
May Sarah duduk sendiri di meja sambil menyantap makanan yang diambilnya. Bodyguard cantik yang berhijab itu hari ini berbeda penampilan. Ia tidak memakai seragam hitam dan juga celana hitam yang biasa dipakainya. Ia terlihat begitu sangat cantik dan juga anggun dengan memakai baju bermodel kebaya berwarna marun.
Saat ini Ia merasa sedikit santai karena bosnya menambah bodyguardnya untuk acara pesta tersebut.
Anak-anak kecil itu juga diawasi 10 Bodyguard, jadi Ia sedikit bisa bersantai dari pekerjaannya.
Ia mengangkat kepalanya ketika seorang pria tampan duduk di depannya.
"Apakah aku boleh duduk disini, "ucap pria tampan tersebut.
May Sarah sangat gugup saat melihat pria tampan itu duduk di depannya dengan sedikit ragu Ia akhirnya menganggukkan kepalanya.
" Apa kamu sendiri?" tanya pria itu kepadanya.
May Sarah menganggukkan kepalanya.
"Iya Pak saya sendiri," jawabnya.
Pria itu diam dan kemudian menyantap makanan yang diambilnya. Ia memasukkan bakso yang diambilnya tersebut ke dalam mulutnya.
Mereka berdua seperti orang bodoh yang hanya duduk diam tanpa berbicara. Mereka sama-sama seperti bingung untuk memulai pembicaraannya dari mana.
Bakso yang dimakannya seperti tidak ada rasa. Ia mengunyah bakso yang terasa hambar dilidahnya. Apakah dia salah mengambil tempat duduk pikir pria itu. Sebelum Ia duduk di depan gadis Itu, Ia mencari tempat duduk. Ia melihat-lihat posisi meja yang kosong namun Ia tidak menemukannya. Matanya tertuju kepada seorang gadis yang duduk sendiri sambil memakan potongan buah. Ia akhirnya Ia memutuskan untuk duduk di meja gadis tersebut.
May Sarah memasukan potongan buah kedalam mulutnya. Ia mengunyah potongan buah itu begitu sangat halus agar pria di depannya tidak mendengarkan bunyi kunyahan yang berasal dari mulutnya.
" Nama kamu siap ?" tanya pria itu yang berpura-pura tidak tahu. Ia begitu bingung memulai pembicaraan dari mana. Ia bukanlah pria playboy yang pandai merayu wanita, Ia juga bukan seorang pria yang selalu ditempeli oleh wanita-wanita cantik, bisa dikatakan sikapnya yang begitu sangat kaku membuat wanita canggung untuk mendekatinya.
Ia jenis pria pekerja keras, dalam hidupnya yang ada hanyalah bekerja.
May sarah mengangkat kepalanya saat Ia mendengar pria itu menanyakan namanya. Bukankah ini rasanya aneh, pria itu pasti sudah sangat tahu siapa namanya.
"Nama saya May Sarah, tapi bapak boleh memanggil saya Imay," ucapnya yang kemudian kembali mengambil potongan buah itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
Pria itu sedikit tersenyum dan kemudian menganggukkan kepalanya. Ia memperhatikan gadis yang kembali diam tersebut . " Apakah semua Bodyguard itu berwajah kaku dan tidak pandai senyum?" pikir pria itu dalam hati. Ia memperhatikan wajah cantik wanita yang sekarang duduk di depannya. Sepertinya gadis itu begitu sangat manis bila Ia tersenyum. " Apa kamu tidak ingin tahu nama aku siapa?" tanya.
Mai Sarah spontan tertawa saat mendengar pria itu bertanya tentang namanya.
Pria itu cukup bingung saat melihat reaksi gadis itu, yang tertawa saat mendengarkan pertanyaan nya. Ia memperhatikan senyum gadis itu yang begitu sangat manis.
__ADS_1
" Kenapa tertawa?" tanyanya kemudian.
" Maaf Pak, saya sudah tahu nama bapak Imam," ucap Mai Sarah.
Imam memperhatikan gadis itu, apakah sikapnya itu terlihat begitu sangat bodoh ketika Ia menanyakan nama gadis itu padahal sudah jelas Ia mengetahui namanya. Wajahnya memerah seketika saat mengingat kebodohannya. Ia kemudian diam tanpa melanjutkan pertanyaan
Mereka seperti orang bodoh yang duduk hanya diam. Begitu banyak yang ingin mereka tanyakan namun mereka sama-sama malu untuk bertanya satu sama lainnya. Imam merasa sangat canggung ketika melihat gadis tersebut. Sedangkan gadis itu sudah terbiasa untuk tidak boleh banyak bertanya saat bekerja membuat Ia tidak berani untuk bertanya apa-apa.
Imam melanjutkan makan baksonya, walaupun rasa bakso itu ambar namun Ia tetap memakannya setidaknya Ia terlihat lebih tenang sambil memakan bakso tersebut daripada Ia harus diam tanpa melakukan apa-apa.
May Sarah kembali memasukkan semangka yang di potong kecil-kecil tersebut ke dalam mulutnya.
***
Habibi duduk di meja bersama dengan Rio, dan Androw. Mereka bertiga begitu asik bercerita. Bisa dikatakan hubungan nya begitu dekat dengan Heri dan juga Rio. Mereka sudah seperti sahabat.
" Papi," ucap gadis kecil yang datang menangis menarik-narik lengan baju pria yang sedang duduk mengobrol tersebut.
Rio memandang putrinya yang sedang menangis. " Sayang papi kenapa," tanyanya yang kemudian mengangkat putrinya dan memangku putrinya tersebut.
" Kila diejek sama Rangga, Pi ," ucap gadis kecil itu mengadu dengan air mata yang membanjiri pipinya.
" Rangga bilang kalau Kila itu cengeng tukang Kadu, dia gak mau main sama Kila. Dia juga bilang Killa jangan dekat-dekat Rangga nanti jatuh cinta. Dia ngomong nya gitu Pi," ucap gadis kecil itu sambil kembali menangis.
Androw dan Habibi tidak mampu menahan ketawanya. mereka tertawa lepas begitu mendengar cerita dari gadis kecil tersebut
Saat mengetahui dirinya yang ditertawakan gadis kecil itu menangis semakin keras sehingga ketiga pria itu tampak panik ketika mata para tamu tertuju kepada mereka.
" Bagaimana mungkin Rangga seperti itu dengan seorang wanita, "ucapan Androw pria yang paling mengerti perasaan wanita. Ia berusaha untuk menenangkan gadis kecil tersebut.
" Bila Rangga seperti itu, sudah pasti salah namanya, "ucap Habibi agar gadis kecil yang yang duduk di pangkuan papinya itu berhenti menagis.
Wajah gadis kecil itu tampak begitu sangat senang ketika Ia mendengar seluruh orang membelanya.
"Brother Fino mana, Kenapa berada Fino tidak membela," ucap Androw yang mencari keberadaan putranya.
" Brother Vino dekati Kak Vira selalu, dia dan juga Bang Daffa selalu nempel-nempel Kak Vira kemana-mana, sedangkan Kila ditinggal-tinggalin berdua dengan Rangga. Rangga tidak mau main dengan kila. Dia selalu ejek-ejek Kila," ucap gadis kecil itu sambil menangis.
Androw dan Habibi menepuk keningnya ketika mendengar pengaduan dari gadis kecil tersebut. Mereka berdua sama-sama saling memandang kemudian menggeleng gelengkan kepalanya saat mendengar kelakuan anak-anak mereka.
__ADS_1
" Rangga di mana?" tanya Habibi
Akila memandang ke sekeliling area pesta tersebut. " Itu Pipi Habibi, Rangga," ucap gadis kecil tersebut yang menunjuk ke arah anak kecil yang sedang mengantri mengambil minuman.
Mereka memandang ke arah yang ditunjukkan oleh Akila, Mereka melihat Rangga yang sedang berdiri untuk mengambil minuman.
Rangga berjalan ke arah meja mereka, dengan membawa 2 gelas minuman di tangannya. Anak laki-laki itu tersenyum saat memandang pria-pria berwajah tampan tersebut.
" Selamat sore Pak Habibi, Pak Androw, dan juga Pak Rio," ucap pria kecil itu yang begitu sangat sopan.
"Iya sore juga Rangga," jawab Habibi.
" Bagaimana kabarmu?" tanyaan Androw ketika anak kecil itu meletakkan dua gelas minuman yang dibawanya ke atas meja, kemudian Ia memanjat ke atas kursi dan duduk bersama dengan pria-pria dewasa tersebut.
"Alhamdulillah aku sangat baik , "ucap Rangga.
Rio memandang anak laki-laki tersebut.
" Adik Aqila ini minumnya," ucapnya memberikan 1 gelas minuman yang dibawanya tadi untuk gadis kecil yang sedang dipangku oleh Papinya tersebut.
Aqila memandangnya iay kemudian memalingkan wajahnya.
" Maafin abang Rangga tadi ya, abang Rangga hanya bercanda Ini abang Rangga ambilkan air minum untuk adek Akila," ucapnya.
Habibi hanya senyum-senyum saat melihat anak kecil tersebut. Iya sudah tahu seperti apa sikap anak laki-laki tersebut. Ya sudah sangat hafal Seperti apa sifat Rangga.
"bohong,"ucap Akila.
"beneran gak bohong, Abang Rangga tadi hanya bercanda saja, adik Akila langsung nangis dan marah," ucapnya.
" Tapi janji jangan diulangi lagi seperti ini," ucap Akila yang mengangkat kelingkingnya.
"Iya adik Akila Abang rangka janji,"ucapnya kemudian.
***
Terima kasih ya atas dukungan dari reader semua, jangan lupa like comment dan votenya untuk author.
terima kasih 😊😊🙏🙏
__ADS_1