
maaf baru bisa up. ya reader.
πππ
jangan lupa dukung terus author dengan like komen dan vole nya juga ya.
ππΌππΌππΌ makasih.
***********
setelah melakukan kewajiban mereka. Arum yang dari tadi Tampak gelisah.
sudah berulang kali ia mengajak istrinya tidur. namun istrinya tidak mau, dengan alasan tidak ngantuk, panas, gerah. dan bahkan ia ingin mandi malam-malam yg mendapat kan larangan dari suami.
pria tersebut, sudah berulang kali menguap. namun tetap belum memejamkan matanya saat istri nya masih belum mau tidur hingga jam 2 malam.
mas.
iya sayang. jawab pria tersebut dengan masih menguap.
Arum mau pisang bakar.
mas minta bik Ani untuk masakan ya.
ucap nya kemudian.
istri nya menggelengkan kepalanya.
Arum gak mau bik Ani yang masak.
jawab istri nya.
jadi mau mas beli, tawar pria itu.
masih mendapatkan gelengan kepala dari istri nya. dan kemudian, keningnya mulai berkerut saat mendapat kan beberapa kali penolakan dari istri. tiba-tiba saja, feeling nya langsung tidak enak.
Arum mau Rio dan juga Heri yang masak. ucap sang istri yang membuat pria itu menelan air ludah nya.
tapi mereka itu pengawal sayang. ucap nya.
Arum mau mereka yang masak. ucap
istri nya.
pria itu terdiam cukup lama. namun melihat mata yang berkaca-kaca di depan nya. membuat ia menuruti permintaan istri nya.
diambil nya ponsel yang terletak di nakas. dan kemudian ia menghubungi no ponsel Rio
sambung itu langsung di angkat pada deringan pertama.
hallo pak.
__ADS_1
jawab pria bertubuh besar itu di seberang sana.
iya hallo Yo.
ada apa pak?
tanya pria itu.
istri saya minta pisang bakar.
baik pak saya akan beli. ucap Rio saat mendengar perkataan bosnya.
tapi dia gak mau yang di beli.
ucap Habibi dan kemudian pria itu diam.
Rio masih menunggu lanjutan kalimat yang akan di keluarkan bosnya selanjutnya.
tapi Arum mau, kamu dan Heri yang memasaknya. ucap nya kemudian.
Rio menelan air ludahnya. dan kemudian pria itu menjawab. baik pak akan saya masak.
ucap Nya.
apa kamu pandai memasak pisang bakar, tanya habibi yang merasa ragu.
terdengar suara tawa kecil dari seberang sana. saya akan ikuti panduan google pak. ucap pria itu.
gak apa demi ponakan. baik pak saya akan langsung ke dapur. ucap nya lagi.
iya terima kasih ya. dan sambungan telepon .pun terputus. ketika mendapatkan jawaban sama-sama dari seberang sana.
gimana mas, tanya perempuan itu dengan senyum merekah di bibirnya.
iya, Rio dan Heri akan masak pisang bakarnya. ucap pria itu.
Arum duduk dan kemudian turun dari atas tempat tidur. iya mengutip bajunya yang berserakan di lantai. dan kemudian memakai jelbab nya.
adek mau kemana. ucap pria itu.
turun ke bawah. jawab sang istri.
ngapain sayang?
mau lihat Rio dan Heri masak. semangat nya
kita tunggu aja, nanti di antar Rio ke sini.
ucap pria tersebut, yang sudah tampak frustasi melihat permintaan istri nya.
Arum mau lihat langsung kalau mereka yang masak. nanti bisa aja, mereka nyuru orang untuk beli. ucap nya penuh penekanan di kata beli. membuat pria itu menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
iya memakai baju kaos nya kembali. dan mengikuti istrinya keluar dari kamar.
dengan langkah kaki yang begitu ringan.
membuat pria itu memegang tangan istrinya.
adek, jalannya pelan-pelan aja. kasihan anak di dalam kalau jalannya laju amat.
ucap nya, yang mendapatkan senyuman termanis dari sang istri.
mereka mendengar keributan dari dapur. perdebatan Rio dan juga Heri mengenai cara membuka kulit pisang.
kalau buka baju cewek aku tau. teknik jitunya gimana bisa terbuka dengan cepat. ucap Heri yang terdengar.
mereka menghentikan perdebatan nya saat di lihatnya Arum datang dari belakang bersama dengan Habibi.
arum Tersenyum dengan amat manis membuat orang yang melihat, melupakan keusilan nya di tengah malam. sambil menarik kursi yang ada di dapur tersebut melipat kan tangan nya ke atas meja.
Arum mau lihat, beneran kalian yang masak atau gak. ucap Habibi. yang mendapat balasan nyegir dari dua orang pemuda bertubuh kekar dan tinggi tersebut.
Arum memperhatikan dua pria yang tidak pandai cara membakar pisang tersebut. ia kemudian tertidur dengan tangan yang menjadi bantal nya.
di lihat nya istri nya, istri nya yang sudah tertidur. yang tampak terlelap.
udah gak usah di lanjutkan. ucap habibi ke pada dua pengawal nya tersebut.
kenapa pak, tanya Heri.
istri saya sudah tidur. tadi dia gak bisa tidur. dan besok saya akan minta bik Ani untuk memasak nya. ucap pria tersebut.
dua pria yang berdiri di depan kompor gas, itu tampak bengong dan juga bingung.
kalian bisa kembali ke posko. ucap nya sambil mengangkat tubuh istrinya sangat pelan dan hati-hati.
apa perlu saya yang gendong ibuk pak.
tanya Heri.
gak usah. saya bisa sendiri. ucap bosnya.
terimakasih ya. dan kemudian ia meninggal kan dapur tersebut.
kamu ngapain mau bantu. ucap sabatnya sambil menabok Kepala Heri.
Heri ketawa. aku bingung mau nawarin bantuan apa. ucap nya. tapi kalau lihat pasangan romantis gitu. aku jadi mau cepat nikah.
lu pikir gua gak. ucap Rio kemudian sambil membereskan pisang yang ada di dapur.
tapi tuh boca, ngirain kita apa ya. masak ia untuk tidur aja, kita harus beratraksi dulu. ucap Heri. Rio hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban
**************
__ADS_1