
"Mas Eka mau makan nasi goreng," ucap Eka.
Heri menganggukkan kepalanya saat ia mendengar ucapan istrinya tersebut. "Mas turun dulu ke bawah ya minta bik Surti memasakkan nya," ucapnya.
Eka menggelengkan kepalanya. "Eka nggak mau kalau yang masak bik Surti," ucapnya.
"Jadi mau makan nasi goreng di luar, "ucap Heri.
Eka kembali menggelengkan kepalanya. "Eka mau masak yang mas masakin,"ucapnya.
Harry memandang istrinya Dia benar-benar sangat bingung melihat istrinya hari ini. Sepertinya ia tidak sedang ulang tahun. tapi mengapa istrinya mengerjai nya habis-habisan. "Sayang Mas nggak pandai masak nasi goreng, bik Surti yang masak ya," ucapnya.
" Eka nggak mau makan kalau bukan Mas yang masakin nasi gorengnya," ucapnya.
Heri menarik nafasnya dengan keras kemudian menghempaskan nya. Ia memandang istrinya, wajah istrinya tampak begitu pucat. Ia takut istrinya kan beneran sakit. "sayang beneran mau makan nasi goreng masakan mas?" tanyanya.
Eka merasa sangat senang saat mendengar pertanyaan dari suaminya. ia tersenyum sangat manis. Ia kemudian menganggukkan kepalanya.
"kamu yakin sayang?
Mas nggak pandai masak mas, takut nanti kamu nggak suka," ucap Heri.
"Eka pasti suka," ucapnya yang tersenyum lebar. Ia kemudian mencium bibir suaminya kening pipi dagu dan juga hidung.
Heri memandangnya. " Mas masih marah ucapnya ketika ia mengingat Apa yang dilakukan istrinya siang tadi.
"Maaf Eka tadi ngantuk," ucapnya.
"Ya udah mas mau ke dapur dulu," ucap Heri.
Eka memegang tangannya. "Eka ikut," ucapnya.
Heri menganggukkan kepalanya. Ia keluar dari dalam kamar bersama dengan istrinya.
Eka duduk di meja makan sambil memandang suaminya.
"Nasi gorengnya pakai ayam goreng, telur mata sapi juga," ucap nya yang memerintah suaminya.
Heri menelan air ludah nya dan kemudian menganggukkan kepalanya.
Eka berjalan mendekati suaminya. Ia mengambil apron berwarna pink dan meletakkannya di dada suaminya. dia tersenyum lebar saat melihat suaminya memakai apron warna pink tersebut.
"Sayang yang hitam ada, mas mau yang hitam aja," ucap Heri.
Eka tersenyum. " Mas ganteng kalau pakai ini," ucapnya melihat suami memakai apron berwarna pink.
"Sayang jangan main-main," ucap Heri yang memandang istrinya Dia membesarkan matanya.
Eka tersenyum dan kemudian mencium bibir suaminya. "Mau ya sayang," ucapnya yang merayu suaminya.
__ADS_1
Hrryi melihat istrinya dengan sangat geram. "Ia kemudian mencium bibir istrinya. Ia benar-benar mencium bibir istrinya tersebut. Setelah ia benar-benar puas mencium bibir istrinya ia kemudian melepaskan.
Eka memajukan bibirnya, bibirnya terasa cukup perih karena suaminya mencium bibirnya dengan sangat kuat. "Mas bibir Eka bengkak," ucapnya yang memegang bibirnya dan memajukan bibirnya tersebut.
"Kamu dari tadi buat Mas emosi tahu nggak," ucapnya gemas.
"Eka gak ada niat buat mas marah," ucapnya yang menggelengkan kepalanya. Ia berbicara dengan gaya yang begitu sangat manja.
Melihat sikap istrinya yang begitu sangat manja dan juga polos akhirnya Heri mengikuti keinginannya dengan memakai abron berwarna pink
"Sayang tunggu sebentar ya Mas mau ngambil perlengkapan Masak," ucap Heri.
"Mas perlengkapan masak sudah ada di dapur semua," jawaban.
"Perlengkapan khusus," ucap Heri yang pergi meninggalkan istrinya duduk di meja makan.
Eka tertawa saat melihat suaminya kembali datang ke dapur. " Mas, Eka minta nasi goreng bukan minta jalan pakai motor," ucapnya.
"Iya ini Mas mau masak nasi goreng," ucap Heri
"Mau masak nasi goreng kenapa pakai helm, jaket kulit, dan pakai sarung tangan?" tanya Eka yang heran melihat suaminya.
"Biar nggak kena nembak minyaknya," ucap Heri.
Eka tertawa saat mendengar jawaban suaminya. Ia duduk di meja sambil memperhatikan suaminya yang sedang memasak.
"Eka gak mau, Eka mual bau bawang mas," ucapnya yang tidak mau mau dekat dengan suaminya.
Heri mengiris bawang yang sudah di kipasnya. Ia sudah tidak tahan saat menahan mata nya yang perih karena bawang tersebut. Namun ia tetap menyelesaikan pekerjaan nya. Setelah ia menyelesaikan bumbu-bumbu yang disebutkan oleh istrinya ya kemudian memasukkan minyak ke dalam kuali yang berukuran sedang tersebut. Ia kemudian menghidupkan api kompor nya.
Ia memasukkan ayam yang sudah diberi bumbu ke dalam kuali. Ia melemparkan ayam tersebut kedalam minyak panas.
Eka tidak ada henti-hentinya tertawa saat melihat suaminya yang sedang masak. Ia memvidiokan suaminya yang sedang masak tersebut kapan lagi ada momen seperti ini. pikirnya sambil tersenyum.
"Sayang ini masak ayamnya seperti apa?" ucap Heri yang memandang ayam yang ada di dalam kuali.
"Warnanya menguning," jawab Eka.
"Sayang ke sini, Mas nggak tahu ini masaknya," ucap Heri.
Eka menggelengkan kepalanya." Nggak mau Eka mual," ucapnya.
Heri dia mendengar ucapan istrinya. ia melihat ayam tersebut. Ia mengeluarkan ayam itu dari dalam kuali ketika dilihatnya ayam itu sudah menguning. Ia melakukan apa yang diucapkan istrinya. Ia kemudian memasukkan telur kedalam kuali. setelah masak ia membangkit telur tersebut.
Ia kemudian mengeluarkan minyak yang ada di dalam kuali seperti yang diperintahkan oleh istrinya. Ia kemudian menumis bumbu-bumbu itu dan memasukkan nasi ke dalamnya. Ia kemudian memasukkan garam dan juga sedikit royko kedalam nasi goreng itu. Ia mencicipi rasa nasi goreng yang dimasaknya. Ia memandang istrinya sedang duduk tersenyum memandangnya di meja makan. Ia ingin mengatakan kepada istrinya bahwa nasi gorengnya tidak enak, namun ia takut istrinya akan menyuruhnya masak kembali. Heri kemudian memasukkan nasi goreng tersebut ke dalam piring, Ia meletakkan telur mata sapi atasnya dan ayam goreng di sebelahnya.
ya menghidangkan nasi goreng itu untuk Istrinya.
Eka tersenyum memandang suaminya. Ia begitu sangat berselera saat melihat nasi goreng yang dimasak oleh suaminya. Bahkan air ludahnya serasa menetes. Dia kemudian mengambil sendok dan langsung menyuap nasi goreng itu ke mulutnya.
__ADS_1
Heri memejamkan matanya ketika Ia melihat istrinya memakan nasi goreng masakannya.
"Sayang kalau nggak enak jangan makan," ucapnya.
Eka tersenyum, enak mas," ucapnya yang memakan nasi goreng itu dengan sangat lahap. Ia memperhatikan istrinya dengan 1000 pertanyaan yang mungkin tidak akan bisa dijawab nya.
"Mas kita ke kamar ya," ucapnya setelah ia menghabiskan nasi goreng yang porsinya cukup banyak tersebut.
Harry tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Eka melingkarkan tangannya di leher suaminya. "Mas gendong Eka," ucapnya. Malam ini ia cukup bebas. karena Daffa di bawa imam ke rumahnya.
Hery memandang istrinya, Ia kemudian menganggukkan kepalanya. Ia beranggapan bahwa hari istrinya sengaja menguji kesabarannya. Heri menggendong istrinya dan membawanya masuk ke dalam kamar.
Eka kembali menguap saat ia berada di atas tempat tidur. Ia memegang ponselnya dan melihat kalender yang ada di ponselnya tersebut. " Mas Eka telat, "ucapnya.
"Telat apanya sayang?" tanya Heri.
"Telat haid," ucapnya.
"Iya perasaan udah lama ya kamu nggak haid," ucap Heri.
"Ini udah telat 3 minggu," ucap Eka.
"Serius sayang ?" tanya Hari.
Eka menganggukkan kepalanya." Tapi alat tes kehamilan Eka habis," ucapnya.
Mas beli bentar ya,"ucap Heri yang begitu sangat bersemangat.
"Eka ikut," ucapnya memegang tangan suaminya.
Heri tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ia mengambil kunci mobil yang ada di atas nakas di samping tempat tidur. Ia kemudian pergi ke apotek bersama dengan istrinya.
"Sayang belinya jangan satu, mana tahu butuh serap," ucapnya.
Eka tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ia turun dari mobil dan masuk ke dalam potek tersebut dan membeli alat tes kehamilan.
Eka masuk lagi ke dalam mobil setelah membawa alat tes kehamilan tersebut. Ia tersenyum memandang suaminya. Ia sangat tidak sabar untuk sampai di rumah.
***
Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. Untuk Imam Author akan bahas setelah pernikahan Aisah ya. kisah romantis Aisah dan Ardi lebih komplit di novel nya.
Aisah Jodoh Ku.
Jangan lupa like komen dan votenya ya reader. terimakasih dukungan nya.
😊😊🙏🙏
__ADS_1