
" Mami Ara," ucap Arum yang sudah sampai ke rumah sahabatnya tersebut . Ini hari pertama Ia keluar rumah membawak putri nya jalan-jalan pagi. Iya sudah bisa bertandang ke rumah sahabatnya. yang di ikuti May Sarah dari belakang.
" Vira," ucap Ara yang melihat sahabatnya itu datang mendorong baby stroller berwarna pink ke rumahnya.
Ara melihat Vira yang tersenyum manis di dalam stroller. Bayi cantik itu terlihat begitu manis memakai baju pink.
" Cantik sekali," ucap Ara sambil menggendong bayi tersebut.
" kami sudah bisa jalan-jalan Mami Ara," ucap Arum sambil tersenyum.
" Sampai jam berapa semalam," tanya Ara tersenyum genit kepada sahabatnya itu.
Arum memandang sahabatnya itu. Biasanya Ia yang selalu menggoda sahabatnya, tapi sekarang sahabatnya itu sudah pandai menggodanya.
" Ih Ara sudah genit sekarang," ucap Arum sambil memandang sahabnya itu.
" Iya ini efek temanin sama Arum," ucap Ara berkilah.
" karena teman sama Arum atau karena mas Androw?" ucap Arum sambil terus menggoda sahabatnya itu.
Ara hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan dari sahabatnya.
" Calon mantu Mami Ara Udah pinter ya jalan-jalan," ucapnya Sambil mencium pipi bulat bayi mungil tersebut. Ara ingin menghindari sahabatnya yang sekarang sudah mulai mesum.
Ara mengusap-usap perutnya, saat ini Ia merasakan putranya sudah mulai menendang-nendang dari dalam.
" Kenapa?" tanya Arum.
" Biasa Vino kalau Ara gendong Vira gini dianya aktif menendang-nendang terus. mana tendangan nya kuat banget lagi," ucapnya yang merasa perutnya yang terasa ngilu.
Arum tersenyum dan kemudian mengusap perut sahabatnya itu. Ia merasa tonjolan keras yang di pegang nya.
" kapan lahirannya?" tanya Arum.
" Bulan ini akhir," ucap Ara.
kata dokter dina kemungkinan Ara bakalan Cesar," ucapnya.
" kenapa?
Apa gak bisa normal tanya Arum.
kemungkinan normal sih belum tahu, soalnya Ara belum cek ukuran panggul. Kemarin baru dilihat sekilas saat pemeriksaan. Di lihat dari faktor tubuh Ara yang kecil dan rendah, jadi kemungkinan normal sulit," ucap Ara.
" Iya sih," jawab Arum.
" Ara pengen normal," ucap Ara.
" Ya gak apa sih cesar yang penting Ara dan bayinya kan selamat juga sehat. Lagian pula kalau misalnya terlalu maksa normal takutnya nanti sakitnya dua kali lipat. udah ngerasain sakit norma, terus pada akhirnya SC juga," ucap Arum.
" Iya Ara mikirnya gitu juga tapi umi kecil dan pendek juga kayak ara tapi Bisa normal ," ucap Ara yang mengatakan umi Linda
" Banyak sih yang badannya kecil tapi juga bisa normal. Ara juga belum cek ukuran pinggul siapa tahu aja nanti kurang panggulnya gede, jadi bisa normal," ucap Arum memberikan semangat.
" Walaupun Ara calon dokter tapi tetap aja kalau bayangin Caesar itu, Ara tetap takut bila Ara yang ngalamin," ucap Ara.
Arum tertawa." Arum juga gitu makanya, kemarin Arum ngotot normal. Arum juga ngecek ukuran panggul. ternyata gak ada masalah. Mami juga minta untuk normal. terkecuali kalau memang tidak bisa normal. " ucap Arum.
Ara diam, terlihat Ia begitu takut menghadapi masa-masa persalinan nya nanti.
__ADS_1
" Udah gak usah dipikirin. Nanti kalau Ara udah mau melahirkan yang namanya takut pasti hilang. Ara gak boleh stress," ucap Arum mengingatkan sahabatnya itu agar jangan stress
" Mas Androw bilang ke Ara, dia bakalan tetap nemani Ara walaupun di ruang operasi. Mas Androw bilang mau bawa dokter dari Amerika bila Ara melahirkan ," ucap Ara,"
Arum tertawa mendengar ucapan sahabnya itu. " Arum jadi ingat waktu Mas Androw mau masuk Islam. wajib pakai Dokter selesai bedah ," ucap Arum sambil tertawa. Apa lagi untuk melahirkan istrinya. tapi Dokter amerikanya mau ngapain?" tanya Arum
" Disuruh bantu Ara dalam proses melahirkan. katanya sih mau ngambil dokter terbaik di Amerika," ucap Ara
Arum hanya menggeleng-geleng kan kepalanya." Mas Androw banyak duit, mau bawa 10 Dokter dari Amerika lengkap sama alat medisnya juga gak apa," Ucapnya.
Ara hanya mengangguk kan Kepala nya.
grand mother dan grand father vino kapan ke sini? ucap Aru.
" Dalam minggu-minggu ini mereka bakalan datang."
Arum menganggukkan kepalanya.
" Sekarang Ara juga nggak bisa banyak makan kalau banyak makan ara mual terus juga rasanya sesak," ucap Ara.
" Arum juga gitu Dulu, apa lagi kalau sudah mulai kontraksi, rasanya sakit banget. kalau udah sakit rasanya udah nggak sanggup Mau ngapa-ngapain," ucap Arum yang juga ikutan curhat masalah kehamilannya dulu.
" Mas Andro bilang kara kalau misalnya bisa di pindahin dia mau gantiin Ara hamil soalnya dikasih lihat Ara kalau sudah ngeluh sakit. Terus juga susah berdiri susah jualan, susah duduk di bawa baring juga gak enak. keluhnya.
"Arum tertawa mendengarnya melihat jempol kaki aja nggak kelihatan lagi," ucap Arum .
Arum mas bibi yang pasangin kaos kaki dan sepatu," ucap Arum .
Ara tertawa mendengarnya. " Sama Ara juga kalau pasang kaos kaki Mas Androw yang pasangin terus kalau misalnya pasang sepatu juga nggak mas Androw yang masangin," ucap Ara sambil menutup mulut.
" Kita beruntung ya, punya suami yang sayang banget sama kita," ucap Arum yang di jawab Ara dengan anggukan kepala.
Mereka kemudian duduk di ruang keluarga Ara tidak pernah mau meletakkan Vira. Ia begitu senang mengendong bayi Tersebut. terkadang bayi itu tertidur di pangkuan nya.
" Kata Mas Bibi sudah mau masuk ke persidangan, Sedang nunggu sidang," ucap Arum.
Ara menganggukkan kepalanya. " Terkadang yang keluarga bisa jadi musuh yang orang nggak punya hubungan apa-apa bisa jadi keluarga," ucap Ara
" Iya padaha ini udah yang kesekian kalinya Om tirinya Mas Habibi tu buat seperti ini dan selalu di maafkan mami dan papi. tapi kali ini sepertinya mami dan papi udah gak mau lagi maafkan. Melihat gak ada tobatnya," ucap Arum.
" Manusia itu bertobat dengan jalan yang berbeda-beda bahkan ada yang Pintu taubat nya memang tidak terbuka sedikitpun hingga akhir hayatnya. Ara berharap sih omnya Mas Habibi bisa bertobat nanti di penjara," ucap Ara.
cukup lama Ia bermain di rumah sahabnya itu. Mey Sarah berdiri tidak jauh dari Nya.
" Arum pulang dulu ya. Vira nya sudah mulai rewel," ucap nya ketika Putri nya sudah mulai mengantuk.
" Mami Ara masih kangen," ucap Ara sambil mencium pipi bulat gadis tersebut.
*****
" Hai ndut," ucap Androw yang memanggil istrinya.
Ara tidak menjawab nya. Ara begitu kesal melihat suaminya nya yang sudah mulai pandai berbahasa Indonesia. Suaminya itu begitu sulit untuk berbicara menggunakan bahasa Indonesia. Namun saat Ia mengatakan hai Ndut, itu terdengar begitu Pasih. Besok Ara gak makan Ara bakalan diet,"
ucapnya yang sudah mengembungkan pipinya dan memajukan bibirnya.
" Jangan sayang, walaupun kamu gendut muka mu bulat tapi aku suka padamu.
Walaupun perut mu buncit tapi aku cinta padamu mu.
__ADS_1
aku cinta kamu apa adanya. biar gendut tidak masalah," androw yang bernyanyi dengan sangat pasih.
Ara sangat kesal melihat suaminya itu yang sengaja mengejeknya. Ia tidak tau kapan suaminya itu menghafal lagu tersebut.
" Sayang, kita diet ya papi mengejak mami gendut. padahal mami gendut seperti ini juga karena suntikan yang diberikan oleh Papi kamu," ucap Ara yang sengaja membesar-besarkan volume suaranya.
Androw tertawa saat mendengar ucapan istrinya yang sudah sangat pandai menyindirnya.
Ia kemudian memeluk istrinya dari belakang. tangan nya berada di atas perut istrinya.
" Jangan pegang-pegang," ucap Ara yang berusaha melepaskan tangan suaminya yang melingkar di perutnya.
Androw tidak menghiraukan istrinya yang sedang merajuk. istrinya bisa di bujuknya dalam waktu 5 menit.
" kenapa sih meluk-meluk," ucap Ara yang sudah memajukan bibirnya.
" Aku sangat mencintaimu sayang," ucap Androw yang berbisik di telinga istrinya.
" Ara sekarang sudah gendut," ucap Ara yang menyindirnya.
" Aku tau sayang, dan Kamu semakin seksi," Ucapnya yang membuat istrinya Tersenyum.
" Mau makan apa?
kita cari keluar?" ucap nya yang melihat istrinya yang susah makan.
Ara menggelengkan kepalanya. " Gak usah Mas, makan di rumah aja. Ara sekarang gak tahan mau pipis terus. jadi malas keluar," Ucapnya yang sering keluar masuk kamar mandi untuk buang air kecil. sehingga Ia lebih betah di rumah.
" Baiklah sayang kalau mau nya seperti itu. yang malam ini aku ingin mengunjungi anak kita," Ucapnya sambil memandang istrinya.
" Gak mau Mas tadi ejekan Ara," ucapnya
" Kalau kamu menolak nanti kamu akan berdosa sayang," ucap nya sambil menggesek-gesekkan dagunya yang sudah berjenggot di leher istrinya.
" Mas," ucap Ara yang memanggil suaminya dengan nada yang cukup tinggi. suami nya begitu pandai menekan nya. bahkan Ia sudah menghafal hadits nya.
Androw tertawa. Ia kemudian mengendong istrinya ke atas tempat tidur. " Sekarang satu, nanti malam satu lagi yang sayang," ucap nya sambil mencium bibir istrinya dan menaikkan daster istrinya ke atas.
" Mas malam aja," ucap Ara saat di lihat nya masih jam 5 sore.
" Kamu selalu mampu membuat aku sangat bernafsu sayang," ucapnya dengan suara yang sudah serak.
" Mas," ucap istrinya yang sudah mulai mendesah saat ciuman itu semakin turun kebawah. pria itu sangat pelan-pelan dan sangat berhati-hati saat Ia melakukan hal tersebut dengan istrinya yang sudah hamil tua.
Ara berbaring di samping suaminya. kepalanya berada di atas dada suaminya. jari-jarinya memainkan jenggot suaminya. Suaminya yang semakin keren dengan jenggot yang ada di dagunya.
" Ayo mandi sayang, Aku akan sholat magrib ke mesjid. apa kamu mau ikut?" ucap Androw.
" Ara sholat di rumah aja, " ucapnya.
Ia kemudian mandi bersama dengan suaminya. sebelum adzan Androw sudah berdiri di depan pagar rumah Habibi.
Ia menunggu tetangga sekaligus sahabat baru nya itu untuk sholat ke mesjid. mereka sholat ke mesjid saat magrib dan juga isya.
subuh terkadang mereka sholat di rumah berjamaah dengan istrinya.
*****
jangan lupa like komen dan votenya ya reader.
__ADS_1
terimakasih atas dukungan nya.
😊😊🙏🙏