Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 295


__ADS_3

"Apa kamu mau duduk di sana?" ucap Imam yang menunjuk danau.


"Boleh , "jawab May sarah.


Duduk di tepi danau dan memandang ke air danau yang tenang, sangat memanjakan Indra penglihatan mereka.


"Bila siang di sini bisa naik sampan, keliling danau," ucap May sarah yang memberi tahu.


"Sepertinya sangat asik, tapi sayang besok aku harus sudah kembali ke Jakarta," jelas imam.


May Sarah menganggukkan kepalanya. "Saya juga," ucapnya.


"Apa kamu ke Jakarta pakai pesawat? "tanya Imam.


May Sarah menggelengkan kepalanya. "Saya pakai mobil, yang pakai pesawat hanya beberapa pengawal khusus," ucapnya.


Imam tersenyum tipis, bahkan sangat tipis sehingga senyumnya tidak akan terlihat jelas. Ia begitu sangat senang saat mendengar jawaban gadis tersebut. "Apa kamu ingin satu mobil denganku?" tanyanya.


"Boleh," jawab May sarah.


Mereka kemudian diam sambil memandang ke danau tersebut.


Imam memperhatikan May sarah. Gadis itu tidak akan berbicara bila tidak diajak berbicara. Ia bingung harus berbicara apa dengan gadis tersebut. Tidak mungkin ia menghabiskan malamnya di tepi danau tanpa berbicara. Yang ada mereka akan terlihat seperti orang bodoh yang duduk di tepi danau tersebut.


Malam ini udara terasa cukup dingin, May sarah hanya memakai baju kebaya saja. gadis itu melibatkan tangannya agar merasa sedikit hangat.


Imam membuka jasnya dan menyimpir kan jasnya ke tubuh gadis tersebut.


May Sarah terkejut saat merasakan jas pria itu sudah ada di tubuhnya. Wangi parfum yang menempel di jas tersebut, begitu sangat tercium oleh Indra penciuman nya. Ia kemudian memandang Imam.


"Aku sering melihat adegan kencan seperti ini," ucapnya sambil tersenyum.


May sarah tersenyum saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia memandang Imam dengan tatapan penuh tanya.


"Kamu boleh bertanya apa saja," ucap Imam. Ia tahu bahwa gadis itu memiliki pertanyaan yang ingin diucapkannya.


"Apa benar Pak Imam tidak pernah berkencan," tanya May Sarah.

__ADS_1


"Saya tidak pernah berkencan sebelumnya, Tapi sekarang sudah," jawab Imam yang memandang gadis cantik yang duduk di sebelahnya.


May sarah tertawa saat mendengar ucapan Imam.


"Bagaimana denganmu?" tanya Imam.


May sarah tersenyum memandangnya, ia kemudian memandang jauh ke depan. "Dulu saya pernah pacaran, tapi pacaran ala anak SMA. Waktu itu juga pacarannya hanya jumpa di sekolah dan tidak pernah berkencan," jelas May.


"Oh ya," ucap Imam yang membesarkan matanya.


May sarah menganggukkan kepalanya.


"Kenapa kamu tidak pernah pacaran lagi?" tanya Imam.


"Dulu saya pacaran dengan cowok beda kelas, saya sudah mulai sayang sama dia. Walaupun kita hanya pacaran sekedar jumpa di sekolah. Kami juga melakukan komunikasi lewat SMS. Pada saat itu saya tidak memiliki ponsel yang keluaran BlackBerry, sehingga saya tidak bisa BBM. Di zaman itu hanya orang-orang kaya saja yang memiliki ponsel BlackBerry. Sikap saya terlalu kaku dan juga pemalu. Saya tidak pandai berpacaran seperti teman-teman saya yang lain. Mereka pacaran begitu sangat mesra dengan kekasihnya masing-masing. Sedangkan saya untuk bertemu dengan dia saja jantung saya sudah seakan mau lepas dari tempatnya, Saya juga begitu sangat malu saat berjumpa dengannya, sehingga Saya memilih untuk menghindar. Ternyata dia tidak menyukai sikap saya yang seperti itu. Dia menganggap saya tidak menyukainya. Dia kemudian pacaran dengan teman saya sendiri tanpa memutuskan saya terlebih dahulu. Di depan mata saya dia bermesraan, pulang sekolah dia membonceng pacar barunya. Terkadang di saat kelas sepi dia masuk ke kelas saya, mereka duduk berdua. Tanpa sengaja saya melihat dia mencium teman saya. Pada saat ini itu saya merasa hati saya sangat hancur. Badan saya gemetar, dada saya juga terasa begitu sangat sesak. Saya tidak tahu apa itu yang namanya cemburu. Mungkin itu yang dikatakan cemburu. Selama 2 tahun saya menyaksikan hal tersebut tanpa bisa lari dan menghindar. Karena memang pacar barunya itu teman saya sendiri yang tega mengambil pacar saya. Setelah dia mengambil pacar saya. Secara berlahan-lahan hubungan saya dengannya mulai merenggang dan saya tidak ada lagi berbicara dengannya hingga Saya tamat SMA. Sejak saat itu saya tidak pernah lagi berhubungan dengan siapapun," jelas May Sarah yang memandang jauh kedepan. Ia masih merasa sakit saat mengingat peristiwa tersebut.


Imam memandangnya."Sekarang apakah mereka masih sama-sama?" tanya.


May Sarah menganggukkan kepalanya. "Setelah saya lulus SMA Saya bekerja di mall dan berlatih ilmu bela diri yang saya miliki. Kemudian saat saya berusia 20 tahun saya masuk ke sekolah Bodyguard. Saya mendapatkan pelatihan di sana. Saya memang tidak kuliah berhubung kondisi orang tua saya yang kurang mampu. Namun Papa dan Mama mengusahakan uang untuk pendidikan saya di sekolah Bodyguard. Di sekolah itu biayanya tidak sedikit. Namun mereka mau menjual tanah, yang menjadi tabungannya waktu masih muda untuk saya. Sehingga saya bisa masuk ke sekolah Bodyguard. Saya lebih memilih untuk tidak pulang ke kampung saya karena saya akan melihat teman saya itu bersama dengan mantan pacar saya. Sebenarnya saya tahu bahwa saya itu bodoh. Mereka itu bukanlah orang yang harus saya tangisi. Tapi entah mengapa hati saya terasa begitu sangat sakit saat melihat mereka bersama. Mungkin karena mereka sama-sama penghianat bagi saya. Karena itu saya sangat jarang mau pulang ke kampung. Sekarang anaknya sudah SD," ucap May sarah.


"Apa karena kamu pernah diciumnya?" tanya Imam.


Imam tersenyum saat mendengar ucapan gadis tersebut. "Berarti judulnya gadis bibir perawan ya," ucapnya sambil mengusap-usap pundaknya yang terasa sakit di pukul gadis tersebut.


May Sarah memandangnya dia tampak kesal melihat pria tersebut. "Saya baru mendengar ada yang namanya gadis bibir perawan," ucapnya yang membesarkan matanya.


Imam tertawa mendengar ucapan May Sarah.


"Jadi Pak Imam pria bibir perjaka dong." May Sarah mengejek balik.


Imam tersenyum mendengar ucapannya."Aku sudah sering latihan," ucapnya.


May sarah membesarkan matanya saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia tidak menyangka bahwa pria itu akan latihan ciuman. May terlihat begitu sangat penasaran saat mendengar ucapan pria tersebut. "Pak Imam latihan dengan apa?" tanya.


"Bila saya memberi tahunya, nanti kami k


ikuti," ucap Imam.

__ADS_1


"Ya gak lah, cepat kasih tau," desak May


"Dengan apel, sebelum dimakan apel itu saya cium-cium dulu. kemudian juga saya latihan dengan roti. Sebelum roti di makan, saya akan cium-cium dulu," jelasnya yang membuat May Sarah tertawa lepas.


May tidak menyangka bahwa ternyata pria kaku itu sangat lucu.


"Apakah latihan yang pak Imam lakukan sukses?" tanyanya.


Imam tersenyum dan mengangkat bahunya,


"Saya belum pernah praktek dengan bibir asli jadi belum tahu," ucapnya.


Entah mengapa mendengar jawaban pria itu, May Sarah merasa wajahnya memerah seketika. "Di sini biasanya rame," ucapnya berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Tapi hari ini tidak," ucap imam yang melihat hanya beberapa orang yang datang ke danau tersebut.


May Sarah menganggukkan kepalanya. "Mungkin karena ada acara di desanya pak camat," ucapnya


"Sepertinya karena itu, acaranya begitu sangat besar ya ucapnya," ucap Imam.


May Sarah menganggukkan kepalanya "Namanya juga orang kaya, anak tunggal juga," ucapnya kemudian.


"Apakah ingin pesta sebesar itu?" tanya Imam.


May Sarah menggelengkan kepalanya.


"Dari pada membuat acara sebesar itu lebih baik uangnya dipakai untuk membeli rumah, membeli kebon, dan membeli anak sapi," ucapnya.


Imam memandangnya sambil mengerutkan keningnya.


"Apa aku boleh menghubungimu nanti?" tanyanya.


May Sarah menganggukkan kepalanya.


***


Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. Terimakasih atas dukungannya.

__ADS_1


😊😊🙏🙏


__ADS_2