
Arumi merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Namun ia duduk kembali dan berdiri. Ia menganti bajunya dengan celana pendek dan baju tampa lengan yang longgar. Agar enak dibawa tidur. Ia kemudian pergi kemar mandi. Untuk membasuh wajahnya serta berwudhu. Ia langsung melakukan ritual ibadah lima waktunya. Setelah selesai shalat gadis tersebut tertidur.
Pagi ini ia bersih-bersih kamarnya. Setelah bersih-bersih, langsung masak dan sarapan. Kemudian menghidupkan TV. Ia menonton TV sambil membaca-baca bukunya. Dering ponsel menghentikan kesibukannya. Dilihat layar yang menyala di ponsel tersebut, nomor baru. Ada rasa harap yang begitu besar saat melihat nomor tersebut. Berharap nomor tersebut, panggilan kerja untuknya. Ia mengangkat telepon tersebut. Terdengar suara wanita yg sangat halus dan lembut dari seberang.
“Halo selamat pagi,” kalimat awal yang di keluarkannya saat mengangkat telpon tersebut.
“Halo pagi juga mbak. Apakah ini mbak Arumi Nanadia?” tanya orang di telpon tersebut.
“Iya saya Arumi Nanadia,” jawab gadis tersebut dengan sangat sopan.
“Selamat ya mbak. Mbak di terima di perusahaan kita dan dapat mulai bekerja besok. Karena besok hari pertama kali mbak mulai bekerja, jadi silahkan pakai baju kemeja hitam putih, atau warna yang terang.” Wanita di seberang sana menjelaskan secara terperinci.
“Baik mbak terima kasih. Saya pastikan saya tidak akan terlambat besok,” jawab gadis tersebut penuh semangat.
Begitu senangnya. Ia langsung menghubungi ibunya.
“Assalamu’alaikum nak.” Terdengar suara ibunya mengangkat telponnya.
“Wa’alaikum salam ibu. Ibu, Arum di panggil kerja ibu.” Suara sang anak yang begitu girang membuat Siti menjauhkan benda tipis tersebut dari telinganya.
“Alhamdulillah ya allah. Selamat ya nak.” Terdengar suara peenuh bahagia dari seberang sana.
“Iya bu, Arum tutup dulu ya bu. Assalamu’alaikum.” Kata Arumi.
“Wa’alaikum salam sayang ibu,” balas ibunya.
Telpon pun terputus.
Arum menulis di pesan wa nya.
Arum: hai Di, aku di terima kerja. Besok aku udah langsung kerja. Makasih ya doa.
😃
Ardi: serius?
Arumi: iya aku serius. 😃
Ardi: aku senang sekali. Pengen ketemu kamu ucapkan selamat langsung. Tapi hari ini aku kuliah sampai sore. Tugas juga banyak.
Arum: gak usah. Makasih ya do’anya. 🙏
Ardi: iya sama-sama. Kalau aku ada waktu luang. Aku hubungi kamu.
__ADS_1
Arumi: oke 😆
*************
Arumi berangkat ke warung pecel lele mbak Ina. Sekarang mbak Ina sudah menambah pekerja 2 orang lagi. Karena memang sudah tidak terlayani, banyaknya pelanggan yang datang. Arum sangat cekatan dalam melayani pembeli.
“Arum,” panggil pelanggan yang duduk di meja pojok.
"Iya mas sebentar,” jawab Arumi dengan sedikit berlari. Arum yang terlihat sangat cantik memakai baju yang sangat sederhana, baju hitam panjang yang tidak tidak terlalu pas body, dengan celana joger biru, dan jilbab hitam.
“Mau pesan apa mas?” Tanya Arum.
“Nasi uduk, ayam goreng paha, dan jeruk hangat 3.” Kata pria tersebut.
“Oke mas, di tunggu ya,” kata Arumi sambil akan melangkah, pria tersebut memanggil lagi.
“Ia mas ada yang kurang?” tanya Arumi.
"Iya no hp kamu," kata pria tersebut.
Arum hanya senyum dan meninggalkan orang tersebut. Tak lama Arum datang dengan membawa pesan 3 pria tersebut. Yang tampak dari pakaian yang mereka gunakan, seperti pegawai kantoran. Dengan memekai kemeja, dasi dan jas. Berpakaian sangat rapi. Dan kalau di lihat usia mereka masih sangat-sangat muda. Sekitar 25 tahun rata-rata.
“Arum mana nomor hp nya,” kata seorang pria yang menunggu Arum memberikan nomor hp nya.
“Saya janji, saya gak akan telpon-telpon Arum. Kecuali chat. Dan kalau Arum gak sibuk, baru saya hubungi. Dan kalau nanti saya tidak tepati janji, Arum boleh blokir saya.” Jelas pria tersebut dengan penuh harap.
"Oke lah kalau begitu. Tapi janji ya," kata Arumi.
“Iya cantik,” jawab pria tersebut sambil tersenyum dan mengeluarkan hp nya.
" 08127785xxxxx itu mas nomor hp Arum.” Kata Arum.
“Oke. Makasih ya Rum,” balas pria tersebut dengan sopan dan sambil tersenyum.
“Alhamdulillah, dapat juga bro,” ucap pria tersebut kepada teman-temannya dengan raut wajah yang sangat bahagia. Teman-temannya hanya tersenyum.
“Jangan mainin itu cewek Ri. Kasian,” jelas temannya.
“Gua gak akan main-main sama tu cewek bro,” katanya penuh keyakinan.
Mereka langsung melanjutkan makannya.
Jam 10.40 semua menu habis. Mak Ina bersiap-siap untuk tutup. Dan setelah selesai, Arum izin pulang. Di jalan Arum kembali merasakan ada yg mengikuti.
__ADS_1
“Nih orang gak ada kapok-kapoknya,” gumam Arum dalam hati.
Arum mempercepat langkahnya. Dari suara kaki mereka terdengar mereka sangat banyak.
“Apa aku bisa melawan mereka”, guman Arum dalam hati. Dan di tempat yang sangat sunyi. Mereka berusaha untuk menangkap Arum. Arum pun langsung melawan. Kalau di hitung jumlah mereka ada 9 orang. Dengan badan yang tinggi dan besar.
"Ada apa lagi mas? Kemarin kan sudah selesai, ini kenapa jumlah lebih banyak lagi. Emangnya salah saya apa?” Tanya Arum
“Enak saja kamu bilang sudah selesai,” kata pemimpin preman tersebut.
“Tangkap dia,” perintah seorang bos mereka.
Arum langsung melawan dengan mendang langsung ke bagian dada orang tersebut. Tiga orang maju pertama Arum bisa mengalahkannya cukup dengan tiga kali tendangan. Namun Arum selalu mengelakkan tendangan di bagian kepala. Karena tidak ingin para pereman tersebut bisa cacat seumur hidup. Namun maju 4 orang lagi yang mulai ada perlawan terhadap Arum. Arum bertarung cukup lama sampai 2 benar-benar yakin bahwa musuhnya tersebut sudah tidak mampu untuk melawan. Dan tertinggal 2 orang lagi yang sedari tadi memperhatikan Arum bertarung. Mereka maju dengan menendang kaki Arum. Dengan sangat kuat. Sehingga gadis tersebut sedikit meringis. Arum kembali melawan. Mereka berdua cukup tangguh dan tidak bisa cepat ditaklukkan. Dengan sedikit lama bertarung. Akhirnya ke dua pria besar itupun kalah. Arum berdiri dengan kaki yang terasa sangat sakit dan di bagian pipinya. Karena salah satu dari mereka berhasil menendang pipi Arum.
"Maaf mas, Arum salah apa? Sampai-sampai mas-mas ini ingin menghabisi Arum.” Kata Arum kepada preman tersebut.
"Gak ada dek, kami yang salah. Kami minta maaf.” Kata preman tersebut memohon kepada Arumi.
"Oke mas Arum maafkan. Tapi ingat jangan melakukan hal yang sama kepada siapa pun,” kata Arum. “Dan semoga pintu tobat segera terbuka untuk teman-teman mas semua.” Para pereman tersebut langsung terdiam.
“Makasih Arum,” kata pereman-pereman tersebut.
Arum pun pergi meninggalkan mereka. Dan kembali ke kos.Arum tidak pernah tinggal sholatnya. Setelah sholat iya kembali memeriksa hp nya
2 peasan baru
081242000xxx
Hai arum apa sudah sampai kos?
By ari
Arum: Sudah mas. Oke Arum save.
Kemudian ia membas chat Ardi.
Ardi: Udah pulang? Jangan telat makan dan jangan tidur terlalu malam.
Arum: Sudah ini baru pulang. Selesai shalat dan mau tidur.
Arum mengambil selimut dan memeluk guling langsung tidur.
*****
__ADS_1
jangan lupa ya like dan komen dan vote nya ya reader. terimakasih 😊😊🙏🙏