Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 250


__ADS_3

Eka berada di ruangan nya, Ia duduk di meja kerjanya. Tangannya memegang sebuah pensil namun Ia tidak menulis apa-apa di lembar kertas putih tersebut. Ia hanya melamun di tempat duduknya. Ia masih harus mempertimbangkan lamaran Heri kepadanya.


Dia meminta waktu satu minggu dan sekarang sudah 2 hari waktu itu berjalan dan Ia masih belum bisa menentukan keputusan.


Bila Ia mengikuti keinginannya dan keegoisannya sudah pasti Ia memilih untuk menerima pria itu menjadi suaminya, namun Ia berpikir lagi apa Ia terlalu egois memaksakan keinginannya sendiri. Kehadirannya akan banyak menimbulkan masalah dalam hidup pria itu. Bagai nya tidak masalah bila Ia tidak menikah, memiliki seorang putra sudah melengkapi kebahagiaannya.


Ia juga pusing memikirkan peragaan hasil rancangannya nya minggu depan. Ia akan melakukan fashion show hasil rancangannya, Ia sudah menyewa model-model kelas atas,


fashion show itu akan dilakukan di sebuah hotel mewah yang ada di Jakarta dan diliput oleh semua media televisi dan juga media online.


" Ibu ada ibu Arumi di depan," ucap Tari. Ketika manager nya itu membuka pintu ruangan nya.


" Langsung masuk," ucap Eka.


" Baik buk," jawab manajer nya itu.


Arum mamasuk ke dalam ruangannya, Ia bersama dengan May Sarah.


Eka tersenyum memandang adik angkatnya.


Arum kemudian duduk di kursi yang ada di depannya.


" Buk dokter apa kabar?" ucapnya.


" Baik kak , Arum mau ngambil baju pesanan kemarin apa sudah selesai?" tanyanya.


Eka tersenyum memandangnya. " Langsung bos yang ngambil nih," ucapnya kepada adik angkatnya itu.


Arum tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ia memesan baju seragam untuk karyawan di rumah sakit miliknya. Ia memesan sekitar 350 baju seragam untuk perawat dan juga bidan.


" Udah disiapin tinggal di angkat aja," jawab Eka.


" Ibu saya permisi duduk di depan," ucap May Sarah.


" Iya Kak boleh silakan," ucap Arum.


Bodyguard cantik itu pergi meninggalkan ruangan tersebut. Ia duduk di toko bersama dengan karyawan Eka yang lain.

__ADS_1


'' Ada apa?" tanya Arum ketika melihat wanita tersebut tampak sedang memikirkan sesuatu.


" Mas Heri lamar Kakak," Ucapnya.


" Selamat ya kak," ucap Arum yang tampak begitu sangat senang.


Eka kemudian menundukkan kepalanya. " Ini untuk yang ketiga kalinya Mas Heri meminta kakak untuk jadi istrinya," ucapnya.


" terus kenapa?


kakak cuman tinggal jawab Iya terus selesaikan," ucap Arum kemudian.


Eka mengangkat kepalanya sedikit ke atas, Ia kemudian memejamkan matanya. "Kakak nggak pantas untuk mas Heri," ucapnya.


" kenapa?" tanya Arum.


" Kakak punya anak tanpa suami, semua orang pasti menghina Kakak. Kakak juga nggak mau Mas Heri dihina oleh keluarganya, dibenci, bahkan dihapus dari daftar keluarga hanya karena menikah dengan kakak," ucapnya kemudian. Ia merasakan menjadi anak yang dibuang dari keluarga itu sangat menyakitkan. Dimana tidak ada tempat untuk mengadu. Ia hanya bisa menjalani semua nya sendiri. Ia masih terbayang bagaimana Ia melewati masa sulit di dalam hidupnya seorang diri. Ia hanya bisa menagis sendiri, bila tidak ada yang bisa dimakan nya maka Ia akan menahan lapar hingga pagi. Ia bahkan menagis saat Ia tidak merasakan putra nya bergerak saat Ia tidak makan dari pagi hingga sore. Ia baru bisa makan setelah tetangga nya ada yang mengambil kain cucian dan juga kain yang sudah di setrika. Setelah Ia selesai makan, barulah Ia merasakan putera nya yang menendang-nendang perutnya, dan Ia sudah merasakannya sendiri. Ia tidak ingin pria itu merasakan hal yang sama karena menikah dengannya. Saat awal Ia kuliah, cukup banyak pria yang mendekatinya, namun begitu mereka tahu bahwa Ia memiliki anak tanpa suami semua pria itu langsung menjauh darinya. Bahkan menghinanya mereka mengatakan bahwa Ia hanya sok alim untuk menutupi aibnya. Ia yang berpenampilan begitu tertutup dengan memakai busana syar'i ternyata hamil diluar nikah. Hal tersebut sampai sekarang membuat Ia merasa minder bila berhadapan dengan orang lain. Bahkan Ia selalu sendiri saat berada di kampus. Ia kuliah karena memikirkan putranya, Ia tidak memikirkan omongan orang yang menghinanya yang memandangnya jijik terhadap nya. Mereka memandangnya rendah dan hina. Ia seakan-akan tidak mendengar apapun yang dikatakan orang terhadap nya. Ia bersikap semuanya biasa saja tanpa ada masalah Namun dalam hatinya Ia begitu sangat tersiksa dengan hinaan tersebut. bahkan ada salah seorang mahasiswa yang ingin membayarnya untuk tidur bersamanya karena pria itu mengatakan Ia hanyalah seorang wanita PSK.


" Tentang keluarga Mas Heri, mereka bilang apa?" tanya Arum.


" Apalagi yang kakak ragukan?" tanya Arum.


"Kakak gak mau Mas Heri menyesal menikah dengan kakak. Dia akan dihina orang karena memiliki istri seperti kakak. Dia juga akan dipandang rendah oleh keluarganya, Kakak gak mau egois," ucapnya.


Arum diam saat mendengar ucapan Eka, dia tahu apa yang diucapkan oleh wanita tersebut memang benar adanya. Kemungkinan itu selalu ada dan Ia pun tidak bisa menjamin hal tersebut tidak akan pernah terjadi. " Kita tidak pernah tahu tentang jodoh. Jodoh, maut dan rezeki itu semuanya sudah diatur dan Kita manusia hanya menjalankan semua takdir yang sudah ditetapkan. Sebagai pemeran, kita akan melakukan segala sesuatu sebaik yang kita mampu. Walaupun terkadang apa yang kita buat tidak semestinya kita lakukan. Setelah kita menyadari itu adalah sebuah kesalahan maka kita akan menjadikan hal tersebut sebagai pelajaran. Segala yang terjadi atas seizin Allah . Bila Allah berkehendak maka terjadilah. Apa yang sudah terjadi, pasti ada hikmahnya. Kita hanya bisa menjalani apa yang terjadi saat ini. Selama ini yang kita anggap paling dekat dengan kita adalah keluarga, kita mengatakan keluargalah yang terdekat. Setelah keluarga teman, saudara, kerabat, tetangga itu adalah yang paling dekat dengan kita. Namun sebenarnya yang paling dekat dengan kita adalah kematian, kita tidak tahu kapan ajal datang menjemput. Bisa saja nanti, besok atau mungkin 50 tahun lagi. Kita selalu beranggapan bahwa yang paling jauh adalah planet-planet, bulan, bintang bahkan matahari. Namun ternyata yang paling jauh adalah masa lalu. Bagaimana pun caranya, naik jet super cepat pun kita tidak akan pernah sampai (kembali) ke masa lalu. Oleh karena itu, kakak tidak perlu menakutkan masa lalu Karena itu adalah hal yang terjauh dalam hidup kakak. Yang sudah terjadi tidak akan bisa kita rubah dan Yang sekarang kita jalani adalah untuk mengarahkan kehidupan yang lebih baik untuk masa yang akan datang. Berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi anak-anak Kakak, menjadi yang terbaik untuk karyawan-karyawan kakak di sini. kakak harus menjadi manusia yang jauh lebih baik. Karena masa ini tidak akan pernah kembali bila nanti kakak sudah maju ke masa depan. kakak tidak akan pernah kembali ke masa yang sekarang. Jangan nanti keputusan yang kakak ambil sekarang akan membuat kakak menyesal di masa yang akan datang," ucap Arum yang berusaha untuk membangkitkan kepercayaan diri kakak angkat nya itu.


Eka Memandang nya Apa yang diucapkan oleh Adik angkatnya itu memang benar adanya.


" Mas Heri sudah sangat mengenali Kakak. Dia mengetahui keseluruhan tentang diri kakak, hal yang terburuk tentang Kakak dan hal yang terbaik tentang kakak semuanya sudah diketahuinya. Menurut Arum dia melamar Kakak dan meminta kakak untuk jadi istrinya, karena Dia sudah siap menerima segala sesuatunya dan Ia juga sudah pasti menyampaikan kepada pihak keluarganya sehingga Ia yakin untuk menerima Kakak menjadi istrinya.


Eka Diam Ia hanya memejamkan matanya, rasanya begitu sulit untuk menerima pria tersebut bukan karena dia tidak menyukai atau tidak mencintai pria itu. Ia begitu sangat menyukai pria itu, Ia sungguh kagum dengan sikap dan kepribadian pria itu ,namun Ia tidak ingin pria itu menyesal karena menikah dengannya. Ia tidak tega bila pria itu akan dipandang rendah orang lain.


" Kakak jangan takut untuk melangkah, apa yang kakak takuti tidak semuanya terjadi. Apa yang kita anggap indah tidak seindah yang kita bayangin, apa yang kita katakan buruk belum tentu buruk. Itulah yang namanya misteri Jadi Kakak nggak usah mikirkan tentang hal tersebut. Kalau memang Kakak menginginkan untuk menikah dengan Mas Heri, maka terima. Sebentar lagi Daffa sekolah Kak. Apa Kakak tega melihat Daffa menerima hinaan dari orang lain. Daffa bisa menunjukkan bahwa dia adalah anak yang kuat, agar kakak juga kuat. Namun apa kah kakak tau seperti apa perasaan nya nanti ketika Ia di hina oleh teman-temannya?


Bila Kakak menikah dengan Mas Heri, setidaknya orang mengetahui Kakak punya suami. Orang tidak akan bertanya Daffa anak Mas Heri atau nggak dan Daffa bisa sekolah dengan senang tanpa harus memikirkan apa kata orang,"


Eka menangis saat mendengar ucapan Arum tersebut, Ia benar-benar merasa sangat bersalah dan menyesal. karena kesalahannya Putranya yang harus menanggung hinaan.

__ADS_1


" Mas Heri Ayah yang tepat untuk Daffa, Ia begitu menyayangi Daffa dengan sangat tulus. Arum berharap kakak mau menerima Mas Heri, bukalah sedikit hati untuknya. Kakak coba untuk membuka lembaran baru jangan terpaku dengan masa lalu," ucap adik angkatnya itu.


Eka Memandang nya. " Terimakasih ya Arum, Kakak benar-benar gak berani untuk bertemu dengan pihak keluarga nya," ucap Eka.


" Kakak harus percaya diri," ucap Arum.


" Buk, pak habibi datang," ucap May Sarah.


suruh masuk aja ucapnya kepada May Sarah.


pria itu kemudian masuk ke dalam ruangan tersebut dia membawa putrinya.


Arum tersenyum memandang suaminya dan juga putrinya. Sebelum Ia datang ke butiknya Eka, Ia sudah memberitahu suaminya bawa Ia kan ke butik tersebut.


" Kak Eka, Arum duluan ya. Udah ada rencana mau bawa Vira jalan-jalan," ucapnya kepada Eka.


Eka tersenyum dan menganggukkan kepalanya. " Anak gadis mau jalan ke mana?" tanyanya.


" pengennya ke Mall sih tante," ucap Vira.


" Tante buatin Vira baju cantik," ucapnya kepada Vira. Ia mengeluarkan tas kecil yang disimpannya di dalam laci di bawah mejanya.


Vira kemudian melihat baju yang sudah dirancang untuk nya. Gamis anak berwarna maroon dengan jilbab yang sangat cantik.


" Apa boleh langsung Vira pakai gak Tante," ucapnya.


" Tentu saja boleh," jawabnya kepada gadis kecil tersebut.


Arum pergi meninggalkan ruangan nya setelah putrinya menganti baju nya tersebut.


Eka Memandang keluarga kecil itu, keluarga itu tampak begitu sangat bahagia. Ia juga sangat berharap bisa memiliki keluarga yang utuh dan bahagia seperti adik angkatnya itu.


***


Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. terimakasih atas dukungan nya.


😊😊

__ADS_1


__ADS_2