Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 87


__ADS_3

“Udah cantik kamu dek.” Kata Habibi melihat Arumi yang tampak sangat segar dengan riasan wajah yang tipis. Berpakaian rapi sehabis sholat subuh.


Arum hanya tersenyum. Arum yang memakai jilbab berwarna pink dan baju putih.


“Kita sarapan dulu mas.”


“Iya dong. Lebih enak sarapan di sini dari pada sarapan di rumah dek.”


“Apa bedanya?”


“Kalau sarapan di sini lebih menikmati dek.”


“Menikmati sarapan?”


“Menikmati cantik kamu dek.”


Arum tersenyum melihat bosnya yang ternyata pintar menggombal. Kenapa selama ini dia nggak tahu. Tiba-tiba saja Arum teringat, kalau bos nya itu play boy. “Mas pintar gombal.” Sambil cemberut.


“Mas jujur dek. Jujur kaca ijo malah.”


“Itu bubur mas😂”


“Ooo bubur ya.” Balas Habibi.


Pagi-pagi Arum udah di buat ngakak oleh bosnya. Mereka sarapan berdua dengan candaan-candaan ringan. Saat ke bagasi mobil, Arum meminta untuk mengemudi mobil namun Habibi melarangnya. Akhirnya Arum duduk di sebelah Habibi.


“Mas.”


“Iya sayang.”


“Mas, punya mantan berapa sih.”

__ADS_1


“Kita hidup di masa sekarang dek dan merancang untuk masa depan.”


“Mas tahu gak kenapa mobil wajib punya spion?”


“Biar gak nabrak dek.”


“Mobil punya spion, agar bisa melihat kebelakang dan tidak nabrak. Begitu juga dengan masa lalu, seburuk apapun masa lalu, kita hidup di masa sekarang akan menjadikan pedoman masa lalu agar tidak mengulangi hal yang sama. Sejarah itu guru kehidupan. Sejarah itu adalah pedoman di masa sekarang dan akan menjadi pembelajaran di masa depan. Karena itu kita sebagai manusia diberikan memori daya ingat untuk mengingat masa lalu.” Kata Arumi seperti berceramah.


“Waktu sekolah, kamu suka pelajaran sejarah ya dek.”


Arum menganggukkan kepalanya.


“Sejarah perjuangan mas jangan kamu lupain ya dek.”


Arum kembali tertawa. “Sejarah perjuangan apa mas?”


“Perjuangan untuk halalkan kamu dek. Tapi apa kamu ikhlas dek. Kalau mas mengingat wajah-wajah mantan mas. Nama-nama mantan mas.”


“Ibuk terima kasih ya. Arum gak tau bagaimana cara membalas kebaikan ibuk.”


Anita mencium kening gadis tersebut. “Kamu gak usah memikirkan untuk balasnya. Kamu cukup jadi mantu ibuk aja.”


Arum terdiam dengan detak jantung yang sangat cepatnya. Arum berusaha mengatur nafasnya dan disaat nafasnya sudah stabil. Arum melihat Anita dan memberikan senyuman yang teramat manis.


“Insyaallah buk. Do’akan kami jodoh.”


“Sudah pasti sayang.” Jawab Anita.


Anita melihat ke arah putara semata wayangnya. Dia berjalan mendekat dan menarik telinga putra kesayangannya.


“Aduh mi. Sakit. Mami jangan jewer Bibi di dekat Arum, mi. Bibi malu mi,” kata Habibi sambil berbisik.

__ADS_1


“Dari mana kamu?”


“Dari rumah Arum mi, Bibi ketiduran. Calon mantu mami gak pandai bangunkan Bibi. Yang ada dia malah ikut tidur.”


“Kenapa gak kabari mami.”


“Gimana mau ngabari, hp aja mati mi.”


“Hp Arum ke tinggalan di kamar buk. Maaf buk.” Balas Arum.


“Dia ini kalau sudah tidur susah di bangunnya.” Balas Anita.


“Mi, bibi mau mandi. Bau bibi ini mi.”


“Ya udah.”


 








__ADS_1


__ADS_2