
“Ardi, udah siap.” Terdengar suara Arum memanggil dari dalam.
Ardi masuk ke dalam dengan membawa kasur. Dibentangnya kasur tersebut dan kemudian dia mengambil tas dan buku-bukunya di dalam mobil. Pintu dikuncinya. Ardi mengambil mangkok, dan mengisinya air. Untuk mengompres Arum. Ia sangat khawatir kalau panas Arumi semakin tinggi.
“Rum, maaf ya, aku buka jilbab kamu. Panas kamu tinggi sekali. Kalau pakai jilbab tambah panas.” Kata Ardi.
“Iya” jawab Arumi sambil mengangguk.
Ardi membuka jilbab Arum dengan hati-hati, kemudian meletakkan kompres ke kening Arum.
“Udah kamu tidur. Aku di sini jaga kamu.” Kata Ardi sambil menunjuk ke lantai tempat ia akan mengerjakan tugas kuliahnya.
Arum hanya mengangguk. Karena kondisinya yang sedang sakit, membuat dia nggak sanggup banyak ngomong.
__ADS_1
Ardi duduk di lantai tempat ia membentang kasurnya. Dikeluarkannya laptop dari tasnya. Kemudian kembali mengerjakan tugas yang belum selesai dikerjakannya karena dapat telpon dari Arum. Cukup lama dia mengetik. Mengerjakan makalah untuk persentasi besok. Setelah selesai mengerjakan tugasnya, dia berdiri ke tempat tidur Arum. Di lihatnya Arum tidur. Dipegangnya handuk kecil untuk ngompres Arum. Kain itu terasa panas dan terasa sedikit kering. Di celupkan lagi kain tersebut ke dalam mangkok dan di letak lagi ke kening Arum. Dilihat Ardi rambut Arum yang berantakan. Diambilnya ikat rambut Arum yang ada di atas lemari. Diikatnya pelan-pelan agar tidak membangunkan gadis tersebut. kemudian kembali ke kasurnya dan menulis laporan dengan tulis tangan.
Jam 2 tugas Ardi selesai dia kembali ke tempat tidur Arum, diambilnya termometer untuk mengecek suhu tubuh Arum. 38,7 Ardi tersenyum. Panasnya turun. Dia kembali mengganti kompres. Tanpa sadar Ardi tertidur dengan posisi melintang dari Arumi dengan kaki di lantai dan tangannya berada di kening Arumi sambil memegang kain kompres .
Arum bagun begitu dengar azan subuh. Dirasanya ada tangan di keningnya dan dilihat ke samping Ardi tidur dengan tangan di kening Arum. Arum menurunkan tangan Ardi dengan sangat hati-hati. Berharap Ardi tidak terbangun. Namun ternyata Ardi langsung membuka matanya.
“Arum, kamu sudah bangun?”
“Iya Di, aku mau ke kamar mandi mau pipis dan wudhu.”
Ardi langsung berdiri. “Udah ayo ku bantu.” Sambil memapah Arum. Setelah sampai di kamar mandi, Arum menutup pintu kamar mandi.
Ardi langsung membentang sejadah dan meletakkan mukena di atas sejarah tersebut. Gak lama Arum keluar dan kamar mandi.
__ADS_1
Ardi berdiri di dekatnya dan tidak memegangnya. Tapi tetap waspada, takut kalau Arum jatuh. Arum lihat sejadah udah dibentangkan dan mukena juga sudah di siapkan. Arum menakai mukenanya.
“Sholatnya duduk aja Rum. Kamu masih pusing.”
“Iya.” Kemudian Arum sholat sambil duduk.
Ardi masuk ke kamar mandi dan berwudhu. Setelah selesai wudhu, Ardi keluar dari kamar mandi. Dilihatnya Arum sudah selesai sholat. Kemudian dia sholat.
Setelah selesai sholat Ardi kembali cek suhu panas badan Arum. 38.5. Ardi memberikan obat parasetamol lagi sambil mengompres.
“Rum, aku tidur sebentar ya. Jam 6 bangunkan aku. Aku mau siap-siap ke kampus.”
“Iya Di.”
__ADS_1
Ardi tidur di lantai dengan bantal yang di kasih Arum. Arum memperhatikan Ardi dan Arum tersenyum. Setelah jam 6 lewat 10 Arum membangunkan Ardi.