
Maya duduk di taman samping.meletak jus nya ke atas meja berserta cemilan. ia duduk di kursi santai tersebut. ia meminum jus mangga dan memasukkan cemilan ringan ke mulutnya. maya memangku benda lipat tipis tersebut. matanya tertuju pada monitor yang ada di depan nya
Rio memperhatikan maya. sejak tadi. dan sesudah pasti gadis itu tidak melihat keberadaan nya.
ia kemudian mendekat ka arah Maya.
apa kamu sedang bekerja?
ucap nya di saat ia sudah berada di depan Maya.
Maya memandang ke arah nya. mas Rio, ayo duduk ucapnya sambil menepuk kursi kosong yang ada di sebelah nya.
Rio duduk di tempat yang di minta oleh Maya.
tidak ada hari libur bagi seorang ditektif seperti aku mas. ucapnya sambil menendang layar monitor tersebut.
Rio membulat kan mulut nya.
sudah berapa lama kerja sebagai ditektif?
tanya nya.
sudah sekitar 2 tahun lebih mas. jawab nya dan kemudian ia menyedot jus mangga yang ada di depan nya.
mas, mau minum jus gak?
kalau mau aku bakal buatin.
ucapnya.
boleh jawab Rio.
mas mau kopi atau jus.
tanyanya memberikan pilihan.
kopi aja jawab Rio.
kopi panas atau dingin.
tanya Maya lagi.
kopi panas "Rio"
kopi nya manis atau pahit? "Maya."
gak terlalu manis juga jangan pahit.
jawab pemuda itu.
oke aku sudah tau selaera mas Rio. aku bakalan membuatkan nya sendiri soalnya kalau bik Ani yang buat takut gak cocok rasanya . ucapnya sambil tersenyum dan kemudian meninggalkan taman tersebut.
Rio memperhatikan gadis tersebut yang semakin menjauh.
ia tersenyum, selama ini bik Ani yang membuat kan aku kopi. dan bik Ani sangat tau selerah ku. ucapnya sambil tersenyum.
Maya datang dengan membawa secangkir kopi di tangan nya. ia letakkan kopi tersebut ke atas meja.
ini mas boleh di coba.
ucapnya dengan memamerkan senyum nya yang begitu manis.
Rio mengambil kopi tersebut, tapi panas mas. kata bik Ani, mas gak suka kopi yang kurang panas.
Rio Tampak tersenyum kecil.
ia sungguh sudah tidak sabar untuk mencicip rasa kopi buatan gadis tersebut.
Rio menyeruput kopi itu secara berlahan-lahan. kopi buatan gadis itu tidak lah buruk. dan bisa di bilang cukup cocok dengan lidah nya.
apa enak?
tanya gadis itu yang tidak sabar menunggu jawaban dari pria yang duduk di samping nya.
enak juga. jawab bisa
__ADS_1
Maya kembali sibuk dengan pekerjaannya matanya tertuju ke layar monito laptop yang sedang di pangkkunya sedangkan tangannya menari-nari di atas keyboard laptop tersebut.
Rio yang sedang duduk di sebelah nya Tampak fokus memperhatikan nya.
deretan angka-angka yang rumit bermunculan dari monitor tersebut, begitu banyak printah untuk memasukkann password. dengan cepat gadis itu memasukkan nya.
"yes" Maya menumpalkan tangannya dan mengangkat ke dua tangan nya. ia tampak begitu senang.
melihat gadis itu tampak senang, ia juga merasa kan hal yang sama walaupun ia tidak terlalu tau apa yang di kerjakan gadis itu.
maya mematikan Layar monitor laptop nya. dan kemudian menutup benda lipat tersebut.
mas udah lama kerja sama pak habibi?
tanya Maya.
sekitar satu tahun. apa kamu sudah punya pacar ternya Rio?
Maya memajukan bibirnya kemudian menggeleng kan kepala nya.
kenapa gak punya?
tanya nya lagi.
gak ada yang mau. jawab gadis itu.
Rio mengerutkan keningnya.
gak ada yang mau?
ucap nya membeyo.
iya mas gak ada yang mau, tapi mungkin karena aku juga kali yang terlalu sibuk dengan kerjaan aku. apa lagi kalau aku sudah memata-matai orang . kadang mau 2 hari gak tidur untuk meretas segala media sosial dan media elektronik orang tersebut. apa lagi untuk meretas suatu akun seseorang dan no ponsel orang itu. waktu yang terbaik pada saat tengah malam. ucapnya.
Rio tampak mengerti ucapan gadis itu.
bosan gak di rumah aja.
tanyanya kepada gadis tersebut.
Maya mengangukan kepalanya.
ia memegang tidak tipe orang yang pandai merayu atau berbasa-basi.
ia akan langsung ke arah tujuan.
maya memandang ke arah nya.
mas mau ngajak aku jalan?
Rio mengangukan kepalanya.
kita coba ikutin gaya anak muda. malam Mingguan. ucapnya membuat Maya tertawa.
kalau boleh jujur, Maya merasa sangat senang berada di dekat pria tersebut.
mereka saling bercanda. dan tampak mereka sudah mulai sangat akrab.
mau cari pacar atau suami?
tanya Rio. sambil memandang wajah gadis yang ada di sebelah nya.
suami mas. jawab nya.
kalau mau pacaran, udah gak deh mas. soalnya umur aku sudah gak umuran ABG. ucap Maya.
umur kamu berapa?
tanyanya.
25 mas jawab Maya.
kak maya di sini, tanya Arum ketika melihat orang yang sedang di cari.
ia kemudian memandang ke arah Rio.
__ADS_1
pria itu tampak diam dengan ekspresi seperti biasa.
Arum cari kakak?
ada apa ?
tanya Maya.
kasusnya sudah di tangani polisi. sekarang kita nunggu waktu sidang. ucapnya
Maya mengangukan kepalanya.
gak apa ini kakak di sini sampai keluar hasil sidang nya?
ucapan. maua
kakak yang gak enak nonpang hidup enak di sini ucap Maya.
ih kak maya jangan gitu dong.ucap Arum
mas kak may kapan pulang tanyanya Arum kemudian ke pada Rio.
siang ini. jawab Rio.
siapa yang jemput tanya nya. "Arum"
Heri "jawab Rio"
Arum melihat kedua orang yang ada di depan nya. seperti nya dia jahat sekali kalau harus mengganggu pria yang sudah di seperti Abang nya sendiri itu melakukan pendekatan terhadap gadis. Rio tidak pernah dekat dengan gadis mana pun. dan kali ini ia terlihat begitu p
menyukai gadis simpel yang ada di sebelah nya. tatapan mata Rio Tampak terlihat bahwa ia mengusir Arum
ya udah kalau gitu Arum mau ke dalam dulu. ucapnya yang mendapat balasan angukan dari ke dua orang di depan nya.
*****
Maya sudah bersiap-siap memakai baju yang simpel seperti biasa. ia memilih pakaian yang terlihat lebih feminim. iya memakai dres mini berwarna krem. yang panjang di bawah lutut, lengan pendek. ia memakai sepatu sport berwarna putih.
ia mengoles lipstik tipis di bibirnya.
masakara di bulu matanya yang panjang dan lentik terlihat lebih panjang dan tebal.
ia memakai compact powder di wajah nya.
ia memakai riasan wajah yang sangat sederhana namun terlihat begitu cantik. mungkin karena ia sudah memiliki garis-garis wajah yang cantik. bibir kecil sedikit tebal, alis mata yang tebal namun rapi. mata yang tidak terlihat besar dan juga tidak sipit. hidung yang kecil namun berbatang. kening yang tampak sempit. rambut hitam dan tebal yang panjang nya di ikat keatas.
Arum masuk ke dalam kamar Maya.
ia melihat Maya yang sudah siap-siap.
kak maya cantik banget. pujinya sehingga membuat pipi Maya merona.
mas Rio udah di depan kak. ucapnya.
yang mendapat kan balasan anggukan dari maya. mas Rio itu gak pernah dekat sama cewek kak. dan mungkin kakak cewek yang pertama di ajaknya jalan. ucap Arum.
Maya memandang Arum seakan tidak percaya mendengar ucapan wanita muda di samping nya.
gak mungkin rum. cowok macam mas Rio gak pernah dekat dengan cewek.
yang arum tau gitu. ucapnya
mereka keluar dari dalam kamar berdua.
mata Rio tertuju pada gadis cantik yang mengenakan dress mini tersebut.
mas jalan dulu ya saat melihat Arum
Arum mengangukan Kepala nya.
jagain ya mas. ucapnya
Rio tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.
*****
__ADS_1
like komen serta volt nya ya.
terimakasih kasih. ππΌππΌππΌ