Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 138


__ADS_3

hai reader, maaf ya udah berapa hari ini author gak up. maaf lama nunggu.


🙏🏼🙏🏼🙏🏼


*********


Habibi memasuki gedung mall yang sudah selesai pengerjaannya. Ia masuk ke dalam bangunan tersebut bersama dengan Rasid, Akbar Wahyudi, arsitek yang bertugas


merancang bangun dan pengerjaannya dan juga Fajar Basri sebagai penanggu jawab bangunan tersebut. Diikuti beberapa orang pengawalnya. Androw berjalan mendekati Habibi beserta rombongannya. Ia memberikan senyum yang hangat ke pada Habibi.


“Bagaimana kabar anda?” Androw menjabat tangan Habibi dengan cukup erat.


“Baik Mr Androw. Bagaimana keadaan mu?”


“Aku baik-baik saja? Hampir satu tahun aku menghabiskan waktu untuk berkeliling dunia. Kata orang keliling dunia itu enak dan indah. Tapi bagi ku sangat melelahkan.” Dengan masih memamerkan senyum manisnya.


“Itu karena anda menjalaninya sendiri. Coba saja kalaukau sudah memiliki pasangan. Keliling dunia terasa sedang honeymoon.” Habibi memberikan senyum yang tak kalah hangatnya.


Senyum kecut terlihat dari wajah ganteng Androw. Saat ini usianya sudah tidak muda lagi, ia sudah memasuki usia 34 tahun. Walaupun wajahnya tampak menipu. Terlihat matanya mencari kebenaran Arumi.


Ia mulai berkeliling, menyusuri setiap lantai bangunan mall yang megah tersebut. Tampak wajahnya begitu sangat senang, saat melihat hasil dari pekerjaan bangunan tersebut. Sangat sesuai dengan keinginannya.


“Aku sangat puas dengan hasil kerja mu.” Androw menepuk pundak Habibi. “Aku akan melanjutkan pembuatan hotel dilahan yang kosong di sebelah mall ini.”


Tampak senyum penuh kepuasan. Terlihat jelas dari raut wajah Habibi serta tim nya. “Terimakasih.” Habibi menepuk-nepuk punggung tangan Androw.


Setelah lebih 2 jam Androw mensurvei bangunan tersebut. Androw tampak mengangguk- anggukkan kepalanya petanda ia sangat puas. Selesai survei mereka masuk ke dalam restoran mewah, Androw minta agar mereka makan di restoran Padang. Saat ia ingat gadis tersebut sangat suka masakan Padang. Mereka makan siang bersama sambil melakukan obrolan ringan.


***********"


Arum keluar dari dalam kelasnya bersama dengan Naura mereka berencana untuk langsung pulang. Arum sudah mengatakan kepada Naura, bahwa ia akan mengantarnya. Suara ribut-ribut yang berasal dari sebelah kanannya, membuat ia menoleh ke asal suara tersebut. Ia teramat sangat terkejut saat dilihatnya pria bule sedang berjalan menuju ke arahnya. Pria bule tersebut tampak jauh lebih tinggi dari mahasiswa yang ada di sana.


“Arumi.” Androw memanggil nama gadis tersebut dengan penuh semangat sambil melambai-lambaikan tangannya.


“Mas bul.” Arum juga melakukan hal yang sama.


Androw berlari mengejar gadis tersebut sambil mengembangkan kedua tangannya. Namun gadis tersebut malah berlari menolak pulukannya. Namun Androw tetap mengejarnya. Mereka berlari mengelilingi Naura yang berada di tengah-tengah mereka. Androw Berhenti ketika ia merasa lelah. Naura tampak tertawa melihat tingkah sahabatnya.


“Baiklah, aku tidak akan memeluk mu.” Setelah nafasnya ngos-ngosan.


“Mas bul, apa kabar. Ayo kita kekantin.” Pinta gadis tersebut.


Androw sudah berada di kantin kampus. Mereka hanya memesan minuman dingin, dan cemilan.


“Hampir satu tahun tidak berjumpa dengan mu. Ternyata kamu semakin cantik.” Puji Androw yang sedari tadi tidak ada puas-puasnya melihat wajah Arumi.


“Terimakasih mas bul. Mas apa kabar?”


“Kabar aku sangat baik.”


“Kenapa tidak menghubungi Arum kalau mau ke sini?”

__ADS_1


“No telpon aku, sudah kamu blokir.”


Arum diam, selama ini ia tidak pernah memblokir no telpon Androw di hp nya.


“Kamu juga memblokir aku di seluruh akun sosial milik mu.”


Semakin membuat mata gadis tersebut bulat sempurna. Arum ingat saat Habibi meminta ia memfotonya saat sedang melakukan latihan kick boxing. Habibi meminta gadis tersebut memfotonya. Arum sangat bersemangat memetik foto di ponselnya tersebut. Kemudian ia meminjam ponsel tersebut dengan alasan melihat hasil fotonya dan di kirmnya ke wa.


“Dasar licik.” Sambil memanjangkan bibirnya.


Androw tampak gemas melihat ekspresi wajah Arum.


“Aku sangat rindu dengan negara mu. Hampir satu tahun aku keliling dunia dan pada akhirnya, aku sampai juga di sini.”


Arum tamak ketawa. Kalau di lihat dari wajah nya, terlihat jelas bahwa ia memang sangat kelelahan. “Apa mas baru dari Amerika.”


“Tidak, aku dari Singapore. Sweet girl kau semakin cantik.”


Gadis tersebut tampak tersenyum. “Mas, maaf ya arum mau ke kantor. Arum udah di tunggu dari tadi. Tolong ya. Antarkan teman Arum.”


“Padahal aku masih sangat merindukan mu sweet girl.”


“Kita sambung besok pagi ya. Kalau arum gak sibuk.”


Dengan berat hati, Androw menganggukkan kepalanya.


“Ara, Arum minta maaf ya gak bisa ngantarin kamu pulang.”


“Gak apa sih Rum. Kamu hati-hati ya.”


“Tentu saja sweet girl. Aku akan menjaganya.”


“Ara, Arum duluan ya. Hati-hati dengan mas bul. Dia seorang playboy.”


Androw tertawa saat mendengar kata play boy. “Aku sudah tobat sweet girl.”


Naura tampak senyum.


“Mas, tolong bayarin ya.” Arum pergi sambil melambaikan tangannya. Androw memandang punggung gadis tersebut sampai sudah tidak terlihat sama sekali.


Androw memperhatikan gadis yang ada didepannya, sejak tadi ia melihat gadis tersebut hanya diam dan menundukkan kepalanya. Androw memandang ke bawah, di mana tujuan mata gadis tersebut memandang.


“Hi little girl what's your name?”


“Naura.”


“Naura? You can call me Ara.”


Gadis tersebut menjawab pertanyaan Androw tanpa melihat kearahnya.


“Aku sangat bersyukur, karena kamu pandai berbahasa Inggris. Di negara mu, aku sangat sulit mencari teman untuk berkomunikasi. Banyak yang tidak mengerti bahasa ku.”

__ADS_1


"dialog bahasa Inggris"


Gadis tersebut hanya menganggukkan kepalanya.


“Little girl kamu lihat apa?”


Ingin sekali Ara marah saat ia dikatakan gadis kecil. “I'm not a little girl.”


Androw tertawa mendengar jawaban gadis tersebut. Kalimat protes yang di sampaikan gadis tersebut.


“Baiklah cute girl.”


Ara kembali diam.


“Apa yang kamu lihat,” sambil menunduk ke bawah dan berusaha melihat wajah Ara.


“Tidak ada.” Jawab Ara.


“Kalau tidak ada kenapa tidak memandang ke arah ku.”


Ara hanya diam.


“Aku Androw.”


Ara hanya menganggukkan kepalanya.


“Sudah lama kenal Arumi?”


Ara menggelengkan kepalanya. “Kami baru berjumpa saat mulai kuliah. Anda tidak perlu mengantarkan saya pulang, saya bisa naik busway.”


“Aku sudah berjanji dengan sahabat mu bahwa aku akan mengantarkan mu pulang.”


“Tapi saya tidak ingin merepotkan Anda.”


“Oh aku sangat suka kalau kau mau merepotkan aku cute girl.”


Androw membayar belanjanya di kantin tersebut dan ia berjalan dengan Naura ke mobilnya yang terparkir. Gadis tersebut meminta agar ia jalan duluan dan Naura mengikutinya dari belakang. Saat ia Berhenti dan dia melihat ke belakang gadis tersebut juga ikut berhenti.


Androw sudah sampai diparkiran mobilnya. Dengan cepat ia membuka pintu mobil tersebut. Ia membuka pintu mobil bagian samping kemudinya. Namun gadis tersebut tidak mau masuk.


“Apa saya boleh duduk di belakang?” Tanya Naura yang masih berdiri sedikit jauh darinya.


Androw tertawa. “Girl kamu bebas untuk duduk di mana saja. Terkecuali di atap mobil ku.” Sambil menepuk puncak mobil sports hitam keluaran Amerika tersebut.


Naura duduk di belakang tanpa berbicara dengan Androw. Ia hanya menundukkan kepalanya. Androw melirik kebelakang melalui kaca spionnya. Androw tetap mengajak gadis tersebut berbicara dan gadis tersebut hanya menjawab sekedarnya.


Androw memberhentikan mobilnya di depan rumah minimalis yang terlihat sederhana tersebut. Androw ikut turun dari mobilnya tanpa di ajak oleh Naura. Pintu rumah tersebut terbuka. Amin yang akan pergi ke mesjid untuk sholat tampak terkejut saat melihat anak gadisnya bersama dengan seorang bule. Androw tersenyum menundukkan kepalanya saat melihat amin.


******"


like komen dan vole nya ya Reader.

__ADS_1


biar kembali semangat author.


😂😂😂😂


__ADS_2