
ke empat orang itu sedang merabah-rabah password dari pintu tersebut berulang kali ia memasukkan password namun tetap salah. suara tembakan yang berasal dari belakang mereka. membuat mereka merasa terkejut. menghentikan pekerjaannya nya. dan memilih untuk lari dan bersembunyi. Dari pada melawan.
kabar yang di berikan Gery dari rumah sakit, membuat mereka lebih memilih untuk pergi. Gery juga memberikan pesan kepada rekan nya yang lain. agar tidak ada yang melukai Arumi.
sebenarnya mereka bisa saja untuk menghancurkan pintu kamar apartemen milik Maya. dengan senjata api yang mereka miliki. namun mereka tidak mau melakukan nya.
tujuan utama mereka membawa bukti-bukti itu kepada bos mereka. berada dalam kondisi seperti ini membuat mereka lebih memilih untuk pergi. kemarahan yang akan mereka dapatkan nanti. itu urusan belakangan.
***
suara dering ponsel milik nya mengejutkan Maya yang dari tadi hanya duduk merengkuk. sambil menagis. ia benar-benar merasa ketakutan. ia tidak berani menatap layar monitor laptop nya. ia hanya bersembunyi di dalam kamar nya.
di lihat nya layar ponsel tersebut. nama Arumi memamingil. dengan cepat ia mengangkat telpon tersebut.
ha halo rum.
ucapnya dengan terpatah-patah dan terdegar Isak tangisnya.
kak, buka pintu. mas Rio Sudah di depan.
ucap Arum. membuat Maya merasa lega.
di lihat nya monitor laptop nya yang menyala.
pria bertubuh tegap dan tinggi dengan memakai baju kemeja hitam sudah berdiri di depan pintu nya.
Maya membuka pintu tersebut.
Rio menatap nya.
tampak ia masih gemetar dengan bibir yang pucat, air mata yang masih menetes.
kamu tidak apa-apa?
tanya Rio kepada gadis berambut panjang yang di ikat ke atas tersebut.
Maya menggelengkan kepalanya.
cepat kumpulan barang-barang mu.
kita harus meninggalkan tempat ini. sebelum mereka kembali.
ucapnya. bisa saja bos mereka menambahkan orang nya untuk kembali menyerang demi mendapatkan bukti tersebut.
mendengar apa yang di sampaikan Rio dengan cepat Maya memasukkan beberapa pakaian nya yang di ambil nya asal-asalan. ia memasukkan pakaian tersebut ke dalam tas ransel. ia kemudian mengambil bukti-bukti tersebut dan memasukkan nya ke dalam tas ransel nya yang berbeda. ia juga mematikan layar laptop nya. dan kemudian memasukkan ke dalam tas ransel tersebut. ia mengambil flashdisk miliki nya.
ia memakai celana pendek dan baju Kaos tanpa lengan. ia bahkan tidak mengingat untuk Menganti baju tersebut ia juga memakai sandal yang di ambil nya tanpa memilih.
Rio mengambil 2 tas ransel tersebut. satu di letakkan nya di belakang punggung nya. dan yang satu lagi ia tentang.
ayo ucap nya.
Maya melihat nya kemudian mengangguk kan kepalanya.
rekannya yang berjaga di luar. tampak waspada, takut terjadi sekarang susulan.
*****
__ADS_1
bawak. ucap Rio ketika di lihatnya Heri yang berada di areal parkir.
orang nya sekalian, Ucap Heri.
dia bersama ku.
jawab Rio.
tapi lebih aman pakai mobil. ucapnya
yang mendapat kan tatapan penuh ancaman dari Rio. membuat ia akhirnya mengangukan kepalanya.
ia melihat sahabatnya itu berjalan dengan gadis tersebut. ia tidak pernah melihat sahabatnya itu tertarik pada seorang wanita.
ia kemudian berjalan menuju mobil nya yang terparkir. ketiga rekannya mengikuti mobil yang di kendarai Heri dari belakang. mengingat bukti-bukti tersebut bersama pria tersebut.
Rio mengambil posisi di depan mobil yang di kendarai Heri.
tempat duduk motor miliknya, membuat maya sulit untuk menjaga jarak dengan nya. tempat duduk yang di rancang lebih menurun ke depan. sehingga posisi yang orang yang berada di belakang nya akan lebih maju ke depan.
aroma tubuh rio langsung tercium oleh Indra penciuman Maya. ia bahkan tidak memiliki jarak sedikit pun dengan pria yang baru di jumpai nya itu. pria yang menjadi pahlawan nya. Maya memeluk Rio saat dilihatnya ada mobil yang mendekat ke arah nya. tangan nya melingkar di perut pria itu.
Rio merasakan pelukan gadis itu begitu erat di perutnya. gadis itu juga menempelkan wajah nya di belakang punggung Rio.
apa kamu kedinginan, tanya nya mengingat gadis itu hanya memakai baju kaos tanpa lengan.
tidak aku hanya takut. jawab nya.
mobil itu tidak mengikuti kita. ia hanya memotong jalan kita. ucapnya guna meredam ketahuan yang di rasakan gadis di belakang nya.
apa kamu tinggal sendiri di apartemen itu?
aku tinggal sendiri di sana. ucap Maya
tidak banyak yang mereka bahas. gadis itu tampak masih sangat ketakutan.
Rio memasuki halaman rumah mewah milik Arum yang sudah menunggu dengan suaminya.
ia sudah mendapatkan kabar dari Heri. bahwa mereka berhasil menyelamatkan Maya. namun selagi mereka masih belum kembali. Arum tetap merasa cemas. bahkan ia berjalan mondar mandir. habibi berusaha menenangkan istrinya. mengingat istrinya yang sedang mengandung.
pintu besar rumahnya terbuka. ia dengan cepat menyambut kedatangan Maya dan juga para pengawal nya.
kak maya. ucapnya ketika ia melihat Maya yang berdiri di samping Rio.
Maya langsung memeluk nya dan menagis sejadi-jadinya.
kakak takut rum. ucapnya
Arum mengusap punggung Maya.
kakak aman di sini, lagi pula udah ada mas Rio. ucapnya sambil bercanda. namun tidak membuat tangis Maya meredah. untuk sementara waktu kakak akan tinggal di sini. sampai kasus ini di sidang kan.
tapi kakak gak enak kalau harus tinggal di sini. ucap Maya. sambil memandang rumah mewah tersebut.
kakak santai aja. di sini banyak kamar. Kakak boleh pilih suka yang mana ucapnya.
sambil duduk di sofa.
__ADS_1
kalau kakak mau istirahat, kakak istirahat aja dulu. besok kita bisa membahasnya ucap Arum.
siapa pelakunya, tanya habibi yang sudah tidak sabar untuk mengetahui pelaku yang berencana mencelakai istrinya.
Arya properti grup.
jawab Maya.
namun habibi tidak tampak terkejut. ia sudah menduga bahwa yang berniat mencelakai istri nya salah satu perusahaan yang bersaing untuk mendapatkan tender hotel di Bali tersebut. Habibi mengangukan kepalanya. aku sudah menduganya.
beristirahat lah besok kita bahas. ucapnya.
kak maya langsung aja masuk ke kamar. makan malam mau di kamar atau di meja makan?
tanya Arum.
di meja makan aja rum .
jawab nya.
ntar Arum minta bik Ani untuk menyiapkan nya.
Rio kembali ke posko nya . setelah berpamitan
*****
pagi ini, Jhoni Herman dan juga Anita sudah berada di rumah Habibi.
mereka berada di ruang kerja pria tersebut.
termasuk Rio dan juga Heri. ruang kerja habibi sangat luas dan nyaman. yang di lengkapi sofa besar. dan sebuah lemari khusus buku dan juga laporan-laporan ke uangan perusahaan nya. yang sengaja ia membawa print out nya ke ruang kerjanya. agar mempermudah nya mencari folder tersebut bila di butuhkan.
mereka mendengar kan penjelasan Maya.
tujuan pak arya, sebenarnya ia tidak ingin membunuh istri pak Habibi. namun ia ingin menculik dan menjadikan nya sandra. atas permintaan nya bekerja sama dengan perusahaan yang pak habibi pimpin. terkecuali di saat kondisi terdesak. ucapnya.
ia juga mengetahui bahwa sasaran nya memiliki kemampuan bela diri dan juga ahli dalam menembak. oleh karena itu orang yang di perintahkan nya di lengkapi rompi anti peluru. isi pembicaraan yang di lakukan oleh pak arya ada di sini. lengkap dengan rekaman cctv. saya sudah meretas cctv yang ada di rumah serta kantor nya. saya juga sudah menyadap telepon seluler milik nya. ucap Maya sambil menunjukkan flashdisk kecil di tangan nya.
Maya melihat monitor laptopnya. yang langsung tersambung dengan akun google milik Arya. beliau berencana untuk melarikan diri. saat ini ia menuju bandara. penuturan Maya.
Herman menelepon polisi. yang menangani kasus tersebut. orang nya serta pengawal habibi dengan cepat menuju bandara.
*****
orang itu benar-benar licik. ucap Jhoni.
iya Pi. dia ngajak bibi kerja sama dalam pembangunan hotel tersebut. dengan cara mengurangi bahan material dan tenaga kerja. agar perusahaan memiliki keuntungan dua kali lipat. namun bibi tolak. saat ini investor tidak ada yang mempercayai kerja sama dengan perusahaan nya. tiga jembatan yang di bangun perusahaan nya Ambruk. dan menelan cukup banyak korban. mall yg di bangun perusahaan nya tidak layak beroperasi. karena tidak sesuai izin pembangunan lebih dari 3 lantai. pembangunan mall 7 lantai di buatnya standar bangunan 3 lantai. saat investor menuntut ganti rugi. ia tidak mau membayar ganti rugi tersebut. karena itu bibi langsung menolak kerja sama itu Pi. ujarnya.
Jhoni mengangukan Kepala nya.
apa pun yang kita kerjakan. yang terpenting adalah kejujuran. ucapnya. selama ini para investor selalu minta kerjasama dengan perusahaan kita. itu karena kejujuran dan juga kualitas yang kita berikan. ucap Jhoni
Herman masuk ke ruangan tersebut mengabarkan bahwa Arya sudah tertangkap oleh polisi.
******
like komen serta vole nya ya reader.
__ADS_1
Aisah jodoh ku author up malam.
nafisa di usahakan up hari ini