
Arum duduk di dalam kelasnya bersama dengan teman-temannya yang lain. Naura masuk ke dalam dan mengambil kursi yang ada di depan Arumi. Karena hanya itu tempat duduk yang masih kosong.
"hai...," Arum mencolok sahabatnya. Tumben lambat datang," Ucapnya yang memandang sahabat nya itu.
Ara menoleh ke belakang. " Iya tadi sarapan dulu," ucap nya sedikit nyegir.
Arum menganggukkan kepalanya. Mereka mulai dengan perkuliahannya di saat dosen sudah masuk.
*********
"Ara pulang sama Arum?" ucapnya Ketika ia keluar dari dalam kelasnya.
Ara melihat kearah sahabat nya. " Gak seperti," jawabnya kemudian.
"Kenapa?" tanya Arum yang memandang sahabatnya itu.
"Ara di jemput," ucapnya sedikit ragu.
Arum memandang sahabatnya itu. "sama siapa?" tanyanya.
"Mas Androw," jawabnya sambil menundukkan kepalanya.
Arum melebarkan matanya. "Mas Bul? Ara udah jadian?" ucapnya sambil memandang sahabnya itu.
"Gak Mas Androw yang maksa mau jemput," Jawab Ara.
Arum melihat seorang pria bule mendekat ke arah mereka. Senyum manis mengembang di wajah cantik Arumi. Namun berbeda dengan Ara yang tidak melihat sama sekali dan hanya menundukkan kepalanya. Androw melambaikan tangannya yang langsung dibalas Arumi.
"Mas bul, rajin ya kekampus Arum sekarang," sindir gadis tersebut.
Androw tertawa. "Aku menjalankan amanat kamu sweet girl, untuk menjaga sahabat mu," ucap pria itu yang terlihat begitu santai.
Arum tampak tersenyum. "Mas bul maaf ya Arum gak bisa lama-lama. Arum mau ke butik untuk fitting baju. Oh ya nanti Mas Bul dan Ara, Arum kasih baju couple," ucapnya sambil tersenyum.
Androw tersenyum dengan lebarnya dan memperhatikan deretan gigi putihnya. "Terimakasih sweet girl," Ucapnya.
"Arum apaan sih?" ucap Ara memandang sahabnya itu sambil membesarkan matanya.
"Thanks sweet girl, Aku sangat menghargai itu," Ucapnya yang terlihat begitu senang.
"Arum pergi dulu ya Bey," ucapnya yang melambaikan tangannya.
"Hati-hati," jawab Ara.
__ADS_1
*******
Androw berjalan di depan Naura dan Naura mengikuti dari belakang. Sebenarnya kalau ia berjalan dengan gadis tersebut mungkin orang akan mengatakan bahwa gadis itu masih kecil dan anaknya. Androw yang memiliki tinggi 185 cm. Naura bertubuh mungil dengan tinggi 150 cm di tambah wajahnya yang terlihat sangat imut-imut seperti seorang siswi SMP.
“Apa mau jalan-jalan dulu?” Tanya Androw yang menoleh ke belakang.
“Gak usah langsung pulang aja.”
Androw mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Androw selalu memberikan pertanyaan kepada gadis tersebut, sehingga Naura menjawab pertanyaan-pertanyan dari Androw.
**********
Melihat Androw datang dengan sopan Linda mempersilakan Androw untuk masuk. Ara membuatkan teh hangat untuk Androw. Ia juga duduk disebelah sang umi. Mereka mengobrol ringan sambil memberikan informasi tentang keluarga masing-masing. Setelah amin pulang dari mesjid. Ia melihat Androw yang sudah duduk di sofa. Amin duduk di depan Androw. Dengan sopan Androw menyalami tangan Amin.
“Ada apa nak?” Tanya amin.
“Saya ingin menanyakan tentang tata cara masuk Islam aby. Apa saja yang harus saya sediakan?”
Naura menyampaikan apa yang di katakan oleh Androw.
“Apa benar niat nak Androw sudah bulat?”
“Iya Abi niat saya sudah bulat. Saya sudah mempertimbangkan ini hampir satu tahun Aby. Saya sudah berencana jika saya kembali ke Indonesia saya akan memeluk agama Islam.”
“Keluarga saya sangat demokratis tentang keyakinan aby dan mereka sudah saya beri tahu.”
“Untuk masuk Islam itu sangat muda nak. Cukup membaca dua kalimat syahadat dan khitan wajib untuk laki-laki.”
Naura tampak ragu saat akan menjelaskan masalah khitan. Namun ia tetap harus menjelaskannya.
“Apa itu khitan Aby?”
“Khitan itu potong,” sambil membuat jarinya berbentuk gunting.
Naura menundukkan kepalanya saat ia menjelaskan apa yang disampaikan abynya. Wajahnya tampak sudah memerah.
“Apa yang dipotong Aby?” Tanya Androw.
“Ya itu?”
“Apa itu?”
“Kelamin.”
__ADS_1
“Apa?” Androw dengan reflek menutup bagian tersebut dengan tangannya. “Apa ada cara lain Aby?” Tanya pria tersebut dengan wajah pucat.
Ara melihat kewajah Androw. “Takut?” Tanya gadis tersebut.
“Iya lumayan, nanti bisa pendek.” Jawab Androw.
Wajah Ara semakin memerah saat mendengar jawaban Androw. “Anak kecil aja yang kelas 3, 4,5 dan 6 SD aja gak takut di khitan.” Jawab gadis tersebut.
“Kamu serius?” Tanya Androw.
Naura menganggukkan kepalanya.
“Seperti apa itu khitan tanya Androw kemudian dan apa manfaat khitan.”
Naura kembali menterjemahkan pertanya pria tersebut kepada Aby nya.
Amin menjelaskan semua tentang khitan. “Rasulullah SAW bersabda, “Kesucian (fitrah) itu ada lima: khitan, mencukur bulu ********, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis, dan memotong kuku.” (HR Bukhari Muslim). Melalui khitan, seorang anak sejak dini diajarkan mengenai pentingnya kesehatan dan kebersihan badan, terutama alat kelaminnya. Bagi laki-laki, khitan berfungsi untuk mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik sebagai salah satu syarat sahnya ibadah, khususnya yang berkaitan dengan kotoran air kencing. Dari sudut pandang medis seperti yang diungkapkan para ahli kedokteran, khitan mempunyai faedah bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, bakteri, dan bau yang tidak sedap. Air kencing mengandung semua unsur tersebut. Ketika air seni keluar melewati kulit yang menutupi alat kelamin, endapan kotoran yang biasa disebut smegma ini sebagian tertahan oleh kulit tersebut. Semakin lama, endapan tersebut akan semakin banyak. Bisa dibayangkan berapa lama seseorang membuang air kencingnya dalam sehari dan berapa banyak endapan yang disimpan oleh kulit penutup kelamin dalam setahun. Karena itu bila tidak dibersihkan, endapan kotoran yang tertahan itu dapat menyebabkan infeksi pada ***** serta kanker leher rahim pada perempuan yang disetubuhinya. Khitan itu tidak memotong *****. Namun membuang kulit penutup di bagian kepala ***** tersebut. Nanti setelah di khitan, ***** tersebut akan semakin ganteng dan gagah. Memperlihatkan kepalanya. Khasiat juga tidak mempengaruhi sex bahkan setelah di khitan hubungan sex akan semakin nikmat. Di negara-negara maju termasuk Amerika sudah banyak kaum laki-laki yang memilih khitan.” Amin menjelaskan dengan penuh semangat.
Naura menjelaskan hal tersebut dengan menundukkan kepalanya dan wajah yang semakin memerah.
“Apa sakit?” Tanya Androw.
Naura kembali memandangnya. “Laki-laki hanya melewati fase khitan sedangkan kami perempuan memiliki banyak fase yang harus kami lalui.”
Androw diam dan menelan ludahnya. “Tapi nanti saat saya sudah Islam, saya akan melamar Ara by.”
Ara terdiam saat mendengar ucapan pria bule tersebut. Ia mengangkat kepalanya. “Kita belum saling kenal. Kita baru berjumpa dua hari.” Sambil mengangkat jarinya.
“Kita bisa lebih mengenal setelah menikah. Kita bisa lebih sering berjumpa setelah menikah. Dan kita bisa pacaran setelah menikah.” Jawab Androw. “Aku mohon jangan tolak aku. Aku janji akan menjadi imam mu. Aku mohon, jadi lah istri serta guru agama ku yang akan membimbing aku menjadi muslim yang taat dan kita menuju surga bersama-sama dengan anak-anak kita nantinya.”
Ara diam memandang wajah Androw. Ia seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Namun Ara menyampaikan apa yang telah di katakan pria bule tersebut kepada Aby nya.
Aby menganggukkan kepalanya. “Apa bila Ara tidak menerima lamaran mas bule. Apa mas bule tidak jadi memeluk agama Islam?”
Androw tertawa. “Aku memeluk agama Islam karena aku yakin dengan ajaran agama Islam dan aku percaya dengan kitabnya. Apabila kamu tidak menerima lamaran ku itu artinya kamu bukan jodoh ku grill. It's okay girl. You have the right to determine.”
************
maaf lambat up ya reader.
dukung terus ya karya author.
maaf lambat up nya.
__ADS_1