
' Arum, Ara," ucap Maya yang baru datang.
" Kak Maya," jawab Ara dan juga Arum.
" Sudah lama ya nggak datang ke sini," ucap Arum sambil memandang Maya.
" Maaf Kakak sibuk," Jawab Maya.
" Sibuk apaan sih!" tanya Arum.
" Cie...cie... yang mau nikah. ucap Ara yang mengoda Maya
Maya diam, kemudian Ia tersenyum. "Sibuk ngurusin mas Rio," ucapnya.
" Belum nikah aja perhatian banget," ucap Ara.
"Mas Rio kenapa kok di urusin?" tanya Arum
" Sebenarnya beberapa minggu yang lalu mas Rio kena musibah,"ucap Maya.
Mata Arum terbuka lebar Begitu juga dengan Ara" kami nggak ada dengar kabar nya," ucap kedua wanita tersebut.
" Iya Pak Habibi minta agar di rahasiain ,"ucap Maya.
" Kenapa gitu," tanya Arum.
" Waktu Arum baru selesai melahirkan, pak habibi gak mau Arum stres dan banyak pikiran," jawab Maya.
" Gimana ceritanya?" tanya Arum.
" Mas Rio tertembak," jawab Maya.
" Kak Maya ke sini sama siapa?" tanya Arum.
" Di antar mas Rio, mas Rio juga udah kerja sejak beberapa hari yang lalu," ucap Maya.
" Gimana ceritanya kak?" tanya Arum.
Ara yang sedang mengendong Vira ikut mendengarkan.
Mereka berjalan masuk ke dalam rumah.
" Ya biasa ada yang ingin membunuh Pak Habibi, dan orang suruhannya itu ternyata terkait dendam dengan mas Rio. jadi sasarannya yang diperintahkan Pak Habibi, dan pembunuh bayaran Tersebut juga ingin menghabiskan nyawa mas Rio. target mereka Pak Habibi dan juga mas Rio. Hanya saja mas Rio langsung melindungi pak Habibi. Ia yang berdiri di depan Pak Habibi sehingga mas Rio yang ketembak," ucap Maya.
Mulut Arum dan juga Ara terbuka saat mendengar ucapan Maya tersebut.
" Masalah sebesar ini Mas Habibi kenapa nggak ngasih tahu Arum," Ucapnya yang terlihat kesal.
" Waktu itu kalau gak salah, kamu baru 4 hari Selasa melahirkan. Makanya pak Habibi minta di rahasiakan," ucap Maya.
" Iya juga," Jawab Ara.
" Sekarang Gimana kabarnya Mas Rio," tanya Arum. saat mereka sudah berada di ruang keluarga.
" Mas Rio sehat, dan sepertinya gak masalah.
" Alhamdulillah kalau gitu," ucap Arum dan juga Ara.
" Waktu itu kondisi mas Rio gimana?" tanya Arum.
" Koma beberapa hari," jawab Maya.
__ADS_1
" Berarti parah," ucap Ara.
" Mas Rio ditembak 3 kali dan 1 peluru itu menembus jantung sehingga mas Rio kritis. ya Alhamdulillah mas Rio selamat setelah di lakukan operasi dan koma beberapa hari," ucap Maya yang masih sangat takut saat mengingat peristiwa itu.
" Pelaku penembakan apa tertangkap?" tanya Arum
" Pelaku penembakan tersebut sudah melarikan diri. Sampai sekarang belum diketahui di mana keberadaan nya. orang yang memerintahkan juga tidak di ketahui," ucap Maya membersihkan informasi yang akurat.
" Apa memang tidak bisa di lacak," tanya Arum yang masih merasa ngeri. mengingat orang yang merencanakan untuk membunuh suaminya belum tertangkap.
" Untuk sementara kita enggak ada petunjuk siapa yang telah memerintahkan mereka berdua, tapi sepertinya orang tersebut memang sudah menyusun rencana melihat bagaimana cara orang itu memilih pembunuh bayaran tersebut. Mereka sengaja mencari pembunuh bayaran yang terkait dendam dengan mas Rio. sehingga Bila Nanti ketahuan ataupun orang itu tertangkap maka yang memerintahkan akan tetap lolos dengan alasan orang yang menembak tersebut memiliki dendam pribadi dengan mas Rio. Apabila Pak Habibie tertembak maka mereka akan mengatakan Mereka salah sasaran. Jadi mas Rio akan dijadikan sebagai alat untuk membunuh pak Habibi," ucap Maya menjelaskan.
" Mereka tidak akan mungkin mau mengambil tender untuk membunuh pak Habibi, Arum kan tahu sendiri Pak Habibi memiliki pengawal pribadi yang hebat ," ucap Maya.
" Iya sih kalau misalnya dipikir-pikir pasti orang itu bakalan mundur karena mengingat mas Habibi yang memang memiliki pengawal-pengawal yang hebat. kemungkinan besar orang yang berani mengambil pekerjaan itu, orang yang memang memiliki tujuan yang lain tapi bisa aja kan nanti yang memerintahkan tersebut datang lagi," ucap Arum
" kemungkinan itu pasti ada," jawabannya.
" Namun dari beberapa bukti informasi yang kakak temukan memang kakak tidak menemukan siapa orang yang memerintahkan mereka. Yang sekarang bikin kakak penasaran, bahwa yang memerintahkan pembunuhan bayar itu adalah orang yang tidak pernah kita duga sebelumnya," ucap Maya.
" Maksud Kak Maya?" tanya Arum yang kurang mengerti.
Bisa saja pelaku yang memerintahkan tersebut orang yang tidak kita duga Apakah itu teman atau kerabat jawab Maya yang mulai buntu untuk menyelesaikan kasus tersebut.
Arum mendengarkan ucapannya Maya.
" Filing Kakak kearah sana Arum," ucap Maya.
"Sewaktu Arum baru bekerja di perusahaannya Mas Habibi, pada saat itu Arum bekerja sebagai cleaning service. Sewaktu Arum pergi ke kantor, kebetulan Arum jalan kaki. Arum lihat mobil mas Habibi yang berhenti di pinggir jalan dan ada 1 mobil berwarna hitam.orang itu sedang ingin membunuh mas Habibi atau menculik. Arum langsung mendekat dan melakukan perlawanan dengan orang-orang itu, kalau gak salah 4 orang dan waktu itu lengan Arum tertembak bersyukur peluru nya meleset yang kena lengan Arum. kalau Arum gak salah pelakunya itu saudaranya Papi yang namanya Bobby," ucap Arum.
" Kakak baru tahu tentang masalah ini ," ucap Maya.
" Apa bisa kak Maya coba cari informasi tentang om Bobby?
" Kakak akan mencoba mencari informasi secepatnya, kalau menurut analisa Kakak orang yang terkait dalam kasus ini bukan rekan bisnis karena sejauh ini tidak ada yang memperebutkan tender besar dengan perusahaan Pak Habibi, dan kakak mengarah ke arah kerabat. Bisa jadi teman ataupun keluarga," ucapannya.
" Om Bobby itu, kalau Arum tidak salah sepupunya Papi, dan dia berencana untuk membunuh Mas Habibi Karena Mas Habibi adalah pewaris tunggal central group. Status om Bobby itu kurang kuat, mengingat Ia adalah anak tiri dari kakek nya mas Habibi. Menurut cerita Mami alasan mengapa Mas habibi dikirim kuliah di luar negeri, mulai dari S1 hingga S2 nya di Amerika. Itu karena keluarganya papi memang mengincar Mas Habibi. Pada saat mas Habibi sudah kembali ke Indonesia , Mas Habibi nggak mau pakai bodyguard karena dia merasa dia bisa melindungi diri sendiri. setelah peristiwa penyerangan tersebut, Arum yang nyelamatin mas Habibi. sehingga mami memasukkan Arum ke sekolah bodyguard. Sebelum Arum selesai pelatihan, mas habibi memakai bodyguard. selesai Arum keluar dari sekolah bodyguard itu Arum menjadi asisten pribadi nya mas habibi dan pengawal pribadi nya,"
ucap Arum.
" Alasan Mami, mengirim mas Habibi keluar negeri untuk melindungi nya. agar peristiwa yang terjadi dengan ayah Arum tidak terulang terhadap mas Habibi. Mami sudah melihat, bagaimana keluarga ayah Arum menyingkirkan kakek dan nenek Arum serta berusaha membunuh ayah Arum," Ucap Arum yang memberikan informasi yang lengkap
Maya mulai tersenyum lebar sepertinya " Kakak sudah mulai menemukan titik terangnya Kakak akan mencari informasi secepat mungkin," ucap Maya namun kemudian raut wajah nya sedikit berubah.
ada apa tanya Arum.
" Sewaktu mas Rio, koma kakak udah janji nggak mau jadi penguntit lagi," ucapnya.
" penguntit gimana?" tanya Arum dan juga Ara yang serentak.
" Mas Rio bilang kakak itu kan ditektif jadi kerjaan Kakak itu adalah mengintip orang. dia minta kakak untuk berhenti. Tapi Kakak ingat kok waktu itu kakak janji untuk selesaikan kasus ini aja, selesai kasus ini kakak kan pensiun," jawab Maya mantap. Ia sudah tidak sabar untuk melanjutkan penyelidikan nya.
Ara dan juga Arum tertawa saat mendengarkan ucapan Maya .
" Vira maafin tante ya baru bisa datang sekarang,"ucap Maya yang mengambil bayi tersebut dari tangan Ara.
"Kemarin waktu kesini masih merah. sekarang udah Pintar senyum," ucap Maya.
Arum memanggil baby sisternya untuk memandikan putrinya.
" belum mandi Kak Vira nya tadi bangun tidur langsung dijemur," Ucap Arum.
__ADS_1
" Ya pada baru megang," ucap Maya yang sangat geram melihat bayi itu membulat bulatkan bibirnya seperti sedang bercerita.
Arum tersenyum memandangnya. " Ntar lagi Kak kalau sudah wangi, baru enak kakak pegang. Vira nya enggak cengeng kok paling nangis ya kalau lagi haus sama lapar aja minta mimik," ucapnya.
" Arum kasih asi," tanya Maya.
"Ya Kak sampai 6 bulan ini ASI ekskusif kebutuhan ASI harum banyak," jawabnya.
" Banyak yang gak mau nyusuin anak takut molor," pucat Maya.
Arum tertawa mendengar ucapan Maya.
" Molor ataupun nggak molor itu tergantung perawatan kak, masa bapaknya jadi kasih anaknya enggak," ucap harum sambil tersenyum.
" Arum sudah tertular mesumnya Mas Habibi," ucapan Ara saat mendengar sahabatnya itu berbicara.
" Arum dah pandai meseum," ucap Maya.
" Habisnya punya suami mesum jadi nular," jawab Arum sambil tertawa.
" Tapi Arum masih penasaran sama itu yang dendam sama mas Rio. masalah apa?" tanya Arum.
" Iya Ara juga penasan," ucap Ara.
" Sesak kalau diceritain," jawab Maya.
" Sesak gimana sih Kak Maya?" tanya Ara
" Ceritanya itu mas Rio punya sahabat waktu kuliah dan sahabatnya itu cewek namanya mawar. Dia rupanya cinta sama mas Rio dan mas Rio menolaknya jadi karena cintanya ditolak Mawar itu bunuh diri terjun dari gedung kemudian dia meninggal di tempat. Saat itu mas Rio orang yang paling disalahkan karena kematian mawar. setelah kematian mawar kedua orang tuanya juga menyusul beberapa bulan setelah itu karena depresi dan tidak bisa menerima kenyataan, Dan saudaranya yang nembak mas Rio untuk balas dendam. karena mas Rio saudara perempuannya meninggal dan kedua orang tuanya pun meninggal karena depresi nggak terima tentang kematian Putri kesayangan mereka ya gitulah ceritanya, "ucap Maya menjelaskan secara garis besar.
Ara dan juga Arum membulatkan bibirnya saat mendengar Maya bercerita.
" Padahal selama Arum kenapa Mas Rio. Arum nggak pernah lihat mas Rio deket cewek," Ucapnya.
" Mawar itu bunuh diri setelah mas Rio keluar dari tempat pelatihan sekolah bodyguard. kalau mau lihat informasi kematian nya coba aja cari di yutube dan juga berita. berita kematian pegawai bank xxx. itu dia beritanya jawab Maya.
" Dangkal amat ya pikirannya, gara-gara dia mati bunuh diri orang tuanya juga ikutan meninggal karena depresi sakit kemudian saudaranya juga melakukan kriminal untuk balas dendam miris banget. mana mati nya langsung masuk neraka lagi," ucap Ara yang begitu kesal.
" sebelum bertindak mikir dulu," ucap Arum.
" Ara gak bisa bayangin gimana Kak Maya waktu itu melihat mas Rio yang dalam kondisi Kritis dan koma," ucap Ara
" Gak tahu lah Ra gimana rasanya ra pokoknya sedih banget. Kakak pengen ngadu sama kalian, tapi kondisi Kalian aja kayak gini,";jawabnya yang mengingat bagaimana saat itu Iya melihat calon suaminya dalam keadaan mati
" Jadi gimana untuk acara pernikahan kak Maya?" tanya Ara.
" Dalam Minggu ini mas Rio bakalan ke kampung untuk melamar, dan nanti setelah cara lamaran baru tentuin tanggal," ucap Maya.
" Selama mas Rio di rumah sakit Kak Maya yang ngurus," tanya Ara.
Maya menganggukkan kepalanya.
Udah deh jangan tanya yang aneh-aneh Ucap Maya yang sudah bisa menebak apa yang akan di tanya kan mama muda tersebut.
" Ayo kak Maya, pasti kakak yang," ucap Arum yang langsung di hentikan Ara.
Mereka tidak henti-hentinya mengoda Maya.
****
like, komen dan votenya ya reader.
__ADS_1
terimakasih ya atas dukungan nya.
😊😊🙏🙏