Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 193


__ADS_3

arya akan menghabiskan sisa usianya di dalam penjara. pria berusia 53 tahun itu tidak bisa melakukan pembelaan diri nya. bahkan ia tidak bisa untuk naik banding. bukti-bukti yang di serahkan kuasa hukum Habibi sangat lengkap sehingga pria tersebut tidak bisa untuk berbuat apa-apa. pembunuhan berencana yang di lakukan nya akan mengurungnya di penjara seumur hidup,


perusahaan nya sudah nyaris bangkrut karena tidak ada investor yang mau bekerja sama dengan perusahaan nya. berita bahwa ia tertangkap dan masuk penjara membuat para pemilik saham yang bekerja sama dengan perusahaan nya menarik semua saham mereka.


pria bertubuh tinggi dan besar tersebut duduk lemas di dalam tahanan. ia memandang ke seluruh sisi ruangan yang berukuran 3x3 yang di huni 10-15 tahan. dan satu kamar mandi di dalam nya di sinilah tempat ia akan menghabiskan hari-hari tuanya. menghabiskan sisa usianya . perusahaan yang di bangun nya sudah 20 tahun harus berakhir dengan kata bangkrut. Segala cara di lakukan kan nya untuk bisa memajukan perusahaan. bahkan ia tidak segan-segan untuk membunuh pesaing bisnis nya agar mendapatkan tender dari investor.


keluarga nya sudah berantakan. karena kesombongan, keangkuhan, ketik perdulian serta suka bermain dengan gadis muda dan minum-minum keras. membuat rumah tangga nya memburuk, istri dan anak-anak nya sudah meninggal kannya. dalam kondisi seperti ini. tidak ada satu orang pun keluarga nya yang berkunjung. istri nya sudah menggugat cerai sebelum kasus ini beredar. istri nya yang selalu sabar dan selalu mengingatkan nya sudah pergi. ia sangat merindukan sosok wanita bersahaja Tersebut wanita yang selalu sabar menghadapi nya, wanita yang lebih banyak meneteskan air mata dari pada tersenyum. wanita yang di dihina dan di rendahkan nya. wanita yang melahirkan 2 putri dan satu putra untuk nya. ia sudah berencana untuk menandatangani surat cerai yang sudah beberapa bulan lalu di terima nya namun belum di tandatangani nya. seluruh asetnya yang masih tersita. akan di serahkan nya untuk mantan istri dan anak-anaknya nya.


"pak Arya" suar sipir penjara memanggil nya. ia melangkah kan kaki nya dengan cepat berjalan menuju pintu besi tersebut. sipir penjara itu membuka kan pintu untuknya. ini untuk yang pertama kali nya pintu kamar nya di bukakan.


"ada yang mengunjungi anda"


ucap sirip tersebut sambil berjalan di belakang nya. ia tidak ingin tau siapa yang datang. hati nya begitu senang. saat mengetahui masih ada yang sudah untuk mengunjungi nya.


matanya berca-kaca. saat di lihatnya punggung orang yang datang Tersebut. ia mempercepat langkahnya. hingga kini ia sudah berdiri dekat wanita yang duduk di kursi yang ada di ruangan itu.


"Miranda "ucap nya


Miranda melihat ke arah pria tersebut. ia memeluk pria yang dulu selalu di balut baju bermerek dan mahal, tapi kini sudah mengenakan baju narapidana berwarna oranye. tak terlihat lagi


Arya menangis memeluk Miranda.


"aku mohon beriKan maaf mu miran"


aku akan melepaskan mu aku akan menceraikan mu. ucap nya dengan suara yang bergetar.


Miranda menggeleng kan kepala nya.


"aku ke sini bukan untuk minta cerai mas. kita tidak akan bercerai mas. aku akan tetap menjadi istri mu mas" ucap Miranda


"kenapa Miran?


kamu bisa mendapatkan pria baik"


"kaulah cinta pertama dan terakhir dalam hidupku mas"


ucap Miranda sambil memeluk suaminya.


"tapi aku sudah di sini sekarang Miran bagaimana kita masih menjalani rumah tangga" imbuhnya


" aku akan selalu ada untuk kamu mas, aku ingin kamu bertobat mas"


Arya menagis di pelukan istrinya." perusahaan kita sudah bangkrut sayang" ucapnya lirih.


aku akan memakai sisa uang yang ada di rekening untuk membuka usaha.


"kalau seandainya aku mendengar kan Ucapan mu, semua nya tidak akan seperti ini" sesal nya.


Miranda menggeleng kan kepala nya. tidak apa mas. kita akan memulnya dari bawah.


"anak-anak mana?"


"tadi mereka meminta untuk ikut ke sini mas, namun aku tidak membawa nya. besok aku akan datang bersama anak-anak."


ucap Miranda.


"apa mereka membenci ku?"


tanya pria itu.


"tidak mas, mereka tidak membenci mu"


Arya kembali ke dalam ruangan nya. ia seperti memiliki hidung yang baru ketika melihat kedatangan istri nya. di saat seperti ini, setidaknya masih ada keluarga nya yang selalu menguatkannya.


******


setelah beberapa bulan Maya tinggal di rumah Arum. akhirnya ia kembali ke apartemen milik nya.

__ADS_1


ia memandang ke seluruh arah sudut kamar tersebut. bahkan ia mengambil video nya. di dalam kamar tersebut. selama beberapa bulan ini ia tinggal di rumah Arum. ia merasa sangat nyaman tinggal di rumah tersebut.


bisa di bilang, ia mungkin satu-satunya orang yang betah numpang di rumah orang. rumah tersebut terasa sangat nyaman dan tentram. bila waktu sholat tiba. seluruh penghuni rumah serta seluruh pekerja di rumah tersebut. akan langsung ke mushola yang ada di belakang rumah Untuk sholat berjamaah. saat sholat Maghrib dan sholat isya. Habibi dan androw ke mesjid yang ada di perumahan mewah tersebut. mereka juga sering melakukan sholat berjamaah di masjid saat sholat Maghrib dan sholat isya. sungguh membuat hati merasa nyaman.


rumah mewah ini benar-benar terasa hangat dan juga tentaram.


Maya membuang nafas nya dengan kasar. ia akan kembali ke apartemen yang di sewa nya. ia akan kembali merasakan kesunyian seperti hari-hari yang lalu. ia akan kembali berteman karib dengan laptop nya serta ponsel.


ia melihat kamar yang beberapa bulan ini di huninya, kamar yang sangat nyaman. tempat tidur yang sangat empuk. ia kemudian merabah tempat tidur tersebut.


"aku akan rindu untuk tidur di tempat tidur ini nantinya". ucapnya.


kenyamanan di rumah ini pasti akan sangat di rindukan nya. selama hampir 3 bulan berada di rumah arum. ia seperti memiliki sahabat baru. mereka begitu akrab, mereka sering berkumpul bersama Naura, Arumi dan may sarah. mereka sering ngerumpi barang, makan Rujak barang, yang mereka beri nama rujak parti, maskeran barang, nonton film Korea bareng, masih banyak yang keseruan yang mereka kerjakan.


suara pintu terbuka. maya melihat Arum dan juga Naura masuk ke dalam kamar nya.


"buk mil peluk" pinta nya sambil mengembangkan tangannya. Arum dan Ara memeluknya secara bergantian.


"kakak pasti akan rindu kalian, kalian harus jaga baik-baik ya calon ponakan" ucap nya sambil mengusap perut dua wanita hamil di depan nya.


"doa in kami ya kak "ucap Arum


"kakak Maya bisa datang ke sini kok". ucap Arum.


"kakak juga harus datang ke rumah Ara, rumah kami dekat kak tinggal nyebrang aja " ucap ara.


"yang membuat Maya tertawa. kalien tu masih kecil-kecil tapi dah pada hamil" ucapnya sambil tertawa.


dua orang wanita yang ada di depan nya Tampak cemberut. " kakak kapan ya di lamar"


ucapnya kemudian saat mengingat umur nya yang sudah 25 tahun.


" ntar lagi mas Rio datang ngelar tu kak"


mendengar apa yang di katakan Arum. pipi Maya Tampak mereka.


******


habibi meminta mayp Sarah dan juga Heri yang menjadi pengawal pribadi istrinya. ia juga semakin mengawasi aktivitas istrinya.


Arum sudah memulai aktivitas perkuliahan nya. ia begitu tampak kelelahan. jadwal kuliahnya yang padat 24 SKS dan juga pratikum belum lagi tugas-tugas nya yang banyak. ia juga harus mengecek rumah sakit milik nya. terkadang ia baru tidur jam 12 malam untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah nya.


Arum menyandarkan tubuhnya di kepala tempat tidur nya. ia menumpuk beberapa bantal di belakang punggungnya. "semangat "


ucap nya sebelum ia memulai mengerjakan tugas kuliah nya.


habibi yang baru masuk ke dalam kamar, melihat istrinya yang sedang duduk di tempat tidur. ia kemudian duduk di tepi tempat tidur.


matanya mengarah ke layar laptop yang menyala.


"ngerjain tugas?"


tanya nya kemudian.


Arum sedikit memutar kepalanya dan melihat suaminya.


" ia mas syarat ujian jawabannya"


habibi mengusap puncak kepala istrinya.


" mas mau bantu, tapi mas gak ngerti dek "


ucapnya, ia merasa tidak tega melihat istrinya


" iya mas, gak apa. Arum lapar mas tapi mau di tinggalin nanggung" ucapnya


"mau apa?"

__ADS_1


tanya nya kepada istrinya.


"nasi mas"


jawab arum


" tunggu ya mas ambilin"


ucapnya kemudian mengelus perut buncit istrinya dan mencium beberapa kali perut buncit istrinya. dan kemudian mencium kening istrinya.


Arum tersenyum memandang ke wajah suaminya.


"mintak bik Ani aja yang ngantarin mas" ucapnya yang kemudian mengusap memegang pipi suaminya serta tersenyum.


tidak lama setelah menghubungi art nya. bik Ani datang ke dalam kamar membawa Napan di tangan nya. ia meletakkan Napan tersebut ke atas nankas. ia juga membawa cemilan serta buah. dan segelas susu. bik Ani meninggal kan kamar tersebut setelah mengucapkan permisi.


Habibi mengambil piring yang berisi nasi.


iklan bakar serta sayur dan sambalnya di dalam piring yang berbeda. Arum sedikit menggeser tempat duduk nya. agar piring itu bisa di letakkan di tepi tempat tidur.


"buka mulut "ucapnya sambil memegang sendok dan mengarahkan nya ke mulut istriku.


Arum memandang suaminya, ia tersenyum begitu imut nya memperlihatkan deretan gigi putihnya dan kemudian membuka mulutnya. setelah habis satu suap pria itu memasukkan suapan selanjutnya. hingga nasi yang ada di piring serta ikan bakar dan sayur bayam bening tersebut tandas tak tersisa.


"Udah kenyang belum sayang?"


tanya nya.


udah dulu aja mas. ntar kalau lapar lagi, makan lagi. jawab nya sambil menutup mulutnya dengan tangannya.


ia tersenyum melihat istrinya.


"si Ndut banyak makan." ucapnya.


"Arum gendut gini juga karena mas"


protes sang istri


yang membuat ia tertawa.


ia kemudian memberikan air putih yang ada dalam gelas bening. yang di teguk istrinya.


"susunya mau langsung di minum dek?"


tanya nya.


"nanti aja mas, Arum masih kekenyangan. nanti mas kalau mau makan pangil Arum ya.


biar Arum temani." ucapnya mengingat suami nya yang belum makan.


"nanti mas makan sendiri aja dibawah" ucapnya. "mas mau ke ruang kerja dulu ya. ngecek email yang di kirim Rasid. ucapnya.


Arum tersenyum dan kemudian mengangguk kan Kepala nya.


*******


like, komen dan vote nya ya. walaupun hanya 10 vote yang di beri kan sangat bernilai untuk author.


makasih ya atas dukungan.


😊😊🙏🙏


kisah Ardi dan Aisah author ganti judul ya.


soalnya banyak yang susah nemuin judul yang lama.


__ADS_1


__ADS_2