
belum bisa pak, bayi bapak sedang di bersihkan. dan dokter sepesialis anak sedang mengecek kondisi bayi bapak. saya permisi dulu . " ucap dokter Dina.
" bagaimana kondisi istri saya dok. " tanya yoyo saat dokter Dina akan pergi
" sejauh ini sangat baik. namun istri babak akan kita masuk kan ke ruang observasi selama 2 jam. dan apa bila kondisi nya sudah membaik. kita akan memindahkan ke kamar pasien." ucap dokter dina
"iya dok. terimakasih. " ucap yoyo yang masih berdiri di depan ruangan tersebut.
yoyo masih duduk di tempat yang sama, Ia sudah merasa lega saat ini. begitu mengetahui kondisi istrinya.
******
" mas, kenapa kita berada di kamar yang seperti ini?" tanya Pipit saat ia sudah berada di kamar pasien. Ia melihat kamar itu bukan lah kamar kelas 3 namun kelas VIP. kamar yang cukup besar, tv lcd yang menempel di dinding, kulkas, lemari, dispenser. tempat tidur untuk yang menjaga pasien dan juga sofa panjang.
" mas juga gak tau" jawab yoyo.
"pihak rumah sakit, ngomong apa mas?
tanya Pipit yang terlihat gugup.
" gak ada ngomong apa-apa. " jawab yoyo kemudian.
" mas, apa benar kita gak bayar mas?"
ucap Pipit yang masih terlihat pucat.
" gak usah di pikirkan dek. nanti mas akan cari duit nya apa bila pihak rumah sakit memberikan tagihan. mas juga kenal sama Arum, pasti dia mau ngasih kita tenggang waktu. Adek gak usah memikirkan tentang ini, yang penting kamu selamat dan anak kita sehat. " ucap yoyo yang menggenggam tangan Pipit.
Ia juga sangat memikirkan biaya rumah sakit tersebut. namun Ia berusaha untuk bersikap setenang mungkin. agar istrinya tidak terlalu banyak pikiran. guna menjaga tingkat emosi istrinya. setelah melahirkan. yoyo berencana akan menjual motor nya. atau mengadaikan motor tersebut.
" bagaimana anak kita mas? apa Dia ganteng." ucap Pipit kemudian.
" sangat ganteng, dia Mirip kamu dek. semuanya, mulai dari hidung, mulut, mata. semua nya punya kamu. kulit nya juga putih seperti kulit kamu. " ucap pria itu ketika mengingat putra kecil nya.
wajah Pipit Tampak begitu bahagia.
" bagaimana dek, Apa ada yang sakit" tanya yoyo.
__ADS_1
" belum ada yang terasa mas,. seperti nya reaksi obat bius nya belum hilang. kaki aku juga belum bisa di gerakkan mas, seperti masih kesemutan." ucap Pipit yang masih memandang suaminya.
yoyo masih tetap menggenggam tangan istrinya.
" mas, sudah Telpon mbak Ira dan juga mas Hendra belum" tanya Pipit kemudian. saat Ia mengingat kedua putri nya.
" sudah kata mbak Ira, mereka besok pagi akan ke sini" jawab yoyo.
****
suasana di dalam kamar perawatan Pipit tampak begitu ramai. teman-teman yoyo berdatangan untuk menjenguknya, begitu juga dengan kedua anaknya, anak-anak itu tampak begitu senang saat melihat kamar yang ditempati oleh ibunya. putri kedua nya bernama Rani begitu sangat senang ketika ia mengetahui begitu banyak cancel kartun di tv tersebut. Rani meminta kepada Yoyo untuk mencarikannya film kartun favoritnya Yoyo dengan sabar mengotak-atik remote yang ada ditangannya ia mencari film yang diinginkan oleh Putri kecilnya , dan saat Putri kecilnya itu melihat film yang diinginkannya, dia mengatakan " "aku maunya yang ini yah " ucapnya.
yoyo menghentikan pencariannya dan kemudian Rani melanjutkan nonton film kartun . kamar itu terasa sangat nyaman sekali dan juga besar mereka tidak percaya bahwa mereka akan bisa masuk dan dirawat di kamar yang terlihat sangat mahal itu. namun tetap saja yoyo belum bisa tenang karena ia belum berjumpa dengan Arumi.
"Apa kau yakin biaya di rumah sakit ini gratis?" tanya Hendra saat ia sudah berada di luar kamar perawatan Pipit.
" Entahlah" jawab yoyo
" yang pasti aku akan berusaha untuk mencari uangnya nanti apabila pihak rumah sakit meminta untuk membayarnya. aku yakin pasti Arum memberi aku tenggang waktu untuk mencari uang dan mungkin juga aku akan menjual motor ku ucapnya. Ia mengingat Pipit menanyakan kepada perawat, berapa biaya kalau mengambil kelas VIP untuk melahirkan Cesar. perawat tersebut mengatakan 15 juta. yoyo menelan air ludahnya saat mendengar kata 15 juta.
"tidak perlu khawatir aku dan teman-teman yang lain akan membantu mencarikan uang, kami akan berusaha untuk membantumu ucap Hendra.
"Apa Arum sudah datang ke sini ?"tanya Hendra
"sampai sekarang Arumi belum ada datang" jawab Yoyo.
" ya sudah kau tidak usah terlalu memikirkan nya. seperti yang kau katakan tadi pasti ada tenggang waktu yang diberikan oleh Arumi untuk kamu mengumpulkan uang." ucap Hendra memberi semangat kepada temannya itu.
Yoyo hanya mengangguk kan kepala nya.
"baiklah kami pamit pulang. aku dan teman-teman akan berusaha untuk mencari kan uang untuk mu. ucap Hendra."
Hendra pun berpamitan dan membawa istrinya pulang karena yoyo meminta agar anak-anaknya.
******
ini sudah hari kedua Pipit dirawat di rumah sakit tersebut namun Arumi masih belum juga datang. yoyo bertanya kepada perawat yang ada di sana menanyakan tentang Arumi dan perawat itu mengatakan bahwa Arumi saat ini sedang ujian dan dia tidak dan dia tidak datang ke rumah sakit. ucap perawat tersebut saat melakukan pencarian tensi darah, cek suhu tubuh dan memberikan obat untuk pipit.
__ADS_1
Pipit sudah diminta oleh perawat tersebut untuk mulai berjalan, saat perawat tersebut melepaskan kateter nya.
Pipit sudah mulai duduk dan belajar untuk berjalan, walaupun terasa begitu perih di bagian sahitan Tersebut. Pipit terus berusaha untuk berjalan mengingat ialah satu-satunya orang yang akan mengurus keluarganya. yoyo dengan sabar memegang tangan Pipit. saat duduk rasa perih yang di perutnya begitu sangat terasa namun Pipit berusaha untuk tetap menahan nya. terkadang air matanya sampai menetes saat merasakan pedih di perutnya itu . bayi kecil nya sudah dibawa ke kamarnya. namun sekali-sekali pasti pas jam istirahat perawat akan mengambil bayi tersebut karena memang seperti itulah peraturan di rumah sakit itu. Ia juga sudah menyusui anaknya mamang walaupun air susunya belum tergolong banyak namun menurut dokter spesialis anak yang menangani bayi nya. itu tidak masalah. dan ia di minta untuk menyusui bayi nya sesering mungkin.
*****
sudah hari ke-3 Pipit berada di rumah sakit tersebut dan menurut jadwal besok dia sudah diperbolehkan pulang.
Arumi masih belum datang jenguk mereka rasa kecemasan dan sebagainya masih ada di dalam benak pikiran Yoyo.
sesuai jadwal dokter dina selalu melakukan visit pasiennya jam 10 pagi.
fasilitas dan pelayanan di rumah sakit ini memang sangat memuaskan. perawat nya begitu sangat ramah-ramah. makanan yang di sajikan Juga sangat enak-enak.
seorang perawat datang mengantarkan makan siang dan juga obat untuk pipit, menu yang diberikan pihak rumah sakit sangat enak dan Pipit selalu makan dengan lahap. Yoyo membeli nasi bungkus untuk makannya dan kedua anaknya.
namun sekali-sekali ira istri dari Hendra akan mengantarkan mereka nasi dan lauk
suara ketukan dari pintu membuat Pipit menoleh ke arah pintu tersebut.
Yoyo berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu tersebut ia sangat terkejut ketika melihat yang datang itu adalah Arumi.
" Arum." ucapnya kemudian.
" maaf buk Arum" ralat nya saat ia mengingat bahwa rumah sakit ini milik Arumi.
Arum yang datang bersama dengan suaminya. tersenyum memandang Yoyo.
******
like, komen dan vote nya ya.
novel Ardi judul nya " Aisah jodoh ku"
novel dokter Wahyudi Sudah up sampai episode 5. " my love Wahyudi"
makasih ya atas dukungan nya.
__ADS_1
😊😊😊🙏🙏🙏