
Habibi terbagun saat ia mendengar suara yang cukup ramai di dalam kamar tersebut.
" rame ya, maaf mas ngantuk sekali," ucapnya sambil duduk.
" Iya gak apa Mas," ucap Ardi.
Habibi melihat jam di tangan nya. " udah mau masuk Zuhur," ucapnya
" Iya sebentar lagi adzan," ucap Androw.
" kita sholat di mushola? ucap Habibi memberi usulan.
" Boleh," jawab ke empat pemuda tersebut.
" Tunggu sebentar aku mau ke kamar mandi," ucapnya
"kami tunggu ucap Androw."
Habibi masuk ke dalam kamar mandi. Ia mencuci mungkanya dan membasahi rambut nya. Agar Ia terlihat lebih segar. Ia kemudian keluar dari kamar mandi setelah mengerikan rambutnya pakai handuk.
" Ara sholat di sini aja," ucap Ara kepada suaminya.
" Iya sayang kamu di sini saja," ucap Androw.
" aku juga sholat di sini aja soalnya bawa mukena. ucap Sarah kepada Doni.
Doni mengangukan kepanya, jaga Arum dan ara," ucapnya kepada kekasih nya yang berdiri di depannya
Sarah tersenyum "siiiipppp," ucapnya sambil mengangkat jempol nya.
" Dek, mas makan di cafe bawah. adek mau apa?
Nanti mas bungkus," ucap Habibi yang memegang tangan istrinya.
" Gak usah mas, Arum makan makanan dari rumah sakit aja," jawabnya.
" Mau di bungkusin apa?" tanya Doni kepada Sarah.
" Terserah aja yang penting enak," jawab Sarah.
" kamu mau apa sayang?" tanya Androw.
"Apa aja yang penting enak. belinya juga harus banyak jenis," ucap Ara
Hanya Ardi dan Ari yang tidak menanyakan pesanan. mereka hanya diam
" Aisah mana rum?" tanya Ardi.
" Aisah belum pulang sekolah. nanti kalau udah pulang langsung ke ke sini ucap Arum
" ya padahal kalau ada Aisah aku bisa tanya aisahnya mau aku bungkusin apa." ucap Ardi yang membuat mereka tertawa.
"Assalamu'alaikum," suara melengking Aisah
membuat Ardi terkejut. wajah imutt-imut gadis tersebut terlihat di ambang pintu.
" wa'alaikum salam," jawab mereka serentak.
" Bang Ardi," ucap Aisah yang langsing menyalami tangan ardi dan menempel kan nya keningnya.
" Baru pulang sekolah?" tanya nya saat di lihatnya Aisah yang masih memakai baju seragam sekolah.
" Iya bang jawab Aisah.
"Ardi langsung gerogi nih," ucap Ari sambil ketawa melihat ekspresi wajah Sahabnya itu.
Ardi hanya diam, wajah nya tampak memerah.
Ardi seperti orang yang salah tingkah. Ia tidak menyangka gadis itu akan langsung datang.
__ADS_1
Aisah kemudian menuju ke arah tempat tidur untuk melihat kakaknya. ia juga melihat kaponakan nya yang sudah tertidur.
"Abang," mau ke mana?" tanya Aisah.
"Abang mau sholat terus makan di kafe bawah," ucapnya.
" Ica ikut ya."
" Jangan, yang pergi cowok semua," ucap Ardi memandang ke 4 pria yang sudah menunggu nya.
Aisah memaju kan bibirnya.
hemmmm...hem... Doni mulai berdehem.
yang tidak di hiraukan Ardi.
" Ais mau apa Abang bungkuskan. kak ara dan kak Sarah juga gak ikut," bujuk nya.
" Iya deh, apa aja yang ada di sana?" tanya Aisah.
" Abang juga belum tau," jawab Ardi.
" nanti Abang wa aja ica kasih tau aja apa yang ada," ucap gadis tersebut.
" Abang wa ke mana?" tanya Ardi.
" Nanti Ica PING," jawabnya.
" No wa abang?"
" Ada Kok Ica simpan," jawab nya.
Ardi Diam saat mendengar ucapan gadis tersebut. Ardi mengangukan kepalanya.
"Mas, nanti wa Ara apa yang ada. biar Ara pilih," ucap Ara kepada suaminya.
yang aku juga ucap Sarah kepada Doni. kenapa tadi nggak mikir ya kesitu ucap Sarah sambil nyengir.
Aisah yang tidak tau apa-apa hanya diam
Mereka kemudian pergi meninggalkan kamar tersebut ketika mendengar adzan.
Aisah memandang Ardi yang pergi menghilang di balik pintu. rasanya Ia masih di sangat merindukanmu pria tersebut.
" Cantik kak, Ica mau gendong," ucap Aisah ketika matanya kembali tertuju ke sosok mungil yang dibungkus dengan bedong tersebut.
" Gak boleh dek, " ucap Arum.
" Ica pandai kok gendong nya Ica bakal hati-hati," pintanya.
" Jangan dek masih kecil kali. nanti ya kalau sudah agak gedek Ica baru boleh gendong nya," ucap Arum.
" Masih lama dong kalau gitu, Ica pengen sekarang, bentar aja ," ucapnya yang memohon.
Sarah mengambil bayi tersebut dan kemudian Ia menyuruh Aisah agar tangan nya menadahkan tangan nya. Sarah kemudian meletakkan bayi tersebut ke tangan Aisah.
gadis itu tampak begitu senang.
" Kak Sarah, tolong fotoin Ica ya. Ica mau lihatin ke teman-teman ica," ucap gadis tersebut.
" Hp Ica mana? " tanya Sarah.
Aisah menunjukkan hp nya yang ada di dalam tas sekolah nya.
Sarah mengambil ponsel tersebut dan kemudian mengambil beberapa foto Aisah yang terlihat genit tersebut.
" Udah dek gendong nya," ucap Arum.
Sarah mengambil bayi tersebut dari tangan Aisah.
__ADS_1
Aisah masih menatap bayi tersebut. cantik kak Ica gemes lihat nya.
" Adek tadi ke sini sama siapa?" tanya Arum.
" Sama kak may, Ica Telpon kak May minta di jemput di sekolah," ucap Aisah menjelaskan.
sarah mengambil kan nasi yang ada di nankas.
" Arum makan sendiri aja kak," ucapnya.
" Gak apa kakak suapin, ucapnya
setelah berdebat akhirnya ia makan sendiri, sedangkan Sarah dan Ara mereka sholat
Ara lebih memilih untuk berbaring di tempat tidur yang ada di sebelah Arum.
" Kenapa?" tanya Arum
" Perut Ara kram," jawabnya yang tidur sambil berbaring.
" Bentar lagi Ara ya,"ucap Sarah.
" Doain ya kak, ucap ara
***
Setelah melakukan salat zuhur ke 5 pria tersebut pergi menuju cafe yang ada di dalam kawasan rumah sakit. Mereka duduk di kafe tersebut.
Ardi mengeluarkan hp nya dari dalam saku celananya. Ia melihat satu pesan masuk dari nomor baru, Ardi membuka pesan tersebut
+62 852556622xx
pink.
ini nomor Icha
Ardi tersenyum membaca pesan yang diberikan oleh gadis tersebut ia kemudian menyimpan no tersebut.
Seorang pelayan datang ke cafe itu membawa daftar menu.
Ardi memoto daftar menu tersebut.
para pria yang ada di meja tersebut bukannya memesan menu, pria-pria tersebut malah sibuk memoto kertas menu secara bergantian . Setelah mengirimkan pesan ke nomor yang mereka tuju mereka baru Memesan apa yang menjadi pilihan mereka.
Ardi memesan nasi soto daging Ia kemudian memoto nasi dan juga mangkuk yang berisi soto dan mengirimkannya ke Aisyah, ia menulis pesan pada gambar tersebut
Ardi.
Abang makan nasi soto daging enak Ica mau?
pesannya langsung dibalas oleh gadis tersebut.
Aisah
mau.
setelah mereka makan dan minum minuman kopi Mereka kemudian membungkus makanan yang akan dibawanya pulang ke kamar pasien.
Andro membungkus soto ayam sate madura mie goreng.
****
Maaf baru up.
author usahakan untuk up lagi nanti.
terimakasih ya atas dukungan nya.
author minta like komen dan vote sekilas nya. π
__ADS_1
ππΌππΌππΌπππ