
Mereka kemudian mendengarkan Heri mengucapkan ijab Kabul untuk calon istrinya. ucapan kata sah dari para saksi membuat mereka begitu merasa sangat lega.
" Arum tersenyum memandangnya kak Eka selamat," ucapnya yang memeluk Eka.
" Makasih Arum," ucapnya sambil tersenyum bahagia. Saat ini Ia sudah resmi menjadi istri Heri, pria yang selalu ada dan menjaga nya.
" Arum akan selalu doakan Kakak, semoga Kakak bahagia selalu, kakak harus ingat sekarang status Kakak sudah menjadi istri. Kakak sudah memiliki tanggung jawab terhadap suami kakak," ucapnya.
Eka tersenyum dan menganggukkan kepalanya. " Terima kasih, doain Kakak semoga Kakak bisa menjadi istri yang baik dan juga ibu yang baik," ucapnya.
" Ia kak, Arum pasti doain," ucapnya sambil tersenyum
" Eka selamat," ucap maya yang memeluknya.
" Terima kasih Kak Maya," ucapnya yang tersenyum.
" Kakak doain Eka, semoga bahagia selalu dan langgeng sampai ke anak cucu," ucapnya.
" Amin, makasih ya kak Maya," ucapnya.
" Kakak Eka, Selamat ya Ara doain semoga keluarga kakak bahagia," Ucap Ara yang memeluk nya.
" Terima kasih ya Ara, terima kasih ya kak Maya, Eka benar-benar bersyukur memiliki teman teman seperti kalian," ucapnya.
"Terima kasih Arum, bagi Kakak Arum sudah seperti adik kakak sendiri," ucapnya yang memeluk Adik angkatnya itu.
Mereka memandang Pintu kamar yang dibuka. Eka melihat ibunya yang masuk ke dalam kamar tersebut. Ia memeluk ibunya dan menangis di pelukan wanita yang telah melahirkan nya. Wanita yang berusia di atas 50 tahun itu, terlihat begitu sangat cantik.
" Selamat ya na sekarang kamu sudah menjadi istri. Kamu harus jadi istri yang baik, sabar, dan mendengarkan ucapan suami kamu. Kamu harus tau, surga istri berada telapak kaki suaminya, surga anak ada di telapak kaki ibunya. Setelah bapak menikahkan kamu, itu artinya kami selaku orang tua sudah menyerahkan kamu kepada suami kamu dan selanjutnya suami kamulah yang akan membimbing kamu, yang akan bertanggung jawab kepada kamu. Sebagai seorang istri, Kamu harus bisa menghargai, menghormati suami kamu. Maafkan Ibu kalau ibu mungkin tidak bisa memberi contoh yang baik untuk kamu," ucapnya yang memeluk putrinya tersebut.
Eka menangis tersedu saat mendengar ucapan wanita yang melahirkannya tersebut.
" Makasih ya Bu, Eka janji akan menjadi istri yang baik dan juga ibu yang baik. Bagi Eka, Ibu adalah ibu yang terbaik," ucapnya.
" Eli mengusap air mata putrinya. Ibu doakan kamu bahagia," ucapnya mencium kening putrinya
Arum arah dan juga Maya yang duduk di sana sangat terharu saat melihat ibu dan anak tersebut mereka mengusap air mata yang menetes dari pelupuk matanya.
" Ayo sayang, kita keluar suami kamu sudah menunggu," Ucap Eli tersenyum sambil mengusap air matanya. Ia memegang tangan putrinya dan mengandeng tangan putrinya tersebut.
Arum berdiri, Ia memegang tangan Eka. Ara berjalan di sebelahnya. Sedangkan Maya berjalan di samping Eli.
Mereka keluar dari dalam kamar tersebut, di ruang tamu sudah begitu banyak yang duduk sebagai saksi.
Arum tersenyum saat melihat suaminya yang duduk di rombongan saksi laki-laki, sambil memangku putrinya.
__ADS_1
Ara tersenyum saat melihat suaminya yang duduk disebelah Habibi suami sahabatnya, sambil memangku putranya.
Maya memandang suaminya dan Ia tersenyum saat melihat suaminya memangku putrinya.
Dua anak kecil laki-laki duduk bersebelahan, dengan memakai stelan jas berwarna hitam. Rangga dan juga Daffa.
Daffa tersenyum saat memandang bundanya yang begitu sangat cantik. Ingin rasanya Ia datang memeluk bundanya namun Ia mengurungkan niatnya. mengingat ini merupakan acara pernikahan bundanya. Maka Ia akan menjadi penonton untuk sementara.
Eka berjalan mendekati suaminya, tatapan mata pria itu sudah tertuju kepadanya. Ia sekilas memandang mata pria itu, yang terlihat begitu sangat bahagia dan juga merindukannya sama hal dengan dirinya.
Dadanya sudah berdetak dengan begitu hebatnya, Ia seperti sedang berpacu lari merasakan detak jantung yang berdegup dengan sangat kencang. Ia kemudian duduk bersimpuh di depan suaminya sambil menundukkan kepalanya. Ia begitu malu Ketika harus melihat wajah tampan pria yang saat ini tersenyum kepadanya.
Heri memandang istrinya yang begitu sangat cantik. Beberapa hari tidak melihat Eka, membuat Ia begitu sangat merindukan nya. , Ia menjulurkan tangannya yang disambut oleh istrinya. Istrinya meletakkan tangan suaminya di hidungnya. cukup lama Ia mencium Penggung tangan suaminya itu.
Ia merasakan Heri yang mengusap kepalanya.
Eka melepaskan tangan suaminya secara berlahan setelah Ia mencium tangan suaminya. Ia mengangkat kepalanya memandang suaminya sambil tersenyum.
Heri tersenyum memandangnya, Ia kemudian memegang wajah istrinya dan mulai mencium kening istrinya tersebut. " Sekarang aku sudah menjadi suami kamu," ucapnya yang berbisik di telinga wanita cantik itu.
Eka tersenyum saat mendengar ucapan pria tampan tersebut. kalimat pertama yang didengarnya dari suaminya itu. Ini merupakan kalimat yang begitu romantis menurutnya. Eka tersenyum dan menang Wajah tampan suaminya. " Terimakasih suamiku,"ucapnya.
Heri tersenyum dan kembali mencium kening istrinya hingga tiga kali.
Ia mendengar suara yang mengatakan " Jangan banyak-banyak nanti sambung di kamar," Ia tersenyum saat mendengar suara yang menggodanya itu. Ia begitu sangat mengenal suara tersebut.
***
Acara resepsi ini dilaksanakan di rumah Eka. Rumah itu sudah resmi dibeli Imam sebagai kado pernikahan untuk adiknya. Rumah itu dijual Habibi dengan harga yang cukup murah, Habibi hanya mengambil separuh harga dari rumah tersebut. Imam menolaknya saat pria itu hanya mengambil separuh harga dari rumah itu. Namun Habibi mengatakan padanya, bahwa Ia tidak mungkin menjual rumah tersebut dengan harga yang tinggi sedangkan rumah itu untuk wanita yang sudah dianggapnya sebagai Adiknya sendiri. Tidak selamanya uang itu harus diutamakan terkadang hubungan keluarga dan saudara harus lebih diutamakan dari segala-galanya.
Dafa mendekati Bunda dan juga pria yang sekarang berstatus sebagai ayahnya.
" Bunda selamat Aku senang saat melihat bunda bahagia," ucap pria kecil tersebut yang mengangkat kepalanya agar bisa melihat wajah bundanya dengan sangat jelas.
Mendengar ucapan putranya Eka menangis sambil memeluk putranya tersebut.
Sebelum Ia menerima lamaran Heri, Ia menanyakan kepada putranya." Apakah Daffa mau menerima Om Heri menjadi ayah daffa?," ucapnya.
Putranya menganggukkan kepala. " Om Heri pria yang sangat baik. Bagiku om Heri itu adalah ayahku, dia sudah bersamaku Sejak aku kecil, dan bahkan sejak aku lahir. Ia sudah ada menjaga ku. Di saat bunda kuliah, om Heri selalu menyempatkan diri untuk datang melihat ku, membawakan aku es krim, mengajak aku jalan dan bermain. Om Heri begitu sangat tulus menyayangi ku," ucap Daffa yang mengingat seperti apa sikap pria itu menyayangi nya.
Eka Diam ketika Ia mendengar ucapan putranya. Ia tidak pernah mengetahui kedua pria beda generasi itu ternyata sangat dekat. Ia baru mengetahui ternyata Heri begitu sangat menyayangi putranya. Di saat dia kuliah pria itu yang selalu datang dan menghibur putranya. Setelah mendengar ucapan putranya Ia begitu yakin untuk menerima pria itu menjadi suaminya.
" Terima kasih ya sayang bunda, Kamu adalah laki-laki terhebat," ucapnya yang mengusap air matanya.
Daffa menganggukkan kepalanya. Sebagai laki-laki aku harus kuat karena aku akan menjaga dan melindungi Bunda serta adik-adikku nanti," ucapnya dengan manaikan dagunya ke atas.
__ADS_1
Eka tersenyum memandang putranya Ia mencium pipi bulat putranya dan juga kening putranya tersebut.
Heri mengusap kepala istrinya. Ia menggelengkan kepalanya. " Aku sudah puas melihat kamu nangis, mulai saat ini aku tidak mau lagi melihat kamu menangis," ucapnya yang mengambil pria kecil itu dari tangan istrinya. Iya kemudian mengendong Daffa.
Eka tersenyuman memandang suaminya. " Eka gak akan nangis lagi," ucapnya.
Heri menganggukan kepalanya, Ia mengusap air mata istrinya. Ini untuk pertama kali dan terakhir kalinya Ia akan mengusap air mata itu. Ia selalu melihat wanita itu menangis di depannya ataupun di belakangnya, namun Ia hanya diam memperhatikannya walaupun terkadang hatinya terasa begitu pedih.
Eka menganggukkan kepalanya.
" Ternyata Om sekarang sudah naik level," ucap Daffa.
Heri memandangnya dan mengerutkan keningnya. " Naik level apa ?" tanya.
" Dulu om berstatus sebagai om aku, tetapi sekarang sudah menjadi ayahku," ucapnya sambil tersenyum.
Heri tertawa saat mendengar ucapan pria kecil itu, Ia kemudian memeluknya. " Sekarang kamu pangil ayah, kamu harus tau dulu sekarang ataupun dulu Ayah selalu menganggap kamu anak ayah," ucapnya yang mengusap kepala anak kecil itu dan mencium pipi bulat anak laki-laki tersebut.
Daffa memandangnya. " Kalau masalah itu tidak perlu dikasih tahu, aku sudah lama mengetahuinya," ucapnya dengan gaya angkuhnya.
Daffa memandangnya mata pria kecil itu tampak berkaca-kaca sebagai anak laki-laki Ia tidak mau menunjukkan bahwa ia sedang menangis. Namun hari ini Ia tidak mampu menahan air matanya yang akan keluar.
" Ayah terima kasih sudah mau menerima Bunda, terima kasih sudah menyayangiku Dan menganggap aku seperti anak ayah sendiri," ucapnya memeluk pria bertubuh tinggi itu.
Harry tersenyum Ia begitu sangat terharu saat mendengar ucapan pria kecil yang begitu tulus dan juga jujur.
***
Mai Sarah duduk sendiri di meja sambil menyantap makanan yang diambilnya. Bodyguard cantik yang berhijab itu hari ini berbeda penampilan berbeda. Ia tidak memakai seragam hitam dan juga celana hitam yang biasa dipakainya. Ia terlihat begitu sangat cantik dan juga anggun dengan memakai baju bermodel kebaya berwarna marun.
Saat ini Ia merasa sedikit santai karena bosnya menambah bodyguardnya untuk acara pesta tersebut.
Anak-anak kecil itu juga diawasi 10 Bodyguard, jadi Ia sedikit bisa bersantai dari pekerjaannya.
Ia mengangkat kepalanya ketika seorang pria tampan duduk di depannya.
***
TAMAT ya Reader. 😀😀😀
Author akan lanjut Season 2 nya. Namun di novel yang berbeda. Kisah Dokter Arumi 2.
Maaf kalau tidak lanjut di sini. author harus pisah novel mengingat kisah dokter Arumi sudah mencapai 273 episode. Namun tetap kelanjutan Dari Arumi satu. Masih banyak masalah yang belum terselesaikan. Terima kasih ya sudah mau mendukung karya Author. Author tahu karya Author bukanlah karya yang sempurna bahkan jauh dari kata sempurna. Namun support dan dukungan dari para pembaca yang membuat Author selalu bersemangat melanjutkannya. Kisah Dokter Arumi 2 Akan secepatnya Author up.
mohon sabar ya Reader. Jangan lupa intip profil Author.
__ADS_1
Terimakasih 😊😊😊🙏🙏🙏