Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 215


__ADS_3

" Nanti mas Wahyudi akan datang ke sini Jadwal praktek kami gak sama," ucap Lely yang berusaha menjelaskan saat di lihatnya, Anita seperti sedang membaca kondisi.


Anita kemudian mengangukan kepalany.


bagi Anita, Leny dan juga Wahyudi sudah seperti anaknya sendiri.


selamat ya mas bibi. ucap Lely yang menyalami tangan Habibi


Habibi tersenyum memandangnya.


" Terima kasih ya Ly," Ucapnya.


" Arum selamat ya," ucap Lely


" Iya mbak makasih," ucap arum


" Ih cewek ya," ucap Lely yang memandang bayi yang sedang terlelap tersebut.


" Iya Mbak Ly," jawab Arum.


" Gemesnya, Mbak geram rum. pipinya gembul, bibirnya kecil," Ucapnya yang masih terus mengamati bayi tersebut.


" Mak Lely udah isi belum?" tanya Arum.


Lely menundukkan wajahnya, matanya terfokus ke wajah bayi tersebut, sebenarnya pertanyaan tersebut sangat biasa untuk pasangan yang sudah beberapa bulan menikah. namun mendengar pertanyaan Arum, air mata Lely seperti akan menetes.


ingin rasanya ia menangis, di saat ia harus mengakui , bahwa Ia belum bisa membuat suaminya menganggap ia istri.


tiba-tiba saja ia merasa seseorang mengusap kepalanya. ia tau bahwa itu tangan Habibi, pria yang selama ini memperlakukan nya seperti adik sendiri


Lely berusaha untuk bersikap tegar, Ia berusaha untuk tetap tersenyum dan yang tersulit bagi nya berusaha agar air matanya tidak menetes. tidak ada yang boleh mengetahui seperti apa rumah tangga nya termasuk Mama dan papa nya yang sekarang sudah menjadi mertua nya.


" Arum doain ya," Ucapnya dengan tersenyum.


Dengan cepat arum mengangukan kepalanya.


" Pasti Arum doain," jawabnya.


Lely menatap Habibi. Mas, Ly numpang ke kamar mandi sebentar ya. ucapnya.

__ADS_1


" Iya boleh, jawabnya,"


' Bentar ya Tante, Ly sudah gak tahan. " ucapnya.


" Iya ly," jawab Anita.


Lely masuk ke dalam kamar mandi tersebut. ia memutar keran air dengan deras. ia mulai menangis sambil berpegangan dengan wastafel.


Ia merasa sangat sedih, ia membayangkan bila suaminya menceritakan semuanya kepada habib. Ia merasa sudah tidak punya harga diri. Ia tau bila Wahyudi selalu mengatakan segalanya kepada sahabatnya. namun mengingat hal itu Lely merasa sangat sakit. Lely mencoba untuk mengusir semua pikiran buruk nya tentang hal tersebut.


Ia mencoba untuk tetap tegar. walaupun ia tau bahwa Ia tidak setegar yang terlihat.


setelah Ia mampu meredam tangisnya dan mencuci wajah nya, Ia mengeringkan wajah nya Dengan tisu yang ada di dalam tasnya. ia kembali menempel kan bedak di wajah nya. Ia juga mengoleskan lipstik tipis di bibirnya. Lely mengeluarkan kaca mata anti radiasi yang selalu di simpan nya di dalam tasnya. kaca mata itu selalu di pakai nya bila memandang layar laptopnya.


Lely keluar dari dalam kamar mandi.


Ia kemudian berjalan menuju tempat tidur Arum. Ia mengambil bayi mungil tersebut dan menggendong nya. Ia tampak begitu senang melihat bayi tersebut. Ia tidak tau apa kah ia akan memiliki seorang anak nanti.


Lely tersenyum sendiri membayangkan nya. namun mengingat sikap Wahyudi hati nya terasa begitu perih.


"Namanya siapa rum?" tanya Lely.


" Namanya cantik," ucap Lely.


Anita berdiri Di sebelah Lely.


Habibi berjalan ke pintu, saat ia mendengar suara ketukan dari Pintu. pria itu membuka pintu. Habibi terkejut saat di lihatnya yang datang Wahyudi.


Suara Wahyudi terdegar Sampai ke dalam.


" Maaf ya gue baru bisa datang. mana ponakan gue. ucap nya.


Habibi masih berdiri di depan pintu.


Lely yang sedang mengendong Vira berubah memucat. tangan nya Tampak gemetaran. Ia tidak tau apakah Ia merasa dek-dekan seperti orang yang sedang jatuh cinta. atau Ia sedang ketakutan. orang akan tau tentang rumah tangganya.


Wahyudi masuk ke dalam. ia tampak terkejut saat di lihatnya istrinya ada di sana.


Ia menatap Lely yang berdiri tidak bergerak.

__ADS_1


boleh di katakan, kaki Lely mulai melemas. ia merasa kesulitan menahan berat tubuh nya.


Lely tidak menyangka bahwa suaminya itu akan datang juga ke rumah sakit tersebut.


"Duduk mbak," ucap Arum sambil menepuk pingit tempat tidur.


Lely sungguh tidak tau apa yang harus di perbuat nya. Ia tidak mungkin menyapa Wahyudi, bagaimana bila suaminya tidak menjawab nya seperti yang biasa. pasti orang akan mempertanyakan tentang rumah tangganya. namun bila tidak menyapa, orang pasti mengira bahwa rumah tangga nya sangat tidak baik. lagi-lagi Lely serasa ingin menagis. ia merasa sangat ketakutan, bila orang mengetahui tentang kondisi rumah tangga nya. walau bagaimanapun Lely ingin tetap mempertahankan rumah tangga nya hingga ia sudah tidak bernyawa.


" seandainya bunda masih ada, Ly ingin menangis di paha bunda," Ucapnya dalam hatinya.


Lely hanya menundukkan kepalanya tanpa berani untuk berbicara dan bertanya kepada suami nya. Ia hanya fokus menahan air matanya.


Arum Tampak begitu senang, Ia tidak henti-hentinya berbica dengan Lely. begitu juga dengan Anita. yang banyak memberikan pertanyaan kepada Lely tentang pekerjaan nya di salah satu rumah sakit besar di Jakarta. mereka bertiga begitu asik bercerita. Lely melupakan kehadiran Wahyudi. dan kali ini ia merasa lebih tenang.


" Tante aku balik ke rumah sakit dulu ya," ucapnya ketika ia menyalami Tangan Anita.


" Iya di, kamu hati ya," ucap Anita


" iya Tante," ucapnya.


Wahyudi mendekati bayi yang sedang di gendong istrinya. Ia memandang wajah bayi tersebut. kemudian ia mencium pipi,. serta rambut bayi tersebut.


posisinya begitu dekat dengan Lely saat ia mencium bayi tersebut, sehingga dada Lely berdetak dengan hebatnya, Ia tidak pernah merasakan sedekat ini dengan suaminya.


" kamu datang ke sini pakai apa?" tanya Wahyudi.


Lely begitu salah tingkah,. saat ia mendengar suaminya menanyakan hal tersebut. Lely Tampak begitu grogi.


' Ly bawak mobil mas," jawab nya.


" mas pergi dulu ya," ucap Wahyudi.


Lely Tersenyum, hati-hati mas," ucalny.


" iya, jawab Wahyudi.


Mas berangkat dulu. dan kemudian melangkah meninggalkan ruangan tersebut Lely menatap punggung lebar suaminya dan hingga tubuh pria itu sudah tidak


****

__ADS_1


dah ngantuk berat. Besok author lanjuti ya. vote dan komen serta like nya jangaula ya.


__ADS_2