Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 164


__ADS_3

hai reader, maaf baru muncul. ini author datang membawa beberapa episode nih.


jango lupa like dan komen nya.


biar author semangat.


vole juga. 😂😂😂😂


maaf lama nunggu nya


efek galau.


***********


dek, ke puncak nya kita tunda aja ya.


ucap nya kepada istrinya.


Arum gak apa-apa kok mas. jangan di batalin.


ucap istri nya yang tampak sangat ingin pergi berlibur ke puncak bersama keluarga nya. dan juga mertuanya. rencana yang sudah mereka persiapkan jauh-jauh hari sebelumnya.


besok aja kita ke puncak. kalau kondisi adek udah kuat. rayunya.


Arum diam.


kasian yang udah nunggu untuk liburan. Arum cuman masuk angin kok bentar lagi juga baik.


masak karena arum, jadi gagal liburan.


tampak wajah penuh sesalnya.


nggak bisa dek, kondisi ada lemah gini bilangnya gak apa-apa. bantah sang suami.


tapi ntar gagal semua sepertinya gara-gara kita enggak ikut . jawab istri nya lagi


nggak sayang kalau kita gak ikut, mami duluan aja sama yang lain.


kita besok nyusul ke puncaknya. kalau adek udah kuat. bujuk sang suami


Arum kemudian mengangguk kan Kepala nya. ya kalau seandainya ia ikut ke puncak, ia juga gak sanggup.


kepala nya rasanya berputar-putar.


adek tidur aja lagi, harus istirahat biar cepat vit. ucap pria tersebut

__ADS_1


iya mas, Arum tidur ya. sambil merubah posisinya agar berbaring.


********


Habibi menghubungi Anita. mereka sudah berencana untuk liburan keluarga ke puncak Minggu pagi ini. yang akan berangkat jam 8 pagi. dan menginap selama 2 hari di vila.


namun melihat kondisi istri nya yang seperti itu. gak mungkin ia membawa istrinya perjaan jauh. telpon tersebut sudah tersambung. dan terdegar suara jawaban dari sebrang.


hallo assalamualaikum


waalaikum salam


mi, sepertinya bibi gak jadi ikut ke puncak.


loh kenapa?


tanya Anita dengan volume suara yang sedikit tinggi.


Arum sakit mi.


sakit apa, tanya Anita yg tampak panik.


gak tau mi, semalam masih baik-baik aja.


tapi pagi ini Arum muntah-muntah pusing juga katanya.


baru pagi ini mi.


semalam nggak ada masalah sehat aja, malahan jam 2 malam minta dibeliin gado-gado habis 2 bungkus malah. tapi pagi ini Arum muntah-muntah dan pusing mukanya juga pucat mungkin keracunan gado-gado kali mi.


wanita itu tampak tersenyum mendengar cerita putra nya, kapan arum terakhir datang bulan tanya nya


nggak tahu jawab Habibi.


kamu gimana sih, datang bulan istri kamu aja nggak tahu, omel wanita itu.


ya mana bibi tahu mi tanggal haid Arum. jawab anaknya santai.


emang kamu ya Bi.


yang mulai kesal melihat putranya


ada dikasih obat tanyanya


belum ada mi rencananya bibi mau bawa Arum ke rumah sakit jam 9 ini biar dapat perawatan intensif soalnya kayaknya keracunan mi.

__ADS_1


wanita itu menepuk jidatnya, iya tampak kesal mendengar jawaban putranya.


biar mami aja langsung periksa Arum.


mami langsung ke rumah kamu.


iya mi.


dan sambungan telepon terputus terputus.


Anita tidak sabaran untuk datang ke rumah putranya Joni melihat istrinya yang begitu tampak senang.


ada apa sayang.


tanya nya kemudian.


Pi, sepertinya kali ini mami sukses.


sukses apa mi?


seperti nya Arum hamil Pi. obat penyubur yang mami kasih ternyata manjur. pada hal mami udah mikir yg gak-gak Pi.


Anita sudah memberikan minantu nya obat penyubur. sejak awal pernikahan. iya sangat berharap bisa secepatnya memiliki cucu. bahkan ia sudah merancang bangun rumah yang di tempati anak serta minantu nya, mengunakan lift. agar terjadi pembuahan sempurna. namun usia pernikahan anak nya yang sudah 6 bulan, Belum ada tanda-tanda kehamilan, membuat perempuan itu menjadi khawatir. iya Mulai cemas, takut salah satu dari anak dan minantu nya ada yang bermasalah. iya juga sudah menanyakan kepada putranya, apa kah mereka berencana menunda.


namun jawaban putranya tidak ada menunda-nunda. Arum juga gak keberatan untuk hamil.


mendengar ucapan itu, Anita tampak diam. ia mulai cemas dan takut ada masalah. namun hari ini, sepertinya rencananya sukses. ah tapi dia gak boleh senang dulu. bisa aja masuk angin seperti yang di bilang Arum. namun bisa juga bahwa Arum belum menyadari kehamilan nya. mengingat ini kehamilan pertama nya. dan juga gejalanya baru pagi ini.


mami tau dari mana tau ?


tanya Jhoni yang membuat Anita sadar dari pemikiran nya sendiri.


tadi bibi telpon mami. tapi tuh anak bikin mami kesal Pi. masak iya Arum muntah-muntah dan pusing di bilang nya karena keracunan makan gado-gado jam 2 malam.


Jhoni ketawa.


ya udah,. kita ke sana sekarang. papi gak sabar ini. ucap nya.


Anita memegang tangan Jhoni.


tampak ia gugup, dan harap-harap cemas.


ia memicingkan matanya.


bismillahirrahmanirrahim.

__ADS_1


ucap nya sebelum berangkat. berharap usaha nya tidak sia-sia.


********


__ADS_2