Kisah Dokter Arumi

Kisah Dokter Arumi
episode 57


__ADS_3

Arumi mengemudi dengan kecepatan sedang dan terlihat sangat santainya. Iya sambil bercerita dengan Habibi.


“Apa saja yang kamu lakukan selama di sana?” tanya Habibi.


“Di sana waktu Arum belajar mulai dari jam 4 subuh hingga 11 malam. Waktu belajar selama 15 jam, 9 jam lagi waktu tidur dan istirahat. Selama di sana...,” Arum bercerita dengan penuh semangat. Habibi mendengar kan dengan penuh penghayatan.


“Apa kamu tersiksa di sana?” tanya Habibi.


“Gak mas, Arum sangat senang. Di sana Arum punya teman-teman baru. Pengalaman baru dan banyak ilmu yg bisa Arum peroleh. Arum juga mendapat kan nilai terbaik. Oh iya, Arum mengambil paper bag yang diletaknya di samping. “Ini untuk mas. Oleh-oleh dari Arum.”


“Kenapa kamu sempat beli oleh-oleh,” sambil mengerutkan keningnya.


“Sekolah Arum di Yogyakarta. Jadi 4 hari yang lalu, ibu dan bapak jemput Arum ke Yogyakarta. Waktu ke pasar Malioboro Arum beli oleh-oleh.” Jelas Arumi.


Habibi langsung teringat mami dan papinya ke Yogyakarta. Ternyata jemput Arumi.


“Mami, kalaulah ada lomba membuat cerita skrenario, sudah pasti mami juaranya. Kenapa aku gak curiga ke mami, saat orang suruhan papi gak bisa menemukan Arumi. Ah, aku memang benar-benar bodoh ternyata. Aku belum pandai mengimbangi kepintaran dan kelicikan mami.” Geram Habibi dalam hati ketika menyadari bahwa dirinya di kadalin oleh maminya sendiri.


“Apa kamu gak keberatan jadi asisten pribadi mas?” tanya Habibi.


“Gak mas.”


“Selama di sana, apa kamu gak pernah mikirin mas?”


“Pernah mas.”


Wajah Habibi tampak sangat senang. “Mikirin apa?” Aura yg sangat berwibawa langsung sirna di saat Habibi memperlihatkan bahwa dirinya seperti anak kecil.


Arum langsung ternyum. “Arum mikirin mas apa kabar. Tapi Arum gak bisa menghubungi.”


Habibi tampak sangat senang. “Di sekolah itu hampir semua laki-laki siswanya ya?”

__ADS_1


“Iya mas.”


“Apa banyak yang ganggu kamu?”


“Gak ada mas, mereka baik-baik semua. Dan selama di sana bisa di bilang Arum gak pernah belanja dengan uang Arum mereka selalu bayarin Arum.”


Habibi menghembuskan nafas nya panjang. Pertanda bahwa kelegaan di hatinya. Sepanjang perjalanan, mereka selalu bercerita. Sampailah mereka di gedung kantor yang menjulang tinggi ini. Arum keluar dari pintu. Dengan gerakan cepat Habibi langsung membuka pintunya. Arum berjalan mengambil tas di tangan Habibi. Habibi dan Arumi masuk ke dalam lif khusus direktur menuju lantai 27. Di lantai ini hanya ada dua ruang. Satu ruangan direktur dan di sebelahnya ruang Arumi yang disediakan Anita. Di depan pintu masuk ruangan Habibi ada meja sekretaris pribadinya Sasa. Sasa sudah tampak duduk di mejanya, dengan penampilannya yang selalu saja memukau dan sangat cantik serta seksi. Tubuhnya tinggi sekitar 165 dan badan yang sangat ideal. Tidak kurus dan sangat montok. Sasa salah satu karyawan Habibi yang populer di kantor ini. Melihat Habibi yang datang, Sasa langsung berdiri untuk menyambutnya.


“Selamat pagi pak.” Sambil menundukkan kepalanya.


“Pagi Sa.” Habibi menjawab sambil tersenyum. Tampak Habibi begitu bahagia di pagi ini.


“Pagi juga Arum.”


“Pagi mbak Sasa.”


Arum masuk ke ruang Habibi dan meletakkan tas yang ada di tangannya di atas meja Habibi. Arum berjalan menuju keluar.


“Mbak Sasa.”


“Arum mau minta jadwal pak Habibi hari ini.”


Sasa mengeluarkan buku catatan nya dan melihat membuka hp di tangannya. Sasa memberi penjelasan dengan jadwal Habibi. Arumi mulai menulisnya satu persatu.


********


Jam 10 Habibi ada pertemuan bersama mr. Androw Smit di salah satu restoran besar yang menyediakan tempat privasi untuk mereka yang dalam pertemuan mereka kali ini. Mereka membahas tentang pembangunan mall yg di rencanakan menjadi salah satu mall terbesar di Indonesia.


Habibi datang bersama 3 orang arsitek terbaik di perusahaannya. Akbar Mahyudi yang sudah sangat berpengalaman yang sudah bekerja 20 tahun di perusahaannya. Pria yang bertubuh kecil ini sangat jenius dalam masalah pembangunan. Tidak pernah ada kesalah sedikit pun terhadap bagunan hasil rancangannya. Dia merupakan pria yang sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Kalau di lihat postur tubuhnya tinggi tubuhnya mungkin hanya sekitar 162 cm dengan tubuh yang sedang. Namun wajahnya tampak sangat awet muda dan humoris. Walaupun usianya sudah mencapai 45 tahun. Fajar Basri pria yang berusia 32 tahun ini bergerak di bidang penanggung jawab pembangunan. Dan seorang arsitektur muda Rasid Aditya. Yang di terima menjadi karyawan memang memiliki nilai ujian terbaik saat mengikuti seleksi untuk masuk ke perusahaan Habibi dan kelulusan cumlaude di salah satu universitas negeri di Indonesia. Ia baru bekerja sekitar 6 bulan yang akan membantu Akbar dalam pembangunan.


Mereka mulai membicarakan permasalahan pembangunan. Mr Androw merupakan salah satu pengusaha asal Amerika. Dia datang bersama asisten pribadinya. Seorang pria berasal dari Indonesia. Pria tersebut orang kepercayaannya yang berasal dari Indonesia. Mr. Androw mendengarkan penjelasan tentang pembangunan mall tersebut. Setelah puas dengan penjelasan pembangunan, gambar dan request beberapa poin yang di sesuaikan dengan keinginannya. Mr. Androw meminta minggu depan proyek tersebut sudah bisa di kerjakan.

__ADS_1


“Terimakasih atas kerja samanya.” Mata Androw tertuju pada Arumi. Gadis cantik yang serba tertutup dari atas hingga kebawah. Dari tadi ia hanya memperhatikan Arumi. Dilihatnya dari atas hingga kebawah. Gadis itu tampak masih sangat muda bahkan seperti gadis remaja. Namun penampilannya sangat anggun dan gaya berbicaranya tampak sangat anggun dan cerdas.


“Siapa gadis cantik ini Mr. Habibi?”


“Ini asisten pribadi saya. Namanya Arumi.”


“Wah kamu sangat pintar dalam memilih asisten pribadi. Kalau asisten pribadi kamu seperti ini, Kamu pasti rela diikutinya 24 jam.” Sambil mengedipkan matanya.


Habibi tertawa lepas saat mendengarkan kata-kata Androw. Pria asal Amerika itu terkenal sangat play boy. Pria yang sudah berumur 33 tahun tapi tetap memilih untuk melajang.


“Saya tidak bisa berbohong apa bila berhadapan dengan anda mr. Anda terlalu pandai dalam menilai.” Jawab Habibi sambil tersenyum.


Mr. Androw memberikan tangganya, “boleh saya kenalan nona?”


Arumi merapatkan dua telapak tangan nya. “Arumi Nanadia mr.”


“Kenapa kita tidak berjabat tangan?”


“Maaf mr, ada aturan dalam agama saya, untuk tidak bersentuhan dengan lawan jenis. Apa bila itu bukan muhrim.”


“Muhrim?”


Arumi tertawa, “itu aturan agama saya mr. Saya mungkin salah satu muslim yang taat dan melaksanakannya.”


Mr, Androw tampa sangat penasaran terhadap Arumi. “Boleh saya menghubungi kamu kamu.”


“Boleh mr.”


Tampak Androw begitu penasaran terhadap Arumi.


 

__ADS_1


Percakapan dalam bahasa Inggris. tapi author langsung buat bahasa Indonesia aja ya reader.


********


__ADS_2