Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 319


__ADS_3

Imam dan juga keluarganya menginap di salah satu hotel mewah yang ada di Solo. Ia menginap di Lorin solo hotel. Yang mana lokasi hotel ini tidak begitu jauh dengan rumahnya May sarah. Imam tersenyum legah dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur berukuran king. Imam merasa sangat lega ketika acara lamarannya diterima oleh keluarga dan juga May sarah sendiri. Setelah ia kembali dari Semarang Imam begitu sangat sibuk dengan urusan pekerjaannya yang tidak bisa ditinggalkan nya sama sekali. Mengaudit data perusahaan membuat waktunya terkuras habis. Sebagai wakil direktur keuangan membuat pria itu begitu sangat sibuk. Berhari-hari Imam tidak sempat untuk menghubungi May sarah. Bahkan dia juga melupakan garis tersebut. Saat Imam datang ke butik adiknya Imam berencana untuk mengajak Daffa bermain ke rumah Arum. Dengan harapan kaponakan kecilnya itu bisa dijadikan alasan untuk bertemu dengan gadis yang sangat di rindukannya.


**


Back to back.


Imam mengemudikan mobilnya menuju ke butik Eka. Hari ini waktunya begitu sangat senggang sehingga Imam bisa memiliki waktu untuk bertemu dengan May Sarah. Cukup lama pria itu berpikir mencari cara untuk bisa bertemu dengan gadis tersebut. pada akhirnya Imam memutuskan untuk membawa Daffa bermain ke rumah Arum. Dengan alasan kaponakannya itu ingin bermain bersama teman-temanya dengan begitu Imam akan memiliki kesempatan untuk bertemu dengan May sarah. Imam mengetuk pintu ruangan Eka dan membuka pintu ruangan tersebut.


Eka tersenyum saat memandang abang kandungnya yang datang ke butiknya. "Kenapa nggak ngasih tahu kalau mau kesini?" ucapnya.


"Mas tahu kamu nggak bakalan kemana-mana. kursi kamu itu sudah punya magnet biar pantat kamu nggak bisa beranjak dari sana. Makanya mas langsung datang," ucap Imam sambil tersenyum memandang adiknya. Imam sangat tahu bahwa adiknya itu tidak akan meninggalkan kursinya. Eka akan fokus dengan kertas dan juga pensil yang ada di tangannya


Eka tersenyum dan mencium punggung tangan abangnya.


"Tadi Mas sudah ke rumah mau ngajak Daffa tapi kata Mbak Surti, Daffa di sini makanya masih ikut datang ke sini," ucapnya.


"Iya materi yang jemput dasa di sekolah," ucap Eka yang masih memegang pensil di tangannya. Eka kemudian mengerutkan keningnya ketika mengingat ucapan Arum semalam kepadanya. "Apa Mas sudah tahu tentang Kak May yang dilamar hari ini?" ucapnya.


Mata Imam terbuka lebar saat mendengar ucapan adiknya. Mulutnya terbuka dengan wajah yang tampak memucat. "Apa?" ucapnya dengan nada suara yang cukup keras.


"Semalam Arum ke sini katanya Kak May bakalan dilamar hari ini," ucap.


Imam sakan masih tidak dapat mencerna ucapan adiknya. Dia masih diam dengan tatapan mata yang tidak bisa diartikan.


"Mas," ucap Eka yang memukul bahunya.


"Mas mau ke Solo," ucapnya.


"Mata Eka terbuka lebar saat mendengar ucapan Abangnya? "Kenapa mendadak tanya.

__ADS_1


"Mas mau lamar May sarah sekarang," ucap Imam.


"Mas nggak sedang bercanda?" tanya Eka


Imam menggelengkan kepalanya.


"Mas hubungi sekretaris Mas dulu," ucapnya.


dengan bingung Eka menganggukkan kepalanya.


"Halo selamat siang Pak Imam," ucap sekretarisnya dari seberang sana.


"Halo Santi, Saya mau kamu siapkan sekarang hantaran untuk lamaran saya ke rumah calon istri saya. jam 12.30 itu semuanya wajib sudah selesai. Carikan saya pesawat untuk ke Solo hari ini juga," Ucapnya yang memerintah istrinya.


"Untuk hantaran nya itu apa saja Pak?" tanya Santi.


"Kamu cek di internet saya juga tidak tahu," ucap imam yang sudah mulai frustasi dan panik.


Eka yang duduk di depan abangnya hanya diam memandang Abangnya tanpa bisa bertanya apa apa.


Imam kemudian menghubungi orang tuanya. Imam tidak sabaran menunggu Eli mengangkat teleponnya.


"Halo," ucap Elly.


"Ibu hari ini juga saya akan berangkat ke Solo melamar May sarah ibu dan bapak cepat sayap siap jam 1 kita akan berangkat," ucapnya.


Elly diam tanpa bisa memahami ucapan putranya. "Maksudnya apa?" tanya Elly.


"Bu saya bakalan ke Solo bila nanti pesawat sudah tidak ada lagi maka kita akan pakai mobil jam 1 ini," ucapnya mempertegas perkataannya.

__ADS_1


"Kenapa mendadak apa may Sarah sudah kamu hamil?" ucap Elly yang begitu sangat terkejut dengan ucapan putranya


"Ibu ngomong apa?


Saya itu mau melamar bu, bukan mau bertanggung jawab atas kehamilan. Cium dia aja nggak pernah gimana dia mau hamil," ucap Imam.


"Tapi kenapa mendadak seperti ini?" tanya Elly yang masih tidak mengerti.


"Bila saya gak cepat nanti May sarah dilamar orang," ucapnya yang mulai mengadu.


Elly masih ingin bertanya namun ucapannya sudah dipotong oleh putranya tersebut.


"Ibu kasih tau bapak ya. Kalau Adek-adek mau ikut suruh mereka siap-siap sekarang," ucapnya.


"Kita mau lamaran apa nggak ada bawa apa-apa?" tanya Elly yang masih bingung harus melakukan apa.


"Untuk hantaran aku sudah minta Santi menyiapkan semuanya," ucapnya.


Di saat situasi seperti ini Elly tidak mungkin banyak bertanya kepada putranya. pada akhirnya Eli hanya mengiyakan saja ucapan putranya.


Imam memutuskan sambungan telepon setelah selesai berbicara dengan ibunya.


Imam menempelkan ponselnya di daun telinganya. "Halo," ucap Imam yang menjawab panggilan dari Santi.


"Halo Pak, pesawat ke Solo jam jam 10 sudah berangkat dan untuk hari ini yang tersisa untuk Jam 9 malam," ucap Santi.


"Kalau begitu Tidak usah dipesan saya kan pakai mobil langsung ucapnya yang menghempaskan nafasnya.


Baik Pak jawab Santi yang memutuskan sambungan telepon tersebut.

__ADS_1


***


Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungan nya. 😊😊🙏🙏


__ADS_2