan sangat keras. Ia sudah tidak menghiraukan orang yang memandang ke arahnya. Setiap orang yang lewat selalu melihat ke arahnya yang tidak di hiraukan nya. Ia hanya ingin menagis sekuat mungkin. Ia ingin menghabiskan tangisnya di luar kamar tersebut. hingga nanti saat ia sudah masuk ke dalam ruangan tersebut, Ia sudah tidak menangis dan jauh lebih kuat.
"May, mas Rio udah janji sama aku" ucapnya dengan terisak. " Dia janji bakal datang untuk melamar aku bila Arum sudah melahirkan tapi nyatanya dia malah tidur di sini. Dia sudah membohongi aku May.Dia jahat May, " ucapnya dengan Isak tangisnya yang sudah mulai diredam nya.
melihat alat yang tertempel di tubuh Rio, Maya sudah bisa mengetahui bahwa kondisinya sangat kritis dari celah kaca yang ada di pintu tersebut membuat Ia melihat perawat yang ada di dalam mengecek kondisi Rio setiap saat. kondisi Rio masih belum keluar dari masa kritis.
" Kamu harus percaya bahwa mas Rio itu sangat kuat, Bila Ia menyelam ke dasar laut yang paling dalam tanpa memakai alat bantu nyelam dan tabung oksigen sekalipun, mas Rio akan tetap keluar dalam kondisi hidup," ucap May Sarah yang mencoba untuk menguatkan Maya.
Maya sejak awal sudah mengetahui resiko yang sudah pasti akan dihadapi Rio. bahkan pekerjaan nya juga sama beresiko nya dengan dengan rio, Namun melihat pria itu berada di dalam ruang ICU tetap saja dia tidak mampu untuk melihatnya.
May sarah datang ke rumah sakit atas perintah Habibi. bos nya itu meminta May sarah menemani Maya.Melihat kondisi Maya, may sarah merasa begitu kasihan melihatnya.
Cukup lama Maya dan May berada di depan ruang ICU tersebut. Hingga perawat yang ada di dalam ruangan itu keluar.
" Mbak , apa saya sudah boleh masuk?" ucap Maya yang berdiri di depan perawat tersebut.
" Maaf Mbak, Dokter Adit dan Dokter Wahyudi akan melakukan pemeriksaan kembali. Untuk memastikan jantung pasien dan pendarahan nya sudah berhenti. Ucap perawat tersebut.
setiap penjelasan yang keluar dari mulut perawat tersebut, begitu menyakitkan bagi Maya. perawat tersebut pergi meninggalkan Maya setelah mengucap kan permisi. namun Maya tidak menjawab nya. Ia masih berdiri di tempatnya, Hinga may menarik tangan Maya dan mengajak maya agar duduk di kursi.
May dengan setia menemani Maya, Ia memeluk Maya dan berusaha untuk menguatkan Maya. saat ini hanya itu yang mampu di lakukan may sarah.
" May, apa pelakunya sudah diketahui?" tanya Maya.
" belum tidak ada petunjuk dari pihak kepolisian. pihak yang berwajib masih mengumpulkan bukti," jawab May Sarah.
__ADS_1
" May, Aku ingin kamu membantuku untuk mengambil laptop di dalam kamar kemudian aku ada menyimpan sebuah kartu memori di atas meja rias. aku ingin kamu membawanya ke sini," ucap Maya
Nanti aku akan membawakannya jawab Mai Sarah.
Maya melihat Dokter Wahyudi dan Dokter muda yang bernama Adit masuk ke dalam ruangan ICU.
Ia menunggu di luar tanpa mau banyak bertanya, Ia ingin kedua dokter itu secepatnya memastikan kondisi Rio baik-baik saja.
dia menunggu dengan sabar di luar hingga kedua dokter itu keluar dari dalam ruangan.
"Bagaimana kondisi calon suami saya?" tanya Maya.
" Wahyudi dan juga Aditya memandang Maya perbanyak berdoa," jawab Wahyudi.
"Saya minta tolong Dok, bisa lebih memperjelas Apa maksudnya?" tanya Maya dengan air mata yang sudah menetes
"Jadi calon suami saya baik-baik aja kan dok?"
Aditya memandang Maya dokter muda itu sedikit tersenyum "Berdoalah, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Kondisi pasien sudah mulai membaik namun alat-alat alat-alat bantu yang menempel Seperti alat pemicu jantung dan sebagainya itu tidak bisa dilepas karena kondisi pasien bisa saja memburuk pada waktu-waktu tertentu jadi untuk memastikan kondisi pasien sudah baik atau untuk memastikan operasi yang kami jalankan sukses atau tidak itu setelah kami melakukan pemantauan minimal 3 hari. saat ini pasien sudah melewati masa kritis. kami akan melakukan pemeriksaan setelah pasien sadar," ucap Adit menjelaskan.
Maya merasakan tubuh nya hampir terjatuh ke belakang namun Mai Sarah memegangnya.
baik kami permisi," ucap Wahyudi.
"Apa saya sudah boleh masuk ke dalam?" tanya Maya
"Tentu saja boleh silakan hanya saja pasien boleh di jenguk oleh satu orang saja. dan bila ada yang akan menjenguk, Maka harus bergantian.," ucap Dokter Wahyudi
****
__ADS_1
Maya membuka pintu ruang ICU, Ia melangkah kan kaki nya kedalam ruangan tersebut dengan sangat pelan. suara alat- alat yang berbunyi di dalam ruangan tersebut membuat Maya merasa sangat ketakutan. Ia tidak ingin calon suaminya meninggal. membayangkan nya saja sudah membuat ia merasa lemas.
Maya menarik kursi yang ada di ruang tersebut. " Mas, mas baik-baik saja kan?
Aya mohon, mas jangan tinggalkan Aya," Ucapnya sambil memegang telapak tangan lebar tersebut.
" Mas sudah janji sama Aya, kalau mas bakalan datang ke kampung untuk melamar Aya ke ibu dan bapak, bila Arum sudah melahirkan. Aya gak mau kalau mas ingat janji. mas selalu bilang, mas orang yang selalu tepati janji. dan Aya akan selalu menunggu janji mas. ucap Maya yang mengenakan baju hijau khusus di ruang ICU.
Maya menempelkan tangan Rio di pipinya.
matanya memandang Rio.
Ia banyak bercerita, Ia juga selalu duduk di samping tempat tidur tersebut. tangan nya selalu memegang tangan Rio.
" Mas, bila nanti kita sudah nikah. Aya gak keberatan kok bila mas minta Aya gak melanjutkan pekerjaannya aya, yang mas bilang kerjaan aya tuh penguntit,"
Maya tertawa bercampur nangis.
" iya sih mas, Aya tu selalu mengintai orang.
aya, gak keberatan kalau Aya hanya di rumah jagain anak, pakai daster atau gak pakai kain sarung. rambut di guling-guling ke atas. tiap pagi ngejar along-along tukang sayur yang lewat. tapi kalau jam pulang mas, Aya bakal dandan cantik-cantik. lagi pula gaji mas udah besar. jadi Aya gak perlu ngapain-napain,"
ucap Maya dengan mata berkaca-kaca.
*****
author minta like komen dan votenya nya ya
terimakasih. 😊😊🙏🙏
__ADS_1